
Athena dari tadi masih saja memandang sepasang suami istri yang berbincang-bincang akrab dengan kakeknya itu, sedangkan Alendra berusaha menarik perhatian Athena yang tertuju kepada sepasang suami istri itu terus-menerus, dengan cara memeluk pinggang ramping istrinya itu dan mendekatkan tubuh mereka sehingga tidak berjarak sama sekali.
Walaupun netra Athena masih ke arah sepasang suami istri itu, namun Alendra sedikit sukses membuat Athena merasakan gelenyar perasaan yang aneh saat Alendra mengeluh dengan seduktif punggung atena yang terbuka.
" Sayang, jangan begitu! ini masih di ruang publik kan?" kata Athena yang sudah menambah perkataannya dengan ******* kecil yang tiba-tiba lolos saat Alendra membuat gerakan melingkar di punggung Athena.
" Jadi kalau tidak berada di ruang publik aku bebas melakukan apa saja?" tanya Alendra sambil berbisik ditelinga Athena dan menjilatnya dengan lidah sehingga Athena kegelian.
" Oh bagus ya Bos, kamu membuat Alendra tertarik sama kamu padahal kamu kan tahu kalau aku menyukai Alendra juga!" kata Patricia yang pura-pura kesal karena jodohnya diembat lagi oleh orang lain, dan kali ini oleh bosnya sendiri yaitu Athena.
" Maaf Kakak, Kakak sudah terlalu tua untukku. Jadi aku mencari yang daun muda saja!" sahut Alendra dengan nada santai yang tentu saja membuat Patricia tambah kesal. Padahal yang menemukan bakat serta Alendra secara pribadi adalah dirinya, tapi kenapa malah nyantol nya jodoh kok sama bosnya sendiri. Nasib Jomblo itu selalu mengenaskan!
" Jangan khawatir. Jodoh kamu sudah dekat. Bukankah Pak Salman satpam kantor kayaknya menyukai kamu? Jadi boleh deh kalau Pak Salman kamu embat aja!" kata Athena sambil mengerlingkan matanya kepada Patricia yang tampak gusar dengan perkataan atena.
" Astaga! Apakah aku itu sudah semenyedihkan itu, sampai pria udah uzur dan beristri serta sudah memiliki cucu harus aku juga embat?" sahutnya sebal kepada bos dan juga suaminya yang hendak membeli Jomblo Ngenes seperti dirinya.
" Baiklah ! Baiklah ! Aku minta maaf kalau aku merebut kekasih yang tidak menginginkan kamu ini. Ngomong-ngomong bagaimana dengan hasil kompetisi di Muse art design? Apakah sudah keluar hasilnya? Kupikir kalau lomba itu diumumkan sore ini, mestinya hasilnya udah bisa kita ketahui kan sekarang?" tanya apa tema yang mengalihkan perhatian Patricia kepada hal-hal lainnya. Dia tahu kalau patrizia hanya bercanda saja, namun kalau sampai didengar oleh orang lain kemungkinan itu akan membuat rumor yang semakin aneh lagi. Lebih baik sebelum segala sesuatunya terlanjur candaan yang tidak penting seperti itu dihapuskan saja.
" Nona Athena dan juga tuan muda Alendra diminta datang untuk menemui kakek!" kata ajudan Setia kakek yang menundukkan kepalanya menghormati kedua muda-mudi yang merupakan cucu dari tuannya itu.
" Wah ada apa tuh kakek kok manggil kalian jangan jangan pakai marah gara-gara kakek tahu kalau sebenarnya Alendra adalah kekasihku?" kata Patricia yang membuat Alendra semakin kesal dengannya.
" Sembarangan aja lu!" kata Alendra sambil menarik lengan Athena untuk segera meninggalkan Patricia yang keseringan halu gara-gara jomblo sedari bayi.
__ADS_1
Patricia hanya tergelak-gelak dengan puas karena melihat Alendra yang kesal dibuatnya.
Alendra dan Athena langsung berjalan untuk menemui kakek yang sedang menunggu mereka bersama sepasang suami-istri yang sedari tadi bercakap-cakap dengan kakek, yang dicurigai oleh Athena sebagai kedua orang tua dari Alendra.
