
Sore harinya mereka melakukan konferensi pers yang mengambil tempat di aula rumah sakit tempat Alendra dirawat. Kakek rupanya sudah menyiapkan segalanya dan membuat konferensi pers itu hanya berjalan satu arah saja jadi Alendra akan memberikan informasi terkait dengan identitas dirinya dan dan pihak pers hanya mencatat serta mengungkapnya di media tanpa ada tanya jawab lagi.
Jadi Alendra mengungkapkan identitas dirinya adalah keturunan dari Wirya Atmaja, sebuah keluarga yang terpandang yang menghilang beberapa puluh tahun yang lalu gara-gara sebuah insiden penculikan anak laki-lakinya yang berujung kepada menghilangnya anak laki-laki itu dan dianggap mati. Lalu setelah semuanya terbukti secara konkrit maka Alendra pun berhak mendapatkan dan meneruskan perusahaan yang saat ini dikelola oleh keluarga Hakim karena keluarga Hakim lah yang menjadi tangan kanan keluarga Wirya yang ada di luar negeri.
Keluarga Hakim yang ada di sana tidak memberikan informasi apa-apa terkait dengan pengungkapan identitas Alendra saat ini memang dengan Alendra mengungkapkan identitasnya berarti dia harus siap dengan semua konsekuensinya kalau orang itu menyerang dirinya secara langsung.
Saat ini Pasukan Pengawal bayangan sudah bersiap sedia di sekeliling rumah sakit dan juga di tempat acara konferensi pers di laksanakan.
Mereka mengantisipasi kondisi orang dan menyelidiki seluruh peserta konferensi pers yang berlangsung di aula rumah sakit tersebut.
Dan setelah Alendra membeberkan semua bukti-bukti bahwa dirinya adalah merupakan keluarga dari Wirya Atmaja yang sudah menghilang selama beberapa tahun dan pindah ke luar negeri, Alendra pun menutup acara konferensi pers itu dengan cepat karena kondisinya memang dirinya masih belum boleh terlalu letih agar pemulihannya lebih cepat lagi.
Athena yang sedari tadi mengikuti acara konferensi pers sedikit deg-degan karena takut kalau tiba-tiba ada orang yang menembak Alendra atau mengacaukan acara konfrensi pers itu.
Tapi tangan Alendra terus-menerus menggenggam tangannya yang dingin untuk menguatkan dirinya supaya dirinya itu tidak terlalu cemas dengan kondisi yang sudah benar-benar diamankan oleh kakek dan juga Pasukan Pengawal bayangan agar tidak ada peserta konferensi pers yang disusupi dalam arti orang lain yang menyamar menjadi seorang wartawan.
Ibu Lastri dan Bapak Andrew pun mengikuti perjalanan konferensi pers dengan sedikit cemas dan itulah Kenapa mereka belum siap untuk mengungkapkan identitasnya sekarang karena takut akan disangkutpautkan oleh Alendra dan membuat Alendra mendapatkan beban yang lebih berat lagi.
Alendra sebenarnya mengharapkan bahwa orang yang mencelakakan dirinya akan datang ke konferensi pers itu dan melakukan pergerakan yang membuat dirinya tahu siapa sebenarnya orang yang dihadapi.
***
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain, seorang laki-laki yang tampak tampan namun sedikit kejam, menggunakan pakaian serba hitam duduk di depan pria Flamboyan yang berusia paruh baya dan sedang berbincang-bincang serius mengenai konferensi pers yang sedang dilangsungkan di aula rumah sakit tempat Alendra dirawat.
" Ternyata anak laki-laki itu adalah keturunan dari Wirya Atmaja, orang yang pernah kamu culik beberapa puluh tahun yang lalu." kata laki-laki Flamboyan paruh baya yang sedang berbincang dengan laki-laki tampan namun terlihat sadis tadi.
"Hmm, Entah kenapa aku sudah menduga bahwa Alendra itu adalah anak laki-laki yang sudah aku culik dan aku buang di Panti Asuhan serta Panti asuhannya kubakar sampai habis! Namun kemungkinan dia bisa lolos karena diselamatkan oleh seseorang dan rupanya aku sudah tahu siapa orang itu. Dia adalah Eka Abiyyu Putra yang ingin mengambil keuntungan diatas pekerjaan aku saat ini yaitu sebagai seorang pembunuh bayaran. Sangat bertolak belakang dengan kepandaianku di masa lalu yaitu sebagai pelindung dari anak-anak orang kaya yang dititipkan kepada Pasukan Pengawal bayangan supaya dijaga dari orang-orang seperti aku. Ha ha ha ." laki-laki Tampan itu hanya bisa tertawa terbahak-bahak karena dirinya menertawakan pekerjaannya sendiri yang sangat bertolak belakang dengan apa yang pernah dia lakukan dulu.
