Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
58. Pengakuan Andrew Hakim


__ADS_3

" Musuh ku yang tersayang yang saat ini sedang terluka, Saya harap saat ini kamu sudah baik-baik saja sehingga saya bisa membuat kamu kecelakaan sekali lagi. aku tahu kalau kamu sedang bertanya-tanya sebenarnya Siapakah aku ini dan Mengapa saya melakukan ini? Tapi aku akan mengijinkan kamu sebagai orang berotak kecil, untuk menebak Siapakah saya? Temukan saya sebelum serangan berikutnya dan tebak apa yang bisa kamu lakukan untuk menundanya? By the way istrimu cantik sekali!. Dari pemberi kematianmu!" Athena membacakan surat itu dihadapan Alendra pada Alendra juga sudah membaca surat itu sampai tamat.


" Apa apaan ini ?" lanjut Athena dengan nada kesal.


" Makanya aku tadi juga udah bilang kalau kamu harus berhati-hati ekstra karena mereka bukan hanya mengincar kepadaku tapi dia juga mengincar kamu, karena dari perkataannya tadi sudah dapat disimpulkan bahwa dirinya akan melakukan tindakan selanjutnya dengan memakai kamu sebagai korbannya." kata Alendra dengan nada tegas.


Tok tok tok


Serombongan dokter dan juga suster, memasuki ruangan milik Alendra tadi untuk melakukan pemeriksaan pagi itu. Dengan terpaksa Alendra dan Athena menyudahi percakapan mereka tentang Siapakah yang telah melakukan atau menjadi dalang dari kecelakaan yang menimpa Alendra saat itu.


Dokter segera memeriksa kondisi Alendra dan memberitahukan bahwa semuanya baik-baik saja dengan laporan pengujian maka Athena merasa lega.


Bahkan dokter juga sudah mengatakan bahwa Alendra dapat dipulangkan besok kalau data-data kesehatan Alendra membaik. tentunya Alendra dan juga Athena senang mendengar kabar baik tersebut.


Tiba-tiba pintu ruangan dari ruang rawat inap Alendra itu terbuka lagi, Mereka melihat bahwa kakek dan juga ke 2 pasang suami istri itu memasuki ruangan milik Allendra dengan pakaian yang masih sama seperti pakaian yang mereka kenakan tadi malam.

__ADS_1


" Gimana dengan perkembangan dari Alendra?" tanya kakek kepada dokter dan juga kepada Athena yang berada di tempat itu saat ini. Kedua pasang suami istri itu melirik dokter dan juga Athena dan dengan antusias mendengarkan perkembangan dari Alendra tanpa banyak bertanya Karena posisinya saat ini Alendra mungkin masih belum mengetahui bahwa kedua pasangan suami-istri itu adalah ayah dan ibu kandungnya.


Dokter menyampaikan hal yang sama yang dikatakan kepada Athena dan juga Alendra, dan mendengarnya membuat ke 2 pasang suami istri itu juga kakek merasa bahagia dengan perkembangan baik yang didapatkan dari Alendra itu.


" Wah Syukurlah kalau kondisi kamu semakin membaik dan tidak ada masalah dengan bahumu yang retak itu!" kata kakek dengan segera.


" Ya kek.." lalu Kecanggungan mewarnai percakapan mereka karena Alendra dan Athena melirik ke arah ke dua orang yang merupakan sepasang suami istri yang sebenarnya adalah ayah dan ibu kandung dari Alendra. Alendra sedang menantikan apa yang akan dikatakan oleh kedua orang itu kepada dirinya, Mengingat bahwa dirinya ingin mendengar suara dari orangtua kandungnya itu mengatakan bahwa mereka mencintai dirinya.


Lalu Bapak Andrew Hakim berdehem keras berusaha memecahkan keheningan yang tercipta saat ini. Setelah dokter dan suster keluar dari kamar itu segera keluarga Hakim menceritakan tentang apa yang telah terjadi dan hubungan dirinya dengan Alendra.


Alendra mendesah dengan cepat lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar, kemudian berkata dengan nada datar.


" Sebenarnya aku sangat kecewa dengan kenyataan yang ada di depanku saat ini. Mengapa waktu kita bertemu pertama kali, kalian tidak mengatakan secara jujur siapa sebenarnya kalian bagi aku. Tapi aku menyadari bahwa Ini semua adalah bagian dari rencana Tuhan buat aku supaya aku sedikit bersabar, Untung saja aku memiliki seorang istri yang bisa membuat aku merasakan bagaimana rasanya disayang, Bagaimana rasanya dibutuhkan, Bagaimana rasanya Memiliki seseorang yang mencintai dan mengharapkan betul-betul diri kita. Dari sejak aku kecil sampai saat ini tidak ada seorangpun yang bisa aku jadikan sandaran bahkan orang-orang yang ada di sekeliling ku hanya ingin membuat aku jatuh terpuruk dan dimanfaatkan setiap waktu. Tapi aku juga sadar bahwa saat ini kita harus memulai segala sesuatunya dari bawah kembali, jadi aku memutuskan untuk menerima walaupun di dalam hatiku masih ada beberapa ganjalan yang mungkin aku butuh waktu agar bisa melepaskan semua ganjalan di hatiku." jelas Alendra secara mendetail kepada semua orang yang ada di tempat itu.


Athena hanya bisa menahan haru di dalam hatinya melihat kenyataan bahwa Alendra begitu merasa pahit dengan kedua orangtuanya dan juga orang-orang yang ada di sekelilingnya yang seakan-akan hanya memanfaatkan kepandaian dan juga ketampanannya.

__ADS_1


Sedangkan Ibu Lastri langsung tanpa basa-basi memeluk tubuh dari Alendra, dan menumpahkan segala kesedihannya kepada tubuh Alendra yang kekar dan kuat itu.


" Maafkan Ibu! Maafkan Ibu! Ibu bersalah sama kamu, ibu senang kamu menjadi anak yang kuat dan tegar! Kemungkinan bila Ibu ada di posisi kamu tidak akan bisa setegar dan sekuat kamu! Ampuni ibu, nak! Ampuni ibu!" kata ibu Lastri berulang-ulang sambil menumpahkan air matanya karena kebahagiaan bisa bertemu dengan anak kandungnya yang dia kira sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.


Tak terasa ke-3 orang yang ada di situ semuanya menitikkan air mata haru melihat ibu Lastri yang begitu sedih karena terlalu bahagia bisa bertemu dengan anak kandungnya yang sudah dia kira meninggal dunia.


" Sudahlah, kita tidak boleh ber melow-melow ria saat ini, karena ada hal yang penting yang harus kita pikirkan sebelum segala sesuatunya menjadi terlambat. Kita harus bisa menangkap pelaku sebenarnya dari dalam kecelakaan Alendra! Karena kesemuanya itu saling berhubungan baik dengan dendam pribadi keluarga Atmaja dan juga kecelakaan Alendra!" kata kakek memutuskan kesedihan hari itu. Meteka harus bis menemukan dalang sebenarnya.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Guys jangan lupa ya untuk menekan tombol like, memberikan hadiah, dan juga memberikan vote untuk cerita ini Karena cerita ini sedang ada dalam pantauan para editor yang terhormat, jadi jangan lupa untuk memberikan jejaknya melalui komen juga ya. Thank you !! happy reading


__ADS_2