
Novandra yang juga kaget dengan kejadian itu dan juga kejadian ketika Alendra Memanggil orang tuanya dengan sebutan papa dan mama hanya bisa berdiri tercengang.
" Ya ampun Novan!!! Kamu masih belum mengambilkan air untuk mereka??? Novan kamu nggak peduli dengan papa dan mama kita?" tarian Alendra dengan nada marah tapi sebenarnya dia hanya ingin menegaskan kepada orang banyak itu kepada tamu tamu undangan bahwa dirinya adalah putra dari Eka Abiyyu Putra.
Kalau begini Alendra rasanya ingin tertawa terbahak-bahak namun dia harus menahan nya dalam hati.
Seketika semua orang tersentak dari bingung mereka lalu Papa Eka Abiyyu Putra berkata.
" Tidak usah tidak usah!! Tidak apa-apa kami baik-baik saja!!"
Sebenarnya yang Papa dan Mama pikirkan adalah bagaimana mereka bisa menyelamatkan dirinya dari rasa malu akibat Alendra memanggil mereka dengan nama papa dan mama. Padahal tadi mereka sudah mengatakan bahwa laki-laki ini hanya sekadar pesuruh saja yang memakai pakaian tuannya.
Apa yang harus mereka lakukan sekarang?
" Pak Eka! Kenapa laki-laki ini memanggil kamu papa dan mama? Bukankah katanya laki-laki ini adalah seorang pesuruh? Lalu kenapa dia memanggil kamu sebagai Papanya?" tanya pe bisnis tadi yang ingin menjodohkan Alendra dengan anak perempuannya.
" Ya Tuan Eka! Bukankah orang ini adalah seorang pesuruh? Mengapa memanggil anda dengan sebutan papa?" mereka yang mendengar menjadi heran, dan tuan Eka sama sekali bingung bagaimana menjawab mereka.
" Pasti orang tuanya adalah seorang yang tidak tahu malu sehingga mengajarkan anaknya untuk berbohong!" celetuk salah seorang tamu lainnya yang membuat telinga Papa Eka menjadi panas. Bukankah itu berarti mereka juga menghina dirinya? Karena bagaimanapun dirinyalah yang mengasuh dan dan mendidik Alendra.
" Ya ya ya, orang tuanya pasti tidak tahu malu dan tercela juga." kata salah seorang tamu yang mengomentari dengan sinis.
Sebelum Tuan Eka Abiyyu Putra sempat mengomentari apa-apa tentang hal yang telah terjadi tiba-tiba Alendra sudah berteriak dengan cukup keras.
__ADS_1
" Cukuppp!!! apapun penghinaan yang kau katakan kepadaku Aku baik-baik saja dengan itu tapi tidak ada seorangpun yang diizinkan untuk mengatakan apapun tentang orang tuaku!" kata Alendra dengan nada marah.
Melihat situasinya yang semakin parah Tuan Eka Abbiyu Putra ingin menghentikan Alendra.
" Alendra, dengarkan dulu!"
" Tidak papa! Tidak hari ini, mereka sudah sangat keterlaluan menghina Papa dan Mama. aku baik-baik saja ketika mereka menghina aku tapi tidak ketika mereka menghina papa dan mama aku!" kata Alendra dengan suara lantang dan tegas.
Dia memandang semua orang dan kemudian menunjuk ke arah Tuan Eka Putra dan berkata.
" Tuan Eka Abiyyu putra adalah ayahku." kata Alindra sambil menunjuk ke arah Tuan Eka Abiyyu Putra.
" mereka adalah kedua orang tuaku dan kalian semua tidak memiliki hak untuk mengatakan yang jelek kepada mereka!" kata Alendra pura-pura menjadi superhero bagi keluarga Abiyyu Putra, padahal dalam hatinya Dia sangat bahagia dengan kenyataan yang saat ini terungkap.
Sedangkan Tuan Eka Abiyyu Putra malah memandang Alendra dengan Tatapan yang tidak dapat dimengerti.