Goresan luka dendam di masa lalu kepada kakek Sur membuatnya tidak suka dengan Pasukan Pengawal bayangan. Dia adalah seorang laki-laki tampan dan bertalenta banyak sehingga sebenarnya dirinya bisa melakukan banyak hal tanpa harus dirinya bergabung dengan Pasukan Pengawal bayangan. dulunya dia bergabung dengan Pasukan Pengawal bayangan karena dirinya ingin dekat dengan anak perempuan satu-satunya dari keluarga kakek Sur.
Namun ternyata dirinya ditolak cintanya oleh ibu Athena sehingga dirinya merasa sakit hati. Belum berhenti sampai situ saja awalnya dirinya adalah seorang kandidat kuat untuk menjadi pengganti dari kakek Sur namun karena kakek memiliki menantu yaitu ayah dari Athena maka kakek berkeinginan untuk menyerahkan jabatan dan kepemilikan dari Pasukan Pengawal bayangan kepada Ayah Athena.
Rasa sakit di dalam dada Alejandro membuatnya mengikuti apa yang menjadi kehendak dari keluarga Adi Jaya yang merasa bahwa keluarga Wirya menjadi Rival terberatnya dalam meraih sebuah tender. Ketika mengetahui bahwa ia menitipkan anaknya kepada kakek Sur membuat Adijaya harus mencari jalan keluar lain yaitu dengan mengadu domba Alejandro dan mengusirnya keluar dari sana supaya tidak kembali ke negara itu lagi agar jejak mereka tidak akan terlacak.
Alejandro sama sekali tidak membalas hinaan dari pria Flamboyan itu dia hanya mengatakan gigi dan mengeratkan rahangnya serta mengepalkan tangannya dengan kuat tanda dia sedang menahan emosi yang begitu luar biasa untuk tidak melakukan hal-hal yang nantinya akan mempersulit dirinya di masa yang akan datang.
Alejandro hanya menyunggingkan senyum meremehkan kepada pria Flamboyan itu dan membalas perkataan pria itu dengan nada sinis dan sarkas.
" Jangan menganggap dirimu jauh lebih tinggi dari aku, karena kamu pun mengalami hal yang sama. mudah-mudahan karma itu akan jatuh kepadamu terlebih dahulu dibandingkan kepadaku. dan Aku mau melihat apakah kamu masih bisa tertawa terbahak-bahak seperti ini?"
Pria Flamboyan itu hanya bisa tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh Alejandro Itu kepadanya, dirinya tidak bisa menyalahkan Alejandro karena sindirannya itu benar-benar mengenal tepat di hati dan perasaannya saat ini.
Benar dirinya juga salah satu orang yang akan mendapatkan karma yang sama karena dirinyalah yang telah menyuruh Alejandro untuk melakukan segala kejahatannya mereka lakukan kepada Wirya Atmadja hanya karena perebutan tender yang harusnya dimenangkan oleh keluarga Atmaja menjadi dimiliki oleh keluarga Adi Jaya karena keluarga Adijaya berhasil untuk mengusir keluarga Atmaja keluar dari Indonesia tanpa membawa apa-apa.
__ADS_1
Tapi agaknya pandangan Adijaya itu sedikit keliru karena ternyata Atmaja entah bagaimana mereka menghilang namun dipercaya mereka membawa seluruh aset-asetnya bernilai ratusan Triliun Rupiah dan mengembangkannya sampai sekarang.
.
.
.
TBC
Guys jangan lupa ya untuk menekan tombol like, memberikan hadiah, dan juga memberikan vote untuk cerita ini Karena cerita ini sedang ada dalam pantauan para editor yang terhormat, jadi jangan lupa untuk memberikan jejaknya melalui komen juga ya. Thank you !! happy reading!!!
Terima kasih juga bagi yang sudah sumbang vote dan hadiah buat karya ini, karena kalian saat ini karya ini sudah di beranda.
Luangkan waktu untuk tetep like dan komen juga.🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Sambil menunggu up, thor mau kenalin karya Lusiana Anwar, judulnya Tersesat di hutan Cinta, jangan lupa untuk favorit, like, gift dan vote ya guys.. ❤❤❤you all
__ADS_1