Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
23. Di Meja Makan Abbiyu


__ADS_3

Di kediaman tuan Eka Abbiyu Putra.


" Papa, kenapa kamu harus memanggil Alendra ke sini?" keluh Novandra menggerutu kepada papanya yang sudah memanggil Alendra untuk makan pagi bersama dengan mereka.


" Son, kamu tahu apa yang terjadi kemarin kan? dan sekarang semua orang tahu tentang identitasnya, Jadi aku perlu menanyakan kepadanya tentang sesuatu hal."


" Tapi bukankah papa bisa Bertanya kepadanya lewat telepon saja? Dan tidak usah memanggil nya kemari! Papa kan tahu kalau aku tidak menyukai dirinya. Dan kata Papa dia hanyalah seorang anak pungut!" sanggah Novandra dengan nada kesal.


" Kamu masih muda jadi kamu tidak memahami semua strategi yang harus kita lakukan untuk menjaga dia di dalam genggaman tangan kita. Kita harus melakukannya dengan halus dan lembut, kita tidak bisa meng kasari Alendra lagi karena dia sudah membuka identitas dirinya sebagai anak sulung dari keluarga Abiyyu Putra!" kata papanya dengan nada tinggi. Papanya merasa bahwa anaknya itu terlalu bodoh tidak bisa main strategi yang cantik.


" Sudahlah, Mama kuatir kalau dia akan segera datang. Jadi lebih baik kalian tidak usah membahas hal-hal yang tidak penting seperti itu. Dan kamu Novandra harus mengikuti apa yang sudah menjadi pemikiran papamu. Karena dia lebih berpengalaman dari pada kamu." Kata Mamanya dengan tegas.


"Baiklah!!" kata Novan menyerah.


Lalu mereka melanjutkan acara makan paginya dengan tenang dan tidak terburu-buru. Untunglah itu terjadi karena tidak selama beberapa lama kemudian pengurus rumah tangga dari keluarga Abiyyu Putra masuk dengan Alendra yang berjalan di belakangnya.


Melihat nya Novandra segera mencengkram jarinya dengan kesal karena hari lepas hari kakaknya itu terlihat lebih tampan dan keren bahkan tanpa melakukan apapun. Tubuhnya juga terlihat lebih berisi dan otot-ototnya mengembang dengan sempurna, membuat Alendra tampak seperti aktor dan atlet binaraga.


Alendra yang berjalan di belakang pengurus rumah tangga Abiyyu Putra saat dia dibawa ke meja makan. semua orang yang duduk di meja makan itu memberinya senyuman palsu begitu melihat Alendra datang.


Papanya pun tersenyum dengan manis saat menyapa anak laki-laki yang pertama itu.

__ADS_1


" Ndra, duduklah dan makan hidangan yang disediakan mama kamu pagi ini." kata papa sambil mengkode istrinya untuk melayani anak sulungnya itu.


" Iya, pa! Tidak usah banyak banyak, ma! Aku tidak bisa makan banyak di pagi seperti ini. Lagian aku sedang membangun otot tubuhku, jadi aku tidak makan karbo banyak banyak." kata Alendra sambil memperlihatkan otot tangannya yang mulai mengembang besar seperti seorang binaraga. Padahal dia tidak mau makan banyak karena tadi dia Sudah menemani Athena, calon istrinya itu untuk menyantap sarapan pagi.


" Tentu saja, sayang! Mama juga melihat bahwa tubuhmu semakin besar dan berotot! Kamu pasti terus menjaganya dengan makan makanan yang rendah karbo dan juga olahraga yang teratur kan?" tanya mamanya sambil melirik kearah Novandra yang penting tubuhnya jauh sekali dibandingkan dengan Alendra yang saat ini kelihatan keren dan berisi.


" Pasti kakak pergi ke tempat fitness yang banyak ceweknya itu ya ? Jadi Kakak kelihatan lebih keren sekarang?" tanya Novandra dengan nada cemburu yang tidak bisa disembunyikan dari suaranya.


" Tidak, aku hanya fitnes yang disediakan oleh pihak apartemenku yang kuno itu. Kenapa?"


" Tapi kamu sekarang tampak keren bahkan sekarang pakaianmu juga bagus dan bermerk,jadi aku pikir kamu pasti merawatnya dengan baik." kata Novan lagi.


