
Alendra melihat semua orang yang sibuk dalam pembicaraan mereka tiba-tiba dirinya merasa sangat kesepian.
Dia mengambil segelas anggur dan berjalan menuju ke balkon depan. Di luar angin bertiup, langit gelap dan cahaya bulan di luar itu sangat terang sinarnya.
Alendra mendesah sambil bertanya-tanya dalam hatinya, Siapakah sebenarnya orang tuaku? Di manakah mereka sekarang? Apakah mereka memikirkan aku?
Dia sedikit menggigil saat angin dingin bertiup ke arah balkon Di mana dia berada. Saat ini dia ingin kembali ke apartemennya, tiba-tiba ponselnya berdering dan setelah dia melirik ke arah ponselnya itu itu ternyata yang meneleponnya adalah Athena, calon istrinya.
Dengan sedikit keraguan Alendra mengangkat sambungan ponselnya dan terdengarlah suara merdu calon istrinya itu.
" Hmmh"
" Kamu dimana, ndra?" tanya Athena dengan suara lembut dan penuh kemerduan, membuat Alendra sedikit tergugah hasrat kelaki-lakiannya.
" Masih di rumah besar. Apakah kamu butuh sesuatu?" tanya Alendra dengan nada lembut.
" Hmmh, aku di apartemenku, bisa kemari? Lagi lagi aku bermimpi buruj." keluhnya dengan sendu.
" Tentang hari itu?" tanya Alendra dengan hati hati.
" Iya." sahut Athena dengan singkat.
Alendra tahu persis dengan perasaan terbayang-bayang mimpi buruk yang mengganggu, karena dia pun mengalami hal yang sama.
Sejak Alendra terlahir kembali dia terus mengalami mimpi buruk yang sama. Di mana dia akan terbakar hidup-hidup di dalam api. Mimpi buruk yang selalu berulang di setiap dia bangun pagi keesokan harinya. Jadi tidak pernah ada jeda di mana dia bangun dengan semangat yang baru, karena di dalam mimpinya dirinya selalu terjebak di dalam api yang panas membara.
Jadi dia sangat tahu apa yang sebenarnya dialami oleh Athena. Sebuah trauma akan pemerkosaan dan hubungan intim tanpa persetujuan dirinya. Untung waktu itu dia membawa Alendra beserta dirinya untuk menemui tunangannya itu.
__ADS_1
Tapi sekarang dia bisa mengatakan bahwa itu adalah mantan tunangannya karena kakek dengan segera memutuskan tali silaturahmi dengan keluarga Rahman sebab Rahman sudah berani mengusik cucu kesayangannya itu.
" Aku akan segera kesana Kamu tunggulah dulu." kata Alendra menenangkan Athena dengan suara Bariton nya yang lembut. Tanpa berpamitan dengan kedua orangtua angkat dan juga adik angkatnya itu Alendra segera keluar dari tempat pesta dan menaiki mobilnya untuk segera menemui Athena.
Dari Sejak pertemuan yang pertama, Alendra sangat kagum dengan Athena, wanita yang begitu cantik dan begitu pandai, sudah menyita hatinya.
Pada waktu Rahman hendak melakukan sesuatu yang buruk terhadap Athena, dia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa apapun yang akan mengganggu Athena, dia sendiri yang akan menghancurkan dengan kedua belah tangannya. Dia akan melakukan apa saja untuk melihat Athena baik-baik saja.
Kejadian Rahman hampir menodai Athena membuatnya ingin selalu melindungi Athena. Bagaimanapun Keselamatan nya Athena dan kebahagiaan Gadis itu adalah yang terpenting baginya.
Sesampainya Alendra di apartemen milik Athena, dia langsung membuka pintu apartemen gadisnya itu dengan pasword yang sudah dia ingat.
Beberapa waktu yang lalu memang Alendra sempat mengantarkan obat dan juga beberapa makanan yang diinginkan oleh gadisnya itu. Dan karena mereka akan segera menikah jadi di Athena sudah memberikan kode password dari pintu apartemennya.
