
Maka tak perlu menunggu lama Novandra pun melaksanakan apa yang dikatakan oleh Alendra tadi sehingga tiba-tiba Aditya Sudah rebah tak berdaya gara-gara Di dipukul bagian tengkuknya di mana tingkat kesadaran seseorang diatur di sana.
Alendra tidak kaget dengan kenyataan yang terjadi saat ini Karena dia sudah mengira pasti novantri tidak akan mungkin menyia-nyiakan waktu yang diberikan untuk membunuh Aditya agar Novandra bisa paling tidak memilih hukuman yang telah mudah untuk mati.
Prok prok prok
"Bagus, sangat bagus! Kamu bertindak sangat cepat!" katanya sambil bertepuk tangan dengan wajah datar dan dingin andalan dari Alendra sekarang.
" Lalu apakah aku bisa memilih untuk bebas?" tanyanya dengan nada congkak.
"Hmm bisa kupertimbangkan untuk kematian yang mudah tanpa kesakitan?" tanya ALendra dengan suara dingin.
Novandra berpikir sejurus kemudian lalu dia menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dengan apa yang diatur kan oleh alinea karena dia juga bisa berpikir kalender sangat kuat sekarang kalau dirinya tidak mengikuti apa yang menjadi skenario dari Alendra maka dia sendiri akan mati dengan cepat dengan cara yang menyakitkan pula.
Jadi Dia memutuskan untuk mengikuti apa yang menjadi kehendak Alendra dan kemudian kalau dia memiliki kesempatan maka dia bisa membalas dendam pada Alendra kan?
"Baiklah Apa yang bisa aku lakukan untuk bisa mendapatkan pengampunan dari kamu?" tanya Novandra.
"Bunuh Alejndro!"
"Tapi untuk itu aku harus keluar mencarinya kan?" tanya Novandra dengan mata yang berbinar-binar karena itu berarti dia memiliki kesempatan untuk bisa keluar dari tempat penyiksaan ini.
"Tentu saja!"
"Kamu percaya padaku?" tanya Novandra dengan nada antusias.
Alendra hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia memang setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Novandra itu tapi tentunya Alendra bukan orang bodoh yang terlahir kemarin sore di mana dia akan memberikan pengampunan kepada Novandra.
"Aku bersedia !!Kapan aku akan berangkat?" tanya Novan dengan nada senang.
__ADS_1
"Minum itu!" kata Alendra sambil menunjuk anak buahnya yang membawa sebuah pil yang Novan tidak tahu apa itu isinya.
"Apa ini?" tanya Novan sambil membalik balik kapsul yang ada di tangannya.
"Pil kejujuran, kalau mau jujur maka pil itu akan menambah vitamin sehingga kamu tidak akan mati, kalau kamu bohong ia akan jadi racun yang akan mencemari darahmu dan membunuhmu perlahan." kata Alendra sambil menyuruh anak buahnya untuk memberikan minuman kepada Novandra agar bisa segera menelan pil tersebut. Walau awalnya ragu akhirnya novandra dengan hati yang mantap meminum pil tersebut. baginya itu adalah kesempatan kedua agar dirinya bisa tetap hidup walaupun dalam bayang-bayang Alendra yang akan membunuhnya Setelah dia berhasil membunuh Alejandro.
"Baiklah! Kamu bisa segera pergi setelah 30 menit." kata Alendra dengan nada tak acuh.
"Kenapa harus menunggu 30 menit?" tanya Novandra dengan nada heran.
"Karena obat itu bekerja sempurna setelah 30 menit berlalu." sahutnya singkat dan ia beranjak pergi bahkan sebelum 30 menit.
" Dikiranya aku bodoh sehingga aku akan diam saja melihat dia keluyuran di luar?" gunam Alendra sambil berdecak kasar sedangkan Novandra dengan senyum menghiasi wajahnya merasa yakin bahwa dia akan lolos dari ujian obat tersebut dan dia akan bisa keluar dari tempat ini dengan selamat.
"Urus mayatnya kalau dia mati, ngat potong potong dan umpankan pada buaya kakek!" katanya dengan kejam, memakai kacamatanya lalu pergi dari tempat itu dengan cepat karena dirinya sedang akan mengurus kasus dari keluarga Rahman Adijaya dan juga Alejandro, tapi menurutnya saat ini yang paling urgent diurus adalah Alejandro Karena orang itu lah yang memiliki struktur paling tahu akan Pasukan Pengawal bayangan jadi dia sudah menyuruh Pasukan Pengawal bayangan untuk meringkus keberadaan Alejandro di manapun dia berada.
