
" Kakek?" sapa Athena dengan ngeri. Ia melihat wajah kakeknya yang berubah dari merah, ke putih, lalu ke hitam. Apalagi melihat posisi dan keadaan Alendra yang bertelanjang dada, kondisi ruangan yang terkunci, dan tangan Athena yang tadi dipaksa menyentuh dada Alendra masih nangkring manis di dadanya sang calon suami.
Siapa yang tidak curiga dengan postur ambigu yang saat ini Alendra dan Athena lakukan ?
Kakek berganti-gantian menatap Alendra kemudian menatap Athena. Alendra bahkan belum memakai kemejanya kembali. Tapi tampaknya Alendra sama cuek dengan kondisi bahwa dia tertangkap basah oleh kakeknya sang calon istri.
" Kenapa kamu buka baju? Emang kalian.sudah tidak tahan?" tanya Kakek dengan nada sinis.
Sang kakek melirik ke arah ajudannya yang menatap pasangan itu dengan tatapan datar.
" Atur pernikahan di catatan sipil sekarang juga!" kata kakek dengan nada dingin.
" Kakek.. tapi kami tidak melakukan apa apa." kata Athena dengan nada manja pada kakeknya. Athena mau mau saja dihalalin. Secara Alendra pun terlihat tidak keberatan. Tapi Athena
" Berduaan dengan Alend yang setengah telanjang itu kamu bilang tidak melakukan apa apa? Lalu kalau kemudian sama sama telanjang namanya apa? Khilaf?" kata kakek sambil terduduk lemas di sofa tamu milik Athena.
" Kek, tadi bajuku ketumpahan teh manis oleh Tania anak design, membuat badan aku lengket, kek! Tadi Athena juga salah paham sama seperti kakek, tapi ini bener bener kejadian sebenarnya. Kalau tidak percaya apa kakek mau memegang dada saya juga seperti Thena tadi? Membuktikan kalau saya tidak bohong." kata Alendra mendekati kakek Athena, membuat kakek menjadi jijik seketika.
" Menjauh!! Kamu pikir aku sudi jeruk makan jeruk? Dulu aku pun juga punya dada yang kayak kamu. Karena sekarang udah tua aja, jadi sedikit melorot." desah kakek menyesali bentuk tubuhnya yang sudah berubah karena tua.
Alend berhenti di tengah, dan tidak jadi menghampiri kakek. Sedang ajudan kakek dan Athena sedikit mengulum senyum melihat reaksi kakek.
" Gini sajalah, aku juga tahu kalau kemarin kalian sudah tidur bersama di apartemennya Athena. Jadi lebih baik kalian menikah dulu secara surat. Bukannya kenapa kenapa, Kakek hanya tidak mau kalau sampai nama baik kakek rusak karena perbuatan kalian. Lagian kalau sudah sah, kalian bisa kejar target untuk membuatkan cicit yang lucu buat teman bermain kakek, ya gak?" kata kakek dengan nada santai.
Ajudan setia kakek langsung menyodorkan sebuah map dan menyodorkan pulpen agar Athena dan juga Alendra menanda tangani surat nikah terlebih dahulu.
" Kakek, kamu sudah menyiapkan surat itu dari semula ya?" tanya Athena curiga.
" Aku menyiapkan surat itu sejak aku dikabari oleh pengawal kamu bahwa anak kunyuk ini tinggal di apartemen kamu semalam. Tentu aku tidak rela kalau cicit aku jadi pas ayah ibunya belum sah." kata kakek tanpa malu malu.
" Tapi kami juga tidak ngapa ngapain semalam kakek! Hanya tidur saja! Kemarin aku ketakutan, karena teringat masalah Rahman. Jadi dia menemani aku saja." bela Athena dengan wajah yang memerah karena malu.
__ADS_1
" Emang Alend kemarin juga telanjang dada kayak gini? Jadi kamu merasa tenang?" tanya Kakek sambil menaik turunkan alisnya, menggoda Athena yang tambah malu dengan kelakuan kakeknya. Sedang Alend hanya santai saja menghadapi godaan kakeknya Athena dan mulai duduk untuk menandatangani berkas yang di berikan oleh ajudan kakek dengan tenang.
