Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
69.Musuh datang


__ADS_3

Hay readers, welocome back!!


Hari ini, thor kamu memberikan sesi update 3 cerita ini langsung secara berurutan jadi stay tune!!


***


Tiba tiba ponsel milik Athena berbunyi dengan kencang. Maklumlah Alendra seringkali kesal gara-gara Athena mematikan pemberitahuan atau notifikasi di ponselnya sehingga ketika Alendra menghubungi maka Athena tidak menanggapi. Sekarang Athena diwajibkan menaikkan volume ponselnya agar ketika dihubungi Alendra maka Athena bisa langsung menjawabnya, karena Alendra tidak ingin mendapatkan alasan bahwa Athena tidak mendengar atau ponselnya dalam posisi getar atau silent saja.


Setelah Athena melihat siapa yang menelpon dia hanya bisa menyembunyikan senyum tipisnya karena dia melihat bahwa yang menelepon dirinya adalah Alendra yaitu si suami bucin nya itu!


" Halo, gimana Lend?" tanya Athena dengan segera.


"Na, Habis ini kamu siap-siap karena aku mau menjemput kamu! Situasinya agak sedikit ehm.. seram ya, karena ada beberapa orang yang akan menyerang apartemen. Jadi aku harap kamu bisa lebih berhati-hati! Aku akan segera pulang untuk menyusul kamu dan menjemput kamu. Bawa kebutuhanmu saja tidak usah bawa baju-baju yang tidak perlu!" kata Alendra dengan singkat lalu kemudian setelah menyuruhnya lebih berhati-hati dan melihat dulu pantauan CCTV depan sebelum membuka pintu maka Alendra langsung menutup panggilan ponselnya dan segera berangkat menyusul Athena istrinya itu.


" Feby, Tania? Di mana kalian?" tanya Athena sambil mencari keberadaan kedua pengawalnya itu karena demi apapun yang terjadi saat ini lututnya bergetar dan juga dia agak sedikit ketakutan kalau sendirian apalagi Mengingat bahwa dirinya saat ini sedang mengandung.


" Kami disini bos!" kata mereka dengan serempak, mungkin mereka sudah mengetahui keadaan yang akan terjadi saat ini maka mereka terlihat bersiap dengan pistol dan juga Kuda kudanya.


" Kalian ngapain tuh sudah siap dengan kuda-kuda Bukankah belum ada orang yang menyerang kita?" tanya Athena dengan nada kebingungan dan sedikit lucu saja melihat kedua perempuan yang ber gesture laki-laki sedang bersiap-siap dengan kuda-kuda mereka saat akan ada orang yang sudah akan menyerang mereka di hadapan mereka.

__ADS_1


" Bos, kita sedang bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi soalnya tadi Tuan sudah bilang kalau kita berdua harus bersiap, nah cara kita bersiap ya dengan berkuda kuda ini." sahut Tania dengan nada tegas seakan Apa yang dia lakukan itu sudah paling benar saja, Daripada Athena pusing melihat kedua pengawalnya yang Oneng maka lebih baik dirinya mempersiapkan diri untuk beberapa hal yang memang harus dia persiapkan. Memang beberapa hari ini selain dirinya juga menjadi kaum rebahan tapi Alendra beberapa hari ini mengajak dirinya untuk berlatih menembak di sebuah tempat yang biasa digunakan untuk latihan menembak para Pasukan Pengawal bayangan.


Dan itulah yang saat ini dipersiapkan oleh Athena dirinya membawa sebuah sabuk dimana tersedia pistol kecil di sana dan menyembunyikannya di balik gaun yang dia pakai karena saat ini menurut dia yang paling nyaman adalah memakai gaun lebar dengan celana hamil seperti pencil skirt.


Selain membawa pistol dia juga membawa beberapa surat-surat yang dimasukkan ke dalam tas, dompet, ponsel, dan juga beberapa keperluan wanita lainnya seperti alat-alat make up yang dia bawa seadanya saja. Menurut Athena pakaian-pakaian dalam dan semuanya itu bisa dibeli di luar namun surat-surat penting seperti ini juga beberapa alat make up tidak bisa dibeli secara sembarangan.


