Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
43. Bertemu " Mereka "


__ADS_3

“Sayang, kamu curiga dengan kakek gak?” tanya Athena dengan wajah yang masih menatap ke arah kakek dan sepasang suami istri yang tadi menatap Alendra dengan tatapan yang tak terbaca.


“ Tentang apa? Tentang perusahaan?” tanya Alendra sambil mengikuti tatapan Athena yang mengarah ke tempat kakek dan kedua pasangan suami istri 


“Ya enggaklah! Itu loh aku curiga dengan kedua tamu itu. Apa mungkin mereka orang tua kandungmu. Soalnya ada hawa hawa gak enak di sana.” Kata Athena sambil menarik Alendra untuk menatap ke arah yang sama, tapi secara sembunyi sembunyi, menghindari kakek dan ajudannya yang tak ingin ada orang lain yang mendekat.


“ Ah kamu itu gak usah berlagak kayak detektip!” kata Alendra dengan perasaan yang cukup galau juga, kayak ada rasa harap harap cemas. Berharap iya tapi takut kalau ternyata kedua orang tua kandungnya akan melakukan hal hal yang akan merusak kebahagiannya bersama Athena. 


 “Kayaknya bener deh!”


“Kata kakek wajah mereka bakalan mirip sama aku. Itu dari wajahnya udah beda banget.” Kata Alendra yang belum mengiyakan 100 persen, karena ia takut kalau ternyata harapannya kandas sebelum berkembang jadi ia menjaga hatinya dengan tidak mempercayainya secara langsung.


“O my God !! Dia tu bisa saja operasi plastik atau pakai topeng, Alendra sayang!” kata Athena sambil berbisik lirih. Dia tidak pernah melihat kakeknya seperti ini. Jadi ia yakin 100 persen kalau itu adalah mungkin orang tua Alendra yang masih dalam mode berseteru dengan kakeknya.


“Sudahlah, nanti kalau kakek sudah mengatakan, tentunya kita akan tahu. Tapi aku sanagt suka konsep santai di acara pernikahan yang seperti ini. Emang bagaimana kahirnya kok sampai kakek menyetujui pesta yang seperti ini. Awalnya kan kakek sangat menentang apa yang kamu katakan.” Tanya Alendra yang aneh karena kemudian kakek menyetujui pesta model pengantinnya bisa jalan jalan seenaknya mendatangi semua tamu dan bisa mengambil makanan seenak perut mereka. Ide Athena memang aneh aneh. Ia tidak suka dirias berlebihan dan sebenarnya ia lebih memilih type nikah tamasya, tapi kakek menolak dan tetap ingin mereka mengadakan pesta dengan publisitas yang besar besaran dan mendatangkan wartawan karena ingin memancing keluarga kandung Alendra. Jadilah Athena tetap menginginkan pernikahan yang bebas yang tidak membuatnya hanya jadi satu pusat perhatian dan gak bisa ngapa ngapain selain menjadi boneka di pelaminan.


“Aku membuat kesepakatan dengan kakek, untuk membuat pernikahan ulang saat keluarga asli kamu ketemu.” Kata Athena sambil mengerucutkan bibirnya sehingga menggoda Alendra untuk mengecupnya.


“ Ha ha ha jadi begitu. Makanya kakek mengijinkan kamu untuk membuatnya seminimal sekarang yang penting publisitas tinggi?’ kata Alendra sambil tertawa lepas, melihat istrinya yang tampak manyun karena memikirkan akan mengadakan pesta pernikahan ulang bersama Alendra, dengan konsep yang diinginkan oleh kakeknya itu.

__ADS_1


***


Sepasang suami istri dengan pakaian elegan tadi masih belum bisa melepaskan pandangannya kepada sosok Alendra. Wajahnya mirip dengan masa lalu. Laki laki itu mendesah dengan kuat, sekan ingin melepaskan beban yang menghimpit dada.


“Maafkan aku! Aku tidak menyangka kalau waktu itu akan berubah menjadi seperti ini. Aku juga tak menyangka kalau orang yang aku percaya dalam organisasi Pasukan Pengawal Bayangan akan memberontak dan menyerahkan anak kamu untuk dibunuh.” Kata kakek dengan nada sendu. Ia ingin mengucapkan hal ini, ia ingin mengungkap kata maaf karena sudah membuat keluarga Atmaja hancur. Dan sebelum ia menutup mata ia ingin mengembalikan segala sesuatunya di tempatnya semula dan tentunya mengantarkan Athena memiliki pelindung yang maha kuat.


