Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
53. Alendra sadar!


__ADS_3

Athena hanya mendesah kasar tidak menjawab dan juga tidak menanggapi apa yang kakek sudah ceritakan kepada dirinya. kakek dan 2 orang yang ada dihadapan Athena itu berharap-harap cemas kepada apa yang saat ini menjadi reaksi daripada Athena. mereka sadar bahwa apa yang mereka lakukan kemarin itu mungkin sedikit menyinggung perasaan Athena dan juga Alendra. di dalam bayangan mereka Athena akan lebih bisa menerima kenyataan bahwa orang yang ada di hadapannya itu adalah mertuanya namun bagaimana dengan reaksi Alendra? kemungkinan Alendra akan bereaksi lebih berat daripada Athena? inilah yang membuat sepasang suami istri itu khawatir akan penolakan yang bisa terjadi saat Alendra tahu bahwa mereka adalah kedua orangtua kandung dari Alendra. perbincangan mereka sedikit terjeda karena Seorang perawat meminta Athena untuk masuk karena hendak menginstruksikan kepada Athena tentang apa yang harus dilakukan oleh Athena dan apa yang tidak. sehingga Athena meninggalkan perbincangan yang terjadi di luar ruangan VIP dan masuk mengikuti perawat yang hendak pergi setelah menginstruksikan beberapa hal kepada Athena. Athena pun segera mencatat apa-apa saja yang harus dilakukan sebelum suster atau perawat yang tadi memanggilnya kemudian pergi karena melakukan tugas yang lainnya.


Athena Hanya duduk di samping Alendra yang terbaring lemah di brankar rumah sakit. Athena merasa bahwa saat ini kondisi dari suaminya sudah baik-baik saja serta suasananya kembali normal namun yang menjadi pemikirannya saat ini adalah perkataan dari kakek yang yang mengatakan bahwa kedua orang yang tadi ada di luar adalah orang tua kandung dari Alendra.


Kedua orang tadi yang sedang ada dalam pikiran Athena masuk ke dalam ruangan VIP bersama dengan kakek. Mereka hanya duduk diam di sudut sofa yang memang disediakan di ruangan VIP yang besar dan mewah itu. Kakek pun menunggu kesadaran dari Alendra juga tanpa kata, dirinya sadar kalau Cucunya juga membutuhkan waktu untuk menelaah semua hal yang sedang terjadi saat ini.


Hari yang sudah beranjak ke fajar, namun karena mereka semua kelelahan dengan aktivitas sehari sebelumnya serta mengalami syok terapi karena kecelakaan yang dialami oleh Alendra maka mereka semua tertidur di tempatnya masing-masing. Ayah dan ibunya Alendra berpelukan dan tertidur di sofa pojok, sedangkan kakek tertidur di sofa panjang yang memang disediakan sebagai ranjang pengganti untuk orang yang menjaga pasien. Athena sendiri tetap duduk di samping ranjang rawat inap Alendra sambil memegang tangan sebelah kanan yang tidak dibebat oleh perban. Tapi karena kelelahan, Athena juga membaringkan kepalanya di samping lengan kokoh suaminya agar ketika suami yang sadar nanti dirinya adalah orang pertama yang tahu akan hal itu.


Mungkin sekitar waktu menjelang subuh, tiba-tiba Alendra tersadar dan melihat kearah sekelilingnya yang berwarna putih. Dia juga terkejut dengan kondisi Athena yang saat ini ini sedang memegang tangan kanannya yang tidak terluka.


Pergerakannya yang sedikit tiba-tiba menyadarkan Athena yang baru saja tertidur karena menjaga Alendra dan ingin kalau dirinya adalah orang pertama yang dilihat Alendra saat Alendra sadar.


" Kamu sudah sadar, sayang?" tanya Athena dengan sedikit lirih karena dirinya tidak ingin mengejutkan orang-orang yang sedang tidur karena terlalu lelah menjaga Alendra dan baru saja lelap.

__ADS_1


" Hmm, aku haus!" katanya sambil bergunam lirih, namun Athena mendengarnya dengan jelas kemudian mengambilkan minuman yang memang disediakan untuk Alendra di samping ranjang rawat inap nya. itu adalah salah satu pesan dari suster yang tadi meninggalkan dirinya bersama Alendra seorang diri yaitu ketika pertama kali pasien sadar harus segera diberikan minuman supaya tidak dehidrasi.


