Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
21. Cemburu dengan mimpi


__ADS_3

Keesokan harinya, Athena terbangun dengan meregangkan lengannya.


Ia terbangun dengan senyum indah di wajahnya, karena memang baru hari ini semenjak trauma dirinya, Athena bisa melewati malam harinya tanpa bermimpi buruk.


Lalu ia menoleh kearah samping tempat tidurnya dan melihat seorang laki-laki yang sangat tampan sedang tertidur disampingnya bahkan lengannya yang kekar melingkari pinggangnya yang ramping.


Segala sesuatu tentang Alendra memang sempurna. Dia memiliki Aura ketampanan yang tak terlukiskan di wajahnya yang perpaduan antara Asia dan juga Eropa. Menatap ketampanan laki-laki itu, Athena merasa seolah-olah jiwanya diberkati. Pesona Alendra memang dulu tersembunyi dibalik kacamata dan Pakaiannya yang seperti pengemis. Tapi saat ini, tubuhnya yang atletis dan juga penampilannya yang bergaya membuat Alendra tampak selangkah di depan dibandingkan laki-laki kebanyakan.


Dalam hidup Alendra yang dulu banyak orang yang mem-bully penampilannya. Tapi sekarang, yang ada hanya puja dan puji terhadap penampilan Alendra dan ketampanannya.


Athena mendekati wajah Alendra yang bersinar dan menyentuh wajahnya dengan jari jemarinya yang lentik.


Begitu Athena menyentuh wajahnya, tiba-tiba Alendra terbangun, tapi Athena tidak menyadari bahwa Alendra sudah terbangun karena kelakuannya. Jarinya yang lentik itu menyentuh seluruh wajah Alendra yang tampan. Dia menyentuh wajahnya hidungnya dan kemudian telinganya.


Tanpa sadar karena ulah nakal Athena, Alendra merasakan sensasi aneh di sekujur tubuhnya. Tanpa menyadari tindakan Athena yang memancing hasrat liar dari seorang laki-laki, Athena terus menjelajahi tubuh Alendra dengan tangannya yang halus itu.


Alendra merasakan sesuatu yang menggelegar di dalam dirinya. Sensasi primitif yang timbul dari tubuh yang disentuh oleh tangan halus milik wanita cantik membuat Alendra ingin memeluk, mencium lalu memanfaatkannya di atas kasur itu.


Tepat ketika Athena sudah bertindak lebih jauh dan mencoba menjelajah ke tempat yang lainnya, sontak Alendra langsung menangkap sepasang tangan nakal yang berkeliaran di sekujur tubuhnya, menarik tangan itu dan mencium dengan hati-hati seolah-olah barang itu akan lecet kalau dia memperlakukannya dengan sedikit kasar.

__ADS_1


" Morning sunshine " sama Alendra sambil mencium tangan Athena bak putri kerajaan, sedikit banyak tindakan romantis dari Alendra itu membuat Athena sedikit malu, Ia yang belum pernah bergaul dengan seorang laki-laki apalagi tidur berdua di sebuah ranjang yang sama membuat dirinya tersadar akan sebuah keintiman bersama Alendra.


dia tidak menolak keintiman bersama Alendra karena dia memang menyukai Alendra Sejak pertama kali dikenalkan oleh Patricia. baginya Alendra adalah seperti seorang Dewa yang ketampanannya membuat dirinya tidak bisa berpaling. apalagi kepandaiannya dalam membuat desain seakan-akan menyedot semua perhatian dari Athena hanya tertuju kepada Alendra.


"Morning.." sahut Athena malu-malu.


" Gimana dengan keadaanmu pada pagi hari ini, Na?" tanya Alendra dengan nada lembut sambil mengusap-usap punggung dari Athena dengan penuh perasaan, membuat Athena seperti tersetrum listrik ribuan volt saat tangan Alendra itu mengusap-usap bahu dan juga punggungnya. jangan lupa bahwa saat ini Athena hanya menggunakan piyama tidur satin yang tipis, sehingga tangan besar Alendra itu itu hanya tersekat selembar kain tipis saja.


