RATU HITAM

RATU HITAM
37. Suami..?


__ADS_3

.


.


.


.


.


Sore hari yang tenang hilang seketika, sekembali nya Hei Xuan dan saudara Hua dari dunia tengah. Pria yang paling tidak ingin di temui oleh gadis itu tiba tiba saja muncul di istana milik nya.


Dari pagi hingga sore, pria putih itu selalu saja mengikuti kemana pun Hei Xuan pergi.


Yang lebih menjengkel kan lagi adalah seluruh keluarga nya tidak melarang pria itu, dan bahkan menganggap jika mereka ber dua benar benar pasangan suami istri yang sedang bertengkar.


Ingin sekali rasa nya mengusir pria dengan marga Bai itu.


Kesal dengan situasi yang tidak menguntung kan nya.


Hei Xuan memilih duduk bersandar pada dahan pohon di luar istana.


Memejam kan mata nya yang lelah, gadis itu seolah jengah dengan pria putih yang terus saja mengikuti nya.


"Haihhh..." Menghela nafas berat, Hei Xuan memilih bangun dan melihat pria dengan marga Bai tersebut , Bai Jin Xi.


Tiba tiba saja muncul pertanya an di otak nya.


Jika dia bermarga Bai, lalu apa hubungan nya dengan pria tua itu..?


"Kau dari dunia atas..?" tanya Hei Xuan tanpa basa basi.


"Ohhh,, dari mana Xuan ku tahu..?.." pria putih itu bertanya balik..


"Mudah sekali.."


"Haihhh.." Bai Jin Xi menghela nafas mendengar jawaban singkat gadis nya.


"Kau memiliki marga Bai juga keturunan garis darah Dewa. Kau pasti memiliki hubungan dengan Bai tua sialan itu.."


Sriinggg...


Dengan sekejap mata, Hei Xuan tiba tiba saja sudah menodong kan pedang milik nya tepat di depan leher Bai Jin Xi.


"Siapa yang mengirim mu kemari..?" tanya Hei Xuan dengan sedikit menusuk kan pedang yang mengeluar kan asap hitam tipis di tangan nya.


Bai Jin Xi seolah membatu melihat sosok Hei Xuan yang sekarang ada di depan nya.


Gadis nya sedang menatap ia dengan sorot mata yang dalam dan tajam, nada bicara yang dingin dan posisi tubuh yang penuh ke waspada an.

__ADS_1


Melihat Hei Xuan yang seperti itu, entah kenapa membuat dada nya berdenyut.


"Siapa kau sebenar nya.." Pertanyaan Hei Xuan itu membuat kesadaran Bai Jin Xi kembali.


"Aku Bai Jin Xi . Sayang,, Aku ini suami mu.."


Jawaban Bai Jin Xi seolah membuat Hei Xuan semakin geram. Gadis itu mulai mengayun kan pedang nya, menatap tepat pada pria di depan nya itu.


Crasss...


Darah menetes dari pedang hitam di tangan Hei Xuan.


Gadis itu tersentak saat melihat pria di depan itu bahkan tidak menghindar dari pedang nya.


"Apa kau bodoh..!" Memaki dengan kesal, Hei Xuan mendekat untuk melihat luka di lengan Bai Jin Xi.


"Tidan sakit.. Tidak apa apa.." jawab Bai Jin Xi tanpa menghilang kan senyum dari wajah nya.


Melihat luka akibat tebasan pedang nya, Hei Xuan tiba tiba saja merasa sesak di dada nya.


Menggertak kan gigi nya dengan kuat, Hei Xuan mendesis kesal saat pria di hadapan nya itu masih tetap tersenyum pada nya.


Bahkan setelah mendapat luka yang cukup besar dari nya, Bai Jin Xi masih saja bicara seolah tidak terjadi apa apa.


"Kenapa kau tidak menghindar.. Kau benar benar gila..!"


Hei Xuan mengeluar kan kain bersih juga kendi berisi air dari kolam air panas milik nya yang sengaja ia simpan untuk saat saat darurat seperti ini.


