Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
29. Novan marah!!


__ADS_3

Alendra yang lagi berbicara dengan Athena tiba-tiba dialihkan dengan panggilan telepon yang ada di ponselnya. kalender melirik ke layar ponselnya yang menunjukkan bahwa Novandra yang menelepon dirinya. Alendra bingung karena biasanya tidak pernah Novandra itu menghubungi dirinya Kalau tidak ada sesuatu yang penting.


Lalu setelah Alendra mengangkat sambungan ponselnya ternyata novandra hanya memberitahukan bahwa Papanya ingin bertemu dengan dirinya.


Alendra segera menyanggupi keinginan Papanya untuk bertemu di rumah. dia langsung membicarakan itu kepada Athena. Tapi justru Athena khawatir Kalau nantinya akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di rumah keluarga Abiyyu Putra.


" Len, kamu pasti tahu kan resikonya kalau kamu masuk ke rumah besar milik Tuan Eka Abiyyu Putra?" kata Athena dengan kecemasan yang membayang di wajahnya.


" Kamu mengkawatirkan tentang aku?Aku akan baik baik saja, tenanglah!!" kata Alendra sambil mendekati tubuh istrinya.


Bagaimana bisa dia tidak mengkhawatirkan suaminya tetapi dia mencoba pasrah kalau dia mengatakan akan baik-baik saja maka Athena akan percaya kepada Alendra.


" Kemarilah!" perintah Alendra sambil memberi isyarat kepadanya untuk mendekat. Athena berpikir kalau Alendra hendak mengatakan sesuatu maka Athena mendekatinya tanpa disadari Alendra malah mencium bibirnya.


Dan sebelum Alendra berangkat Athena juga membalas ciuman mesra dari suaminya itu supaya memberikan Alendra semangat menghadapi orang-orang yang hendak menghancurkan dirinya yaitu keluarga angkatnya.


" Aku pasti mendatangi kamu malam ini, persiapkan dirimu!" kata Alendra sambil menjauh namun kerlingan matanya mengingatkan Athena akan hari apa ini. Hari ini adalah malam pertama buat dirinya dan juga Alendra sebagai sepasang suami istri yang sah. Memikirkannya saja membuat Athena menjadi malu.


***


Di dalam rumah besar milik Eka Abiyyu Putra, suasananya cukup tegang. Bahkan para pelayan baru saja membersihkan gelas pecah dari lantai sebelum pergi dengan tenang. Semua orang duduk di sofa ruang tamu dengan emosi yang berbeda terlihat di wajah mereka.

__ADS_1


Ketika Alendra masuk dia tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang berbeda karena melihat wajah mereka yang seakan-akan marah.


Novandra adalah orang pertama yang melihat Alendra masuk ke dalam melihatnya berjalan dengan santai dan senyuman di wajahnya Novandra menjadi marah dan sangat kesal. Novandra menyipitkan matanya dan kemudian mengejek.


" Wah sekarang kakak sudah berani memberontak akan perintah papa ya. Bahkan sekarang Kakak sudah lancang ikut kompetisi yang sama dengan kompetisi yang aku hadapi. Apa maksud kakak supaya segala pujian itu kembali ke tempat kakak?" sarkas Novandra lagi. Dengan wajah yang marah Novandra menatap Alendra kakaknya itu.


Ibu Yuli adalah orang pertama yang bertanya kepada Alendra dengan nada lembut. " Alen Kenapa kamu mengikuti kompetisi yang sama dengan adik kamu?"


" Maaf ma, Alendra sama sekali tidak mendaftar untuk mengikuti kompetisi itu melainkan Alendra dikirim oleh teman Alendra yang merupakan Bos Alendra sekarang, agar aku bisa mewakili dirinya masuk ke kompetisi itu." jelas Alendra sedikit berkelit.


Novandra segera mencibir,


" Bagaimana kamu bisa melakukan hari ini kepadaku? kamu tidak pernah memikirkan keluargamu saat mengambil langkah untuk mengikuti kompetisi ini bersamaku. rasa-rasanya kamu malah ingin meninggalkan kami semua dari belakang! kamu sudah merawatku tapi malah kamu sebagai kakak tertua Aku hanya bisa mengecewakan dan membuat aku nanti tersisihkan. Itu kan sebenarnya Tujuan kamu, Kak!" kata novandra sambil menuding loading wajah Alendra dengan tidak ada sopan-sopan nya.


