Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
68. Tenang


__ADS_3

Selama beberapa minggu ini suasana menjadi begitu tenang tidak ada permasalahan yang timbul yang terlalu berat untuk dipecahkan bahkan saat ini Athena sudah mulai tidak mengantor sama sekali walaupun kandungannya baru berjalan 6 sampai 8 minggu ini.


Semua urusan kantor di-handle langsung oleh Patricia dan kalau misalkan ada berkas-berkas penting yang harus diselesaikan maka Patricia lah yang akan ke apartemen untuk menyerahkan desain dan approval desain serta tanda tangan berkas penting yang seharusnya dikerjakan oleh Athena.


Bahkan sekarang untuk perjanjian kerjasama dengan klien maupun semua permintaan yang berhubungan dengan meeting ditangani oleh Patricia.


Sedangkan Athena hanya memantau segala sesuatunya dari Zoom meeting atau tinggal menandatangani berkas-berkas yang sudah diselesaikan oleh Patricia dan timnya.


Sifat over protektif sudah ditampakkan oleh Alendra yang sama sekali tidak menginginkan kalau Athena terjadi kenapa-kenapa apalagi ini adalah anak pertama bagi mereka memang tidak banyak orang yang tahu kalau Athena sudah hamil karena Athena sengaja memakai pakaian yang over size untuk menutupi bentuk tubuhnya yang nantinya akan sedikit membesar dibagian perut.


Alendra bukan hanya mengirimkan dua pengawal wanita untuk menjaga Athena dalam jarak dekat namun juga membawa beberapa pengawal laki-laki yang yang melindungi Athena dari jarak lebih jauh.


Hal ini tak urung membuat Athena menjadi sedikit jengah dan merasa sedikit terkungkung dengan adanya banyak pengawal yang beredar di sekelilingnya.


" Sayang kamu terlalu berlebihan deh kalau begini! Aku tadi itu cuman ke minimarket di bawah apartemen doang. Ngapain harus bawa dua pengawal perempuan ini dan juga 10 pengawal laki-laki di belakang sana, jadi kayak berasa nggak bebas lebih baik tadi aku nggak usah turun ke minimarket dan menyuruh kedua orang ini saja yang turun ke bawah untuk membelikan aku camilan yang aku inginkan saat ini." katanya dengan manja saat Alendra pulang dari kantor ke apartemen dan saat ini dirinya sedang menuju kearah kamar untuk segera membereskan dan membersihkan tubuhnya yang lengket gara-gara seharian beraktifitas.


" Iya aku tahu kalau kamu kesal dan merasa tidak nyaman tapi Itu semua memang aku berikan supaya kamu itu bener-bener aman kamu Ingatkan bahwa aku juga masih sedikit trauma dengan peristiwa penculikan aku dulu jadi di biarlah seperti ini dulu sampai si baby lahir dan orang-orang yang hendak mencelakai kita sudah berhasil dilenyapkan!" kata Alendra sambil memeluk tubuh istrinya yang mungil yang terlihat lebih montok wajahnya Karena di masa kehamilannya ini Athena sama sekali tidak mengalami mual muntah morning sick. Pokoknya kayak biasa aja! Bahkan nafsu makannya pun terlihat tidak berkurang sama sekali karena perubahan hormon kehamilan yang saat ini dialaminya. mungkin perubahan dirinya satu-satunya adalah di saat berada bersama-sama dengan suaminya maka kemanjaannya bisa 10 kali lipat.


" Tapi sayang kalau cuman ke minimarket enggak usah bawa pengawas gitu banyaknya, cukup dua orang ini aja kan? " katanya sambil menunjuk kedua orang perempuan yang bertubuh kekar dan sedang berdiri dengan manis di dekat pintu keluar karena biasanya setelah mereka berdua melaporkan kejadian-kejadian yang tadi terjadi, maka Alendra akan menyuruh mereka berjaga di luar di lorong apartemen milik Athena.


Alendra sengaja tidak memakai fasilitas dari kedua orang tuanya, juga tidak pindah dari apartemen Athena karena dianggapnya apartemen Athena ini paling dekat dengan kantor nya, kantor kakek, dan juga kantor kedua orang tuanya. Jadi menurut Alendra mobilitasnya akan lebih mudah dan lebih gampang terjangkau! apalagi saat ini Athena sedang hamil muda menurut pemikiran Alendra dirinya akan dapat lebih cepat mendatangi Athena bila terjadi sesuatu daripada dirinya harus pindah ke rumah besar yang disediakan orangtuanya di arah pinggiran kota Jakarta.