" Ehm, enggak kok. sekarang kan aku masih membantu teman-temanku di kampus dulu untuk membikin desain buat kantor mereka jadi Ya lumayanlah untuk membeli baju dan juga membayar sewa apartemen. apalagi semenjak identitasku ketahuan, aku jadi lebih menjaga Citra nama keluarga saja." kata Alendra dengan nada singkat.


" aku juga tahu pa identitasku sebetulnya harus disembunyikan dan tidak pernah dibeberkan tapi aku tidak bisa menahan diri saat mereka menghina papa dan juga mama, Maafkan aku Pa!" kata Alendra dengan nada Sendu, padahal semuanya itu hanya sekedar drama Alendra di hadapan kedua orangtua angkatnya dan juga adiknya yang menyebalkan itu.


" Kalau kamu sudah tahu seperti itu kamu seharusnya tidak usah datang ke pesta perayaan kesuksesan Abiyyu Putra, sejak awal tapi kamu malah pura-pura dan..."


" Novan, dia adalah kakak tertua mu dan jangan berbicara seperti itu kepadanya, tidak sopan!" kata Papa Ega Abiyyu Putra sambil menaikkan ada suaranya setingkat lebih tinggi daripada biasanya.


" Tapi itu adalah Kenyataannya, pa! Semua orang disini tahu itu adalah salahnya, kenapa dia harus datang ke tempat ini dan juga berkata-kata seperti itu! kalau kakak tidak datang kemari tentu identitasnya tidak kan terungkapkan?" keluh Novandra dengan nada kesal.

__ADS_1


Kalau Alendra yang sebelumnya mendengar kata-kata seperti itu pasti dirinya akan meminta maaf dan juga menyesal setengah mati, namun saat ini Alendra bukanlah Alendra yang dulu melainkan Alendra yang baru dan penuh dengan cita-cita besar untuk membalaskan dendam tentang apa yang sudah dilakukan oleh keluarga angkatnya ini kepadanya.


" Maafkan kakak, Novan! Kakak hanya ingin turut merayakan keberhasilan dan kesuksesan Papa Eka Abiyyu Putra dan ingin menjadi bagian dalam pesta perayaan itu sebenarnya Kakak sendiri tidak ingin kalau sampai identitas Kakak terungkap itu bukan niat dari kakak!" katanya membela diri dengan nada yang sendu dan wajah yang sengaja ditekuk dalam.


" Halah!! Itu sebenarnya memang niat kakak untuk menunjukkan identitas Kakak sebagai kakak sulung dari keluarga Abiyyu Putra kan? Ini semua salah Kakak biasanya kan kakak juga baik-baik saja untuk tinggal di di dalam rumah dan tidak menjadi bagian dari kami? Kakak memang sengaja melakukan itu!" kata Novandra dengan kejam.


" Novan, Kakak heran dengan kamu! Kenapa kamu bisa bicara seperti ini? Bukankah Kakak ini adalah bagian dari kalian semua ? Bukankah ini juga keluargaku kan kenapa kok kalian malah menyudutkan aku dan mengatakan bahwa aku ingin dianggap anak oleh kalian? Bukankah memang aku ini anak dari keluarga Abiyyu Putra?" Desak Alendra dengan nada kesal.


" Novan!!" teriak papa dengan kesal, Alendra langsung membanting sendoknya dan berlalu pergi. Akting selesai sampai disini. Jangan sampai ia bertindak berlebihan. Alendra keluar meininggalkan keluarga gila yang dibelakangnya dengan senyum sinis.


" Kenapa kamu orang berbicara seperti itu dengan kakak laki-lakimu itu?" mamanya mendesah dengan kesal melihat anaknya tidak bisa diajak bekerja sama.


" Ia kan bukan kakakku! Dan ini juga semua salah kamu, Pa! Seharusnya kamu tidak memanggilnya kemari dengan memanggilnya kemari membuat selera makanku pun hilang!"


" Aku memanggilnya kemarin karena ada alasannya dan aku memiliki kesepakatan bisnis agar dirinya bisa membantu bisnis milik Abiyyu Putra kembali tapi kamu malah merusak semuanya!" bentak ayahnya dengan kesal.


.


.


.

__ADS_1


Hari ini bakal crazy up,kalau kalian kasih kopi dan vote buat cerita ini... ha ha ha


TBC


__ADS_2