
.
.
.
.
.
Dedaunan kering yang jatuh berserakan di sepanjang jalan.
Panas terik sehari hari sudah menjadi kebiasaan.
Melihat langit malam yang gelap tanpa bintang.
Memejam kan mata nya menghadap ke jendela.
Angin malam yang semakin dingin menerpa wajah cantik nya.
Hei Xuan menghela nafas pelan.
Setelah lewat satu Minggu dari acara lelang di rumah judi.
Ia sama sekali tidak melakukan apapun.
Apa lagi karena keberadaan pria putih yang terus saja menempel pada nya itu membuat Hei Xuan malas ber pergian.
Iya..
Setelah men jemput nya secara paksa di pelelangan rumah judi waktu itu.
Bai Jin Xi me maksa untuk tinggal ber sama dengan nya di kediaman milik Hei Xuan.
Bukan hanya satu kediaman, namun satu atap dan juga satu kamar.
Belum lagi saat makan ber sama.
Pria dengan garis darah dewa yang paling ingin di hindari oleh Hei Xuan itu justru semakin dekat dan akrab dengan anggota keluarga nya.
Dan yang paling membuat ia jengkel adalah ketika tidur di malam hari.
Pria putih itu selalu memeluk nya dengan sangat erat hingga tidak dapat ber gerak sedikit pun.
__ADS_1
Bai Jin Xi se olah takut kalau gadis yang tidak penurut itu tiba tiba pergi saat ia lengah.
Dan yang lebih membuat ia kesal adalah karena ia sudah mulai terbiasa dengan kehadiran pria serba putih itu.
Mungkin karena menggunakan tubuh dari ras manusia.
Hei Xuan mulai ter biasa beristirahat saat malam hari dan melakukan ber bagai macam kegiatan di siang hari.
Pusing saat mengingat pria putih yang selalu membuat Hei Xuan ingin memukul nya meski tidak pernah bisa.
Memijat pelipis nya yang terasa ber denyut.
Hei Xuan kembali memejamkan mata nya.
Menikmati angin malam yang semakin dingin beberapa hari ini.
Setelah ini mungkin ia tidak akan memiliki waktu se luang ini.
Tenggelam dalam pikiran nya, Hei Xuan bahkan tidak menyadari kehadiran orang lain di kamar nya.
Masih melihat langit malam sambil ter menung.
Pria yang baru saja memasuki kamar itu ber jalan mendekat pada Hei Xuan.
Sangat manis....
Melepas jubah ber bulu yang ia pakai.
Hei Xuan ter sentak kaget saat ada yang memakai kan jubah hangat untuk nya.
"Siapa...!" Bersiap untuk ber balik dan menyerang.
"Siapa lagi.." Jawab Bai Jin Xi sambil memeluk tubuh mungil di hadapan nya.
Hei Xuan kembali diam saat mendengar suara yang tidak asing untuk nya.
"Ada apa..?" Tanya Hei Xuan pada akhir nya.
"Tidak ada.." Jawab Bai Jin Xi sambil mengerat kan pelukan nya.
Hei Xuan sudah ter biasa dengan ke biasaan pria putih itu yang sering memeeluk nya dari belakang seperti ini.
"Angin malam semakin dingin, kenapa malah ber diri di depan jendela." Tanya Bai Jin Xi setelah hening beberapa saat.
__ADS_1
"Yaaa..." Menjawab dengan pelan.
Hei Xuan juga tahu jika angin malam semakin dingin.
Musim dingin akan segera tiba, namun ia masih belum memiliki per siapan untuk menyerang kekaisaran.
Benar..!
Yang ia rencana kan bukan sekedar membalas perlakuan buruk anggota istana.
Namun juga merebut seluruh milik mereka.
Semua yang mereka bangga kan sekarang.
Tenang saja, selangkah demi selangkah.
Seluruh kekaisaran adalah milik ku..!
.
.
.
.
***Maaf banget karena jarang update😫
Sekarang ini aku lagi nyiapin permintaan kalian buat crazy up🤗
Terus dukung cerita ku yahhh.. sayangkuhhh😚***
.
.
........BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉
...JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPAN NYA🥰
..... .....
...••_terimakasih untuk kalian yang sudah membaca_••...
__ADS_1