
Alendra sedang mengambil dompet dan ponselnya yang ada di samping tempat tidur. Awalnya Alendra sudah menyuruh Athena untuk segera bersiap-siap mencari makan pagi bersama.
Akan tetapi belum saja dia beranjak keluar dari kamar tidur Athena, teleponnya sudah berdering.
Drrrtt.. drrrtttt
Ketika dia mengambil ponselnya seketika senyumnya menjadi beku, melihat siapa penelpon itu, Dia hanya bisa mengerutkan keningnya.
Mengapa Papanya saat ini malah menelepon. Biasanya Papanya tidak pernah menyapa di pagi hari kalau tidak ada keperluan khusus. Alendra mengira bahwa ini ada kaitanya dengan kedatangannya kemarin. Sebelum dia mengangkat sambungan teleponnya dia menghela nafasnya dengan berat.
" Selamat pagi Pa!" sapanya dengan suara tenang lalu suara Papanya menggema di telinga Alendra.
" Selamat pagi Lendra kalau bisa kamu datanglah ke rumah dan sarapan bersama dengan kami." kata Papanya dengan nada memohon, Alendra tidak tahu apa yang sebenarnya diinginkan oleh Papanya itu, Ingin rasanya mulutnya berkata tidak, terima kasih!
Tapi kalau dia menginginkan rencana berjalan dengan lancar maka dia harus mengikuti semua drama yang dilakukan oleh keluarganya itu. Akhirnya dia mengiyakan apa yang menjadi keinginan Papanya Itu.
Sambil menyimpan teleponnya, dia merenung Apakah alasan mereka memanggilnya sekarang? Apa tentang kemarin saat dia mengatakan segalanya? Tapi apapun yang akan terjadi dia harus ke sana dan melihat.
" Siapa yang menelpon, Ndra?" tanya Athena yang baru saja keluar dari kamar mandi. Dia sudah siap dengan memakai pakaian santai untuk keluar rumah. Karena tidak mungkin bagi dirinya yang belum menikah dengan Alendra tiba-tiba berganti pakaian dihadapannya.
Tubuh Athena yang berbau sabun dan rambut yang masih menitik sedikit air bekas mandinya membuat Alendra merasa bahwa Athena tampak begitu menggoda.
Tanpa sungkan-sungkan dirinya langsung memeluk tubuh calon istrinya itu dan menyerahkan ponsel yang baru saja dihubungi oleh ayahnya.
Athena yang tidak mengerti apa-apa menerima saja ponsel yang diserahkan oleh Alendra.
"Apa ini maksudnya? kok ponselnya malah di kasih ke aku?" tanya Athena dengan kebingungan.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Athena, Alendra langsung memeluk tubuh calon istrinya itu dengan erat Seraya mencium tengkuknya.
__ADS_1
" Passwordnya Sama persis dengan password pintu apartemen kamu ini." kata-kata Alendra dengan menumpu wajahnya di bahu kecil Athena. sambil melingkarkan kedua lengannya yang kekar di tubuh Athena dan menguncinya di perut ramping calon istrinya itu.
" Jadi yang menelepon kamu adalah papa angkat kamu itu?" tanya Athena dengan nada bingung, saat ia melihat history last call yang di ponsel calon suaminya itu. Alendra hanya mengangguk anggukan kepalanya tanda yang ditebak oleh Athena itu benar adanya.
Memang Alendra sudah menceritakan secara singkat Bahwa keluarga yang saat ini memeliharanya adalah keluarga angkat dan bukan keluarga kandungnya.
Bahkan seringkali dirinya justru dianggap sebagai pembantu di keluarganya itu. Jadi dia sudah berterus terang kepada Athena bahwa dirinya tidak akan memperkenalkan Athena kepada keluarga angkatnya yang Toxic itu. Bahkan kemungkinan ketika menikah pun mereka tidak akan diundang oleh Alendra.
" Apa yang mereka mau? Kamu kan pernah bilang kalau mereka menghubungi kamu saat mereka membutuhkan kamu saja atau ingin memperalat kamu. Masa kamu masih mau sih? Sebentar lagi kamu itu akan menikah denganku jadi jangan biarkan kamu menuruti semua keinginan dari keluarga angkatmu yang kurang ajar itu." kata Athena dengan nada kesal karena dia tidak ingin ada seorang pun yang berani menyakiti calon suaminya itu.
