
Ia melihat id peneleponnya adalah kakek Sur, jadi Patricia langsung menelepon kakek yang masih ada dalam panggilan.
" Halo kek? Ini Patricia! Sebenarnya ada apa yang terjadi dengan Athena, kakek?" tanya Patricia dengan suara gemetar karena Athena menjadi linglung dan hanya terdiam menatap satu objek dengan mata yang kosong.
" Untunglah kamu ada di sana! Kamu tolong kakek segera bawa Athena ke Rumah Sakit Permata, bagian IGD! Saat ini kakek sudah di IGD Rumah Sakit Permata,.." kata kakek sambil menjeda perkataannya.
" Apa? Kakek aakit?"
" Bukan, Alendra kecelakaan.Kalian hati hati. kakek sudah mengirimkan para Bodyguard untuk melindungi kalian dan kakek juga sudah mengirimkan sopir pribadi Alendra untuk mengantar kalian ke mari." kata kakek dengan tegas karena dia harus mengetahui kondisi Alendra yang saat ini masih ada di dalam ruangan Instalasi Gawat Darurat.
Dia harus segera memutuskan sambungan ponsel dengan Athena dan juga Patricia dan menyuruh mereka segera kemari karena mungkin lebih baik bersama-sama daripada terpisah-pisah.
Patricia mengangguk dan bahkan sebelum dirinya bisa menjawab kakek, sambungan ponselnya sudah diputuskan oleh kakek.
" Alendra..!" kata Athena, Patricia hampir kaget melihat Athena menangis karena dirinya belum pernah melihat Athena menangisi sesuatu sampai kelihatan sedih seperti ini.
" Kamu yang sabar dan harus kuat dan kamu harus segera menemui mereka! Alendra dan pada khususnya kakek membutuhkan kamu di sana! Jangan khawatir Athena, semuanya akan baik-baik saja!" kata Patricia menghibur sekaligus memberikan kata-kata positif kepada Athena yang kelihatan down.
Athena menganggukkan kepalanya saat lebih banyak air mata yang mengalir ke matanya, lalu ia menguatkan diri sendiri untuk memberi sinyal positif kepada dirinya sendiri.
" Y-ya, semuanya akan baik-baik saja, kalender akan baik-baik saja! kamu harus benar-benar baik-baik saja!" kata Athena sambil keluar dari apartemen menuju basement di mana sopir pribadi dari Alendra sudah menunggu beserta beberapa pengawal yang sudah ditugaskan untuk melindungi mereka berdua dengan aman sampai ke rumah sakit.
***
Sementara di rumah sakit,
Alendra dan sopirnya sedang dirawat Di Instalasi Gawat Darurat, seorang pria yang seperti berdarah blasteran tampil dengan setelan hitam yang mahal dan berdiri tepat di luar ruang operasi.
Sedangkan pria yang memakai baju hitam-hitam, yang membawa Alendra ke rumah sakit itu dengan patuh dan dengan kepala yang menunduk menunggu perintah berikutnya.
__ADS_1
" Bagaimana kondisi sopirnya?" tanya pria yang memakai setelan hitam mahal tadi bertanya kepada sang pria yang mengantar kedua orang itu ke rumah sakit.
" Tuan, sopirnya terluka parah dan saat ini sedang dirawat di ruangan unit gawat darurat lainnya! Tampaknya sopirnya kondisinya jauh lebih parah daripada Alendra, tuan!"
" Kamu segera memeriksa apakah sopir itu memiliki keluarga atau tidak? Jika dia memiliki keluarga kamu segera mengirim uang kepada mereka!" perintah pria blasteran itu kepada pria yang mengantar Alendra dan juga si supir ke rumah sakit.
" Oke tuan! Laksanakan!" pria yang disuruh itu hanya bisa menganggukan kepalanya serta mengikuti apa yang menjadi perintah dari pria blasteran itu.
" Bagaimana dengan rekaman CCTV jalan tempat kejadian perkara?"
" Aman!! Semuanya hancur dan tidak ada yang bisa mengambilnya kembali!"
