
Alendra mengunci pandangannya kepada Novandra yang tampak sedang berbincang-bincang asik dengan para komite dan juga mungkin investor kompetisi desain internasional ini.
Dia menghembuskan nafas dengan keras berusaha agar perasaannya yang sudah amburadul tidak akan mempengaruhi performa pertemuannya di tempat ini. Karena bagaimanapun dirinya harus merepresentasikan platform di mana saat ini dia berada, yaitu gen design. Sementara pandangannya kearah Novandra, tiba-tiba ada seorang wanita yang mendekati dirinya.
" Hai, Alend. Kiita ketemu lagi." kata seorang wanita dengan nada manja manja menggoda. tanpa Alendra harus menoleh dia sudah tahu bahwa orang yang ada di belakangnya itu adalah Vitalia. Yang dulu adalah calon istri nya yang akhirnya berselingkuh dengan Novandra di kehidupan yang sebelumnya.
Alendra mulai merasakan bahwa perasaannya tidak enak karena kemunculan Vitalia ini karena ini pasti ada hubungannya dengan Novandra.
Dia langsung memencet nomor telepon milik istrinya agar istrinya bisa langsung melaporkan kepada orang suruhannya supaya bisa membantunya di sini.
Karena tadi sebelum berangkat Athena sudah mengatakan kepada Alendra apabila dirinya mengalami kesulitan, langsung saja menelepon dirinya supaya dia bisa langsung memberitahukan kepada orang suruhannya agar membantu Alendra.
Alendra tetap menyalakan ponsel nya jadi sepanjang percakapannya dengan Vitalia, Athena juga turut mendengarkannya. mereka memang sudah mengantisipasi hal-hal seperti ini karena menghadapi orang licik mereka juga harus tetap Waspada. makan kemungkinan besar atau Nah sudah merekam semua percakapan yang ada di sana.
Tiba-tiba Alendra merasakan pusing luar biasa, awalnya mungkin karena dia mencium bau parfum Italia yang tidak biasa, bau parfum yang menyengat namun membuat Alendra jadi pusing. dan itu dia Ungkapkan Di dalam percakapannya bersama dengan Vitalia.
" Emang kamu memakai parfum merk apa sih kok baunya sangat menyengat dan tidak enak sekali. membuat aku jadi pusing dan ingin muntah rasanya." kata Alendra dengan nada menghina.
Sontak Vitalia merasa kesal dan marah dengan ucapan dari Alendra tadi. Dia berjanji dalam hati akan melakukan skenario yang diberikan oleh Novandra.
Dia melakukan skenario yang diberikan kepada Novandra bukan karena dia ingin menjerat Alendra balik lagi sama dia tapi karena dia ingin membantu Novandra merusak reputasi dari Alendra.
Kekesalannya memuncak karena selama dia bertemu dengan Alendra selalu ucapan sinis dan sarkas terlontar dari mulut Alendra yang tampak seksi bagi Vitalia. Dia sebetulnya rela-rela saja apabila akan melakukan hubungan intim dengan Alendra, namun Novandra sudah mengancamnya untuk tidak melakukan hal yang lebih jauh dari sekadar memfoto dan memvideokan kejadian itu supaya nanti saat para wartawan dan orang-orang menggerebek kamar itu, Vitalia akan bertindak sebagai korban pelecehan yang dilakukan oleh Alendra.
__ADS_1
Alendra sudah tidak bisa lagi menahan rasa pusing yang ada di kepalanya, dia rencananya akan balik ke kamar saja, namun untuk sekedar kesopanan dia hendak mencari Ketua Komite yang menyelenggarakan pertemuan ini, dan meminta izin agar tidak usah mengikuti pertemuan yang akan dilakukan sebentar lagi.
Alendra tahu bahwa saat ini orang yang disuruh oleh Athena sudah berada di dekatnya namun memang sengaja mereka pura-pura tidak kenal sehingga mereka bisa tahu sebenarnya apa skenario yang sedang dimainkan oleh Novanda dan Vitalia.
Tapi pusing yang dirasakan oleh Alendra itu bukan main-main, memang Alendra merasakan bahwa kepalanya sudah tidak bisa diajak kompromi, Oleh karena itu dia segera pergi dari situ supaya kita lihat tidak lagi mengganggu dirinya.