Alendra mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan VIP tempat dirinya di rawat itu dan Alendra melihat bahwa ada kakek dan dua orang paruh baya lainnya Ia juga menunggui dirinya di ruangan rawat inap itu.


Alendra menatap Athena dengan wajah kebingungan, karena dirinya menyadari dan mengenali sepasang suami istri yang sedang tertidur berpelukan itu adalah keluarga Hakim yang Kapan hari ketika dirinya melangsungkan pesta pernikahan mereka juga adalah salah satu tamu yang berbincang akrab dengan kakek. Namun Alendra kan juga tahu bahwa mereka berdua itu akrabnya dengan kakek, jenapa saat ini ketika dirinya masuk ke rumah sakit mereka bahkan rela menunggui dan juga bermalam di rumah sakit?


" Sayang, aku panggilinn dokter ya?" kota Athena dengan suara lirih dirinya tidak mau membantu orang-orang yang sedang tertidur di pojokan sana.


Alendra hanya menggeleng lemah tanda dirinya tidak ingin ada dokter yang masuk kedalam ruangannya karena itu mungkin bisa mengganggu tidurnya kakek dan juga kedua orang paruh baya yang ada di sana.


" Syukurlah kamu sudah terbangun, aku sempat khawatir ketika kamu tidak bangun bangun tadi." kata Athena menghilang nafasnya dengan lega karena melihat rupanya suaminya sudah baik-baik saja.


" Siapa mereka? Kenapa mereka ada disini?" tanya Alendra sambil menunjuk kedua orang paruh baya yang sedang tertidur di sofa pojok saling berpelukan.

__ADS_1


Athena menghela nafasnya dengan kasar dirinya tidak ingin menjadi orang yang memberitahukan pertama kali tentang hal yang disembunyikan oleh kakek dan kedua orang tersebut tapi dia juga tidak pernah berbohong kepada suaminya maka dia hanya memutuskan untuk berkata,


" Kamu masih belum sehat betul jadi lebih baik kamu memfokuskan diri untuk memulihkan kesehatanmu terlebih dahulu, nanti mereka berdua beserta kakek akan bercerita kepada kamu tentang apa yang yang sudah terjadi di dan juga apa yang harus kamu dan mereka lakukan." perkataan Athena membuat Alendra berpikir dengan keras tetapi ketika Alendra berpikir kepalanya berdenyut nyeri karena benturan ringan yang dialaminya kemarin. ini membuat Athena menjadi kesal, dan menyuruh Alendra untuk tidak berpikir banyak terlebih dahulu karena Alendra harus memulihkan kondisi tubuhnya secepat-cepatnya.


" Baiklah! Aku akan menunggu, tapi aku rasa kecelakaan ini ini bukan keteledoran dari sopir mobil yang aku kendarai. Ini murni karena ada orang yang sengaja melakukan penjebakan terhadap kami." lalu Alendra menceritakan secara singkat apa yang sudah terjadi ketika kecelakaan itu terjadi. Inilah yang disukai Athena dari Alendra dia tidak pernah merasa ragu untuk menceritakan segalanya kepada Athena, karena Alendra selalu menganggap Athena itu memiliki pemikiran yang tajam dan juga memberikan nasehat yang berarti bagi dirinya.


" Hmm, Sebenarnya aku sudah menduga karena perasaanku sangat tidak enak terkait dengan perselisihan yang kamu lakukan di Pasukan Pengawal bayangan. aku rasa ini adalah kerjaan Alejandro. kamu harus berhati-hati dengan orang itu karena kemungkinan besar dirinya tidak terima ketika kakek menyerahkan tampuk kepemimpinan Pasukan Pengawal bayangan kepada kamu." kata Athena kepada Alendra dengan nada lirih karena mereka tidak ingin kalau kakek dan juga dua orang tersebut mendengar apa yang sedang dikatakan oleh mereka.


.


.


.

__ADS_1


TBC


Guys jangan lupa ya untuk menekan tombol like, memberikan hadiah, dan juga memberikan vote untuk cerita ini Karena cerita ini sedang ada dalam pantauan para editor yang terhormat, jadi jangan lupa untuk memberikan jejaknya melalui komen juga ya. Thank you !! happy reading!!


__ADS_2