“Kelihatannya itu adalah sebuah takdir yang mengantarkan kita menjadi seperti ini. Sudah tidak ada lagi Wirya Atmaja, sudah tidak ada lagi Aisyah Mahendra, mereka sudah mati bersama Raffiansyah Atmaja yang mati di kebakaran 22 tahun silam.” Katanya sambil masih menatap Alendra yang masih senantiasa tersenyum dan bercanda tawa bersama Athena istrinya sekarang.


“Masih ada kesempatan untuk bisa merajut cerita bersama dengan Alendra, dia laki laki yang kuat dan tangguh, itulah kenapa aku menyerahkan pasukan pengawal bayangan kepadanya. Dan ia mewarisi hampir dari semua kepandaian kamu. Bahkan gambarnya sangat menakjubkan. Itu awal Athena jatuh hati dengan Alendra.” Kata kakek dengan penuh semangat dan sukacita. Ia ingin mengembalikan kebersamaan keluarga ini kepada fitrahnya. Ia ingin Wirya Atmaja dan juga Aisyah Mahendra kembali berbahagia.


“Apakah belum terlambat bagi kami untuk merengkuhnya? Apakah dia tidak merasa marah karena kami terlalu lalai dalam menjaganya bahkan menyerahkannya begitu saja penjagaan dirinya kepada orang lain?” tanya Aisyah dengan ragu. Air matanya meleleh, penantiannya dan kesabarannya selama 22 tahun berbuah manis. Saat ini ia akan bisa lagi merengkuh anak semata wayangnya atau bahkan kalau Alendra menolak, ia paling tidak bisa melihatnya dari jarak jauh.


Wirya menggenggam istrinya seakan ingin mengambil dan memberi kekuatan. Ada rasa rindu yang besar kepada anak semata wayangnya yang terpisah bahkan sejak kecil. Anak itu bahkan  tidak bisa membedakan siapa ibu kandungnya dan ibu angkatnya. Bagaimana Alendra disiksa di keluarga Abbiyu dan dimanfaatkan. Aisyah menganggukan kepalanya dengan lemah, dan Wirya mengerti kode itu dari istrinya. Ia hanya bisa tersenyum dalam tangisnya mendapati bahwa dirinya akan bisa bersatu lagi dengan anaknya dan menikmati memiliki harta yang bernama keluarga.


“Baiklah, kami siap untuk kembali menata hidup bersama dengan mereka. Sudah lama kami bersembunyi, sudah saatnya kami bangkit. Kami akan melawan siapa pun yang akan menghancurkan keluarga kami seperti di masa lampau.” Kata Wirya sambil menatap kakek dengan tatapan yakin.


“Kamu sudah tahu siapa lawan kamu sebenarnya?” tanya kakek sambil menyunggingkan senyumnya, karena tentu saja kakek Sur sudah menyelidiki peristiwa yang sudah terjadi kira kira 22 tahun yang lalu itu, oh tidak, bahkan mungkin lebih dari itu.. karena orang itu menyusun rencana untuk melenyapkan keluarga Atmaja bahkan jauh dari masa itu.


“Yaa!! Kami sudah lama menyelidiki hal itu dari persembunyian kami di sebuah pulau pribadi di Singapura.” Kata  Wirya dengan senyumnya yang menawan.

__ADS_1


“Aku baru mengetahui kalau mereka yang menjadi musuhmu diam diam, untung saja aku sudah memutuskan hubungan dengan mereka, semenjak anaknya hendak menjadikan Athena sebagai bahan permainan, untung saja Alendra menolong cucuku satu satunya itu.” kata Kakek yang matanya masih menyiratkan kekesalan dan kemarahan.


“Hmm kami sudah bertemu dengannya tadi.” Sahut Aisyah dengan dingin.


.


.


.


TBC


Hai readers, kira kira siapakah yang dimaksud dengan kakek? Siapa musuh ayah Alendra itu? Apakah Alendra bakal mau hidup bersama dengan keluarganya. Lanjutannya besok ya!! Jangan lupa untuk memberikan gift, like dan support thor dengan vote. Komen positif selalu dinantikan. Happy Reading.


Dan aku juga mau kasih info bagi yang lagi tungguin up .. bisa cek ke karya author temen aku..


Namanya Zafa, karyanya Aku dan masa lalu...


__ADS_1


jangan lupa untuk dibaca dan di favoritkan ya... muachhhhh❤❤❤


__ADS_2