
Setelah menyelesaikan makan malamnya. Alendra lagi lagi kembali merenung.
" Kenapa sih papa?" tanya Athena berbisik di telinga Alendra. Alendra pun menoleh dengan tampang linglung dan menatap Athena dengan sedikit ragu.
" Aku tidak sedang bermimpi kan? soalnya aku benar-benar tidak ingin ini berakhir dan aku ingin kehamilanmu itu benar-benar nyata!" perkataan Alendra itu membuat Athena menjadi tertawa. Rupanya suaminya itu besi sedikit kurang yakin dengan apa yang dia katakan bahwa dirinya saat ini sedang hamil.
Lalu Athena dengan segera ia mencubit pipi dari Alendra dengan cukup keras sehingga pemiliknya menjadi berteriak kesakitan.
" Aduh, sakit sayang!" protesnya dengan Sedikit keras karena dia tidak mengerti mengapa tiba-tiba Athena ingin mencubit pipinya.
" Kalau kamu memang merasakan sakit berarti kamu sedang tidak bermimpi suamiku tersayang dan apa yang aku katakan itu sungguh-sungguh! Semua tes yang aku lakukan itu benar-benar nyata dan memang benar ada anak kamu di dalam sini. Usianya baru 6 minggu jadi kamu harus berhati-hati!" kata Athena dengan kekehan yang keras melihat suaminya yang hanya manyun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya tanda dirinya masih belum bisa yakin 100%.
" Maksudnya aku bisa menjenguknya asal aku berhati-hati?" tiba-tiba Alendra mengkaitkan usia dari kehamilan istrinya itu dan perkataan istrinya agar dirinya berhati hati sama kebiasaannya yang setiap hari harus meminta jatah kepada istrinya itu.
Istrinya hanya bisa mengerutkan kening dan memutar bola matanya dengan sedikit kesal karena pemikiran dari suaminya itu jatuh jatuhnya tetap ke arah yang mesum. Tapi Athena juga sadar bahwa itu merupakan kebutuhan yang wajib bagi dirinya untuk memenuhi nya.
Begitu Alendra mendengarkan kata-kata istrinya itu dan melihat reaksi dari istrinya matanya kemudian melebar dan tanpa memikirkan apapun dia segera menarik istrinya ke dalam pelukannya sambil memegang wajahnya di tangannya dan dia mencium bibirnya dengan sangat keras.
" Ohh, Athena. Aku adalah pria yang paling bahagia hari ini!!"
" Jadi cuman hari ini?"
" Selama kamu dan dia ada disini bersamaku, aku adalah laki laki yang bahagia." katanya dengan memgecup bibirnya kali ini dengan penuh kelembutan. Tak seperti ciumannya yang sebelumnya kali ini Alendra benar-benar menikmati dan membuat Athena merasa melayang di awang-awang karena ciumannya begitu lembut dan seakan takut kalau Athena akan terluka dengan ciumannya itu.
__ADS_1
" Alend.."
Alendra sedikit mengerang karena dia harus menahan hasrat yang begitu besar karena dirinya tidak ingin menyakiti Athena dan bayi yang ada di dalam kandungannya.
Alendra tahu bawah ini menjadi kejutan yang begitu luar biasa bagi dirinya bahkan sekalipun dirinya sudah menikahi Athena secara sah namun dia belum berani memikirkan dan membayangkan bahkan di dalam mimpinya sekalipun kalau kenyataannya begitu indah seperti menjadi seorang Papa bisa terwujud secepat ini.
Dia sangat bahagia dan wajahnya pun menunjukkan senyum yang puas.
" Aku akan menjadi seorang papa!" katanya ditengah keharuan.
Lalu seperti dirinya tersengat listrik Dia kemudian ingin mengatakan secara sejujurnya kepada Athena tentang keberadaan dirinya, rasanya tidak adil bagi Athena kalau Alendra belum mengungkapkan segalanya dengan jujur. Dirinya masih menyimpan kenyataan bahwa dirinya itu dilahirkan kembali 1 tahun sebelum kejadian kematiannya akibat api yang membakar gudang tua itu terjadi. Dan sedikit demi sedikit mereka yang melakukan hal-hal yang jahat kepadanya harus menerima pembalasannya sekalipun mungkin bukan hanya dari tangannya sendiri.
Perubahan ekspresi wajahnya itu ditangkap dengan jelas oleh Athena yang kemudian menjadi heran karena tiba-tiba wajah Alendra suaminya itu menjadi sendu seakan ada sesuatu beban berat yang menggelayuti pikirannya saat ini.
