Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
57. Surat


__ADS_3

" Sebenarnya Didalam hatiku masih belum bisa menerima apa yang sudah terjadi namun demi kelancaran sebuah pembalasan dendam maka aku akan menyingkirkan terlebih dahulu ketidaknyamanan ku bagian atas pengakuan yang terlambat dari kedua orang tuaku itu. Baiklah aku akan mengadakan konferensi pers untuk mengungkap identitas sebenarnya!" kata Alendra dengan nada mantap.


***


Tak berapa lama kemudian ketika Athena bangun dia melihat ke sekeliling dan merasa bahwa dirinya berada di ruangan yang sangat asing.


Athena menyadari bahwa ruangan itu adalah kamar Rumah Sakit lalu dia menoleh dan menatap wajah tampan suaminya.


Sinar kecil dari sinar matahari yang datang melalui jendela jatuh ke wajah tampan suaminya itu dan membuatnya lebih bersinar sehingga terlihat lebih tampan, di antara semua fitur wajah Alendra bagian terbaik yang dia sukai dari wajah Alendra adalah mata dan hidungnya.


lalu Athena melihat ke sekeliling ruangan itu dan dirinya sudah tidak melihat sepasang suami istri dan juga kakeknya berada di pojok ruangan, kemungkinan mereka bertiga telah pergi untuk membeli sarapan di sekitar kantin rumah sakit atau di cafe atau Resto 24 jam yang biasa tersedia di rumah sakit.


Athena merasa tenang karena tidak ada orang yang melihat dirinya sedang mengagumi ketampanan suaminya, dirinya masih melihat kearah wajah tampan suaminya itu itu sambil menopang dirinya di siku lalu mendekat ke wajah suaminya untuk mencium pipinya ketika tiba-tiba Alendra membalikkan wajahnya dan ciuman yang tadinya diberikan untuk pipinya jatuh ke arah bibir suaminya yang tebal dan kenyal itu.


Karena bingung Athena hendak berpindah ketika tiba-tiba Alendra melingkarkan lengannya ke tubuh dan mencium dalam dalam. Terkejut karena gerakannya yang tiba-tiba Athena hendak mendorongnya tapi karena menyadari bahwa bahu sebelah kiri dari Alendra masih diperban serta menyadari bahwa luka luka luar yang begitu banyak di seputaran tangan kirinya membuat Athena tetap diam.


selama ciuman Dia merasakan keinginan yang menguasai dirinya membuatnya merasa tersesat dalam ciuman itu. bahkan ketika ciuman itu terus menerus berlanjut tangan Alendra aku menyelinap ke bawah bajunya dan menyelipkan tangannya persis ke arah gundukan kembar yang menjadi favorit bagi dirinya serta meremasnya dengan perlahan. Athena mengerang dengan raket dan hampir saja menggigit bibirnya yang masih dalam eksplorisasi dari Alendra.

__ADS_1


" Posisi kita saat ini di rumah sakit jadi jaga tanganmu tidak usah melakukan hal-hal yang tidak benar seperti ini!" sentak Athena yang menatap tajam kearah suaminya yang menyeringai seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan permen.


" Astaga, sayang itu hanya semacam hiburan bagi aku yang sedang sakit seperti ini supaya aku bisa cepat sembuh. Bukankah kalau aku tidak stres dan gembira akan lebih cepat sembuh ? Ingat baby, kalau hati yang gembira itu adalah obat!" kata Alendra dengan nada memelas seolah-olah dirinya telah teraniaya oleh tindakan Athena yang keras kepadanya.


" Dasar bapak bapak mesum!" ujar Athena sambil menyembunyikan wajahnya kearah yang lain karena pipinya sudah merona kemerahan gara-gara malu dengan apa yang diungkapkan oleh allendra tadi.


" Aku hanya menggoda kamu sayang dan hanya kamu saja yang pernah aku goda selama hidupku." kata Alendra sambil tersenyum smirk.


