
Hai readers..
Karena Rahasia sang menantu miskin sudah hampir end untuk session 1 nya maka thor bikin baru dengan thema mengubah takdir.
Jangan lupa support thor dengan like, vote dan gift yang banyak yaaaaaa.
Diusahakan bakal up 2x sehari ya. Makanya keep support author ya..!!
Happy Reading!!
***
" Oke, Kamu tunggu di sini sebentar dan jangan kemana-mana. aku akan menghubungi keluarga dari Athena terlebih dahulu. kamu yang akan ku jadikan saksi peserta sopir pribadi dari Athena dan juga waiters di Kohiko." kata Patricia dengan wajah tegang.
Patricia berwajah tegang karena sebentar lagi ia harus bertmu dengan kakek Sur, yang merupakan kakek dari Athena.
Kenapa Cia tegang? Karena Kakek itu kabarnya adalah pemimpin pengawal pasukan bayangan yang sangat terkenal di seantero dunia permafiaan.
Cia memiliki no telepon kakek karena ia memang salah satu sahabat Athena yang disuruh untuk menjadi bayangan Athena. Yang artinya ia harus mengabarkan apa apa yang terjadi kepada Athena yang berpotensi akan mencelakakan Athena, karena kabarnya papa dan mama Athena, kecelakaan karena sebuah kecelakaan yang disengaja yang mengakibatkan kematian mereka berdua.
Cia berharap harap cemas dengan sambungan telepon kepada kakek Sur. Saat sambungan telepon itu terjadi, Cia hanya bisa tergagap gagap menyampaikan apa yang terjadi kepada kakek Sur.
“Hmmh, sekarang kamu ada dimana?” tanyanya dengn nada suara menahan murka.
Rupanya kakek merasa kalau Rahman sudha kelewatan, ia akan membicarakan ini kepada orang tuanya Rahman dan meminta pertanggung jawaban mereka.
“Saya ada di rumah sakit dekat Kohiko, kek! Kakek akan saya berikan shareloc tempat ini.” Kata Cia dengan terbata.
“Tidak usah! Aku tahu tempatnya, aku akan segera kesana bersama para ajudanku, sekalian aku akan menngecek semua tempat yang berhubungan dengan kejadian itu.” Katanya dnegan nada marah.
“Ya kek, saya akan menunggu disini bersama ALendra, saksi mata di tempat kejadian.” Kata Cia lirih.
__ADS_1
“Hmm tunggu aku disana, jangan sampai ada yang pulang dahulu. Aku akan memeriksa dan aku pastikan akan menghabisi orang orang yang menyakiti cucu ku tercinta.” Katanya dengan nada dingin.
Setelah sambungan telepon dengan kakek ditutup, Cia bisa bernafas lega., rupanya selama berbincang dnegan kakeknya Athena, ia menahan nafasnya dan baru bisa bernafas dengan lega saat sambungan telepon nya dengan kakek ditutup.
“uh untung saja jantung ku kuat, aku heran gimana Athena berinteraksi dengan kakeknya sehari hari. Karena kakek Athena itu kan terkenal sangat kejam dan ganas.” Monolog Cia dengan lirih, sambil menengok ke kanan dan kiri.
Cia pun kembali ke tempat dimana Athena di rawat. Ia melihat Alendra masih ada di depan ruang rawat inap Athena. Mungkin karena Alendra merasa tidak enak, karena dirinyalah yang melihat kondisi ‘panas’ Athena saat diberi obat perangsang oleh Rahman, tunangannya.
“Kenapa kamu tidak menjaga Athena didalam?” tanyanya dengan nada heran.
“Aku tidak enak dengan Athena.” Kata Alendra.
“Ya sudah ayo kita masuk bersama saja, kasian kalau Athena sendirian di dalam.” Kata Patricia sambil menarik tubuh Alendra yang masih terdiam di depan pintu.
Ketika mereka masuk sudah di sambut dengan wajah cantik Athena yang sudah bangun dari tidurnya.
“Kalian baru datang?” tanya Athena dengan nada dingin.
“Kakek tahu?” tanyanya kepada Cia, Athena bukan orang bodoh, ia tahu kalau Cia juga disuruh kakek mengawasi dirinya.
