
" Naa.. itu ibu-ibu sampai histeris!" perkataan dari Patricia tadi membuat Athena menoleh kearah pojokan di mana kakek dan kedua pasangan suami istri itu berada. dia melihat bahwa pasangan suami istri itu sedikit melirik kepada dirinya selalu berusaha untuk menahan kesedihan yang tampak jelas di kedua bola mata wanita paruh baya itu. Athena yang sedang larut dalam kesedihan tidak terlalu memperhatikan apa yang terjadi di sekelilingnya, dia hanya memusatkan fokusnya kepada kesembuhan Alendra.
" Na, Athena, kamu baik baik saja kan?" tanya Patricia yang melihat Athena tampak tidak terlalu memusatkan pemikirannya kepada drama yang terjadi di pojokan tadi. Tatapan matanya terlihat kosong dan tidak ada gairah sama sekali, itu yang membuat Patricia sedikit khawatir dengan kondisi Athena.
" Aku baik-baik saja!" sahut Athena tapi matanya tidak pernah lepas dari pintu ruang operasi. Patricia yang sudah tidak tahan melihat ketegaran Athena kemudian memeluk Athena serta membisikkan kata-kata penghiburan kepadanya. Athena hanya menimpali perbuatan dari Patricia itu dengan menepuk-nepuk lengan Patricia seakan-akan dirinya tidak apa-apa.
2 jam sudah berlalu semenjak Athena menjejakkan kakinya di depan pintu ruang operasi dan dirinya juga sudah tidak lagi mempedulikan keberadaan kakek dan sepasang suami istri yang tadinya mojok bersama kakek.
" Na, kamu dari tadi belum makan apapun!" kata Patricia dengan nada cemas, namun sebelum Patricia melakukan apa-apa tiba-tiba Ajudan dari kakek sudah membawa beberapa kotak berisi makanan, untuk orang-orang yang ada di lorong depan ruangan operasi Alendra.
Patricia langsung membuka makanan itu dan memberikannya kepada Athena supaya Athena bisa mengisi perutnya terlebih dahulu namun Athena menggelengkan kepalanya karena dia tidak merasa ingin makan apapun, dia hanya ingin melihat suaminya sadar dan kembali bersamanya.
" Aku gak lapar, Cia! Kamu makanlah dulu kalau sudah lapar." kata Athena tapi kemudian Patricia langsung memotongnya.
" Athena kamu harus makan sesuatu, Bagaimana perasaan Alendra ketika dia bangun dan menemukan kamu pucat dan lemah? Apakah Alendra malah tidak akan merasa bersalah karena membuat kamu tidak bisa makan gara-gara dirinya kena kecelakaan?" kata Patricia tidak mau tahu tentang apa yang saat ini dirasakan oleh Athena karena menurutnya Athena juga harus menjaga kesehatannya supaya bisa kuat menghadapi kenyataan yang mungkin nanti akan berubah.
Namun Athena tetap bersikukuh untuk tidak mau makan, bahkan dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil menggelengkan kepalanya dengan lemah.
Tiba-tiba wanita paruh baya yang tadinya mojok bersama dengan kakek beserta suaminya menghampiri Athena dan merangkul bahunya serta meletakkan kepala Athena di dadanya. Terus terang saja Athena terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh wanita paruh baya itu namun entah kenapa Mungkin karena dirinya Sudah lama tidak memiliki sosok ibu yang selalu bisa menjadi curahan hatinya maka dia merasa nyaman dengan apa yang dilakukan oleh wanita paruh baya itu.
" Jangan sedih, Alendra pasti akan sadar dan kembali bersama kita. Dia anak yang kuat!" katanya sambil menenangkan Athena yang tadinya masih belum mau makan.
__ADS_1
" Iya tapi sebelum Alendra sadar, aku akan menunggunya dulu sampai dia sadar!" jawab Athena dengan nada Lirih. wanita itu mengelus rambutnya yang panjang lalu mengeratkan pelukannya kepada Athena, tapi Athena merasa bahwa wanita paruh baya ini juga mendapatkan kekuatan dari pelukan terhadapnya.
" Makanlah sedikit barang dua atau tiga sendok, sehingga ketika Alendra sadar kamu akan bisa langsung mengurusnya! kalau kamu sakit Nanti kamu malah tidak bisa mengurus Alendra ketika Alendra sadar." kata wanita paruh baya itu dengan lembut dan penuh pengertian sehingga Athena berpikir lagi. Kemudian Athena menganggukkan kepalanya tanda dirinya mau mencoba saran yang diberikan oleh wanita paruh baya itu.
" Makanlah!" katanya sambil meraih kotak makanan yang ada di di pangkuan Patricia lalu membukanya dan menyuapkan makanan itu dengan perlahan kepada Athena untuk mengisi energi dari wanita cantik di hadapannya itu.