Dan karena Alejandro sudah mulai terang-terangan ini mempermudah langkah Alendra untuk meringkus keberadaan Alejandro dan menyiksanya di markas besar Pasukan Pengawal bayangan.
Tanpa menunggu lebih lama, bahkan waktu belum berganti, pasukan pengawal bayangan sudah meringkus Alenjandro. Kenapa? Karena Alejandro tidak lagi bersembunyi, dengan jumawa ia menantang keberadaan pasukan pengawal bayangan untuk menyerangnya.
Ia merasa sombong dan merasa kalau ia pasti bisa menang melawan pasukan pengawal bayangan, tak tahunya ia bisa ditangkap dengan mudah di rumahnya.
Mungkin untuk berganti suasana, setelah menyelesaikan dendamnya dengan Novan dan Adit di markas, ia malah sengaja mendatangi Alejandro di rumahnya, lebih tepatnya di maarkas Alejandro.
Pasukan pengawal Bayangan yang sudah meringkus Alejandro mempersilahkan Alendra untuk mengeksekusi Alejandro yang sudah terikat tak berdaya di markas besarnya tersebut.
"Mau apa kamu?" tanya Alejandro dengan wajah ngeri. Anak caption yang dulunya akan dieksekusi dirinya di sebuah Panti Asuhan yang dibakar setelah hebat sekarang malah berdiri di hadapannya dengan tatapan wajah datar dan dingin.
"Tentu saja mengeksekusi kamu." sahutnya datar tanpa ekspresi.
__ADS_1
"Bukan ... bukan aku... aku hanya 40 saja yang menjadi biang keladinya ada Rahman Adijaya dan juga Abiyyu Putra." katanya dengan nada lirih.
"Ck ck ck, kamu pasti pernah mendengar berita bahwa mereka semua sudah hancur di tanganku. Bahkan anaknya sudah tidak ada sama sekali, Oh ya ya Bukan saja Abiyyu Putra namun keluarga Aditya juga sudah hancur ditangan Alendra Atmaja!" katanya dengan nada menyeramkan. Seolah yang berbicara bukan Alendra. Dia mengeluarkan aura yang belum pernah terlihat bahkan oleh Athena sekalipun.
"Tidak mungkin..." kata Alejandro dengan wajah pias, sungguh ini tak pernah ia kira sebelumnya.
Dirinya itu juga eksekutor, juga mantan Pasukan Pengawal bayangan, tapi dia tidak pernah melihat aura yang sama mengerikan Alendra.
"Kamu selanjutnya..."
" Bunuh ...bunuh saja aku!" katanya dengan putus asa, karena ALendra terlihat bukan hanya hendak membunuh diya dengan mudah namun juga hendak mepermainkannyasebelum akhirnya mengakhiri hidupnya.
"Hmmm tak semudah itu Alejandro, kaku tidak pernah memberikan kematian yang mudah buat para musuhku yang berani mengusik keluarga ku. Termasuk kamu dan juga Rahman, karena kalian berdua telah dengaan sangat keji memisahkan aku dan keluarga aku. Dan tentu saja kalian harus menerima balasannya. Bukan begitu?" tanya Alendra dengan nada dingin.
Alejandro sudah dalam posisi sangat menyedihkan dan Bahkan dia tidak bisa memohon sebuah kematian yang mudah bagi dirinya dan dirinya sudah tahu bahwa kemungkinan besar untuk dirinya masih bisa hidup dan menghirup udara bebas adalah nonsense.
Lalu dia melirik kearah salah seorang Pasukan Pengawal bayangan yang saat ini berada di dekat dirinya dan dengan sisa-sisa kemampuannya dia meraih pisau yang yang ada di dekat Pasukan Pengawal tersebut lalu menghunjamkan itu ke ke tubuh Pasukan Pengawal bayangan terdekat dengan dirinya namun kecepatan Alendra luar biasa sehingga peluru di tangan Alend itu sudah nancap di kepalanya sebelum dia sempat bisa membunuh Pasukan Pengawal bayangan yang ada di sampingnya itu dengan pisau yang tergeletak dekat dengan tubuhnya.
"Akhirnya.." katanya sebelum nyawa Alejaandro berpisah dengan raganya dengan mata melotot.
.
.
.
TBC
Hai readers, tinggal 1 episode dan ini akan tamat ya, eh kalau kalian berkenan akan ada extrapart!!
__ADS_1
Jangan lupa kasih vote dan juga likenya kakak! Happy reading!!