Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
51. Siapa mereka?


__ADS_3

" Alend, sayang.." Athena tersentak jatuh di kursi saat dia menangis.


" Tolong jangan menangis semuanya akan baik-baik saja Alendra akan baik-baik saja!" kata Patricia yang sedari tadi mengikuti pergerakan Athena yang begitu lincah dan Gesit sehingga dia sedikit ketinggalan namun saat dia melihat bahwa Athena menangis terisak-isak di kursi depan ruang operasi, dirinya menghampiri dan mencoba untuk menghibur Athena. Tetapi semuanya itu sia-sia karena Athena tetap terisak-isak di sana tidak mau dihibur.


Kakek hanya bisa memandang Athena dengan hati terenyuh karena dirinya sendiri pun merasakan hal yang sama dengan apa yang saat ini dialami oleh Athena, dirinya sedih karena pasti ada yang mencelakakan Alendra.


Kakek memegang ponselnya dan kemudian dia menghubungi Andrew Hakim dan juga Lastri Hakim yang sebenarnya adalah ayah dan ibu kandung dari Alendra. Namun sebenarnya Andrew masih belum ingin mengatakan kepada Alendra Yang Sejujurnya bahwa dirinya dan juga Lastri adalah ayah dan ibu kandung dari Alendra. Namun karena kondisi yang seperti ini Kakek pun tidak bisa menahan lagi untuk tidak mengatakan yang sejujurnya kepada Alendra dan juga kepada cucu kesayangannya yaitu Athena. Mereka harus tahu dan mereka harus di pertemukan terlebih dahulu supaya tidak akan ada penyesalan di kemudian hari kalau sampai terjadi apa-apa terhadap Alendra atau sebaliknya.


Kakek tahu bahwa ini pasti ada hubungannya dengan musuh dari keluarga Atmaja di masa lampau dan ada hubungannya juga dengan pemberontak dari Pasukan Pengawal bayangan yaitu Alejandro.


Setelah memberitahu keluarga Hakim, kakek juga memberitahukan kepada ajudan ajudannya yang ada di rumah untuk memperketat penjagaan di tempat rumah besar, apartemen dari Athena dan juga rumah sakit.


" Ajudan A, Tolong beritahu keluarga dari sopir yang tadi bersama-sama dengan Alendra tentang kecelakaan ini dan bayar semua biayanya. jangan lupa kamu juga memberikan uang santunan dan juga uang untuk keluarganya supaya mereka bisa hidup dengan baik sekalipun suaminya sedang dirawat di rumah sakit." perintah kakek kepada ajudannya supaya ajudannya segera melaksanakan apa yang menjadi perintahnya itu. kakek tahu bahwa dirinya harus tetap kuat untuk Alendra dan juga Athena!


" Katakan pada sekretaris kantor untuk memblokir semua berita dan tidak ada informasi yang harus dirilis tentang Alendra dan kecelakaan ini, Tolong kamu bicara dengan dokter dan juga perawat tentang hal itu supaya tidak ada informasi yang bocor dari pihak rumah sakit." kata kakek dengan nada memerintah kepada ajudannya itu.


" Baik!!" kata Ajudan itu tanpa banyak protes ataupun mengatakan apa-apa, Ajudan itu langsung berjalan ke arah pintu keluar supaya dirinya bisa segera melaksanakan apa yang dikatakan oleh Bos besarnya itu.


Tiba-tiba Seorang perawat berjalan kearah mereka dan bertanya,


" Apakah anda keluarga pasien?"

__ADS_1


" Ya kami keluarganya, dan ini istrinya." jelas kakek kepada perawat yang bertanya tadi.


" Oke, silakan ikut dengan saya salah satu dari kalian untuk mengisi beberapa formulir." kata perawat itu sambil berjalan di depan Athena karena Athena lah yang akan mengisi beberapa formulir yang yang diminta oleh pihak rumah sakit serta memilih kamar rawat inap yang dipakai oleh suaminya nanti.


Setelah melakukan semua formalitas, Athena kembali dan duduk disamping kakeknya yang masih setia menunggui cucu menantu nya yang ada di ruangan operasi.


" Dokter sudah keluar?" tanya Athena dengan nada cemas yang belum bisa hilang dari pikirannya saat ini. Athena kembali melemas melihat kakeknya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanda belum ada informasi apapun dari dalam ruangan operasi.


