
" Salah !! Sebenarnya kamu tidak ingin menjadi seorang desainer, kamu hanya ingin bersaing dengan ku!! Kamu iri padaku kamu ingin merebut segalanya yang saat ini aku miliki, kamu ingin merebut pertemananku, penggemarku, dan karirku di bidang desain. Apa Aku bener kakak??" bantah Novandra dengan nada tinggi.
Sambil menyilangkan lengannya, Alendra hanya bisa mendengus kesal. Adik angkatnya itu apa sudah lupa ingatan? Emangnya dia bisa menang di Star desain dan terkenal sebagai desainer ternama di Star desain karena siapa? Apakah dia membuat sendiri desain nya? Segala sesuatu yang dimiliki di star desain oleh Novandra adalah seharusnya milik Alendra! Jadi seharusnya Novandra tidak berpikiran sepicik itu!
" Karir apa yang kamu bicarakan ya? Sebenarnya apa yang kamu miliki adalah pemberianku! Karena apapun yang saat ini kamu miliki semuanya kuberikan kepadamu. Desain kemenangan mu di Star desain dan penggemar mu itu semuanya kuberikan kepadamu. Jangan pernah lupakan itu!! Kamu tidak pernah melakukan apa-apa untuk karirmu dan kamu tahu lebih baik daripada orang lain bahwa akulah yang mendesain semua gambar yang membuat kamu menang di kompetisi Star. Jadi jangan berani-berani mengatakan sesuatu seperti itu kepadaku. Aku membantumu karena aku adalah kakak tertua kamu, dan bukan budakmu! Jadi jika aku baru bisa mengangkat kamu maka percayalah padaku bahwa aku juga tidak butuh waktu semenit untuk menghancurkan karirmu yang berharga itu." Alendra berkata dengan nada menantang.
" Oh jadi kakak menantangku?"
" Cukup kalian berdua!! tidak ada yang akan menantang siapapun dan tidak ada yang akan menerima tantangan apapun. Apa kalian berdua mendengarkan saya?" Papa Eka Abiyyu Putra sangat marah sehingga dia merasa pembuluh darahnya pecah kepalanya.
" Alendra, Papa tidak pernah mengharapkan ini dari kamu. Apa yang kamu lakukan sekarang? Menantang dan mau menghancurkan karir, maksud kalian ini sebenarnya apa?"
" Dan kamu Novandra, Apakah begitu cara kamu berbicara dengan kakak mu, menantang nantang kemudian berkata kasar. Kalian berdua benar-benar membuatku kecewa. Padahal kalian berdua adalah anakku .Bagaimana kalian bisa berkelahi satu sama lainnya?" tanya Papa Eka dengan nada kecewa.
" Apakah benar aku ini adalah putra mu?" tanya Alendra dengan nada kesal. Dia mendengus kecil karena dia merasa bahwa Papanya Itu terlalu pandai berakting.
Wajah Papa Eka memucat seketika, detak jantungnya semakin cepat mendengar kata-kata dari Alendra. Ini adalah kata-kata yang paling ia takuti.
" Alendra apa yang kamu katakan, tentu saja kamu adalah anakku!" tapi Alendra hanya menggelengkan kepalanya kemudian terkekeh miris.
" Kurasa tidak, justru aku merasa bahwa aku adalah seorang yatim piatu yang kalian angkat untuk menjadi pembantu di rumah ini."
__ADS_1
"" Apa yang sedang kamu bicarakan? Kamu adalah anak sulungku dan itu adalah kebenaran tidak ada yang bisa mengubahnya!" kata Mama Yuli dengan nada gusar.
" Alendra dengarkan papa.."
" Tidak papa, hari ini kalian semua harus mendengarkan aku. Aku melakukan segalanya untuk kalian, karena kalian adalah keluargaku dan aku mencintai kalian semua. Sekarang identitas ku terungkap, semua orang tahu bahwa aku adalah putra sulung mu. Dan ini kesempatanku akhirnya aku bisa mencapai impian ku sebagai seorang designer tapi kalian tidak senang. Apakah itu yang dikatakan bahwa aku ini adalah anak kandungmu ? Padahal aku selalu bekerja agar Novandra bisa mencapai keinginannya Tapi selama hidupku aku tidak pernah merasa bahwa keluarga ini mendukungku!"