" Alendra, lihat ada orang yang mengirimkan bunganya buat kamu! kira-kira dari siapa ya? Padahalkan berita ini sangat ditentang oleh kakek dan tidak ada info yang bocor ke media. Bagaimana ada orang yang bisa memberikan kamu bunga?" kata Athena dengan nada heran karena memang berita kecelakaan dari Alendra itu sangat dirahasiakan. Jadi siapa yang bisa mengirimi Alendra karangan bunga?


ada karangan bunga yang cukup besar dan indah serta menarik perhatian dari Alendra dan juga Athena. kemudian Athena langsung berinisiatif untuk mengambil karangan bunga itu dan melihatnya, ternyata ada sebuah surat di dalam karangan bunga itu. tanpa membacanya dia langsung menyerahkan surat yang ada didalamnya itu kepada Alendra karena dia tahu bahwa tidak sopan rasanya surat yang seharusnya untuk Alendra namun dia yang membacanya.


" Sekalian ambilkan air minum itu kepada aku ya, sayang! " perintah Alendra kepada Athena setelah Athena menyerahkan surat yang ada di dalam bunga itu kepada Alendra.


" Dari siapa?" tanya Athena kepada Alendra ketika melihat Alendra hanya mendesah kesal dan meremas surat itu dengan cepat.


" Rupanya orang yang hendak membunuhku itu ingin bermain-main dengan diriku. Aku peringatan kepada kamu Athena untuk bersiaga dan juga jangan lengah terhadap apapun. karena kita tidak bisa menduga sebenarnya setelah ini tujuan mereka kepada siapa? Kamu adalah Sisi lemah diriku yang bisa jadi dipergunakan oleh mereka untuk menghancurkan aku!" kata Alendra memperingati istrinya dengan nada tegas karena dia tidak mau sampai Athena terkena masalah gara-gara urusan dendam pribadi dari keturunan Wirya Atmaja. Kakek sudah menegaskan asumsi kakek lah yang paling benar bahwa Sebenarnya ini adalah dendam masa lalu antara Wirya Atmaja, Adi Jaya, dan juga Alejandro.

__ADS_1


Akan tetapi memang baik Athena Alendra maupun kakek masih belum tahu apakah asumsi yang diungkapkan oleh Kakek ini benar adanya bahwa Ketiga orang itu memiliki satu tujuan untuk menghancurkan Wirya Atmadja tapi juga mereka bingung, sebenarnya apa yang menjadi dendam utama dari Wirya Atmadja dan juga Adi Jaya, sedangkan Alejandro hanya menjadi alat mereka untuk menghancurkan Wirya Atmaja.


" Emangnya apa sih isi dari surat di Karangan bunga tadi aku yakin pasti karangan bunga itulah yang membuat kamu mengetahui rencana selanjutnya dari si pembunuh itu." kata Athena dengan cepat. kalender hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar karena mau tidak mau dirinya harus memberitahukan kepada istrinya itu betapa bahayanya situasi saat ini.


" Ini.." sambil mendengus Alendra menyerahkan surat itu kepada Athena, surat yang sudah lecek gara-gara diremas-remas oleh Alendra tadi segera diluruskan dan dibaca oleh Athena.


" Musuh ku yang tersayang yang saat ini sedang terluka, Saya harap saat ini kamu sudah baik-baik saja sehingga saya bisa membuat kamu kecelakaan sekali lagi. aku tahu kalau kamu sedang bertanya-tanya sebenarnya Siapakah aku ini dan Mengapa saya melakukan ini? Tapi aku akan mengijinkan kamu sebagai orang berotak kecil, untuk menebak Siapakah saya? Temukan saya sebelum serangan berikutnya dan tebak apa yang bisa kamu lakukan untuk menundanya? By the way istrimu cantik sekali!. Dari pemberi kematianmu!"


.


.


.


TBC


Guys jangan lupa ya untuk menekan tombol like, memberikan hadiah, dan juga memberikan vote untuk cerita ini Karena cerita ini sedang ada dalam pantauan para editor yang terhormat, jadi jangan lupa untuk memberikan jejaknya melalui komen juga ya. Thank you !! happy reading

__ADS_1


__ADS_2