RATU HITAM

RATU HITAM
24. Menjemput Selir Yun


__ADS_3

.


.


.


.


.


Suara bising terdengar di mana mana, suasana pasar ibu kota kekaisaran tidak pernah sepi sewaktu waktu. Banyak Orang orang yang berlalu lalang di jalanan, berbelanja atau sekedar berjalan jalan.


Di salah satu kedai makan yang cukup terkenal, Terdengar suara ribut dari lantai bawah yang mengusik pengunjung lain di sana.


Puas selepas mencicipi berbagai macam masakan yang di pesan, Xiao Xuan dan yang lain nya turun untuk melihat apa yang terjadi di bawah.


Hua Zi adalah yang paling penasaran di antara yang lain, mungkin karena ia tidak terbiasa bergaul dengan para manusia membuat ia lebih antusias.


Di bawah terlihat seorang pria muda dan gadis yang terlihat seperti kekasih nya, juga beberapa pengawal di belakang nya.


"Apa yang kalian tunggu, cepat siapkan lantai atas untuk ku..!" Berteriak kepada pelayan yang bertugas, tuan muda itu dengan arogan memberi perintah.


"Maaf tuan, tapi lantai atas sedang di pakai.." menjawab dengan takut, pelayan pria yang tadi melayani Xiao Xuan dan yang lain mencoba menjelaskan.


"Lancang..! Apa kau tidak tau kami siapa..! kekasih ku adalah tuan muda dari kediaman Chen.." gadis di samping nya itu berbicara dengan penuh percaya diri.


Kerumunan semakin banyak, banyak bisik bisik terdengar tentang kediaman hakim Chen yang memiliki hubungan baik dengan anggota kekaisaran.


"Aduhhh... Kenapa berisik sekali.."


Kerumunan yang menonton pun menoleh pada asal suara, Dari tangga terlihat pria yang mengenakan jubah hitam bersandar pada dinding tangga dengan malas.


Tertegun melihat sosok pria yang begitu rupawan, gadis yang bersama tuan muda Chen itu nampak tersipu.


Berbeda dengan para gadis yang terpesona, tuan muda Chen itu tampak makin geram saat melihat Hua Zi muncul.


"Pria liar dari mana kau ini..! Berani nya tidak sopan padaku.." teriakan tuan muda Chen membuat semua orang seolah tersadar.


"Ingin mengetahui siapa aku..? Kau tidak layak..!" Menjawab dengan angkuh, Hua Zi memang paling cocok untuk menghina orang.


"Kau.. berani nya kau..!" berlari menuju arah tangga, tuan muda dari kediaman Chen itu mengepalkan tangan, siap melayangkan pukulan untuk Hua Zi.


Boommmm..


Terdengar suara ledakan besar menggema di sekitar kedai makan.


"Uhukk.. Apa ini.."


"Terlalu banyak asap.. aku tidak bisa melihat."


Sesaat setelah asap yang mengepul mulai memudar, bisa terlihat Hua Zi yang masih berdiri santai di tangga seperti semula. Lalu siapa yang memukul siapa..?


Tuan muda Chen yang menabrak dinding kedai terlihat tidak sadarkan diri dengan menyedihkan.


"Kauu.. Kau berani memukul tuan muda.." Gadis yang dari tadi ada di sebelah tuan muda Chen itu tampak tidak terima, bergegas maju untuk menyerang.


"Kenapa tidak..?" Hua Zi dengan santai nya Berkata acuh.


"Lawan aku jika kau berani ..! " bersiap untuk menyerang, gadis itu tampak nya memang tidak memiliki kesadaran diri.

__ADS_1


"Apa kau pikir aku tidak berani memukul gadis.." Mengangkat tangan kanan nya, Hua Zi tidak akan segan segan pada gadis itu.


Berusaha menggerak kan tubuh nya untuk menghindar dengan susah payah, Gadis itu seolah membatu di tempat.


Teriakan histeris saling bersahutan.


"Hentikan..!"


Hening seketika, Hua Zi yang akan melayang kan pukulan langsung berhenti saat mendengar suara itu .


Terlihat Xiao Xuan yang turun dari tangga di ikuti yang lain di belang nya.


"Tuan.." Mundur dengan patuh, Hua Zi meninggalkan gadis yang akan ia pukul.


Seolah mendapat hidup nya kembali, gadis itu dapat menggerak kan badan nya lagi.


"Siapa ... siapa kalian..!" bertanya dengan takut, gadis itu seperti baru saja keluar dari gerbang kematian.


"Berani nya kau mengangkat kepala mu..!" teriakan lantang itu berasal dari Hua Bai .


