
Hai readers..
Karena Rahasia sang menantu miskin sudah hampir end untuk session 1 nya maka thor bikin baru dengan thema mengubah takdir.
Jangan lupa support thor dengan like, vote dan gift yang banyak yaaaaaa.
Diusahakan bakal up 2x sehari ya. Makanya keep support author ya..!!
Happy Reading!!
***
“Bukan! Aku bukan asal memuji saja. Aku serius dengan apa yang aku katakana. Gimana kalau kamu bergabung bersama dengan aku? Dan kamu akan ada di dalam bimbingan aku. Bakat yang besar dan di dalam naungan management yang tepat akan membuat kamu semakin melejit. Bahkan nanti kamu juga akan mendapatkan bimbingan langsung dari bos Athena ynag terkenal bertangan dingin itu. Gimana? Aku kalau sama bakat bakat yang terpendam ini jadi gemes dan pingin segera mengontraknya supaya bakat kamu itu tersalur dnegan tepat!” katanya merayu.
“Tapi aku juga sudah bekerja..”
“Bekerja sambilan? “
“Iya menerima orderan lewat internet.” Kata Alend menyesal.
“Jangan khawatir, kamu masih bisa melakukan pekerjaan kamu kok. Cuman kamu juga harus bisa meyelesaikan kontrak yang harus kamu kerjakan. Sembari kamu juga bisa sambil belajar dengan bos Athena yang terkenal itu.” Katanya membujuk lagi.
“Ehm, sudah kamu tidak usah berpikir terlalu lama lagi. Yang penting kamu mau dan kontrak dengan aku dulu. Masalah pekerjaan kamu di luar Gen design akan aku bantu. Yang penting kerja kita di Gen D selsai tepat waktu. Aku kira si bos juga tidak akan masalah dengan itu.” Kata Cia mendesak Alend lagi. Sebenarnya Alend tertarik dengan bergabung di Gen design. Tapi ia juga sedikit ragu kemampuannya secara pribadi, tapi melihat Cia mendesak dan begitu yakin dengannnya, maka ia pikir apa salahnya? Toh dirinya juga harus mencoba dan harus bisa mengalahkan Novan yang saat ini sudah menjadi designer di Star design. Bukankah Star itu adalah saingan dari Gen Design, walau sampai sekarang Star masih belum bisa mengunggulinya.
“Okelah aku akan mencobanya .” kata Alend dengan bersemangat, membuat Cia semakin yakin dengan laki laki tampan di depannya itu.
“Oh ya siapa nama lengkap kamu. Sehabis kamu menyelesaikan makan kamu, kita bisa langsung berangkat ke kantor .” kata wanita cantik itu menghabiskan kopinya.
“Alendra Abbiyu Putra. “ katanya dengan singkat, sebenarnya ia malas menyebutkan nama lengkapnya.
“Eh.. namanya kok familiar?” kata wanita itu smabil mengernyitkan keningnya tanda ia sedang berpikir siapa yang bernama hampir sama dengan laki laki itu.
__ADS_1
“Novandra?” tanya Alend dengan nada malas.
“Oh ya, designnya menangin kompetisi diStar design kan? Aku sudah lihat designnya bagus banget, makanya dia bisa menang dan laris di star design.” Kata wanita itu dengan menggebu gebu.
“Iya dia adikku.”
“ Wah kalian sekeluarga emang sangat berbakat!” kata wanita itu memuji.
“Kamu mau tahu hal yang sebenarnya gak?” tanya Alend dengan nada tak yakin.
“Tentu, ada apa?”
“Design milik adikku itu aku yang buat.” Katanya dengan nada sinis.
“Yang benar? Kamu tidak berbohong?.” Matanya membulat karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alend.
Tentu saja tidak akan ada orang yang percaya kepadanya. Tapi sebodoh bodohnya Alend ia memiliki gambar yang memiliki tanda air didalamnya dan hanya dirinya yang tahu.