" Jaga ucapan kamu ya! Kamu itu adalah adikku.Tidak sepantasnya kamu menuding di wajahku seperti itu. Kalau cuman aku mengikuti kompetisi yang sama dengan kamu bukan berarti aku ini menghianati kamu. Bukankah aku ini sekarang sudah dikenal sebagai anak tertua dari keluarga Abiyyu Putra, sudah semestinya kalau aku sekarang memiliki pekerjaan yang benar-benar bisa menjamin diriku di masa yang akan datang dan tidak mempermalukan keluarga Abiyyu Putra begitu saja. Lagian kalau memang kamu mau mengikuti lomba silakan saja toh aku kan tidak melarang?" kata-kata Alendra membela dirinya. Padahal dia memang ingin masuk ke dalam kompetisi itu supaya Novandra menjadi rivalnya dan dia akan bisa mempermalukan Novandra di kompetisi internasional itu.


Semua orang yang ada di ruangan tamu itu sangat terkejut ini adalah pertama kalinya mereka mendengar Alendra meninggikan suaranya atas Novandra. Anak laki-laki yang biasanya penurut dan juga tampak lemah serta culun dihadapan mereka tiba-tiba menjadi orang yang tampak dominan dan juga pemberani.


Novandra semakin marah melihat kakaknya Alendra bahkan berani membentak nya dihadapan semua orang. Beraninya Alendra anak yatim piatu ini meninggikan suara di hadapan nya. Bukankah dia hanya seorang pelayan tapi beraninya dia bertindak marah-marah di depan aku.


Novandra sudah kehilangan akal sehatnya, satu satunya yang terlintas di pikirannya hanyalah menunjukkan kepada Alendra bahwa Alendra tidak lebih tinggi dari pelayan di rumah besar mereka itu.

__ADS_1


" Berani-beraninya Kakak mengatakan seperti itu kepadaku! Emangnya kakak pikir kamu itu siapa hanya seorang.."


" Diam kamu, Novan!" tiba-tiba sebuah suara marah menghentikan perkataan dari Novandra.


" Begitukah cara kamu berbicara dengan kakak tertua mu? Apa ini yang telah aku ajarkan sama kamu?" mendengar kata-kata dari Papa Eka Abiyyu Putra maka mungkin orang yang mendengarnya akan berpikir bahwa dia membela Alendra tetapi Alendra jelas tahu bahwa saat ini sebenarnya Papa Eka sedang menahan rasa amarahnya kepada dirinya yang dianggap memberontak dengan mengikuti kompetisi desain yang sama dengan Novandra.


Dia telah dengan jelas tahu bahwa Sebenarnya tadi Novandra akan mengucapkan kata anak angkat yang tidak tahu diri ketika Papa Eka menghentikannya pada waktu yang tepat.


mendengar pertengkaran dari Novandra dan Alendra, apa Eka sedikit ragu untuk bertanya kepada Alendra. bagi Bapak Eka Alindra adalah sebuah bidak catur sehingga dia tidak ingin kehilangan Bidak ini, Papa Eka memikirkan kata-kata Alendra yang lebih berani daripada sebelumnya, apa Eka tidak ingin mengatakan sesuatu yang mungkin malah bisa memicu emosi dari Alendra sehingga membuat Alendra melakukan sesuatu yang dirinya tidak akan bisa kendalikan nanti.


" Alendra sekarang kamu katakan sama papa sebenarnya, Kenapa kamu sekarang malah mengikuti kompetisi desain yang sama dengan adik kamu itu?" tanya papa Eka dengan nada lemah lembut serta kebapakan.


" Papa, tadi kan Alendra sudah bilang kalau sebenarnya Alendra tidak mendaftarkan ke kompetisi itu. namun Bos Alendra yang sudah mendaftarkannya langsung. Alendra tidak bisa lagi berkelit karena bos Alendra lah yang selama ini membiayai kehidupan Alendra." kata Alendra lagi dengan nada pasrah seolah dia ikut karena terpaksa. Membuat papanya tidak bisa lagi memaksanya mundur.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2