"Huh.. terserah kau saja.." menjawab dengan pasrah, Hei Xuan sedang malas berdebat dengan pria yang ia anggap bodoh itu.


" Yahhh.. Kita memang suami istri dari awal.."


Mengabai kan apa yang di ucap kan pria putih itu, Hei Xuan mulai membuka baju bagian atas milik Bai Jin Xi.


"Sayang.. ini masih belum gelap.." Menahan kedua tangan Hei Xuan dengan sebelah tangan nya, Bai Jin Xi bertingkah seperti gadis yang di leceh kan secara paksa.


Sedikit mengerut kan alis, Hei Xuan sama sekali tidak faham dengan apa yang di maksud oleh Bai Jin Xi.


"Diam lahh!.." Membentak dengan keras, Hei Xuan di buat kesal karna pria putih itu terus saja bergerak.


"Sebentar.. Xuan..! bagai mana jika ada yang melihat.." terus berusaha menahan tangan Hei Xuan, Bai Jin Xi benar benar kuwalahan karena gadis terus bersikeras untuk membuka baju nya.


"Siapa yang akan melihat mu.."


Srakkkk...


Tiba tiba terdengar suara robekan yang cukup keras. Bai Jin Xi melihat baju bagian atas nya yang sudah terbuka.


Hei Xuan sendiri segera membasuh luka sayatan pedang itu dengan air dari kendi milik nya.

__ADS_1


Kemudian dengan cepat membalut luka itu dengan kain putih yang telah ia siap kan.


Jika Hei Xuan sedang fokus membalut luka di lengan Bai Jin Xi. Dari jarak yang cukup jauh dari tempat Hei Xuan dan Bai Jin Xi.


Di balik pohon besar, Enam saudara Hua sedang mengintip apa yang di lakukan oleh tuan majikan mereka bersama dengan pria yang mengaku sebagai suami nya.


Kali ini bukan hanya mereka ber enam, tapi juga Li Si dan Li Fu yang di seret oleh Hua Hong agar ikut mengintip bersama mereka.


Dan betapa terkejut nya mereka saat sampai di sana, mereka semua dapat menyaksi kan jika Hei Xuan sedang memaksa untuk membuka baju atasan Bai Jin Xi.


"Wahhh ... tuan sangat agresif.. " Bisik Hua Hong yang berada di posisi paling bawah.


"Haihh... Kenapa tuan sangat penakut.." Saut Li Fu yang mengeluh tentang majikan nya.


"Lihat itu.. Tuan ku bahkan lebih berani.." Ucap Hua Zi pada dua pengawal Bai Jin Xi itu.


"Tapi bukan kan ini terlalu berlebihan.." bisik Hua Hui dengan suara pelan.


"Apa yang berlebihan..? itu berarti tuan masih normal.." Jawab Hua Bai yang tidak sependapat dengan Hua Hui.


"Hihi.. tampak nya tuan akan memiliki keluarga nya sendiri.." saut Hua Lan dengan tertawa kecil.


Melihat rekan nya yang sangat antusias ikut mengintip bersama saudara Hua, Li Si menghela napas berat setelah mengetahui jika enam saudara Hua ini benar benar aneh seperti yang di katakan oleh Hei Xue.


"Haihhh..." Li Si tiba tiba saja merasa dingin di punggung nya. Saat menoleh kebelakang, Li Si dapat melihat jika saudara Hua tengah melihat nya dengan tatapan mata yang aneh.


"Ada.. Ada apa..?" entah kenapa Li Si merasa gugup tanpa sebab.


"Tidak apa apa.." Menjawab dengan serentak,


Menelan ludah dengan susah payah, Li Si merasa jika enam saudara Hua itu tampak lebih mengerikan saat tersenyum bersama sama..


Bencana apa ini..


.


.


.


.


.


....... BERIKAN KRITIK DAN SARAN UNTUK PENULIS 😉


... JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN AGAR PENULIS DAPAT MENGHASILKAN KARYA YANG LEBIH BAIK LAGI KEDEPANNYA 🥰


..... .....

__ADS_1


...__terimakasih sudah membaca__...


__ADS_2