
" Hmm, Sebenarnya aku sudah menduga karena perasaanku sangat tidak enak terkait dengan perselisihan yang kamu lakukan di Pasukan Pengawal bayangan. aku rasa ini adalah kerjaan Alejandro. kamu harus berhati-hati dengan orang itu karena kemungkinan besar dirinya tidak terima ketika kakek menyerahkan tampuk kepemimpinan Pasukan Pengawal bayangan kepada kamu." kata Athena kepada Alendra dengan nada lirih karena mereka tidak ingin kalau kakek dan juga dua orang tersebut mendengar apa yang sedang dikatakan oleh mereka.
" Aduh!" kata Alendra mengeluarkan suara tertahannya.
" Astaga, Alend! Apa yang sakit? Aku harus melapor ke dokter!" kata Athena sambil akan berjalan ke arah kiri Alend karena tombol bantuan untuk memanggil suster atau dokter ada di samping kiri dari ranjang rawat inap milik Alendra itu.
Tapi tiba-tiba lengan kokoh Alendra sebelah kanan menarik tubuh istrinya itu dan mendekapnya dengan erat, sehingga Athena sedikit kepayahan karena tubuhnya yang membungkuk, terjatuh di dada sebelah kanan Alendra akibat tertarik oleh tarikan tangan Alendra.
" Biarkan begini saja terlebih dahulu!" Alendra menjeda perkataannya dengan menghela nafasnya terlebih dahulu.
" Kamu tahu sepanjang tadi aku antara sadar dan tidak sadar yang kau pikirkan hanya kamu. Aku takut tidak bisa lagi melihat senyumanmu dan perhatianmu yang seperti ini." lanjut Alendra dengan nada sendu. Athena pun hanya bisa pasrah ketika mendengar perkataan Alendra tadi karena perasaannya juga sama seperti Alendra bahwa dia juga takut kehilangan suami tercintanya itu.
Tapi dia juga menyadari bahwa kehidupan yang harus mereka alami ini penuh dengan tantangan dan banyak orang yang tidak suka akan kebahagiaan mereka.
" Kamu harus banyak istirahat dulu. supaya tenagamu pulih kembali. kata dokter memang tidak ada hal yang terlalu parah selain bahu sebelah kirimu itu saja, Selain itu hanya luka luka luar saja!" jelas Athena sambil tangannya merengkuh pinggang suaminya yang terlihat lebih liat dan kokoh karena pelatihannya terus-menerus bersama Pasukan Pengawal bayangan. Athena menikmati untuk menghidu aroma maskulin yang keluar dari tubuh suaminya itu.
" Bagaimana dengan kabar sang sopir yang kondisinya pasti lebih parah dari aku?" kata Alendra menanyakan kondisi dari sopir yang membawanya pada malam hari itu. dia sudah jelas tahu bahwa kondisi dari sang supir jauh lebih mengenaskan daripada dirinya sendiri jadi dia sadar bahwa pasti Sopir itu menderita luka-luka yang jauh lebih banyak dan lebih fatal daripada dirinya.
__ADS_1
" Memang kondisi Pak Sito lebih parah daripada kamu, tapi dokter juga sudah merawat dan mengusahakan semaksimal mungkin untuk kesembuhan dari Pak Sito." kata Athena menjelaskan kondisi dari sang supir.
" Kamu jangan lupa untuk memperhatikan keluarga nya supaya keluarganya juga tetap bisa mendapatkan uang sekalipun Sopir itu saat ini sedang dalam perawatan dokter karena luka-luka yang dialaminya." kata Alendra dengan begitu perhatian sambil masih terus memeluk istrinya yang sebenarnya dalam posisi yang sangat tidak nyaman karena Athena harus membungkuk karena pelukan dari suaminya itu.
" Kamu tenang saja karena kakek sudah menyuruh ajudannya untuk mengurus segala keperluan dari keluarga sang supir begitu pula dengan kondisi Sopir itu sudah juga dipantau oleh ajudan kakek semaksimal mungkin supaya Sopir itu bisa sembuh seperti sedia kala." kata Athena sambil mengelus pinggang suaminya yang hanya menggunakan baju pasien sehingga dia tahu pasti bahwa di dalam baju pasien itu Alendra tidak mengenakan apa-apa.
" Sayang, seandainya tidak ada kakek dan kedua orang itu, maka aku akan menghukum Istriku yang saat ini sedang menggoda aku." kata Alendra dengan senyuman yang menghiasi wajahnya yang diperban karena luka yang di deritanya.
" Astaga Alendra! Bagaimana pikiranmu bisa ke mana-mana seperti itu? Aku melakukan ini supaya kamu bisa cepat istirahat! Malah kamu pikirannya udah mesum saja!" kata-kata Athena sambil menarik diri dari pelukan hangat dan nyaman suaminya itu.
" Sayang, tidur di samping aku saja!" kata Alendra sambil merajuk dengan memonyongkan wajahnya.
" Endak, aku tadi cuman bercanda saja. Tapi walaupun kalau kamu meminta sungguhan, aku juga masih bisa ! Toh yang terluka hanya bahu sebelah kiriku, yang dibuat untuk bertempur kan tidak luka apa-apa!" kata Alendra dengan suara berbisik pula, masih dengan tujuan menggoda istrinya itu. Bahkan senyumnya semakin lebar saat Athena melotot menatap suaminya yang entah kenapa dini hari ini sedikit geser pemikirannya.
" Jangan berpikir macam-macam, istirahat saja supaya kondisi tubuh mu akan segera pulih!" kata Athena sambil naik ke atas ranjang rawat inap milik Alendra karena Alendra terus menepuk-nepuk sebelah kanan ranjangnya yang cukup besar muat untuk 2 orang.
" Sayang,aku kangen!" kata Alindra dengan nada Lirih karena takut juga membangunkan orang-orang yang ada di dalam ruangan kamar itu.
__ADS_1
" Jangan berisik! Nanti mereka bakalan bangun kalau kamu terus menerus berisik seperti itu! Ayo segera tidur, supaya besok ketika kamu bangun kondisimu sudah prima kembali!" kata Athena sambil menepuk-nepuk lengan kanan Alendra seperti seorang ibu yang menidurkan bayinya.
Alendra tersenyum dan segera memejamkan matanya. Sebenarnya kondisinya sudah balik seperti semula karena seringnya Alendra sekarang berlatih dengan Pasukan Pengawal bayangan membuat tubuhnya pun menjadi kuat baginya benturan ringan seperti itu tidak membuat dirinya kesakitan terlalu lama. Setelah melihat Athena tertidur, nafasnya pun sudah teratur, Alendra langsung merubah ekspresinya dari senyuman penuh kemesuman menjadi datar dan dingin.
Dia sadar bahwa ada orang lain selain Alejandro yang memanfaatkan kondisi seperti ini untuk menyerang dirinya. Dan itu berarti bukan hanya dirinya saja yang ada di dalam bahaya namun juga istri dan keluarga besar mereka yaitu kakek Athena. Alendra masih belum bisa memahami kenapa kedua orang sepasang suami istri itu selalu ada saat ini bersama-sama dengan mereka.
Apakah kira-kira Alendra akan menerima saat dia tahu bahwa sebenarnya kedua orang yang ada di dalam ruangan itu adalah ayah ibu kandungnya yang sudah terpisah lama dengan dirinya?
Apakah Alendra tahu bahwa sebenarnya, apa yang dialaminya saat ini adalah buah dari kebencian dan dendam masa lalu kepada keluarga Wirya Atmaja, yang saat ini juga mengusik hidupnya?
.
.
.
TBC
__ADS_1
Guys jangan lupa ya untuk menekan tombol like, memberikan hadiah, dan juga memberikan vote untuk cerita ini Karena cerita ini sedang ada dalam pantauan para editor yang terhormat, jadi jangan lupa untuk memberikan jejaknya melalui komen juga ya. Thank you !! happy reading