“Oke aku punya gambaran dari adikmu itu di majalah design. Dan majalah itu ada di kantor. Ayo kita balik ke kantor sekarang, sekalian aku akan membuat surat kontrak untuk kamu bekerja di bawah naungan Gen Design, dan sekaligus memperkenalkan dengan bos Athena yang terkenal itu. Bos Athena juga memiliki mata yang cukup jeli, kita bisa minta pertimbangan dengan dia. Coba saja kamu perlihatkan gambar design kamu dan gambar design di majalah design milik adik kamu yang menang itu. Baiklah aku akan membayar ini semua, kamu segera beres beres sekarang!” katanya sambil bangkit ke konter kasir.
“Eh biar aku bayar milikku sendiri..”
“Gak usah! Aku yang traktir kamu sekarang!” katanya sambil berlalu, meninggalkan Alend yang hanya bisa mengedikan bahunya saja. Wanita macam Cia itu cantik tapi dominan, tak terbantahkan serta gigih! Alend hanya bisa tersenyum karena sebentar lagi impiannya menjadi designer akan terbuka lebar.
Alend pun penasaran dengan yang namanya Athena, wanita cantik itu pasti lebih dominan.
***
Sesampainya mereka ke kantor Gen Design ia langsung diajak menuju ke kantor Cia, dan diperkenalkan dengan para designer muda yang seumuran dengannya.
Mereka ramah ramah dan memiliki dedikasi tinggi. Namun memang pekerja disini kebanyakan adalah wanita dan hampir semuanya cantik dan modis. Mata mereka langsung berbinar melihat teman kerja mereka ini yang tampan dan jomblo.
__ADS_1
“Kalian itu disuruh kerja bukannya malah lihat lihat temen kerja kalian yang baru.” Kata Cia dengan kesal, bawahanya itu kayak gak pernah lihat cowo ganteng, sampai melihat Alend dengan tatapan mendamba. Sedangkan Alend yang saat ini sudah berubah dan gak cupu lagi merasa sedikit salah tingkah karena tidak terbiasa jadi pusat perhatian.
“Ayo Alend, kita bahas masalah tadi di dalam ruangan aku saja!” ajak Cia dengan nada ketus.
“ Kak Cia!! Dipanggil sama big bos. Penting dan urgent.” Kata seorang wanita yang ternyata adalah sekretaris bos Athena.
“Kenapa sih big bos mencariku. Ya udah deh, sekalian memperkenalkan kamu ke big bos aja! Yuk!” katanya sambil menarik Alend untuk masuk ke dalam ruangan big bosnya itu.
Di depan pintu ruangan big bos, Cia langsung mengetuk pintu dan segera masuk setelah diijinkan oleh big bosnya itu.
“Bos, cari saya?” tanyanya dengan sopan sambil menarik Alend yang berjalan di belakangnya.
“Oh ya bos, saya menanda tangani seorang designer baru, tangannya masterpiece banget. Nanti kalau bos lihat pasti deh bos akan kesengsem lihat gambarannya. Kalau kalian berdua berkolaborasi pasti akan jadi sebuah karya yang tak tertandingi.” Kata Cia dengan vepat, sampai bosnya itu hanya bisa memandangi anak buahnya itu dnegan tatapan kesal, karena belum saja ia ngomong, anak buahnya sudah menceroros tidak karuan.
“Patricia!”
“Ya bos!”
“Aku mau nanya masalah kerjaan kamu, tapi kamu malah tadi kata anak anak keluar untuk ngopi? Eh sekarang kamu datang membawa anak baru.” Kata Athena sambil menepuk jidat, gaya anak buahnya yang konyol tiba tiba membuat ia sakit kepala.
Sedangkan Alend yang melihat Athena seperti melihat Dewi yang jatuh ke bumi. Wajahnya yang cantik dan menggemaskan, hidungnya yang mancung. Kulitnya yang halus dan putih seperti porselen. Alend terpesona. Jantungnya bahkan berdebar debar dan salah tingkah tidak karuan.
“Nih kenalin dulu bu Bos! Namanya Alendra Abbiyu Putra. Sumpah bu bos pasti suka dengannya!” kata Cia tanpa rem. Alend langsung tersipu, sedangkan Athena memutar bola matanya dengan kesal. Bahasa Cia sangat ambigu.
.
.
.
TBC
__ADS_1