
Hai readers..
Karena Rahasia sang menantu miskin sudah hampir end untuk session 1 nya maka thor bikin baru dengan thema mengubah takdir.
Jangan lupa support thor dengan like, vote dan gift yang banyak yaaaaaa.
Diusahakan bakal up 2x sehari ya. Makanya keep support author ya..!!
Happy Reading!!
***
Sebelum mereka berdua, baik Athena maupun Alend yang ada di belakang bosnya itu mencapai pintu, tiba tiba pintu ruangan CEO itu terbuka, dan masuklah Cia sambil membawa nampan berisi 3 cangkir teh hijau yang masih mengepul.
“Loh kalian mau kemana bos?” tanya Cia dengan nada heran.
“Mau keluar!” jawab Athena singkat.
“Kemana?” kejar Cia mengikuti pergerakan mereka keluar.
“Ketemu klien!” sahutnya singkat,.
“Hah? Sama my baby Alend?” sontak Athena berbalik, dan menatap Cia dengan tatapan tajam setajam lazer. Membuat Cia sedikit ciut dan mundur teratur.
“Nanti aku telpon kamu ya bebeb! Kalau kalian mau ketemu klien, ya silahkan saja. Nanti malam saja kita telponan.” Kata Cia sambil mengedipkan matanya dengan ganjen.Membuat Athena hanya bisa membuang nafasnya dengan kasar dan memutar bola matanya tanda ia kesal dengan kelakuan anak buahnya yang ganjen itu. Mayoritas yang bekerja disini emang banyak ceweknya daripada yang cowok. Mungkin terpengaruh dengan power of CEO nya yang cewe kuat.
Karena banyak ceweknya yang jomblo jadi mereka menatap Alend dengan tatapan lapar saat Alend lewat bersama big bossnya. Apalagi ketika Alend menebar senyum, membuat cewek cewek jomblo yang ada di sana seketika baper dan menatap Alend dengan tatapan memuja. Ini baru karena ia ganti gaya berpakaian dan melepas kacamata. Apalagi kalau ia benar benar mempermak penampilannya, karena dengan raut wajah semi blasteran membuat dirinya menang banyak saat me make over dirinya sendiri. Makanya Novan sering merasa iri dan terus menerus menyuruhnya untuk memakai baju cupu dan kacamata yang old fashioned, untuk menutupi ketampanannya.
“Kamu sama Cia ada hubungan?”tanya Athena dengan wajahnya yang masih datar. Ish Datar gitu aja wajahnya masih tetep ngegemesin.
“Ya!”
__ADS_1
“Hah??”
“Ya ada hubungan dong, sebagai designer dan pembimbing.” Kata Alend dengan tegas, ia tidak mengerti maksud dari Athena.
Athena hanya diam dan terus berjalan mencapai mobilnya yang sudah ada di lobby, ia sudah menghubungi supirnya supaya stand by di lobby.
Setelah mereka berdua masuk dan duduk berdampingan di kursi belakang, membuat Alend bisa mencium wangi parfum yang dipakai Athena, terasa nyaman saat menciumnya, entah parfum itu merk apa yang ia tahu saat ia mencium aromanya, ia pengin nempel sama pemakai parfum. Itu sih alasannya doang, pakai parfum apapun Athena tetap seperti seorang Dewi yang turun dari langit. Jadi tetep aja buat hati Alendra bergemuruh.
“Kamu gak ada orang yang mau kamu kabarin gitu? Orang rumah? Keluarga? Orang tua?” tanya Athena sedikit berusaha mengorek pribadi Alendra yang hanya terdiam meredam deru detak jantungnya yang tidak bisa terkontrol.
“Tidak ada! Seperti yang bu bos..”
“Ck.. Athena saja!”
“ Ya udah Vika aja ya? Takut kalau salah nyebut jadi Anthena..” kata Alendra sambil terkekeh geli, membuat Athena hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal.
“Sorry sorry jangan marah dong! Nanti cantiknya hilang”kata ALend salah tingkah ketika melihat big bosnya marah.
“ Tidak ada! Aku hanya seorang anak pungut, dan Novan itu anak kandung. Tak ada satupun yang mencari aku, padahal aku selalu membantu mereka, bahkan rela memberikan design milik ku kepada dia. Bahkan pekerjaannya di star juga aku yang sering membantunya mengerjakan pesanan design di Star.” Kata Alend dengan nada datar, ia melengos melihat tatapan Athena yang seperti mengasihani dirinya.