“Iya, aku tidak berani melawan kakek kamu, Na! Salah salah kepalaku melayang kalau tidak laporan sama kakek tentang kejadian ini.” Kata Cia sambil merengut,. Emang Athena tidak tahu ya kalau dirinya tegang maksimal kalau berhadapan dengan kakek Sur.
Alendra yang tidak tahu menahu hanya diam saja melihat interaksi Athena dan Cia. Beruntungnya ia memberitahu Cia, tapi sebenernya Athena ingin kalau Cia sampai tahu. Selain ia tidak ingin kakeknya tahu, ia ingin hanya berdua dengan Alendra.
Dan masalahnya Athena males kalau melihat kedekatan antara Cia dan Alendra! Maklumlah Cia itu typical gampang dekat dengan orang. Walau Athena itu sangat cantik tapi sifatnya itu dingin dan datar, belum tentu laki laki bisa mencairkan kedataran dan sifat dingin Athena.
“Kakek akan datang, Na! Kamu bersiap saja dengan semua pembelaan kamu. Rahma itu licik.” Kata Cia dengan nada cemas. Alendra masih terdiam.
“Lend! Kamu sudah ada bukti tentang peristiwa kemarin kan?” tanya Athena dengan sedikit gugup. Ia sedikit mengingat saat ia berusaha membuka baju dan ditepis oleh Alendra. Mungkin Alend tidak menyukai dirinya, sehingga Alend berlaku demikian.
“Ada! Testimoni waiters itu mungkin tidak kuat, tapi bukankah supir pribadimu tahu segalanya? Masa kakek kamu tidak percaya dengannya?” tanya alendra dengan heran.
__ADS_1
“Iya, dia akan percaya! Masalahnya nanti supirku akan kena skors oleh kakek karena dianggap tidak bisa menjaga aku.” Cicitnya lirih.
“Sudahlah, nanti aku yang akan bantu bilang sama kakek kamu.” Kata Alend yang tidak tahu bahaya besar yang mengintai.
“Ha ha ha kayak kamu bakaln berani saja sih, Beb!!” kata Cia dengan nada mencemooh.
“Emangnya kakek Athena kenapa? Galak?”
“Huh!! Gak cuman galak beb! Kakeknya Athena itu sangar abisss!!! Kalau marah 3 ruko bakal ludes!!” Cia berkata kata dengan sangat bersemangat dan tidak memperhatikan kalau pintu ruangan rawat inap Athena terbuka perlahan dan seorang kakek masuk dengan gayanya yang anggun.
Karena posisi Cia membelakangi pintu jadi ia tidak sadar kalau kakek Athena masuk. Athena yyang melihat keberadaan kakeknya hanya bisa tersenyum saja, ia tidak menanggapi perkataan Cia, begitu pula dengan Alend yang pada dasarnya emmang pendiam dan tidak banyak omong. Alend cuek dengan kakek itu karena ia tidak tahu siapakah kakek Athena itu.
“Ehm! Jadi kapan pernah saya marah kemudian 3 ruko ludes?” tanya kakek itu yang membuat tawa Athena hampir tersembur. Sebenarnya kakek Athena itu baik namun karena banyak sekali cecunguk yang suka menghancurkan keluarganya maka ia harus selalu bertindak tegas.
“Eh, kakek! Ehm saya hanya bercanda kok kek! Gak betulan, ya kan Na?” Cia berharap Athena membelanya. Karena kakek Athena itu hanya luluh dengan cucunya saja.
Kakek tidak menggubris pada Cia dan saat ini memandang tajam kepada Alendra yang ada di samping kanan ranjang Athena.
“Kamu yang namanya Alendra Abbiyu Putra?” tanya kakek dengan nada datar namun dengan tatapan yang tajam dan menusuk, Alendra hanya mengangguk dengan tegas.
“Perkenalkan, saya kakek Athena, yang bernama Surjadi Suradipodiningrat.” Katanya dengan nada tegas.
“Siapa kamu dan apa hubungannya dengan Eka Abbiyu Putra.?” Katanya dengan datar, Alendra terkejut dan menatap kakek tua itu dengan tatapan tidak mengerti, mungkin ia kaget bagaimana kakek itu tahu tentang ayah angkatnya itu?
.
.
.
TBC
__ADS_1
Maaf gengs, kemarin author tepar karena banyak kerjaan. Jadi baru ini update.. hari ini langsung 2, jangan lupa like, gift dan votenya ya... cuxzx