
Hai readers..
Karena Rahasia sang menantu miskin sudah hampir end untuk session 1 nya maka thor bikin baru dengan thema mengubah takdir.
Jangan lupa support thor dengan like, vote dan gift yang banyak yaaaaaa.
Diusahakan bakal up 2x sehari ya. Makanya keep support author ya..!!
Happy Reading!!
***
as Athena Calista Devika, 24th.
as Alendra Abbiyu Putra, 25th.
Rahman Adijaya, 30 th.
Hari ini adalah hari dimana Vitalia alias Yaya bertemu dengan Novandra, di perayaan kesuksesan Abbiyu. Dulu kebodohan Alendra adalah mengenalkan pelakor dengan pekhianat, yaitu adik angkatnya itu. Maka sekarang Alendra tidak mau mengulangi takdir yang sama. Ia malas mengajak Yaya kesana, lagian sekarang statusnya adalah calon suami Athena. Tentu saja kalau pun ia menikah dengan Athena ia akan menyembunyikan kenyataan itu kepada seluruh keluarga angkatnya itu.
Ia malas kalau sampai keluarganya tahu dan merecoki bahkan mungkin Athena akan diambil oleh Novandra, ish amit amit , Alendra ga sudi. Kalau Yaya mau diambil oleh Novandra sih silahkan saja. Lagian dia bukan siapa siapa.
Drrt drrtt phone caling.
__ADS_1
Alendra melirik ke arah ponselnya dan ternyata adiknya menelepon dirinya. Sebenarnya ia malas emneerima telepon dari orang itu tapi sekali lagi ia harus bermain cantik.
“Ada apa?” tanya nya dengan malas setelah mengangkat panggilan itu.
“Kak, kata papa, nanti kalau kakak disini jangan bilang kalau kakak itu anak dari papa. Karena kata papa bahaya mengancam nyawa kita smeua kalau kakak mengungkapkan jati diri kakak.” Katanya dengan nada lembut. Cihhh menjijikan banget lu! Kita lihat saja apa yang akan terjadi hari ini. Aku akan menyiarkan kepada semua orang siapa sebenernya aku!! Biarin aja kalau mereka mau kena bahaya, emang ku pikirkan?
“Iya!”
“Tadi mama sudah berpesan agar kakak membantu menyiapkan kursi kursi saja, kayak biasanya.” Lanjut Novandra dengan nada yang sama. Nada yang membuat Alendra gemas sekaligus kesal karena ia lagi lagi teringat dengan apa yang sudah terjadi sama dirinya pada saat sebelum ia lahir kembali.
“Hmmh, kuusahakan.”
“Baikah aku tutup dulu teleponnya ya kak!” katanya sambil menutup teleponnya ttanpa menunggu kakaknya menutup panggilan teleponnya.
“Dasar pengkhianat!! Aku harus bikin strategi agar aku bisa mempermalukan mereka.” Pikir Alendra dalam hati sampai ia menemukan cara mempermalukan mereka. Setelah itu ia tersenyum bahagia mengingat bahwa ia akan bisa mempermalukan mereka.
Sesampainya ia di basement, ia langsung naik mobil butut yang ia beli dengan uangnya sendiri berjualan design interioir di beberapa tempat yang ia pasarkan secara online.
Alendra tidak tahu kalau sebenarnya Yaya melihatnya keluar dari basement apartemennya, lalu Yaya mengikutinya dnegan ojol yang ia pakai untuk datang ke apartemen Alendra.
Yaya hanya heran karena Alendra terlihat menghindari dirinya dan tidak mau bertemu dengannya. Padahal dulu Alendra itu sangat suka sekali mendekati Yaya dan memberikan sinyalmen banhwa Alendra mencintainya dan ingin menjadikannya sebagai pasangan hidup, tapi sekarang Alendra berubah dingin dan tidak perhatian dengannya.
Ia curiga kalau Alendra memiliki kekasih lain, makanya ia menjdi dingin seperti ini. Yaya sebenarnya tidak benar benar menyukai Alendra, tapi kehilangan seorang fans seperti ini rasanya kok sayang. Alendra itu baginya hanya sebuah batu loncatan. Alendra tidak kaya banget tapi saat bersama Yaya ia selalu totalitas dalam menyenangkan hatinya, dari membawakan makanan dan mengajaknya ke tempat tempat asyik tanpa ia harus keluar uang.
Ia belum tahu latar belakang Alendra, jadi ia mengikuti Alendra akan kemana.
Yaya heran saat mobil butut Alendra memasuki sebuah pekarangan rumah yang besar dan luar biasa megah. