
Ajudan dari kakek Sur itu memiliki nama yang aneh. Masak nama orang hanya di sebut dalam satu alfabet saja, misalnya A, B atau C.
Karena kata kakek dulunya mereka memiliki masa lalu yang kelam sehingga mereka ingin melepaskan semua nama beserta nama keluarganya dan mengabdikan seluruh hidupnya kepada kakek karena merasa telah ditolong oleh kakek sehingga memiliki kesempatan kedua untuk hidup jadi dia hanya menamai dirinya ajudan kakek saja, tidak pernah dirinya mau untuk diberi nama atau dipanggil sesuai nama lengkapnya dulu.
Jadi kakek kalau memanggil mereka ya ajudan A, B atau C, soalnya kakek memiliki 3 ajudan pribadi yang selalu mengikuti langkah kakek ke manapun kakek pergi.
Kebetulan Athena memang memiliki semua nomor ponsel dari ketiga ajudan kakek itu. Dan ternyata salah satunya masih bisa dihubungi oleh Athena.
" Hallo pak, saya Athena. Saya ingin tahu kemana kakek berada. " kata Athena tanpa tedeng aling-aling dan tanpa basa-basi lagi langsung menembak tepat kepada ajudan yang dia telepon.
" Maaf nona saya tidak bisa memberitahukan kepada nona di mana kakek berada karena ini sangat privat dan rahasia sekali."
" Tapi saya ada di dalam kondisi yang tidak baik-baik saja! Suami saya hilang dan kemudian kakek juga tidak bisa dihubungi? Kalau kalian tidak bisa memberitahukan di mana kakek maka aku akan mengobrak-abrik markas dari Pasukan Pengawal bayangan! Dan jangan salahkan aku kalau nanti aku menghubungi pihak kepolisian dan juga media supaya semuanya bisa lebih jelas lagi! Apa-apaan ini semua? Kalian coba pikir, aku ini istrinya tapi aku tidak tahu kemana suami ku dan kalian juga pikir aku ini adalah cucu dari kakek tapi aku tidak bisa menemukan kakek dimanapun aku mencarinya, lalu aku harus bagaimana???" teriak Athena dengan nada marah.
Teriakan Athena begitu keras sampai-sampai Patricia yang ada di sampingnya pun menutup kedua telinganya karena mendadak telinganya seperti tuli karena mendengar suara Athena yang sangat keras.
Rupanya ajudan kakek yang ada di sana langsung mengadakan sedikit perembukan kepada teman-temannya yang ada di sana untuk mengambil keputusan apa yang harus dikatakan kepada Athena saat ini. Lalu Ajudan itu menjawab Athena dengan nada tenang,
" Baiklah nona, kami akan menghubungi Nona 10 menit lagi setelah kami membicarakan hal ini kepada kakek maka kami akan segera memberitahukan jawaban kakek!" kata ajudan yang dihubungi oleh Athena itu.
Hal ini sedikit membuat hatinya menjadi lega karena perkataan yang diucapkan oleh Ajudan itu namun dia masih bertanya-tanya sedang Di manakah kakek dan juga suaminya itu berada, Kenapa mereka berdua kompak sekali untuk menghilang bersama-sama seperti ini membuat perasaan dari Athena menjadi sangat kesal.
__ADS_1
" Baiklah, ingat aku hanya menunggu 10 menit kalau kamu tidak membalas apa yang menjadi pertanyaanku tadi dan tidak memberikan jawaban yang memuaskan tentang keberadaan dari suami dan kakekku Maka jangan salahkan aku kalau nantinya aku akan berbuat bodoh dan konyol." kata Athena dengan nada kesal, pikirnya biar saja kalau semua orang tahu kebobrokan dari Pasukan Pengawal bayangan yang dimiliki oleh kakek asalkan dirinya bisa mengetahui di manakah keberadaan kakek dan juga suaminya saat ini. Athena merasakan ada hal yang berbeda dan sangat urgent yang harus ditangani segera karena mereka menghilang secara bersamaan dan mencurigakan.
