Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
17. Terkejut!!


__ADS_3

" Apa yang sedang kamu lakukan di sini??" tanya Papanya dengan nada rendah dan sengaja ditekan sedemikian rupa supaya emosi yang ada di dalam kata-kata dari Pak Eka tadi tersamarkan.


" Dan kenapa kamu harus berdandan seperti ini, Dari mana kamu mendapatkan kemeja dan jas yang mahal seperti itu. Lagian kan sudah Mama bilang untuk menyembunyikan wajahmu di sini karena sangat berbahaya kalau sampai orang jahat mengenali kamu dan menjadikan kamu sebagai target buruan mereka." kata Mama Yuli dengan nada tidak suka, karena jelas-jelas Alendra tampak lebih tampan dari putranya sendiri dan dan mama Yuli tidak ingin bahwa anak angkatnya ini melebihi dari putranya.


Secara logika saja tidak masuk akal Mengapa Mama Yuli lebih menginginkan bahwa yang tersorot adalah Novandra Bukankah kalau Novandra tersorot juga bisa menjadi bahaya.


Ini yang menjadi pemikiran Alendra sekarang kenapa dia dulu Dengan bodohnya mengikuti semua apa yang menjadi keinginan Papa dan Mama angkatnya ini yang sudah tidak memiliki akhlak sama sekali dalam memeras tenaganya dan memanfaatkan kepandaiannya.


" Aku tahu bahwa Papa dan Mama tidak lagi mencintaiku, kalian tidak menginginkanku!!" ungkapnya dengan nada yang sedikit tinggi, membuat Papa Eka jadi panik begitu pula dengan mama Yuli karena mereka tidak ingin suara Alendra terdengar oleh tamu-tamu undangan karena selain tamu-tamu undangannya dari kelas menengah ke atas juga mereka selalu menampilkan Bahwa keluarga Abiyyu putra adalah keluarga yang harmonis dan baik hati.


" Tentu tidak!! bukan itu maksudnya apa, Papa hanya tidak ingin kamu ada didalam Bahaya kalau sampai kamu mengekspos diri kamu!" terang papanya dengan nada rendah.


" Tapi kenapa Papa menyembunyikan aku dan tidak menyembunyikan Novan?" tanya Alendra lagi.


Anak ini tidak pernah menanyakan begitu banyak pertanyaan sebelumnya, tetapi Mengapa sekarang anak ini menjadi banyak bertanya? Tiba-tiba Papa Eka dan mama Yuli menjadi pusing seketika, dengan pertanyaan yang diungkapkan oleh Alendra. Mereka bingung mau menjawab apa.


" Alendraa!! hidup kamu akan ada didalam bahaya Kalau kami mengekspos kamu secara berlebihan." jelas Papa Eka dengan nada mengambang. sedangkan Mama Yuli hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia menyetujui apa yang diungkapkan oleh Bapak Eka.


" Aku tahu pa! Tapi katakan kepadaku mau sampai kapan kalian akan menyembunyikan aku?? Menurut aku, ini bukan masalah mengekspos secara berlebihan, tetapi kamu tidak pernah memperkenalkan aku kepada mereka!! Suatu hari nanti semua orang akan tahu bahwa aku adalah putra tertua dari keluarga Abiyyu Putra dan kenapa hanya aku yang disembunyikan? Apa yang begitu istimewa dari diriku, sampai hidup Alendra itu selalu ada di dalam bahaya. Mengapa Novanda baik-baik saja ketika Papa dan Mama mengekspos nya begitu rupa?" runut Alendra yang bertanya dengan nada sedih.


" Alendra kita akan membicarakan masalah ini ketika kita ada di rumah dan tidak ada orang di sekitar kita oke? Dengarkan mama dan segera kamu masuk ke dalam kamar sekarang!" perintah Mama Yuli kepada Alendra untuk segera masuk ke dalam kamar bersembunyi dari orang orang yang ada di pesta perjamuan ini.