Athena melirik Alend yang masih saja bertelanjang dada, dengan tenang menandatangani berkas berkas surat pernikahan itu.
" Kakek jangan memancing Thena ya!! Kakek itu berasumsi buruk sama cucunya sendiri. " kata Athena sambil merengut kesal, sedang Alend hanya tersenyum melihat istrinya yang merajuk manja dengan kakeknya. Inilah gambaran keluarga yang diimpikan oleh Alend. Hangat dan harmonis. Ia akan menjaga istrinya dengan kesungguhan hatinya.
" Halah, kamu juga suka kan sama Alend? " goda kakek setelah melihat Athena selesai tanda tangan di surat nikah, jadi secara hukum, mereka sudah sah sebagai suami dan istri.
" Kakek!!" Athena berteriak karena wajahnya sudah bak tomat busuk.
" Alend, kakek serahkan Athena ke tangan kamu. Bahagiakan dia! Kalau kamu buat dia menangis, maka kakek sendiri yang akan menebas kepalamu!" kata Kakek berubah menyeramkan. Tapi Alend tidak takut, karena ia berjalan di hatinya yang terdalam. Ia mencintai Athena dari awal bertemu, jadi ia tak ragu untuk menganggukan kepalanya tanda ia menerima amanat yang diberikan oleh kakek dari istrinya itu sekarang.
" Tentu, kek! Alend akan menjaga Athena sebaik baiknya."
Kakek hanya menganggukan kepalanya tanda ia menerima apa yang dikatakan Alend sebagai janji seorang laki laki.
Kakek beranjak keluar dari ruangan Athena bersama dengan ajudan setianya yang sudah mengumpulkan berkas berkas yang tadi ditanda tangani oleh Alend dan Athena.
Athena cepat cepat menutup pintu ruangannya, membuat Alendra menjadi kebingungan. Apakah Athena Sudah segitu ngebetnya untuk bersama dengan dirinya?
" Sayang.." Panggil Alendra kepada Athena karena dia ingin mempertanyakan Kenapa Athena buru-buru menutup pintu ruangannya.
" Kenapa kok cepat-cepat ditutup sih pintunya Emang kamu sudah tidak tahan lagi ya?" tanya Alendra dengan nada menggoda, membuat Athena hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal karena pertanyaan yang menggoda itu.
" Kamu itu apa tidak ingat dengan kondisi kamu saat ini? Kamu itu posisinya masih belum memakai kemeja kamu kembali. Emangnya kamu ingin mempertontonkan Dada telanjang kamu itu kepada semua gadis-gadis yang ada di ruangan staf desain?" kata Athena dengan sarkas.
" Ih istri aku lucu deh!" mendadak lumer hati dedek bang Alend. Dipanggil istri oleh Alend membuat hatinya deg deg ser tak karuan.
Aduh, jantung kenapa berdebar kayak gini sih? pikir Athena merona.
" Jadi kamu cemburu kalau dada ku dilihat sama anak anak lain?" tanya Alend berusaha menyudutkan istrinya yang cantik ke belakang pintu. Karena Athena terus mundur melihat Alend yang terus maju.
__ADS_1
" Alend kamu jangan macam macam ya."
" Aku gak macam macam sayang. Aku kan hanya mendekati istri aku aja?"
" Alenddd!!"
" Manggilnya yang mesra dong!"
" Ini itu di kantor ya, Lendd"
" Yang bilang ini di rumah ya siapa?" godanya lagi. Alend merasa Athena tambah lucu saja.
" Alend aku gak bercanda ya." kata Athena dengan ngeri melihat tatapan Alend yang keliwat mesum.
" Sayang.." kata Alend ingin memeluk Athena dengan dada yang masih terbuka dan melambai lambai.
" Alend, sumpah ya!! Dada kamu lengket banget!!"
" Sayang.." Alendra semakin menggoda istrinya dengan menempelkan tubuhnya yang masih lengket kepada Athena, hingga ketukan pintu ruangan Athena membuat mereka kelabakan.
" Masuk ke kamar mandi, Lend! Jangan keluar sebelum aku bilang begitu." kata Athena sambil mendorng Alend masuk ke dalam kamar mandi Athena.
.
.
.
TBC
diusahakan 2x up ya
__ADS_1