__ADS_1


" Iya, nanti kalau kamu memang ada yang kamu mau lebih baik kamu menyuruh kedua orang ini saja untuk memerintahkan pengawal di bawah membelikan sesuai dengan apa yang kamu mau. Jadi mereka berdua pun tidak akan keluar dari tempat ini saat kamu berada di dalam." kata Alendra sambil menarik tubuh istrinya itu ke dalam pelukannya serta mencium keningnya dengan mesra. Kedua pengawalnya itu tadi belum beranjak dari tempatnya sebelum disuruh oleh tuannya. Untuk menghindari kejengahan yang ditimbulkan karena bos bos besarnya sedang bermesraan, maka kedua pengawal itu membalikan badannya ke arah pintu.


" Nasib kita yang jomblo itu selalu begini ya, Tan!" keluh Fani, dengan suara lirih, ia pengawal Athena yang termasuk juga Pasukan Pengawal bayangan yang terlatih dan memiliki gelar master.


" Hush, nanti bos dengar. Kamu kan tahu kalau si Bos itu hanya lembut seperti itu dengan istrinya saja namun kalau di di markas Pasukan Pengawal bayangan Aura membunuhnya luar biasa!" balas Tania dengan nada lirih. Setelah itu mereka bahkan tidak berani berbicara lagi karena kayaknya si Bos masih ada di seputaran tempat itu.


Ternyata bosnya sudah masuk ke kamar bersama dengan istrinya karena memang Alendra ingin memberikan satu bentuk pengamalan lagi yang memang sedang dikembangkan secara rahasia oleh Pasukan Pengawal bayangan yaitu sebuah liontin emas yang sebenarnya di dalamnya terdapat alat pelacak sehingga di mana pun Nanti istrinya berada dirinya bisa memantau lokasinya dengan segera.


Alendra memakaikan liontin itu ke leher jenjang istrinya dan memang liontin itu terlihat sangat cantik di leher istrinya itu.


" Gimana bagus gak?" tanya Alendra Dengan nada bahagia melihat binar sukacita di wajah istrinya yang cantik itu.


" Kalau kamu mau pakai pasti kamu terlihat tambah cantik! Nanti aku akan memberikan kamu beberapa apa aksesoris lagi supaya kamu tambah cantik di kehamilanmu ini!" kata Alendra sambil mengelus leontin yang ada di leher istrinya itu.


Alendra sengaja tidak berkata apa-apa tentang fungsi dari liontin yang ada dan saat ini melingkar di leher jenjang istrinya, karena dirinya bahkan ingin memberikan beberapa aksesoris pengaman supaya Ketika istrinya berpergian dirinya bisa terus memantau keberadaannya.


Alendra melirik liontin itu dengan sendu seandainya saja zaman dahulu sudah ada teknologi-teknologi modern pendukung pengawalan dan pengawasan seperti ini pasti dirinya tidak akan diculik berpuluh-puluh tahun dan tidak mengerti bahwa dirinya sebenarnya bahkan bukan anak kandung dari keluarga Abiyyu Putra.


" Apa leontin ini kurang bagus ya dan kurang cocok ya aku pakai?" tanya Athena saat melihat ekspresi sendu yang yang nampaknya tadi wajah suaminya itu.


" Tidak! Bahkan kamu sangat cantik menggunakan liontin itu jadi jangan pernah dilepas ya!" kata Alendra sambil membelai pipi istrinya yang halus dan mulus. Athena merasa bahagia dengan hadiah yang diberikan oleh suaminya itu Walaupun dia tidak tahu bahwa itu adalah salah satu bentuk perlindungan yang diberikan oleh Alendra kepada Athena istrinya itu.

__ADS_1


.


.


.


TBC


Roman dulu nih, tapi sebentar lagi bakal datang musuhnya🤣..


Jangan lupa ya untuk menekan tombol like, memberikan hadiah, dan juga memberikan vote untuk cerita ini Karena cerita ini sedang ada dalam pantauan para editor yang terhormat, jadi jangan lupa untuk memberikan jejaknya melalui komen juga ya. Thank you !! happy reading!!!


Terima kasih juga bagi yang sudah sumbang vote dan hadiah buat karya ini, karena kalian saat ini karya ini sudah di beranda.


Luangkan waktu untuk tetep like dan komen juga.🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Jangan lupa baca juga karya author Gupita yang pasti bikin baper. Pernikahanku (pilih aku atau dia)


Jangan lupa untuk keep fav, like, gift dan komen yang banyak❤❤Happy reading!!


__ADS_1


__ADS_2