Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda

Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
37. Membangun Kemesraan.


__ADS_3

Alendra memeluk tubuh istrinya dengan rasa sayang. Dia mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Kita pergi berkencan aja gimana?" tanya ALendra sambil memendang istrinya yang malu malu setelah dikecup keningnya.


"Kemana?" tanya Athena dengan rasa penasaran.


“Kalau aku kasih tahu kamu, namanya


bukan kejutan lagi dong?” kata Alendra yang membuat istrinya merengut manja.


“Hmm.”


“Udah jangan merajuk! Ayo kita


berangkat sekarang!” kata Alendra sambil menarik Athena keluar dari kamar


apartemen Athena. Ya, sesudah menikah dengan Athena, Alendra tidur di apartemen


Athena, ia tidak tega untuk membawa wanita secantik Athena untuk tinggal di


apartemennya yang kumuh.


“ Mau dibawa kemana sih sayang?”


tanya Athena membujuk Alendra untuk mengatakan kepadanya kemana Alendra akan membawanya


pergi.


“Tenang saja, kamu pasti suka!”


katanya dengan singkat serta melirik memberi tatapan yang tak terbaca oleh


Athena.


Athena menganggukkan kepalanya sambil


berjalan menuju mobil Alendra. Kali ini Alendra ingin naik mobilnya sendiri,


sebenarnya ia sedikit curiga dengan tingkah suaminya itu. Ia merasa kalau


suaminya hendak memberinya kejutan, namun ia tetap menahanya dulu. Kalau ia


mendesak, tapi ternyata suaminya itu memberi kejutan kan ia malah jadi malu.


Setelah setengah jam berkendara,


Alendra memarkir mobilnya di sebuah tempat yang sepi. Athena bingung dengan


tempat yang gelap ini, suaminya tidak sedang ingin nge prank dirinya kan,


dengan meninggalkannya di tempat ynag gelap seperti ini?


Mereka berdua turun dari mobil, dan


yang lebih mengejutkan setelah ia dibukakan pintu mobilnya, Athena disambut


dengan sebuah buket bunga mawar merah yang sangat cantik.


“Mawar cantik tanda cinta untuk sang


wanita cantik di hadapan aku ini.” Kata Alendra dengan senyum tampan di


wajahnya, membuat Athena semakin tersipu malu, benar juga ternyata Alendra


ingin membangun kemesraan, di awal hubungan pernikahannya  dengan Athena.


“Terimakasih sayang.” Kata Athena


sambil memeluk tubuh atletis suaminya itu. Alendra hanya tersenyum sambil


menunjuk bibirnya tanda dirinya bukan ingin dipeluk namun ingin dicium.


“Ini masih di tempat umum.”


“Tapi tempat ini sepi sayang!” rajuk


Alendra, yang membiuat akhirnya Athena mengalah dengan mencium suaminya dengan

__ADS_1


cepat.


“Yah, sebentar doang!” kata Alendra


sambil tersenyum.


Tapi Alendra tidak memperpanjang


masalahnya lalu menggandeng istrinya yang cantik itu dan menuntunnya ke sebuah


taman yang sepi.


Dengan berjalan sekita 10 menit,


mereka sampai di sebuah tempat yang tidak ada apapun di sana selain dataran


luas biasa, lalu Athena yang kebingungan bertanya kepada Alendra.


“Sayang, kita dimana sih?” tanya


Athena dengan keheranan. Soalnya tempat itu benar benar gelap dan tidak


berpenghuni.


“Lihat ke atas!” perintah alendra


dengan nada memerintah istrinya.


“ Astaga, sayang. Ini indah sekali.” Kata


Athena sambil menatap ratusan bintang bintang yang ada di langit luas. Terbentang


begitu nyata di depan matanya saat ini dan seakan begitu dekat dengan


tangannya.


Melihat wajah imut dari istrinya yang


menatap kagum ke langit, Alendra turut senang dan mencium keningnya. Alendra


memeluk tubuh istrinya dari samping, sedangkan Athena masih setia menatap ke


Tiba tiba Alendra menyandarkan


punggungnya di sebuah pohon di dekat situ, menarik tubuh istrinya yang ramping


dan memeluknya dnegan erat. Menempatkan dagunya di atas kepalanya dan memeluk


pinggangnya. Menariknya turun sehingga Athena terduduk di pangkuannya.


Athena hanya bisa tersenyum bahagia


karena perlakuan Alendra kepadanya, sedangkan Alendra menundukkan kepalanya dan


menggigit daun telinga Athena dengan gemas.


 “Gimana dengan kejutan dariku? Apa kamu suka?”


tanya Alendra sambik berbisik di telinga Athena.


Saat itu, Athena merasa seperti ada sengatan


listrik menembus seluruh tubuhnya dan dia bergidik aneh. Detak jantungnya


berdebar kencang dan ia merasakan panas di sekujur tubuhnya, sementara pipinya


jadi panas sehingga memerah tanpa ia sadari.


Bahkan tempat tadi Alendra menggigit


telinganya sekarang seperti telinganya  menebal karena kesemutan.


“Aku, aku menyukainya! “ entah


bagaimana ia bisa menjawab dengan suara yang sangat lirih, karena sejujurnya


tenggorokannnya seperti tercekat dan ia tak sanggup menjawab dengan sepenuh

__ADS_1


suaranya, entah Alend mendengar jawabannya atau tidak.


Di bawah naungan ratusan bintang,


angin dingin yang bertiup sepoi menggoda, dan berada di hangatnya pelukan


suaminya tercinta membuat ia benar benar merasa puas.


Dia menyukainya! Dia menyukai kejutan


Alendra yang sangat romantis. Tak terbayang kalau suami dingin macam Alendra


bisa berlaku seromantis ini. Dia menyukai langit bertaburan bintang yang indah


dan ia mencintai laki laki yang memeluknya saat ini.


Mata Athena berbinar bahagia karena


kejutan romantis dari Alendra, dan alendra melakukan semuanya ini karena ia


merasa bersalah telah merengut harta yang berharga bagi Athena dengan kasar di


dalam pengaruh obat per**sang. Jadi ia ingin memberikan pengalaman romantis


kepada athena, bahwa dirinya mencintai Athena karena ia memang mencintai Athena


sejak awal mereka dipertemukan oleh takdir melalui tangan Patricia.


Athena tersenyum dan ada ledakan rasa


bahagia yang menggelegak di hatinya. Athena tidak bisa menggambarkan perasaan


bahagia, dan puas saat itu. Bahkan dia ingin menari dan melompat bagai anak


kecil , berteriak pada seluruh dunia bahwa ia mencintai suaminya yang tampan


dan perkasa, Alendra!


 Tiba tiba Athena mencum bibir Alendra yang hangat


dan mencium dengan penuh gair*h.


Dicium secara tiba tiba membuat ada


sesuatu di dalam tubuh Alendra yang bergerak naik dan membalasnya dengan gairh


yang sama. Alend kemudian memeluk, menciumnya lebih dalam dan melepaskannya. Ia


tidak mau melakukan kesalahan yang kedua kali dengan membebaskan hasrt yang


nantinya akan membuat dirinya harus meminta jatah kepada Athena.


Athena yang terengah karena ciuman


yang dahsyat, meletakan kepalanya di dada Alendra, serta mendengar debaran


Alendra yang sangat kencang.


Athena tersenyum mendengarnya, tapi


ia tidak mengatakan apa apa. Pasangan itu hanya diam mencoba menormalkan detak


jantung dan juga gair*h yang sudah tersulut begitu panas dan menghanyutkan.


Tapi tangan dan tubuh mereka tetap


tertaut begitu dekat dan senyman tetap ada di wajah mereka tanda mereka sangat


berbahagia dengan kejutan yang manis dari Alendra.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa untuk menekan tombol Like, gift dan juga vote ya,


Happy New Year allll


__ADS_2