" Bos, sudah siap?" teriak kedua pengawalnya itu dengan berisiknya karena dirinya masih menimbang-nimbang apalagi yang harus dia persiapkan untuk dibawa.


" Ish cerewet banget!!" gunam Athena lirih.


" Iya iya, aku sudah siap!" ransel yang ia bawa hanya berisikan alat-alat make up, berkas penting yang tidak seberapa dan juga ponsel serta dompetnya!


" ini bukan acara prank kan? Bagaimana bisa di negara ini ada prosesi tembak-tembakan dan juga saling pukul-memukul berjamaah tapi nggak ada satupun polisi yang datang untuk mengatur dan melerainya bahkan mungkin mengambil orang-orang yang sudah menyerang kita itu dan memenjarakannya!" kata Athena dengan nada kesal khas miliknya karena dia merasa menjadi barang buruan yang diburu dengan seenaknya tapi tidak ada satu orang pun yang bisa menolongnya.


" Bos, kita juga tidak tahu. Tapi sebenarnya kita semua sudah melakukan pelaporan bahkan Pak Bos pun sudah melakukan pelaporan langsung ke Kompol Irjen badai Suherman, yang juga teman baik dari kakek. Pasukan Pengawal bayangan juga sering membantu kinerja kepolisian untuk hal-hal seperti ini Namun entah kenapa, hari ini tampak begitu kisruh dengan banyak hal yang terjadi sekaligus." Jelaskan ia dengan nada yang lebih teratur Karena tampaknya Tania lebih tenang dibandingkan Feby. Febi bukan ketakutan menghadapi mereka namun lebih ke arah excited. bahkan terlalu excited untuk mengacung kan pistolnya dan menembak kepala orang-orang yang menyerang keluarga bosnya ini.


" Kita akan menunggu disini atau kita langsung menuju ke bawah?" saya Athena sambil bergegas mengalungkan ransel dan juga sabuk yang berisi pistol itu agar tidak tertinggal saat dia tergesa-gesa nanti.


" Kita langsung berangkat dan kita akan di-backup oleh 5 pengawal langsung supaya lebih aman. Tapi bos, kita memang tidak turun ke bawah karena, seperti informasi saya tadi bahwa dibawah terlalu hectic, jadi tuan sudah mengkode agar kita akan naik helikopter saja menuju ke rumah besar kakek. Karena disana lebih komplit peralatan dan juga markasnya bisa untuk bersembunyi orang dan juga aman dari bom sekalipun." jelas Tania lagi dengan nada tergesa-gesa karena rupanya di infonya sudah terdengar perintah untuk membawa Athena langsung naik ke arah atas dimana helipad keluarga Atmaja sudah diletakkan di sana sehingga ketika Alendra ingin membawa Athena atau ingin melarikan diri sudah siap semuanya.

__ADS_1


" Kenapa Semuanya serba tiba-tiba dan tidak ada pemberitahuan seperti ini sih? kan jadinya aku aku kebingungan harus bawa apa dan persiapan apa!" gerutu Bos wanitanya ini dengan nada kesal, sedangkan kedua pengawal wanita yang sedianya mengiringi Athena dan untuk melindungi Athena dari serangan musuh pun hanya saling tatap karena bingung dengan keinginan Bos wanitanya ini. Kalau penyerangan itu sudah diketahui dari awal namanya bukan penyerangan tapi pendaftaran! Astaga Bu bos! Bu bos!


.


.


.


TBC


Jangan lupa ya untuk menekan tombol like, memberikan hadiah, dan juga memberikan vote untuk cerita ini Karena cerita ini sedang ada dalam pantauan para editor yang terhormat, jadi jangan lupa untuk memberikan jejaknya melalui komen juga ya. Thank you !! happy reading!!!


Terima kasih juga bagi yang sudah sumbang vote dan hadiah buat karya ini, karena kalian saat ini karya ini sudah di beranda.


Luangkan waktu untuk tetep like dan komen juga.🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Sambil nunggu updatean bisa cek punya author temen aku yaitu Ria Aisyah. Judulnya Tiger Wu. Langsung cuzzz ya!!!


__ADS_1



__ADS_2