Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
31. Rahasia besar papa Eka


__ADS_3

Sejak keributan di rumah besar milik Abiyyu Putra, Alendra rupanya sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik satu-satunya yang dia ingin ketahui hanyalah dimanakah keberadaan orang tua kandung yaitu dia masih belum bisa mengorek keterangan itu dari papa Eka Abiyyu Putra dan juga mama Yuli yang merupakan orang tua angkatnya.


Usulan dari Athena membuatnya sedikit terbuka. Athena mengusulkan agar Alendra menanamkan sebuah chip penyadap agar Alendra bisa paling tidak mengetahui apa yang sebenarnya mereka rancangkan dan apa yang sebenarnya mereka katakan akan ada kemungkinan kalau mereka akan membeberkan tentang identitas dari orang yang menjadi orang tua kandungnya. dan sewaktu perseteruannya dengan Novandra di ruang keluarga Abiyyu Putra maka Alendra pun meninggalkan sebuah chip kecil yang berisikan alat penyadap super canggih dari Athena agar Alendra bisa menguping apa sebenarnya motivasi mereka menyembunyikan identitas dirinya juga menjadikan dirinya menjadi pembantu di rumah besar itu.


Setelah Alendra pulang dari rumah besar itu sang pemilik rumah dan juga keluarganya langsung berembuk tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya terhadap Alendra. Pertemuan itulah yang ditunggu oleh Alendra. Setelah menaruh alat penyadap super canggih yang ada di ruang keluarga saat ini Alindra bergegas keluar dari rumah beralasan dia ingin segera pulang dan tidak ingin menginap di rumah besar alasannya untuk menenangkan diri.


DIa bergegas masuk ke dalam mobilnya, agar bisa segera mengaktifkan speaker bluetooth yang tersambung dengan alat penyadap yang sudah dia tinggalkan di ruang keluarga Abiyyu Putra supaya dirinya bisa menangkap pembicaraan keluarga Abiyyu Putra beserta Novandra disana. Tiba-tiba setelah Alend aktifkan speaker bluetooth itu Alendra mendengar teriakan marah dari Novandra melalui alat penyadap super canggih yang ditaruh di ruangan itu.


" Papa, kita kan tahu bahwa Alend itu hanya sekedar anak angkat dari orang yang tidak diketahui identitasnya nya. Karena katanya Papa mengambilnya di sebuah panti asuhan yang sekarang sudah terbakar habis. Jadi kita tidak tahu apakah bibit bebet bobot nya sesuai dengan kecemerlangan keluarga kita. Jangan-jangan Alendra itu hanyalah anak dari seorang pengemis yang tidak memiliki banyak uang untuk membesarkan anaknya lalu kemudian menaruhnya di Panti Asuhan begitu saja." kata Novandra dengan suara menghina dan kata-katanya mengandung kesadisan yang luar biasa, membuat Alendra yang mendengar jadi kesal dan rasanya ingin memukul wajah dari Novandra itu sampai memar.


" Kamu salah! Sebenarnya Alendra itu sudah Papa ketahui bibit bebet dan bobotnya bahkan kamu pun tidak bisa menandingi kejayaan dari Alendra. Diaa adalah anak orang yang yang tidak pernah kalian bisa pikirkan betapa Mulianya keluarga kandung dari Alendra. Maksud Papa dengan merebut semua kepandaiannya, orang akan tahunya Kamulah yang hebat jadi suatu saat nanti ketika keluarga kandungnya datang untuk menjemput Alendra, Kita bunuh saja Alendra dan kita akan mengakui bahwa kamulah anak dari keluarga itu. Sehingga kita bisa mendapatkan kemuliaan dari keluarga kandung Alendra." kata Papa angkat dari Alendra dengan nada kejam.