" Sudah!" kata Athena setelah makan sedikit dan matanya hanya melihat ke arah pintu ruangan operasi. Sedangkan tubuhnya masih ada di dalam pelukan hangat sang wanita paruh baya yang tadi menyuapi dirinya.
Tiba-tiba pintu ruangan operasi terbuka saat dokter dengan berwajah lelah keluar dari dalamnya, Athena segera berdiri dari kursinya lalu berjalan kearah dokter yang keluar dari ruangan operasi Alendra.
" Dok bagaimana kondiai suami saya?" tanya Athena dengan nada gugup dan cemas.
" Pasien baik-baik saja sekarang dia belum sadarkan diri karena pengaruh obat, dia hanya mengalami benturan ringan di kepala, pelipisnya sobek karena terkena kaca, serta bahu kirinya yang yang sedikit retak. Kemungkinan dia akan bangun setelah 2 sampai 3 jam lagi, jangan kuatir sebentar lagi perawat juga akan membawa pasien ke ruang VIP sesuai permintaan dari keluarga yang tadi sudah mengisi formulir."
" Nyonya anda akan bisa langsung melihatnya setelah dia dibawa ke ruangan rawat inap. Maaf saya masih ada pasien lain." dokter itu berkata dengan sopan dan memohon diri untuk langsung mengerjakan tugasnya yang lain. Athena menghela nafasnya dengan lega setelah mendapatkan pernyataan dari dokter bahwa suaminya baik-baik saja sedangkan sepasang suami istri paruh baya itu juga berangkulan karena merasa berbahagia dengan kabar yang didengarnya tadi.
" Nah, sekarang kamu bisa lega kan karena suamimu baik-baik saja!" kata Patricia dengan nada senang karena ternyata suami sahabatnya dalam kondisi yang baik-baik saja, dan segera akan dipindahkan ke ruangan rawat inap yang diminta oleh Athena tadi.
Setelah beberapa saat Alendra dipindahkan ke ruang VIP karena sudah dini hari jadi Patricia pun diminta pulang oleh Athena diantar oleh sopir pribadi beserta pengawal yang kakek perintahkan untuk selalu berjaga-jaga di rumah sakit saat ini.
Lalu kakek memanggil Athena sebelum mereka semua masuk ke dalam ruangannya Alendra untuk berbicara secara pribadi bersama sepasang suami istri yang dari tadi selalu mencuri-curi lihat ke arah Alendra yang dibawa oleh perawat untuk masuk ke ruangan rawat inap.
__ADS_1
Kakek tanpa basa-basi langsung menceritakan perihal kedua orang yang ada di hadapannya itu karena menurutnya ini sangat penting dilakukan sebab kedua orang yang ada di hadapan Athena saat ini adalah orang tua kandung dari Alendra.
" Athena kakek ingin membicarakan Sebuah Rahasia kepada kamu yang kemungkinan hanya akan kamu Alendra dan kami saja yang mengetahui hal ini. Kakek yakin kamu sudah bisa meraba apa yang menjadi rahasia yang ingin kakek ceritakan kepada kamu saat ini. Kakek juga tahu kalau kamu saat ini bertanya-tanya tentang identitas kedua orang yang saat ini ada di hadapan kamu. Jadi begini Bapak Andrew Hakim Dan juga Ibu Lastri Hakim sebenarnya bernama Bapak Wirya Atmaja, dan Aisyah Mahendra! Dan mereka adalah orangbtua kandung dari Alendra, suami kamu!" jelas Kakak dengan nada tegas dan lugas.
Sebenarnya Athena sudah bisa menduga bahwa kedua orang dihadapannya itu adalah orang tua kandung dari suaminya. Namun karena mereka tidak mau berkata jujur kepada Athena dan juga Alendra maka Athena pun tidak mau terlalu mendesak agar mereka bisa nyaman berada di dekat Alendra.
Athena yakin bahwa kedua orangtua Alendra ini memiliki alasan yang bisa dipertanggungjawabkan perihal tidak maunya mereka mengungkap identitas asli ketika pertama kali bertemu dengan Alendra dan juga dirinya.
Lalu apakah Alendra mau menerima kedua orang tuanya yang sudah berbohong di saat pertama kali bertemu dengan dirinya?
.
.
.
TBC
Guys jangan lupa ya untuk menekan tombol like, memberikan hadiah, dan juga memberikan vote untuk cerita ini Karena cerita ini sedang ada dalam pantauan para editor yang terhormat, jadi jangan lupa untuk memberikan jejaknya melalui komen juga ya. Thank you !! happy reading!!
Oh ya sambil menunggu up selanjutnya.. baca karya Kumi Kimut yang berjudul Cinta Satu Malam Bos Mafia.
__ADS_1