RATU HITAM

RATU HITAM
42. Pergi Bersama


__ADS_3

.


.


.


.


.


Malam hari yang penuh dengan cahaya di seluruh penjuru ibu kota.


Para rakyat yang berbondong bondong menuju ke tempat perayaan Lentera di ada kan.


Jalan menuju kediaman Yun penuh dengan kereta kuda milik para bangsawan.


Kediaman besar yang sudah tidak berpenghuni itu memang terletak agak jauh dari pemukiman.


Meski masih berada di pusat kota, kediaman Yun di kelilingi banyak pepohonan yang seolah menjadi pembatas dari daerah sekitar.


Di dalam kegelapan malam, ada beberapa orang yang sedang bersembunyi di antara pepohonan.


memantau keadaan sekitar, Hei Xuan dan enam saudara Hua sedang memastikan apakah situasi masih aman terkendali.


Tentu saja, ia harus menjamin keselamatan ibu nya beserta keluarga nya yang lain.


"Wahhh..! ter nyata memang sangat ramai.." seru Hua Hong yang berada tepat di samping Hei Xuan.


"Tuan ayo ke sana..! di sana pasti banyak barang bagus..!" Menggandeng tangan tuan majikan nya dengan penuh semangat, Hua Hong seakan melupakan sesuatu yang membuat nya merasa tidak nyaman.


Plakkk....


"Aduhhh.." mengusap tangan nya yang kena pukul, Hua Hong menoleh dengan kesal.


"Menjauh dari Xuan..!"


Dari belakang mereka tiba tiba saja muncul tiga pria yang sudah tidak terlihat asing.


Pria dengan pakaian putih itu adalah pelaku yang memukul tangan nya.

__ADS_1


"Ohh,, Tuan Bai.."


Bergeser dengan patuh, Hua Hong benar benar tidak berani bermain main dengan pria yang satu ini.


"Kalian berkeliling lah, ingat..! jangan terlalu mencolok."


Memberi perintah, Hei Xuan hanya tidak ingin Bai Jin Xi melakukan hal memalukan di depan saudara yang lain.


"Bagaimana dengan Keluarga yang lain tuan..?" tanya Hua Bai pada tuan majikan nya.


"Biar kan mereka datang selama situasi masih aman, jangan lupa ingat kan untuk tetap membawa giok yang ku berikan."


" Baik tuan.." menjawab dengan serempak, enam saudara Hua itu melesat ber baur dengan kerumunan manusia.


"Sayang.. Apa tidak merindukan ku..?"


"Tidak..!" jawaban yang kasar tanpa perasaan ini benar benar membuat Li Si dan Li Fu sekuat tenaga menahan tawa.


Memelotot dengan tajam, ingin sekali rasa nya Bai Jin Xi memukul dua pengawal nya itu.


"Ukhh... Kami juga akan berkeliling yang mulia.." Pamit Li Si pada akhir nya. menarik paksa rekan nya yang masih mati mati an menahan tawa.


Hening beberapa saat, di sana hanya ter sisa Hei Xuan dan pria yang terus saja tidak mau lepas itu.


"Kenapa dengan rambut mu..?"


Bai Jin Xi memang merubah warna rambut nya menjadi hitam agar tidak terlalu menarik perhatian di antara ras manusia yang ada.


"Apa seperti ini bagus..?" Tanya balik Bai Jin Xi, ini adalah pertama kali nya mereka ber dua ber bincang santai tanpa ia harus memaksa.


"Yahh.. aku ingin berkeliling.." melompat turun dari atas pohon, Hei Xuan ber jalan menuju kerumunan manusia di acara perayaan itu.


"Seperti ini.." Menggenggam tangan kanan Hei Xuan, Bai Jin Xi terus saja ter senyum melihat gadis itu yang tidak menolak nya sama sekali.


Xuan yang penurut seperti ini benar benar terlihat manis.


Berkeliling melihat berbagai tempat yang telah di hias, Hei Xuan yang masih mengenakan jubah hitam itu meminta Bai Jin Xi mengambil kan beberapa kudapan yang di sajikan.


Menunggu di tempat yang tidak terlalu ramai, Hei Xuan sedang memikir kan ia akan membalas keluarga kekaisaran

__ADS_1


Sekembali nya Bai Jin Xi, Hei Xuan dapat melihat jika raut wajah nya tidak seperti biasa.


"Kenapa..?" tanya Hei Xuan pada akhir nya.


"Tidak apa.. ini kudapan nya.." memberikan sepiring kudapan kering yang tadi ia ambil dari meja di penjamuan.


Mencoba mengabaikan pria di samping nya, Hei Xuan mulai mencicipi kudapan yang ada.


"Kau juga coba lah.." menyodorkan satu kudapan


pada pria itu.


Jika Hei Xuan masih dengan wajah dingin nya, berbeda dengan Bai Jin Xi yang seakan sudah terbang di angkasa.


Bukan menerima kudapan di tangan Hei Xuan, Bai Jin Xi malah melahap kudapan itu langsung dari tangan gadis di depan nya.


"Kau ini..!" Melihat ujung jari nya yang bersentuhan dengan bibir pria di hadapan nya itu. Entah bagai mana Hei Xuan merasa di jika wajah nya tiba tiba saja memanas.


"Menjijikkan..!" Memalingkan muka agar tidak bertatapan dengan Bai Jin Xi.


Tingkah Hei Xuan yang tidak seperti biasa nya membuat Bai Jin Xi melupakan apa yang tadi ia dengar saat mengambil kudapan.


Memeluk gadis itu dengan erat, Bai Jin Xi memejam kan mata nya dengan tenang.


Lalu kenapa ..? kita sudah memiliki ikatan darah..


.


.


.


.


.


....... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


..JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰

__ADS_1


..... .....


...••_terimaksih sudah membaca_••...


__ADS_2