" Kamu percaya sama aku kan? Aku hanya ingin supaya mereka merasakan apa yang pernah aku rasakan. Aku harap kamu tidak akan keberatan Kalau aku ingin membuat mereka merasakan perasaan sakit yang pernah aku rasakan." kata Alendra sambil mengelus dagu calon istrinya itu dengan lembut.
Athena hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar, dia tidak bisa berkata apa-apa karena bagi dirinya sendiri secara pribadi pun ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang dipikirkan oleh calon suaminya saat ini. Membalas rasa sakit yang calon suaminya rasakan.
" Baiklah. Lalu apa yang mereka inginkan terhadap kamu saat ini?" kata Athena dengan sedikit mengalah.
" Mereka hanya menginginkan untuk mengajak aku makan pagi. Itu saja!" kata Alendra dengan santai sambil menghidu aroma manis dari leher calon istrinya.
" Memang kita akan pergi makan pagi berdua, baru aku akan ke sana sendirian!" Apakah Indra sambil mengambil kunci mobil dan memasukkan dompet dan ponsel yang sudah ada di tangan Athena ke dalam sakunya.
" Apa engga apa apa? Nanti kamu telat dong?" kata Athena tidak enak.
" Telat sih!! Tapi biarin saja!" katanya sambil memeluk Athena untuk berjalan keluar dari apartemen Athena.
" Nanti sepulang kita mencari sarapan, kamu mau kuantar ke ke rumah besar atau Pulang ke apartemen?" tanya Alendra lagi kepada Athena.
" Ke rumah kakek aja, tapi nanti kamu ingat untuk menjemput aku di rumah kakek untuk balik ke apartemen lagi ya!" sahutnya dengan nada manja yang yang belum pernah Alendra dengar sebelumnya. Tampaknya hari demi hari Athena semakin lengket dengan Alendra. Membuat Alendra hanya bisa mengulum senyumnya karena merasa sangat berbahagia.
"Siap bos!" kata Alendra dengan nada menggoda sehingga tiba-tiba ada cubitan yang nyasar di pinggangnya yang berotot.
__ADS_1
" Naik mobil Aku aja ya, Ndra! mobil kamu biar kamu taruh saja di apartemenku ini." kata-kata Athena sambil menyerahkan kunci mobilnya kepada Alendra. Alendra menerimanya dengan sedikit Setengah Hati membuat Athena sadar, mungkin Alendra merasa tersinggung.
" Jangan tersinggung ya, Ndra! Aku cuma mau membantu kamu menunjukkan kepada keluarga angkat mu yang tidak berperasaan itu, bahwa kamu juga Memiliki seseorang yang mendukung kamu di belakangmu." kata Athena dengan nada lembut, namun Alendra hanya diam dan menganggukkan kepalanya saja.
Membuat Athena sedikit bersalah, lalu ia menggoyang goyangkan lengan kekar milik calon suaminya itu dan menampilkan wajah penuh penyesalan kepada Alendra, yang membuat Alendra tersenyum dan mengusap rambut halus milik calon istrinya itu dengan sayang.
" Mau makan dimana?" tanya Alendra dengan lembut sambil menstarter mobil milik Athena.
" Terserah kamu saja sih!"
" Diamond Resto? Kesukaan kamu?" tanya Alendra melirik ke arah Athena yang sedang menatap ke depan.
" Bukannya kamu gak suka makan di resto?" tanya Athena dengan segera menoleh ke arah Alendra yang menatapnya.
" He he he kan soalnya mahal sayang.." kata Alendra sambil membelai tangan Athena yang ada di
pangkuan paha calon istrinya itu.
Athena sontak menatap Alendra dengan kaget karena panggilannya sudah berubah saat ini.
" Sayang?" tanya Athena mempertanyakan panggilan tersebut Namun Alendra malah menjawab pertanyaan Athena itu seolah Athena sedang memanggil dirinya dengan sebutan itu.
" Iyaaa.. kenapa?"
.
.
.
__ADS_1
TBC