“ Oke jadi aku asumsikan kalau kamu gak akan ada yang mencari ya?” tanya Athena nmenegaskan, membuat Alendra memicingkan matanya karena ia merasa kalau sudah menjawab semuanya kan? Bahwa orang tua dan keluarganya tidak peduli padanya. untung mereka sudah sampai ke sebuah butik terkenal yang memang menjual pakaian formal untuk pria dan wanita. Sehingga percakapan awkward itu berhenti.
“Ayo turun!” kata Athena sambil membuka pintu mobilnya.
“Disini?”tanya Alendra terperanjat kaget, karena butik ini menjual baju yang nilainya bisa buat beli rumah.
“Iya, kamu pikir dimana? Ayo cepat kita bisa terlambat!”
“Baik baik bu.. eh Athena!’ sahut Alend mempercepat langkah.
Mereka langsung masuk dan disambut dengan baik oleh seluruh pegawai di sana, mungkin karena Athena pasti sudah sering membeli disana. Mungkin karena ini untuk laki laki jadi pemilihan dan transaksi jadi lebih cepat.
__ADS_1
Karena lebih tepatnya bukan Alend yang memilih dan mencoba, Athena yang dengan kalap membeli beberapa helai kemeja formal dan juga jas yang biasa dibuat untuk acara semi formal dan juga acara formal. Begitu banyak baju yang dibeli sehingga Alend membelalakan matanya, karena berapa duit yang harus dikeluarkan oleh Athena untuk membeli barang barang itu, karena ia juga melihat kalau Athena mulai menagmbil sepatu bahkan dasi untuk Alend.
“Cepat pakai yang sudah aku pilih tadi untuk berangkat bertemu klien sedang yang lain bisa kamu bawa pulang. Kamu akan pakai semua itu kalau ke kantor. Aku sudah beli 30 helai kemeja berlainan motif dan celana panjang bahan kain dan juga jeans, serta jas karena kamu tetap akan membutuhkan semunya itu. Oh ya ada jaket juga yang kupikir akan cocok untuk kamu di perhelatan semi formal dan non formal.” Jelas Athena sambil mengeluarkan black card miliknya untuk membayar semua belanjaan itu.
“Tapi..”
“Aku membelikan ini karena aku tidak mau malu membawa designerku yang hanya memakai baju biasa, kita memiliki brand yang eksklusive. Jangan khawatir, ini akan kuanggap sebagai pinjaman tanpa bunga yang kamu bisa bayar saat kamu deal dengan klien ini. Klien ini super ya! Jadi jangan kecewakan aku.” Katanya seperti bisa menebak jalan pikirannya yang cukup jengah melihat ia berbelanja banyak sekali. Dan ia tahu ini pasti bisa mencapai ratusan juta. Jadi dia hanya diam saja tak membalas perkataan bosnya selain hanya menganggukan kepalanya saja. Ia tahu bosnya itu dominan.
Lalu ia segera mengganti bajunya yang dianggap biasa padahal dnegan bajunya yang biasa ini sudah bisa membuat wanita menoleh kepadanya, beda dengan dandanannya dulu. Mungkin ia akan dianggap sebagai pemulung oleh Athena kalau berpakaian seperti dirinya di masa lalu.
Setelah selesai berganti dan menyisir rambutnya, Alend bergegas menemui bosnya. Ia takut kalau ia dianggap mengulur waktu untuk bertemu dengan klien besar bahakn bertemu dengan tunangan sang bos besar.
Dan saat ia menemui bosnya, ia melihat bosnya menatap dengan pandangan tak percaya, bahkan bibirnya yang seksi itu tidak bisa nutup sempurna bikin Alend pingin menciumnya, tapi ia tahu mungkin bosnya hanya kaget kalau ternyata baju yang mahal itu ternyata cocok juga buat dirinya.
“Gimana Na? Ada yang aneh?” tanya Alend tak percaya diri,
“Apa?”
“Aku bertanya apa ada yang aneh?” kata Alend sambil mengertutkan kening melihat bosnya yang melongo.
“Eh enggak, maksudku kamu tadi manggil aku apa?”
“Katanya minta dipanggil Athena, kalau manggil Athena kepanjangan lah. Jadi kupanggil Nana? Gak apa kan?” tanyanya dengan heran. Tadi si bos minta dipanggil nama saja, sekarang kok malah nanya.
“Ehm oke, aku suka dipanggil begitu!” katanya sambil memalingkan wajahnya.
.
.
.
__ADS_1
TBC