__ADS_1


Di lain sisi, Alendra yang mendengarkan seluruh percakapan dari ayah dan anak itu sambil menggeram kesal, dia tidak habis pikir apalah salahnya, betapa kejamnya Papa Eka yang ia hormati selama ini ternyata adalah orang yang menculiknya dari panti asuhan dimana keluarga kandungnya menitipkan untuk sementara dirinya disana.


Papa Eka ingin memanfaatkan dirinya yang hilang dari keluarga kandungnya itu sehingga saat keluarga kandungnya datang untuk mencarinya maka Novandra akan diserahkan kepada keluarga kandung Alendra itu sebagai anak yang dipungut oleh Papa Eka di Panti Asuhan yang terbakar itu.


Sedangkan Alendra sendiri akan dibunuh supaya tidak mengganggu atau membeberkan statusnya. Perkataan dari Papa Eka itu membuat Novandra tertawa terbahak-bahak karena bahagia.


Sedangkan di lain sisi Alendra menjadi geram dan marah. Saat ini Alendra ingin lebih jauh lagi mengetahui identitas akan keluarga kandung nya itu.


" Tentu tidak, karena rasa-rasanya Alendra itu itu diculik oleh seseorang yang tidak menyukai keluarga kandungnya terus orang itulah yang yang waktu itu Papa temui saat mereka sedang berbincang-bincang. Jadi papa sempat mencuri dengar tentang rencana penculikan dan pembunuhan Alendra. Nah keluarga kandungnya itu sekarang sedang berada di luar negeri karena ada sedikit masalah yang harus mereka selesaikan menyangkut musuh yang saat ini dihadapi yaitu orang yang menculik Alenta dan menaruhnya di Panti Asuhan itu kemudian membakar Panti Asuhan itu sampai tinggal puing-puing saja beruntung Papa masih bisa menyelamatkan Alendra untuk bisa ditukarkan dengan kamu."


Oh jadi Alend salah paham, ternyata dia bukan dititipkan keluarga kandungnya di panti asuhan, tapi karena ia diculik rival keluarga kandungnya. Tapi kemudian ia diselamatkan oleh oapa angkatnya itu agar menjadi bidak caturnya. Entah dia harus berterimakasih apa malah harus marah dengan ayah angkatnya. Alend hanya bisa menhembuskan nafasnya dwngan kesal. Tapi ia harus terus mendengarkan perkataan ayaj dan anak di dalam rumah besar Abbiyu karena ia ingin tahu kenyataan sebenarnya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa Papa menukarkan Aku Dengan Dia tentunya orang kaya itu akan memeriksa DNA kita supaya mereka bisa yakin bahwa akulah anak kandung mereka!" tanya Novandra yang kemudian diberi pujian oleh Alendra karena rupanya pikiran dari Adik angkatnya ini masih waras juga, pasti tidak mungkin kalau keluarga kandungnya akan serta-merta percaya bahwa anaknya masih hidup dan saat ini berada di hadapannya, mereka pasti akan melakukan tes DNA supaya bisa mengetahui dengan pasti apakah orang ini benar-benar anaknya atau tidak.


" Kamu jangan kuatir tentang hal itu Karena papa sudah mempersiapkan semuanya semenjak kalian masih kecil jadi Papa minta tolong sama kamu supaya kamu tidak memprovokasi Alendra sampai saat kita membunuhnya tiba. Saat ini dia akan papa jadikan bidak catur jadi tolong kamu jangan mengganggu rencana Papa untuk menjadikan kamu lebih kaya dari saat ini." jelas Papa Eka dengan nada senang.


Novandra hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia menyetujui apa yang diinginkan oleh Papanya itu. Tapi tetap saja di dalam hatinya dia tidak akan setuju kalau disuruh tunduk dan menurut kepada Alendra Kakak angkatnya itu karena dia merasa bahwa Kakak angkatnya itu hanya sebagai bidak catur dan pelayannya saja tidak layak bagi Alendra untuk menikmati kemuliaan kemuliaan lainnya seperti memenangkan kompetisi internasional yang sangat Novandra idam-idamkan itu.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2