
Alendra lagi-lagi dipanggil oleh Papa Mamanya untuk pulang ke rumah besar. Dirinya dipanggil sehubungan dengan didepak nya Novandra dari kompetisi internasional karena mempermalukan nama kompetisi internasional tersebut.
Sesampainya Alendra di rumah besar dia sudah mempersiapkan banyak hal terkait dengan pembelaan dirinya serta persiapan kalau kalau dirinya akan dijebak sekali lagi. Jadi dia membawa alat rekaman dan juga membawa copyan rekaman yang terdahulu. Dia sudah muak menjadi boneka dan dirinya sudah ingin memutuskan hubungan keluarga saja dengan Abiyyu Putra. Alendra sudah bisa menebak bahwa keluarga Abiyyu Putra pasti ingin memaksa dirinya untuk memasukkan Novandra untuk membersihkan namanya ke dalam Gen design di mana dirinya saat ini bekerja bersama Athena.
Tentu saja Alendra tidak setuju dengan keinginan kedua orangtua angkatnya itu untuk memasukkan Novandra ke tempat dia bekerja saat ini, selain Dia tidak ingin berdekatan dengan Novandra dan juga orang tua angkatnya, dia juga sudah muak untuk terus menerus di bawah perintah dari orangtua angkatnya yang kadang-kadang tidak masuk akal. Dirinya ingin segera bebas dari keluarga Abiyyu Putra dengan membeberkan fakta bahwa dirinya juga sudah tahu kalau dia adalah seorang anak angkat. tapi tentunya dia juga ingin membawa bukti itu supaya orang tuanya tidak bisa lagi menjadikan dirinya sebagai komoditi dan sebagai boneka untuk mematuhi keinginan dari keluarga Abiyyu Putra.
" Kamu sudah datang nak?" Papa Papa Eka dengan senyum yang menghiasi di wajahnya.
" Ada apa tuan Eka Abiyyu Putra memanggil saya kesini?" tanya Alendra dengan suara dingin.
Papa Eka Abiyyu putra mengerutkan kening dan senyum di wajahnya saat menyapa Alendra pun hilang. Tuan Eka? Kenapa anak ini memanggil mereka dengan panggilan yang sangat formal?
" Alendra, Kenapa kamu memanggil kami dengan sebutan tuan? Bukankah kami ini adalah papa dan mama kamu?" tanya Eka dengan mengerutkan keningnya. Tapi Alendra hanya menjawab dengan senyumnya yang sinis dan dingin.
" Oh ya? Apakah benar kalau aku ini adalah anak kalian? Bukannya aku ini hanya seorang anak pungut yang kalian pungut dari rumah panti asuhan!?" tanya Alendra dengan nada dingin.
Pertanyaan itu membuat Papa Eka Abiyyu Putra merasa berkeringat dingin, dia tidak mengerti bagaimana Alendra bisa mengetahui hal itu. Apakah jangan-jangan Novandra sudah mengungkapkan hal itu kepada Alendra sehingga membuat Alendra mengetahui hal yang sebenarnya? Papa Eka langsung menatap Mama Yuli dengan mata yang terbelalak dan sedikit pucat. Mama Yuli pun sama terkejutnya dengan papa Eka.
" Ngomong apa sebenarnya kamu ini! Kamu ini adalah anak sulung dari keluarga Eka Abiyyu!" kata Papa Eka dengan terbata-bata. Bagaimana Alendra bisa tahu dan apalagi yang dia tahu? pikir Papa Eka dengan tetap tersenyum percaya diri walaupun di dalam dirinya ada rasa bingung dan ketakutan.
__ADS_1
" Hah? Tolonglah kalian jangan terus bersandiwara seperti ini. kalian membuat aku menjadi muak! bisa langsung berterus-terang saja enggak?" sergah Alendra dengan nada dingin.
" Kakak?" kata Novandra ingin menimbung perkataan dari papa dan Mamanya.
" Tolong kamu bisa minggir saja dan tidak usah berkata apa-apa karena semua yang kamu katakan itu adalah bohong! Kamu sebenarnya ingin menjebak aku di malam itu ketika kita bertemu di Singapura. Untung saja aku ini cukup cerdas untuk bisa lepas dari hal-hal seperti itu sehingga aku selamat dan kamu malah yang kena getahnya sendiri!" kata Alendra Sambil tertawa dingin.