Herannya Alendra langsung patuh dan melakukannya dengan segera. Alendra berbalik dan berjalan menuju ke pintu keluar.

__ADS_1


melihat kepatuhan Alendra keluarga Abiyyu Putra menjadi bahagia. Alendra berjalan dengan tenang menuju pintu keluar namun hatinya mencibir keluarga angkatnya itu. tujuannya hari ini adalah untuk diakui sebagai putra tertua dari keluarga Abiyyu Putra, Bagaimana Papa Eka dan mama Yuli berpikir bahwa Alendra akan pergi tanpa mencapai tujuan nya? pikir Alendra dengan senyum Seringai di wajahnya.


Dalam setiap langkah kaki menuju pintu keluar, Alendra menghitung di dalam pikirannya.


5..


4..


3..


2..


Pada saat yang sama Seorang pebisnis yang melihat sosok Alendra yang akan pergi tidak bisa tidak bertanya kepada Bapak Eka Abiyyu Putra.


" Ah, laki-laki itu hanya seorang pesuruh saja. biasalah, seorang pesuruh yang memakai baju tuannya! tapi Tenang saja saya sudah memarahinya dan menyuruhnya pergi dari sini!" kata Papa Eka dengan kejam dan tanpa rasa bersalah sekalipun.


" Wah saya tidak pernah tahu kalau ada seseorang yang begitu tidak tahu malunya bahkan datang ketempat yang bermartabat seperti ini dengan memakai pakaian dari tuannya? Bagus sekali Kalau tuan Eka sudah mengusir orang seperti itu dari sini." kata salah seorang tamu tadi dengan wajah sinis.


" Untung saja dia sudah pergi kalau tidak saya pasti akan mengusirnya. berani-beraninya seorang laki-laki berkarakter seperti itu bahkan berpikir menggunakan skema untuk menjebak tuannya agar bisa berpakaian seperti layaknya bangsawan." kata tamu undangan yang lainnya yang ikut geram karena mendengar kelakuan dari Alendra.


melihat beberapa tamu dan juga istri dari keluarga kaya melontarkan hinaan kepada Alendra, membuat Novan tertawa di dalam hatinya. Novan sangat iri melihat wajah Alendra yang terlihat ketika tampan dari pada dirinya. maka dia sengaja menaburkan minyak ke dalam api supaya Kharisma Alendra meluntur gara-gara perkataan-perkataan dari para tamu.


Alendra bahkan tidak terpengaruh dengan penghinaan Penghinaan itu, Iya tahu pasti bahwa semuanya pas kelakuan dari orang tua angkat dan adik angkatnya itu.

__ADS_1


1..


KRakkk!! Gubrakkk!!


saat semuanya menghina Alendra tiba-tiba lampu gantung yang berada di dekat tangga jatuh ke lantai begitu saja. Tuan Eka Abiyyu Putra dan juga istrinya tampak kaget hingga wajahnya memucat. Alendra langsung berlari mendekati kedua orangtua angkatnya itu dan berteriak,


" Papa! Mama!! Kalian baik baik saja kan?"


Semua orang menatap Alendra yang menghambur ke arah tuan dan nyonya Abiyyu Putra. Bahkan mereka juga mendengar panggilan Alendra kepada tuan Eka Abiyyu Putra sebagai Papanya.


Ada apa ini sebenarnya? Novandra pun turut kaget mendengar kakaknya memanggil orang tuanya dengan begitu keras sehingga semua tamu yang ada di sana langsung menoleh ke arah tuan dan nyonya Abiyyu Putra.


Tuan Eka dan nyonya Yuli saling memandang tanpa tahu apa yang harus dilakukan kemudian mereka mendengar bahwa Alendra membentak.


" Novan!! Apa yang kamu lakukan? Tidak Bisakah kamu melihat Betapa orang tua kita terkejut ? Mereka mungkin shock!! Ayo segera ambil air minum!!"


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2