Sebenarnya Alendra dan Athena tidak pernah lepas dari pandangan keluarga Rahman Adijaya, mereka sungguh kesal karena Athena tidak jadi menantu dari keluarga Adijaya karena kebodohan dari Rahman yang selalu memikirkan urusan-urusan di bawah perutnya saja. seandainya Rahman tidak melakukan hal yang menjijikkan seperti itu maka saat ini Athena sudah menjadi istrinya karena tadinya keluarga Rahman menginginkan Athena untuk segera menikah dengan Rahman.
Ayah Rahman yaitu Tanto Adijaya dan juga istrinya Amalia Adijaya, juga merasa tertawa karena perilaku mesra yang ditunjukkan oleh Alendra dan Athena, mereka sangat berharap kalau kemesraan itu milik Rahman dan juga Athena Oleh karena itu mereka menatap pasangan muda-mudi itu itu dengan tatapan kesal dan marah.
" Mah, kamu kenal enggak sama orang yang sekarang berbincang dengan kakek Sur? Soalnya papa merasa bahwa seakan-akan pernah lihat mereka tapi entah di mana. Wajahnya sih asing tapi nggak tahu kenapa Papa seperti pernah ketemu dengan orang itu." kata Tanto dengan nada bingung. Dia sedang menggali memori di dalam otaknya tentang orang yang ada di hadapan kakek Sur.
" Ah mungkin itu adalah Perasaan Papa saja. Soalnya mama merasa tidak pernah bertemu dengan orang yang ada di hadapan kakek Sur. Tapi wajah laki-laki itu terlihat sangat tampan dan juga wajah perempuan itu juga sangat cantik, jangan-jangan mereka itu artis dari luar negeri pa yang menjadi kenalan Dari kakek Sur." kata Mama Rahman dengan sambil lalu karena dia masih memperhatikan tingkah Alendra dan Athena yang sok mesra di hadapan para tamu undangan saat ini.
" Bukan ma! gerak-geriknya itu seperti orang yang pernah kita kenal, tatapan matanya pun menusuk saat tadi dia bersitatap dengan papa." kata Tanto sambil masih memperhatikan kedua pasangan suami istri yang sedang berbincang dengan kakek Sur.
" Apakah kami sepikir denganku?"
" Maksud papa, dia? Bukannya di sudah mati?"
" Hush, Emang kamu tidak tahu bahwa mereka sebenarnya sengaja membakar rumah besarnya untuk menghilangkan jejak tapi sebenarnya mereka tidak mati atau bunuh diri!" kata Papa Tanto dengan nada Lirih.
" Bukannya kematian dari anaknya yang dibunuh oleh pemberontak pasukan pengawal bayangan itu, membuat dirinya menjadi stres kemudian bunuh diri?" tanya Mama dengan nada bingung.
" Papa dengar berita dari orang yang mengetahui keberadaan dari keluarga mereka mengatakan bahwa keluarga Wirya Atmaja, pindah ke luar negeri setelah kasus pembunuhan terhadap anak tunggalnya itu."
__ADS_1
" Oo jadi mereka tidak mati? Berarti rancangan kita waktu itu gagal dong Pa?"
" Benar! Kita harus menemui seseorang untuk mengurus keluarga Wirya itu. Tapi kita pastikan dulu kalau dugaan kita benar." kata Tanto sambil tetap menatap suami istri itu untuk mencari kebenaran dari apa yang dia duga.
.
.
.
TBC
Hai hai hai
Kali ini thor mau kenalin sebuah karya milik Warnyi, yang judulnya Mafia Story: Kembalinya anak yang tidak berguna.
Jadi begini ceritanya:
Hidup dengan keluarga yang sering membandingkan anaknya memang membuat beban tersendiri bagi Sagara. Dia harus bersabar ketika harus selalu diremehkan oleh keluarganya sendiri. Tak tahan dengan usaha yang selalu saja dianggap sebelah mata oleh sang ayah, Sagara akhirnya berubah menjadi anak yang bandel dan pembangkang, hingga membuat sang ayah semakin tidak menyukainya. Hingga karena suatu kejadian dia terpaksa harus keluar dari rumahnya.
Nah kelanjutan kisahnya bisa di cek langsung di MT atau NT ya, happy reading!!
__ADS_1