Lalu Alendra mendesah dengan kasar karena malam hari ini juga dia ingin mengungkapkan segalanya kepada Athena dan menunjukkan Wajah aslinya secara jujur kepada istrinya itu supaya tidak ada lagi yang ditutup-tutupi dari dirinya kepada Athena.
Athena melihat ekspresi wajah yang begitu tegang sehingga dirinya pun jadi khawatir dengan apa yang hendak diungkapkan oleh Alendra kepadanya.
" Sejak aku bertemu pertama kali dengan kamu aku selalu bisa melihat cinta dan perhatian yang kamu miliki untukku. Dan kamu tahu kalau aku takut untuk dicintai sekali lagi, karena aku tidak ingin di khianati, digunakan lalu dibuang. Awalnya yang ada di dalam pemikiran ku hanyalah balas dendam kepada orang-orang yang sudah membuat aku terpuruk sampai di titik seperti ini." kata Alendra setelah menarik nafas panjang, seolah apa yang hendak ia katakan adalah hal yang sangat berat sehingga Athena sedikit menahan nafasnya karena dia ingin mempersiapkan diri tentang apa saja yang akan dikatakan oleh Alendra dan menguatkan hatinya untuk itu.
" Apa yang aku inginkan saat itu hanyalah membuat orang-orang yang sudah mengkhianati, yang sudah menggunakan dan membuang diriku begitu rupa adalah membayar atas hal-hal yang telah mereka lakukan kepadaku. Pada saat itu pembalasan dendam adalah tujuanku tapi kamu sedikit menambahkan hal-hal yang baik di dalamnya Athena..'" kata Alendra sambil tersenyum lembut penuh cinta kepada Athena sambil membelai pipinya yang halus.
" Terima kasih karena kamu sudah masuk ke dalam hidupku dan mengubahku. Kamu membuatku sadar bahwa cinta tidak pernah membuat kita menjadi lebih lemah namun justru membuat kita jauh lebih kuat. Berada bersama dengan kamu di dalam hidupku membuat aku cukup kuat untuk menghadapi situasi apapun di dalam hidup!" perasaan Athena pun seperti disiram dengan air es yang begitu sejuk dan menggetarkan hatinya dia tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan ada didalam titik di mana kata-kata yang begitu indah dan memuja itu bisa benar-benar menyentuh hatinya dan perasaannya.
__ADS_1
" Saat ini aku hanya bisa bilang sama kamu bahwa aku sungguh-sungguh tulus mencintai kamu dari lubuk hatiku yang terdalam." kata Alendra sambil mengecup Athena dengan penuh rasa memuja.
" Dan aku ada sesuatu hal yang perlu kamu tahu tentang aku... Apakah kamu percaya pada sebuah kata reinkarnasi? Maksudku apa kamu percaya pada konsep kelahiran kembali?" tanya Alendra dengan sedikit ragu membuat Athena bingung mendengar suara ragu-ragu dan gugup dari mulut Alendra. sejujurnya Alendra tambah gugup ketika melihat bahwa Athena menggeleng-gelengkan kepalanya tanda dia tidak mempercayai kelahiran kembali.
" Athena aku tahu bahwa apa yang akan aku katakan mungkin terdengar aneh bagi kamu. Jujur aku juga tidak tahu bagaimana aku bisa mengatakan kepadamu tapi ini karena aku tidak ingin menyimpan rahasia diantara kita.." Alendra nampak kesulitan untuk menceritakan secara jelas tentang kehidupan keduanya ini.
" Tenang Alend, bicaralah dengan tenang." kata Athena sambil merengkuh suaminya yang kekar ini dan memeluk serta mengusap punggungnya dengan sayang.
" Kalau aku bilang bahwa ini adalah lah kehidupan keduaku, Apakah kamu percaya padaku?"
.
.
.
TBC
Akhirnya Alendra mengaku pada istrinya. Kira kira bagaimana ya? Apakah Athena terima?
Guys jangan lupa ya untuk menekan tombol like, memberikan hadiah, dan juga memberikan vote untuk cerita ini Karena cerita ini sedang ada dalam pantauan para editor yang terhormat, jadi jangan lupa untuk memberikan jejaknya melalui komen juga ya. Thank you !! happy reading!!!
Terima kasih juga bagi yang sudah sumbang vote dan hadiah buat karya ini, karena kalian saat ini karya ini sudah di beranda.
__ADS_1
Luangkan waktu untuk tetep like dan komen juga.🙏🏻🙏🏻🙏🏻