" Semuanya, Aku adalah Alendra Abiyyu Putra dan aku adalah putra tertua dari keluarga Eka Abiyyu Putra dan Novandra adalah adikku." kata Alendra memperkenalkan diri sontak semua mata orang membelalak dan melihat antara Alendra dan juga pasangan Eka Putra serta Novandra dengan tatapan kaget.
Alendra memandang orang tuanya dengan wajah menyesal.
" Aku benar-benar minta maaf Pa!! Tapi aku harus mengungkap identitas ku, tidak apa-apa jika mereka menghinaku, aku masih bisa menahan nya. Tapi ketika mereka menghina orang tuaku Aku tidak mungkin bisa menahan nya! Kurasa Papa harus memberitahu kepada semua orang bahwa aku adalah Putra sulung mu dan akulah yang membantu Novandra selama ini." Tuan Eka berada di dalam posisi yang terjepit dia sudah tidak bisa lagi mengakui hal-hal yang lainnya dan dia harus mengungkap identitasnya karena kalau dia tidak mengungkap identitasnya maka Alendra akan semakin mengungkapkan segalanya tentang Novandra dan hasil kemenangan Novandra yang sebenarnya adalah milik dari Alendra.
dan kalau sampai Alendra mengungkapkan bahwa hasil kemenangan Novandra itu adalah milik Alendra, semuanya malah tambah runyam.
__ADS_1
Saat ingin mengakui Alendra, hati Tuan Eka benar-benar kacau! Mengapa hal ini bisa terjadi ?Bukankah tadinya anak angkat Ini sudah mau pergi tapi kenapa mau semuanya malah berubah.
Pasangan Abiyyu Putra sangat marah di dalam hati mereka namun mereka tidak bisa mengungkapkannya di wajah, Jadi mereka hanya bisa memendamnya dalam hati dan tersenyum dengan menawan.
" Benar, ini adalah anak sulungku yang bersekolah di luar negeri jadi tidak banyak orang yang tahu tentang dirinya. Dan tadi aku sengaja ingin menguji kepada kalian apakah kalian tahu tentang anak sulungku atau tidak! Ternyata tidak banyak orang yang tahu kalau aku memiliki anak sulung." katanya sambil tertawa padahal dalam hatinya dia menangis.
" Kami minta maaf tuan, kami tidak tahu bahwa dia adalah putra anda dan kami tidak tahu bahwa anda sedang menguji kami tentang masalah pesuruh tadi! tuan muda Alendra kami benar-benar meminta maaf atas semua yang kami katakan itu semua kami lakukan karena kami tidak tahu siapa Anda! Ternyata Tuan Eka benar-benar diberkati karena melahirkan 2 anak laki-laki yang tampan rupawan dan juga pandai." kata mereka sambil berusaha mengambil hati Tuan Eka Abiyyu Putra.
" Semuanya baik-baik saja tidak ada yang salah karena semuanya hanya kesalahpahaman kecil dan kalian semua tidak tahu tentang identitas ku jadi jangan minta maaf sampai seperti itu!" kata Alendra dengan nada bijaksana.
Sejak awal, ia tidak peduli dengan apa yang akan dikatakan oleh orang-orang ini. Dia hanya berpikir bahwa dia harus mencapai tujuannya untuk mengungkapkan identitas dirinya di hadapan khalayak ramai.
Melihat betapa pemaafnya Alendra mereka mulai memujinya dan para pebisnis yang sudah memfitnahnya meminta maaf dengan rasa malu.
" Tuan Eka saya harus mengatakan bahwa Anda benar-benar diberkati karena anda memiliki dua orang Putra yang luar biasa, selain tampan dia juga memiliki kepandaian yang dahsyat dan tidak lupa memiliki hati yang Seluas Samudra." Puji mereka kepada Alendra dan Tuan Eka Abiyyu Putra hanya mengangguk setengah hati dan berterima kasih atas pujian pujian mereka.
Di suatu sudut, Novandra sebagai Putra Eka hanya bisa mengepalkan Tangannya dengan keras karena dia sangat kesal. Kakaknya itu sudah mengambil semua pujian dan juga semua Kehormatan di malam pesta perayaan kesuksesan Abiyyu Putra, yang seharusnya menjadi miliknya.
.
.
.
__ADS_1
TBC
Crazy up ke 3 ya gengssss!!!