Athena memejamkan matanya lalu ia berdoa dengan khusyuk untuk kesembuhan dari suaminya dan juga keselamatan dari sang supir, dengan setiap menit yang berlalu, debaran jantung dari Athena tidak bisa disembunyikan lagi.


Menunggu di luar ruangan operasi sampai para dokter keluar itu membuat dirinya seperti menantikan kelahiran seorang bayi.


Seiring waktu yang berlalu, Athena sadar bahwa dia sangat mencintai Alendra sampai-sampai dia tidak bisa hidup tanpa Alendra.


Dengan Alendra seolah-olah dirinya itu merasakan hidupnya sudah lengkap dan merasakan perasaan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, memang tadi perawat juga sudah bilang bahwa luka-luka yang dialami oleh Alendra tidak terlalu parah tapi sebelum Alendra sadar sepenuhnya dan bisa membuka matanya tentunya Athena tidak akan pernah bisa tenang.


Tiba-tiba Athena melihat kehadiran dari Bapak Andrew Hakim dan juga Ibu Lastri Hakim, dan kakek langsung menarik pasangan suami istri itu untuk berbincang dengan mereka di pojokan sehingga Athena dan Patricia tidak mengetahui apa yang sedang dibicarakan oleh kakeknya itu kepada sepasang suami istri yang mencurigakan bagi Athena itu.


" Eh siapa itu?" tanya Patricia dengan nada heran karena dirinya juga selama berhubungan dengan Athena dan kakek tidak pernah melihat pasangan suami-istri itu berada di seputaran mereka. Lalu kenapa pas Alendra kecelakaan seperti ini malah pasangan suami-istri itu dipanggil oleh Kakek datang ke rumah sakit untuk mengunjungi Alendra kah?


Jawaban Athena kepada Patricia hanya mengedikkan bahunya tanda dia tidak tahu dan tidak mau tahu urusan kakeknya dan juga sepasang suami istri yang dibawa kakek mojok agak jauh dari keberadaan dirinya dan juga Patricia.

__ADS_1


Patricia yang menatap wajah pasangan suami istri itu menjadi heran, Entah kenapa dia seperti menatap mata dari Alendra ketika dia melihat laki-laki yang sedang berbincang dengan kakek Athena itu.


" Eh kamu sadar enggak kalau sebenarnya laki-laki yang sedang berbincang dengan kakek itu sorot matanya bisa persis banget sama Alendra!" bisik Patricia kepada Athena.


Athena yang pikirannya sudah tidak ada lagi di tempat ini namun masih mengkhawatirkan tentang keadaan suaminya, tidak terlalu menganggap apa yang sedang dibicarakan oleh Patricia itu. Matanya masih setia menatap kearah ruangan operasi.


Patricia yang merasa dicuekin hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar karena dia maklum dengan apa yang saat ini Athena alami, maka dia lebih intens untuk melihat kearah pasangan suami istri yang sedang berbincang dengan kakek dengan begitu seriusnya.


Tiba-tiba sang wanita paruh baya itu menangis seperti yang dilakukan oleh Athena bahkan sambil memukul-mukul dada dari laki-laki paruh baya yang ada di sampingnya, yang berusaha meredam tindakan yang dilakukan oleh sang wanita.


Kakek pun terlihat sedikit kewalahan untuk menenangkan sang wanita paruh baya itu yang sudah ingin menjerit namun bibirnya ditutup oleh kedua belah tangannya sendiri.


Supaya tindakannya tidak menarik perhatian orang yang kebetulan ada di tempat ini. Namun memang karena ruangan ini sangat eksklusif jadi yang berada disana hanyalah Athena Patricia dan juga kakek beserta kedua pasang paruh baya tadi.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Jeng jeng jeng! Apa yang dikatakan oleh kakek yang membuat wanita itu jadi menangis? Guys jangan lupa ya untuk menekan tombol like, memberikan hadiah, dan juga memberikan vote untuk cerita ini Karena cerita ini sedang ada dalam pantauan para editor yang terhormat, jadi jangan lupa untuk memberikan jejaknya melalui komen juga ya. Thank you !! happy reading!!


__ADS_2