***
Alendra sedang mengerjakan sesuatu dengan laptopnya saat dia dalam perjalanan untuk menjemput istrinya. Hari memang sudah mulai gelap dan jalanan menuju lokasi tempat istrinya menunggu bersama dengan Patricia cukup lengang karena tidak ada kendaraan lain yang ada di jalan. Tadinya ia berencana menjemputnya sendiri, tapi karena takut waktunya mepet, ia menyuruh supir pribadinya untuk menjemput duluan, tapi ketika ia melirik arlojinya dan waktunya masih bisa maka ia mencoba menjemput, biar nanti Cia diantar oleh supirnya yang itu.
Alendra melirik kearah arlojinya dan memerintahkan sopirnya untuk cepat mengemudi, dia tidak ingin kalau istrinya Athena menunggu terlalu lama untuknya dan juga dia ingin segera bersamanya.
" Ya pak!" sahut Sopir itu sambil mengangguk lalu mempercepat sedikit laju mobil yang dikendarai. Namun di tengah jalan sang sopir tiba-tiba melihat sebuah mobil besar datang tepat di arah mereka dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Sang sopir terus menekan klakson tapi mobil yang mendekat tidak mau berhenti. Karena sopir menekan klakson begitu kencang sehingga Alendra pun kehilangan fokus dari laptopnya, ia mengangkat kepalanya karena kesal dan hendak berteriak ketika dia melihat sebuah mobil datang ke arah mereka.
" Belok kan setir ke kiri!!" teriakan Alendra dan sang sopir segera berbelok ke kiri tanpa melihat mobil lain yang datang ke arah mereka dari sebelah kiri juga, sehingga semua jalan mereka tertutup!
Sebelum sopir dan Alendra bisa melakukan apapun, mobil lain menabrak dari arah belakang serta mendorongnya lebih jauh ke sisi kiri jalan persis tepat di sebuah pohon besar sehingga bunyi tabrakan yang begitu kencang tidak dapat terhindarkan.
Depan mobil mengalami kerusakan parah dan sang supir pun terluka berat. Kepalanya berdarah dan dia segera pingsan, sementara Alendra juga terluka namun sedikit lebih baik dibandingkan dengan sang sopir. benturan keras di wajahnya membuat sudut bibirnya sedikit berdarah serta jendela mobil yang di samping pecah dan mengenai pelipisnya.
Dia bisa merasakan matanya yang sangat berat saat dia mencoba mencari ponselnya.
" A- Athena.." dia bergunam melirih saat dia dalam keadaan setengah sadar.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian
Seorang pria berpakaian serba hitam mencapai tempat kecelakaan Alendra dengan mobilnya, Dia turun dari mobil dan bersiul senang karena melihat skenario yang disusun berhasil dengan sempurna.
Seluruh jalanan sepi, jadi pria berpakaian serba hitam itu berjalan sendiri menuju ke mobil yang telah rusak parah dan dengan 2 pasien yang terluka, dia mengecek ke mobil yang rusak parah itu dan mengerutkan keningnya karena melihat Alendra dan sopirnya yang bersimbah darah.
" Gawat!! Dalam skenario seharusnya mereka tidak mati. Ini hanya supaya mereka ketakutan saja!" katanya dengan suara yang cukup keras.
Berlatih dengan pasukan pengawal bayangan membuat Alendra berada dalam kondisi fisik yang di atas rata-rata sehingga sekalipun tubuhnya luka dan kepalanya kena benturan yang cukup keras namun dirinya masih bisa mendengar suara dari orang tersebut, dirinya ingin bertanya kepada pria yang berbaju hitam itu namun dia tidak memiliki kekuatan yang tersisa di tubuhnya.
Tiba-tiba dia merasakan matanya tertutup dan segala sesuatu di sekitarnya menjadi gelap.
.
.
.
TBC
hai Readers,
__ADS_1
Mulai hari ini author akan stabil up ya, ditunggu aja cerita selanjutnya. Minimal author akan up 1 hari 1x doakn saja kondisi fisik kuat sehingga bisa up lebih dari 2. Ha ha ha ..
Tolong jangan lupa kasih like dan juga vote, hadiah dan juga favorit, share juga ya...ini biar author semangat!!