Tentu sensasi dan debaran rasa yang aneh menghinggapi kedua orang yang sedang meresapi keintiman di pagi hari itu.


" Baik!"


" Mau ke dokter sekarang? mumpung saat ini kan weekend jadi kita bisa ke dokter tanpa harus dikejar-kejar kantor! walaupun aku juga tahu kalau kamu adalah Bos dari kantor tersebut." kata Alendra sambil meneruskan aktivitasnya untuk memberikan rasa nyaman kepada Athena.


Memang dia memberikan rasa nyaman dan aman kepada Athena namun dia tidak bisa mengingkari bahwa perbuatannya itu itu membuat dirinya sendiri merasakan hasrat yang lain dari tubuhnya.


Dan itu disadari penuh oleh Athena saat melihat sesuatu yang berubah di tubuh calon suaminya itu, Athena kemudian hanya melengos malu-malu.


Sedangkan Alendra sendiri tidak mempedulikan kondisi primitif yang saat ini dialami akibat melihat Pujaan hatinya dengan tampang seperti kelinci yang polos yang siap diterkam oleh singa yang lapar.

__ADS_1


Tapi tenang saja, Alendra bukan seperti Rahman yang menyalurkan kondisi primitifnya dengan begitu barbar. Dia tetap menahan sampai waktu di mana dia sudah boleh menyalurkan segala rasa yang saat ini ia pendam dalam-dalam. Ini membuat Athena sedikit merasa nyaman dan aman saat berada bersama dengan Alendra.


" Tidak usah. Entah kenapa tadi malam aku bermimpi baik. Kalau biasanya aku bermimpi buruk maka tadi malam adalah titik balik dimana Aku sudah tidak lagi bermimpi buruk. Di dalam mimpiku itu ketika aku ada di dalam ruangan gelap seperti menanti sesuatu yang tidak pasti, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tanganku dari ruangan gelap itu dan memeluk diriku. Dia mencium keningku dan berjanji kepadaku bahwa dia akan selalu menyelamatkanku dari segala jenis masalah dan tidak akan pernah meninggalkanku sendirian. Di dalam mimpiku itu Aku tidak melihat wajah penyelamatku tapi setelah dia berjanji seperti itu dia hanya menghilang dan meninggalkan jejak kehangatannya di dalam hatiku." sahut Athena dengan nada lembut sambil menggenggam tangan Alendra yang tidak sedang mengusap punggungnya. Perkataan Athena tadi sedikit membuat hati Alendra sedikit tergores rasa cemburu.


" Siapa penolong itu ? Laki laki atau perempuan?" tanya Alendra dengan rasa posesif yang tinggi.


" Kalau dari suaranya sih kayaknya laki-laki tapi entahlah aku tidak melihat wajahnya dengan pasti. Tapi kemungkinan besar itu adalah laki-laki karena suaranya mirip sekali dengan dirimu dan juga dada bidangnya itu mirip banget sama kamu." kata Athena yang sama sekali tidak mendengarkan bahwa nada suara dari Alendra sudah berubah menjadi sedikit naik satu tingkat dibandingkan suaranya yang tadi. Pertanda Alendra tidak suka dengan gambaran laki-laki penolong yang dimaksudkan oleh Athena.


" Jadi kamu juga Dipeluk olehnya dan dia menaruh kamu di dadanya seperti ini?" kata Alendra sambil mempraktekkan apa yang ada di dalam mimpi Athena yaitu Bahwa kepala Athena ditaruh di dada Alendra.


Dada Alendra semakin panas saat Athena mengangguk-anggukan kepalanya di dalam pelukan Alendra. Berarti tadi Athena bermimpi bagus dipeluk oleh seorang laki-laki yang wajahnya tidak kentara sama sekali yang kemungkinan adalah orang lain selain dirinya. Dan itu membuat Alendra semakin membuncah rasa cemburunya. Athena heran karena Alendra saat ini memeluknya dengan begitu erat sampai saat anak Anda tidak bisa bernafas saat kepalanya dibenamkan ke dada bidang milik Alendra yang yang berbau maskulin banget.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2