" Jadi, kamu?" Novandra bergidik ngeri dan juga. Amarahnya benar-benar sudah di ubun-ubun. gara-gara peristiwa penjebakan itu malah dirinya sendiri yang terkena getahnya.
Papa Eka dan Mama Yuli juga merasa marah karena gara-gara peristiwa di Singapura itu anaknya tidak lagi memiliki kesempatan untuk bisa menggantikan Alendra bahkan semua platform desain baik di Indonesia maupun di tempat lain, karena sudah tidak mau menerima Novandra sebagai pekerja di sana. Apalagi status dirinya sudah di Blacklist oleh semua platform desain terkenal di dunia.
" Apa? Salahmu sendiri! Kejahatanmu menimpa dirimu sendiri nama baik keluarga Abiyyu Putra pun lenyap gara-gara kelakuan dari Novandra! Sekarang cepatlah Tuan Eka Abiyyu Putra, aku telah menyia-nyiakan banyak waktuku di sini! Sekarang katakan mengapa sejak usiaku masih kecil kamu menjauhkanku dari keluargamu sehingga tidak ada seorangpun di keluargamu bahkan realsi bisnismu yang tahu tentang aku. Kamu menyembunyikan aku selama bertahun-tahun sehingga orang tuaku yang sebenarnya tidak bisa menemukanku selama bertahun-tahun anda menggunakan dan mengendalikan hidup saya sebagai boneka dan memanfaatkan saya sedemikian rupa! Itu semua karena kamu ingin menggantikan posisiku dengan Novandra kan? Tapi sayang, sekarang rencanamu sudah gagal." kata Alendra dengan senyum mengejek.
Papa Eka, mama Yuli dan juga Novandra merasa kesal melihat kenyataan bahwa semua sandiwaranya sudah terungkap dihadapan Alend. Dan Alend sudah membongkar semuanya. akhirnya nya berjalan mendekati aliandra dan tertawa sinis.
" Alendra aku yakin kamu tahu segalanya tentang rencana ku ini Namun ada satu hal yang tidak kamu ketahui kamu masih belum tahu siapa orang tua kamu kan?" Papa Eka tertawa begitu sinis sehingga semua orang yang ada di tempat itu menjadi merinding.
Tiba-tiba suasana didalam ruangan itu berubah menjadi dingin dan mematikan, Alendra berdiri tegak dan menatap Papa Eka seperti elang yang mengamati mangsanya. Dia siap mengambil tindakan jika perlu untuk melindungi dirinya sendiri ketika dia telah merencanakan untuk keluar dari keluarga Abiyyu Putra maka dia juga tahu kalau ini akan terjadi. Dia sadar bahwa Tuan Eka Abiyyu Putra benar-benar akan menunjukkan warna aslinya.
Sebenarnya Tuan Eka Abiyyu Putra mengharapkan Alendra akan marah kemudian meneriakinya karena dia tidak berterus terang akan siapa sebenarnya orang tua kandung dari Alendra. Tapi dia bingung kenapa malah Alendra menunjukkan senyuman di wajahnya, senyuman yang meremehkan, serta aura berbahaya dari tubuh Alendra.
__ADS_1
" Kamu berharap agar aku marah dan membentak kamu kan? Kalau begitu aku sangat senang karena sudah mengecewakan kamu tuan Eka Abiyyu Putra." Alendra mengeluarkan senyuman seringai jahat di wajahnya.
"Kamu benar tuan Eka, saya memang belum tahu siapa orang tua kandung saya. Tapi tuan Eka pasti pernah dengar dengan Pasukan Pengawal Bayangan ? Jangan cemas, saya akan bisa mendapatkan info dari sana." katanya sambil mengejek tuan Eka yang kelihatan pucat mendengar nama Pasukan pengawal Bayangan.
.
.
.
TBC
Hai readers, saat ini thor mau kenalin karya temen author yaitu Liana Keizia. Jangan lupa untuk terus
❤Like dan favorit
🧡 gift dan vote
dan bacaaa😍😍... Happy readingg
__ADS_1
Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Berbagi Cinta \= Belenggu Cinta Yang Sama, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=1521037&\_language\=id&\_app\_id\=1