Hua Bai memang yang paling membenci para gadis dari ras manusia, mereka lemah, namun hati nya bahkan lebih licik dari ras iblis.


Melihat dengan tatapan jijik, Xiao Xuan tampak malas turun tangan untuk bertindak.


"Zi , Gadis akan di urus oleh gadis.. Bai, pukul.."


"Baik tuan.." Maju dengan mata berbinar, Hua Bai mulai mengangkat tangan nya di depan gadis itu..


"Apa .. apa .. apa yang akan kau lakukan.." Gadis itu mundur dengan ketakutan, senyum Hua Bai yang seolah mengisyaratkan jika ajal nya akan segera datang.


"Pukul.."


Plakkk..


"Pukul.."


Plakkk..


Plakk**..


Suara tamparan keras terdengar mengikuti ucapan Xiao Xuan.


Semakin lama semakin keras, jeritan gadis itu terdengar semakin memilukan. Bergidik ngeri, Mereka yang melihat betapa mengerikan nya Hua Bai.


"Cukup.."


Hua Bai mundur dengan begitu saja sesuai perintah dari Xiao Xuan.


Melempar kantong koin kepada pelayan, Xiao Xuan memasang tudung jubah nya di kepala, berlalu pergi membelah kerumunan di depan kedai.


Pergi dengan di ikuti yang lain, Xiao Xuan melewati jalanan yang penuh dengan jajanan di mana mana.


Banyak toko yang menjual berbagai macam kue dan makanan lain nya.


Saat melewati penjual manisan di pinggir jalan, Xiao Xuan dapat melihat Hua Lan terus saja memperhatikan manisan buah yang di tusuk menggunakan bambu.


"Apa kau menginginkan itu..?" Tanya Xiao Xuan membuat Hua Lan dan yang lain nya kebingungan.


"Apa kah boleh..? " tanya Hua Hui yang tampak nya juga tertarik dengan makanan aneh di depan nya.

__ADS_1


"Tentu saja.." Mengeluarkan beberapa keping emas dari lengan baju nya, Xiao Xuan mengajak mereka melihat makanan seperti apa yang di jual di sana.


"Tuan.. Ingin membeli manisan..? Berapa tusuk..?


Wanita paruh baya Penjual manisan itu menawarkan dengan ramah pada Xiao Xuan.


"Berikan semua.." Xiao Xuan meletak kan empat koin emas untuk mendapat kan semua manisan yang ada.


"Baik baik.. tunggu sebentar tuan..! " Mengemas semua tusuk jualan nya dengan semangat, penjual manisan itu tidak henti henti nya tersenyum.


"Tapi tuan..! ini terlalu banyak." penjual itu bermaksud mengembalikan dua koin emas.


Mengambil manisan yang sudah di bungkus, Xiao Xuan dan yang lain nya pergi tanpa mengatakan apapun.


Penjual yang melihat itu tampak berterima kasih berulang kali.


"Wahhh, tuan.. ini sangat enak.." Hua Zi yang memang penggila makan menghabiskan lebih banyak tusuk manisan di banding yang lain.


Bahkan Hua Hei juga ikut mencicipi apa yang di nama kan manisan buah.


memegang tusuk manisan di masing masing tangan, mereka berjalan santai sambil makan dan tertawa.


"Kita akan kemana lagi tuan..?" tanya Hua Bai setelah menghabis kan banyak manisan.


"Ke bukit di pinggir kota.." Jawab Xiao Xuan Sambil melesat.


Mengikuti di belakang, mereka ber enam memang sudah mengetahui apa tujuan datang ke bukit.


Melesat dengan cepat, mereka tidak membutuh kan waktu lama untuk sampai di bukit yang di tuju.


Dari salah satu rumah di puncak bukit, terdengar suara yang tidak asing bagi Xiao Xuan. Juga ada banyak suara yang terdengar seperti sedang berunding.


"Lalu Xuan ada di mana..?" Terdengar suara tangisan dan mengeluh.


"Adik, kita akan mencari lagi nanti.."


" Benar..! Setelah keadaan kembali normal, kita akan mencari Xuan."


"Aku sudah mengutus beberapa orang untuk mencari, tapi masih belum ada petunjuk."


Semakin mendekat , dengan pendengaran yang lebih tajam, Xiao Xuan dan yang lain nya dapat mendengar suara tangis dari dalam.


"Lalu bagai mana sekarang.."


Xiao Xuan Berjalan menuju pintu rumah kayu yang tidak tertutup. Melihat ada banyak orang di dalam..


"Aku di sini.."


.


.


.


.


.


......... **BERI KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉

__ADS_1


.. AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰


...~~ terimakasih untuk kalian yang sudah membaca** ~~...


__ADS_2