
Pria berbaju hitam itu memeriksa kedua denyut nadi mereka dan menyeringai ketika mengetahui bahwa mereka berdua masih hidup. baiklah! dia menghela nafas mengeluarkan ponselnya dan memencet sebuah nomor.
" Apakah pekerjaan yang sudah selesai?" tanya suara laki-laki yang ada di dalam ponsel yang terdengar dari sisi lain.
" Ya Bos, pekerjaan selesai dengan sempurna sesuai dengan harapan dan juga sesuai dengan skenario yang kita buat bersama!" jawab pria berbaju hitam itu.
" Saya harap dia masih hidup! Karena kalau dia sudah mati maka permainan ini akan selesai dengan ending yang menggantung!" katanya sambil tertawa terkekeh.
" Siap bos!" Jawa pria berbaju hitam itu dengan nada dingin.
" Bawa dia segera ke rumah sakit terdekat dan tunggu aku! Panggil juga Pasukan Pengawal bayangan serta pemiliknya dan beritahukan kepada kakek tua itu tentang kondisi cucu menantunya yang berharga!" kata pria itu dengan nada kejam dan juga datar.
" Oke!" Jawa pria berbaju hitam itu dengan singkat lalu menutup sambungan teleponnya. segera setelah sambungan teleponnya tertutup.
Dia kemudian menyeret tubuh Alendra yang berdarah serta tidak sadarkan diri beserta sopirnya ke dalam mobilnya serta membawa mereka berdua ke rumah sakit terdekat.
setelah sampai ke rumah sakit terdekat dan juga mendaftarkan kedua orang itu di unit gawat darurat, pria berbaju hitam itu lalu mengeluarkan ponselnya dan memanggil sebuah nomor dan setelah beberapa detik dia mendengarkan suara dari seberang sana yang menyapa dengan suara serak.
" Halo?"
" Cucu menantu anda yang berharga mengalami kecelakaan dan saat ini dia di rawat di Rumah Sakit Permata..."
" Apa?" ajudan kakek berteriak karena terkejut dan langsung menyerahkan ponsel itu kepada kakek. Ajudan itu tahu bahwa yang dimaksud oleh orang di dalam sambungan ponsel itu adalah Alendra.
kakek yang masih kebingungan hanya menatap ajudannya dengan tatapan bertanya-tanya lalu ajudannya memberitahukan dengan suara lirih bahwa Alendra masuk di Rumah Sakit Permata karena kecelakaan, kakek langsung merebut ponsel yang ada di tangan ajudannya dan berteriak.
__ADS_1
" H-halloo, ? Kamu siapa? Bagaimana kabar dari Alendra, cucu menantuku itu? Halo? Halo?" kakek yang sedikit gemetar karena kabar yang begitu mendadak, tampak panik dengan kabar yang begitu mengagetkan.
Karena tidak ada sahutan dari pihak seberang, kakek langsung melirik ponselnya tetapi ternyata orang itu sudah memutuskan panggilannya.
Kakek segera bergegas menuju lemarinya dan buru-buru mengganti pakaiannya.
Ajudan dari kakek langsung turut berlari menuju pintu keluar untuk mengantarkan kakek ke Rumah Sakit Permata yang katanya merawat Alendra di ruang IGD.
" Jangan beritahukan kepada Athena terlebih dulu tentang kondisi Alendra saat ini. Aku kira ini ada hubungannya dengan perselisihan Alendra yang terjadi siang tadi dengan salah satu orang yang sudah diselidiki oleh ajudan B bahwa orang tersebut adalah mantan anak buah dari Alejandro. aku takut kalau nanti nanti merasa khawatir dan kemudian memutuskan untuk menarik Alendra dari Pasukan Pengawal bayangan." kata kakek kepada ajudan A yang masih setia menyetir mobil yang pakai kendaraan menuju Rumah Sakit Permata.
Ajudan tersebut hanya mengangguk dan memberikan arahan kepada kedua ajudan kakek yang lainnya yang menunggu di rumah kakek, untuk tidak memberitahukan kepada Athena pasal kecelakaan yang menimpa Alendra dan saat ini sedang ada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Permata.