" Na, kamu sakit?" tanya Alendra dengan nada lembut dan hati-hati. Dia melihat wajah pucat dari gadisnya itu. hatinya serasa diremas saat melihat Athena yang masih trauma dengan kejadian di mana Dirinya hendak dinodai oleh mantan tunangannya.
Di dalam kamar, dia membaringkan Athena seperti menidurkan seorang yang anak kecil, serta menyelimuti tubuh athena sampai ke arah bawah dagunya.
Saat Alendra hendak keluar dari kamar tiba-tiba tangan ramping Athena memegang lengannya yang besar dan menahan nya supaya Alendra tidak keluar dari kamar.
" Kenapa?"
" Jangan pergi! Tidurlah disini." rengek Athena dengan nada manja membuat Alendra tidak bisa menolak keinginan dari calon istrinya itu, sehingga Alendra duduk di samping ranjang besar milik Athena dan menungguinya sampai Gadis itu terlelap terlebih dahulu baru dia akan keluar menuju sofa di ruang tamu dan tidur disana.
" Tidurlah, aku akan menjagamu!"
" Jangan pergi, tidurlah disini!" kata Athena lagi. Alendra merasa bahwa saat ini Athena sedang menguji jiwa kelaki-lakiannya.
__ADS_1
Apa dipikir hasratnya sudah tidak ada saat melihat Athena yang seperti kelinci kecil yang siap dimangsa oleh singa lapar? Tapi Alendra berusaha menahan semua rasa itu dan menuruti apa yang menjadi keinginan calon istrinya untuk tidur berbaring di samping Athena serta memeluk tubuhnya agar Athena tidak ketakutan lagi.
" Tidurlah, aku akan berjaga disini." katanya dengan lembut sambil menepuk-nepuk bahu calon istrinya itu supaya tidurnya bisa lelap. Tak berapa lama calon istrinya itu sudah tertidur dengan cukup lelap, membuat Alendra menjadi lega karenanya.
Saat Alendra yang sedang sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba merasakan bahwa Athena tubuhnya bergetar dengan cukup kencang.
Dia melihat Athena yang menggigil dan mengerutkan kening.
Bahkan Alendra juga mendengarnya meracau dengan suara lirih yang tidak bisa didengarnya secara jelas.
Alendra berusaha mendekati wajah Athena dan memegang keningnya juga, Alendra takut kalau Athena sedang demam.
Tapi ternyata Athena tidak sedang demam. Dia mendekati mulutnya dan mendengarkan apa sebenarnya yang di katakan oleh Athena.
Samar samar Alendra mendengar bahwa Athena meminta tolong agar tidak ditinggalkan. Apakah Athena sedang mengalami mimpi buruk? batin Alendra lagi. Mungkin ini efek dari trauma yang dialami oleh Athena.
Alendra tidak tahu apa yang harus dia perbuat, yang pasti dia berusaha membangunkan Athena, tetapi Athena tidak terbangun.
Alendra mencoba kembali berbaring di samping Athena dan memeluknya, berusaha membelai kepalanya dan menempatkan ciuman di dahinya sambil berbisik.
" Semuanya akan baik-baik saja!! Aku disini dan tidak akan pernah meninggalkan kamu sendirian." kata Alendra dengan nada lirih dan lembut serta dengan pelukan yang mengerat.
Mungkin karena Athena memahami kata-katanya, di dalam alam bawah sadar, Alendra merasa bahwa Athena sedikit tenang.
Lalu Athena tanpa sadar merangsek masuk ke dalam pelukan Alendra dan meringkuk di dada Alendra yang bidang, rupanya Athena menjadi tenang dan akhirnya Athena pun tersenyum di bibirnya yang seksi, dalam tidurnya yang lelap.
Ketika Alendra melihat bahwa Athena tidur dengan nyenyak dan tidak ada lagi mimpi buruk yang mengganggunya lagi. Lalu segera Alendra mencium i sekali lagi bibir Athena yang melambai lambai lalu memejamkan kedua belah matanya yang sudah sangat berat karena banyak sekali yang harus dilakukan sepanjang hari ini. Puas Alendra tidur bersama wanita yang didambanya.
__ADS_1