Tapi apa yang dilakukan Vitalia sangat mengejutkan, karena tubuhnya sudah tidak bisa lagi diajak kompromi maka Vitalia menggandeng dirinya lalu membawanya keluar dari ruang pertemuan itu.
Vitalia dan Novandra memang sudah merencanakan akan membawa Alendra masuk ke dalam sebuah kamar yang di desain begitu rupa sehingga sepertinya Alendra memang sudah mempersiapkan itu untuk berhubungan intim bersama Vitalia. Tapi nantinya ketika ada orang yang menggerebek masuk Italia akan bertindak sebagai korban yang dilecehkan oleh Alendra.
Alendra merasa pusing jadi dia tidak tahan untuk tetap berada di ruang pertemuan sehingga dia mengikuti saja apa yang menjadi keinginan Vitalia tanpa bisa banyak memberontak.
Vitalia mengajak Alendra untuk masuk kedalam sebuah kamar yang sebenarnya tidak jauh dari ruang pertemuan Tadi hanya beda satu lantai saja.
" Heyyy, siapa kamu? Rencananya kan.tidak begini? " tanya Vitalia dengan nada marah. Ia sudah susah-susah mengorbankan pakaian yang bernilai jutaan rupiah, dirobek-robek sia-sia hanya agar dirinya bisa membuat reputasi Alendra hancur karena peristiwa pemerkosaan ini.
Namun orang itu tidak memperdulikan Vitalia dan terus membawa Alendra pergi dari sana. setelah Alendra pergi dari sana vital ia bergegas menghubungi Novandra.
" Kenapa kamu mengubah skenario tanpa memberitahukan kepadaku? aku sudah mengorbankan pakaian termahal ku untuk diri sobek-sobek agar akting ku tampak meyakinkan- tapi malah kamu merubah skenario seenaknya!" kata Vitalia dengan nada kesal. Novandra yang heran dengan perubahan skenario langsung keluar dari pertemuan itu untuk segera menghampiri Vitalia, mana tahu kalau Vitalia berbohong kepadanya. tapi mungkin Novandra lupa bahwa dia sudah membuat janjian dengan para reporter supaya seakan-akan, para reporter itu mendapati Alendra melakukan pelecehan terhadap seorang gadis.
Sewaktu Novandra pergi ke kamar tempat Vitalia berada, tiba-tiba para reporter itu masuk ke ruangan pertemuan yang dilakukan oleh komite Kompetisi Muze Art Design.
Salah seorang panitia memandang Ketua Komite dengan gugup serta menjelaskan bahwa ada seorang peserta kompetisi yang dikabarkan sedang melakukan hal yang tidak benar di sebuah ruangan Dan wartawan datang untuk menangkap basah mereka yang sedang beraksi.
__ADS_1
" Siapa yang menyebarkan berita palsu seperti ini?" kata Ketua Komite dari kompetisi ini.
Suasana cukup tegang dan Ketua Komite tampak sangat marah dengan rumor yang ditebar oleh orang yang tidak bertanggungjawab kepada para pewarta. Tentu saja Ini merusak nama Muze Art Design Competition.
" Bisakah anda jelaskan siapa orang yang melakukan tindakan skandal menjijikan seperti ini." tanya ketua komite kepada salah seorang pewarta dengan nada dingin.
" Kami hanya diberitahukan bahwa orang itu sedang berada di lantai 315 tepatnya di atas ruangan pertemuan ini." kata salah seorang pewarta ini dengan nada datar.
" Baiklah, kita lihat siapa yang benar?" kata ketua komite mengajak pewarta mendatangi tempat yang dimaksud. Tanpa banyak bicara Ketua Komite dan beberapa panitia mengikuti para pewarta yang katanya mendapatkan informasi bahwa terjadi kejadian yang memalukan di kamar 315.
Sesampainya mereka semua di lantai yang dimaksud, dan berdiri di depan pintu kamar 315.
pewarta berita itu langsung saja menyuruh pelayan hotel untuk membuka pintu kamar 315, karena memang begitulah perintah dari Novandra pada awalnya.
Para pewarta berita langsung tersenyum karena terlihat ada laki-laki dan perempuan yang ada disana walaupun laki-laki masih dalam kondisi berpakaian lengkap namun yang terlihat adalah yang perempuan sudah dalam kondisi berantakan.
" Kamu?" kata Ketua Komite dengan nada penuh amarah.
.
.
.
__ADS_1
TBC