Sopir pribadi yang sudah datang menjemput Athena membuat perasaan Athena tidak tenang lalu setelah dirinya sampai di rumah, hp-nya langsung menghubungi ajudan kakek yang berada di rumah, sehingga perintah kakek untuk tidak memberitahukan kepada Athena pun belum diterima oleh ajudan ajudan kakek yang lain.
" Baiklah nona, kami akan menghubungi Nona 10 menit lagi setelah kami membicarakan hal ini kepada kakek maka kami akan segera memberitahukan jawaban kakek!" kata ajudan yang dihubungi oleh Athena itu.
Tapi Ajudan itu langsung memberitahukan ancaman yang diberikan Athena kepada kakek yang berisi pelaporan Pasukan Pengawal bayangan ke kepolisian karena dianggap menghilangkan nyawa seorang Alendra Atmaja, membuat kakek mengurungkan niatnya untuk menyembunyikan hal ini kepada Athena, cucu kesayangannya itu karena kakek tahu persis bahwa Atthena itu sangat bisa untuk melakukan apa yang diancamkan nya.
" Baiklah!! Aku akan meneleponnya sendiri dan memberitahukan hal ini kepada Athena. " kata Kakek dengan segera, dan sebelum kakek menelepon cucunya ini dia kembali memejamkan mata terlebih dahulu untuk mengumpulkan nyali karena kakek tahu pasti bahwa Athena akan marah dan menuduhnya menarik Alendra di dalam Kancah peperangan yang sering dihadapi oleh Pasukan Pengawal bayangan.
Namun sebenarnya kakek terlampau yakin bahwa ini tidak ada hubungannya dengan Pasukan Pengawal bayangan namun mungkin ada hubungannya dengan Alejandro.
Setelah mempersiapkan hati dengan benar kakek langsung memencet nomor telepon dari cucu kesayangannya itu, dan tidak menunggu lebih lama Athena langsung mengangkat panggilan kakek itu.
" Halo kakek!" kata Athena dengan nada manja.
__ADS_1
" Athena..."
" Kakek dan Alendra memang jahat! Kenapa kakek dan Alendra dari tadi ditelepon oleh Athena tidak pernah mengangkat telepon? Apakah kakek dan Suamiku itu sengaja membuat aku jadi marah? Selamat! Karena kakek berhasil membuat Athena marah!" kata Athena dengan nada sarkas dan sinis kepada kakeknya itu.
Kakek hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar lalu tetap berusaha berkata-kata dengan nada lembut kepada cucu kesayangannya itu.
" Athena, suami kamu, Alendra mengalami kecelakaan dan sekarang dirawat Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Permata. Sopir pribadi dari Alendra sudah aku beritahu untuk membawa kamu kemari dengan aman. Kakek juga sudah mengirim beberapa pengawal yang berjaga di dekat apartemen kamu untuk segera mengantar kamu ke sini. Jangan berpergian sendiri dan tetap ada di lingkaran para pengawal yang sudah kakek kirim." kata kakek memberikan informasi dengan nada tenang dan juga lembut.
Kakek ingin memberi pemberitahuan kepada Athena supaya Athena tenang dan juga tidak bertindak ceroboh yang akan membuat segalanya mungkin akan lebih runyam.
Dan untunglah saat itu Patricia masih ada di apartemen milik Athena, karena setelah mendengar berita dari kakek itu Athena merasa seolah seluruh dunia nya telah berhenti.
" Apa?" Athena terkesiap dan hancur hatinya, bahkan ia terhuyung-huyung hampir jatuh namun Patricia langsung bergerak dengan gesit menangkap Athena, dan kalau bukan karena Patricia yang sigap maka Athena sudah jatuh ke lantai.
Bahkan tangannya pun melemah hingga ponsel yang ada di tangannya itu terjatuh tetapi untunglah ponsel itu tidak sampai pecah karena jarak jatuhnya hanya sedikit saja. Patricia yang nampak bingung langsung mengambil ponselnya dan melihat ID penelepon, dan melihat kakek masih ada di sana.
.
.
.
TBC
up ke 2 hari ini...
__ADS_1
Tolong jangan lupa kasih like dan juga vote, hadiah dan juga favorit, share juga ya...ini biar author semangat!!
Happy Reading!!!