" Kenapa hanya saya ? Kenapa Novandra bisa memiliki kehidupannya sendiri dan tidak perlu tersembunyi dari orang-orang tapi aku selalu disembunyikan? Mengapa hanya saya yang harus mengorbankan impian karir dan hidup saya!" lanjut Alendra dengan nada tinggi.
" Karena kami ingin melindungi kamu! Kami adalah orang tuamu dan kami mengkawatirkan kamu..."
"Melindungi dari apa dan siapa?" desaknya lagi.
Rasanya dulu dia memiliki kendali sempurna atas kehidupan Alendra apapun yang menjadi perkataannya merupakan perintah bagi Alendra yang Alendra pasti patuhi.
" Sekarang saya ingin tanya apakah kalian setuju dengan keinginan ku untuk menjadi seorang designer di bawah pimpinan dari temanku itu?"
" Emang temanmu itu itu menjadikan kamu designer di mana?" tanya Papanya dengan nada lembut dia tidak ingin memicu pertengkaran yang lebih dalam lagi dengan Alendra.
" Gen design!"
" Apa? Gen design? Kakak harus membatalkan kontrak!! Gen lebih prestisius dan terkenal dibanding Star!!! Tentu kalau kompetisi pasti akan lebih banyak dukungan dibandingkan kalau agensinya belum terkenal betul." kata Novandra semakin cemas.
__ADS_1
" Diam kamu!!! Jangan hiraukan perkataan Adikmu yang melantur itu lebih baik kamu persiapkan saja kebutuhanmu untuk berkompetisi. Lagian kalian akan bersaing dengan sehat, apalagi kalau kamu mau mengajari Adik kamu supaya lebih berpengalaman lagi." kata Bapak Eka dengan nada lembut kepada Alendra. Dan bukannya Alendra senang dengan hal ini dia malah Curiga dengan kelakuan papanya yang menurutnya aneh. Pasti Alendra dibuat lengah supaya selanjutnya dia bisa menjatuhkan Alendra.
" Tapi papa.. dia ini kan cuman anak.."
" Papa bilang diam ya diam!! Dasar anak manja!! Sekarang kamu masuk ke dalam kamar sana!!!" bentak Papa Eka dengan nada keras. Lagi lagi Novandra anaknya yang bodoh itu ingin membuka rencana dari papanya, kalau tidak segera disingkirkan maka anak bodoh itu akan bisa membuat rencananya menjadi gagal.
" Tapi paaa!!" perkataan dari Novandra tidak lagi digubris oleh Papanya. Bahkan Papanya menunjuk ke arah kamarnya sebagai kode bahwa dia tidak boleh lagi membantah dan menurut saja masuk ke dalam kamar.
Novandra terbakar emosi begitu rupa, dia menatap Alendra kakaknya itu dengan tatapan mata tajam. Seandainya mata Novandra itu adalah sebuah pisau dapat diyakini bahwa saat ini Alendra udah terbunuh dengan pisau itu. Ia masih tidak terima tapi mau tidak mau dia harus menerima apa yang menjadi perkataan dari Papanya. Karena Papa Eka sudah mulai menunjukkan wajah penuh amarah. Padahal apa sih salahnya karena kan dirinya merasa terancam dengan kehadiran Alendra di kompetisi desain internasional itu.
" Alend... Sudahlah jangan hiraukan Adik kamu yang sedang emosi Mungkin dia hanya sekedar kelelahan karena dirinya dituntut banyak oleh Star desain. Kamu ikut saja tidak usah memikirkan Adik kamu itu."
Emang siapa yang mau mikirin adik laknat macam novandra itu, untung saja 1 orang yang bernama Vitalia itu sudah di eliminasi dari awal, kalau tidak bisa ikut-ikutan bikin sakit hati dan sakit kepala!
.
.
.
TBC
__ADS_1