" Bagus!" pria blasteran itu Melambaikan tangannya tanda ia memberikan isyarat kepada bawahannya itu untuk pergi.
Melihat ruang operasi di hadapannya, pria blasteran itu hanya terkekeh, rupanya Alendra harus segera diberi tindakan khusus, dan karena mengetahui bahwa Alendra adalah cucu menantu kakek Sur jadi ada tindakan special bagi Alendra.
" Kalian akan menyukai hadiah sambutan yang aku berikan dan aku sangat berharap bahwa kalian akan merasakan rasa sakit yang sama dengan apa yang saya rasakan setelah kamu menghianati saya! kalian akan membayar karena kalianlah yang sudah merebut apa yang seharusnya aku miliki yaitu Pasukan Pengawal bayangan! Tunggu saja kehancuran kamu kakek Sur!" monolognya dengan mengepalkan tinjunya lalu berbalik melirik kearah kamar karena seorang perawat sedang berjalan menuju ke arahnya dengan pena dan buku catatan di tangannya. Sudah saatnya dia pergi supaya tidak ada jejak yang menghubungkan dirinya dan juga orang yang ada di dalam ruangan operasi.
***
Athena beserta Patricia langsung saja masuk ke dalam lobby rumah sakit itu dan menuju kearah Instalasi Gawat Darurat yang di sampingnya terdapat ruangan operasi di mana saat ini katanya Alendra sedang berada di sana.
Kakek dan juga ajudan kakek sudah berada di depan pintu ruang operasi dan kakek sudah memerintahkan dokter untuk melakukan hal semaksimal mungkin karena bagaimanapun kakek Sur sangat terkenal di kota ini sehingga Rumah Sakit Permata pun mengenal kakek dan menuruti perintah kakek untuk berbuat semaksimal mungkin demi keselamatan Alendra dan juga si sopir Alendra yang terluka parah.
Karena tergesa-gesa Athena pun tidak melihat jalan dan menabrak seorang pria berwajah blasteran sehingga pria itu hampir menabrak dinding di samping mereka.
Awalnya pria itu sangat marah namun ketika melihat wajah cantik dari Athena itu dia tertegun karena dia belum pernah melihat gadis yang secantik dan semurni itu. Dan entah kenapa ia tertarik kepada Athena, karena merasa ia pernah melihat Athena di suatu tempat.
Athena yang terburu-buru hanya mengucapkan satu kata maaf lalu sesudahnya dia berlari kembali ke arah Instalasi Gawat Darurat diikuti oleh Patricia yang kepayahan menyusul gerak cepat dari Athena itu.
__ADS_1
Sedangkan pria blasteran itu hanya bisa menatap kepergian Athena dengan kening berkerut seakan-akan dia ingin menggali memori sebenarnya siapakah gadis yang baru saja menabrak dirinya karena dia merasa tidak asing dengan wajahnya yang cantik itu.
Athena yang sudah tidak peduli dengan sekelilingnya segera bergegas menuju ruang operasi dan melihat ajudan serta kakek yang duduk di luar.
Athena berusaha berlari untuk mencapai kakek, dia terengah-engah dan bertanya,
" Gimana kek? Bagaimana kondisi Alendra? Kenapa hal ini bisa terjadi?" tanya Athena kepada kakek dan Ajudannya.
" Entahlah namun ketika kakek sudah sampai di sini mereka sedang berada di ruang operasi untuk melakukan operasi kecil. Alendra hanya terluka di sisi kiri kepalanya karena terkena pecahan kaca lalu juga patah di bahu kirinya. sedangkan kondisi yang lebih parah terjadi pada sopirnya dan dia sedang dirawat di unit gawat darurat di kamar lain." jelas Kakek kepada Athena.
.
.
.
TBC
up ke 1 ya guys..
Tolong jangan lupa kasih like dan juga vote, hadiah dan juga favorit, share juga ya...ini biar author semangat!!
Doakan bisa berhasil ya bisa bikin up ke 2.. semangat!!!
Oh ya sembari menanti, lihat karya temen thor, napennya Ingflora yang judulnya sungai rindu.
__ADS_1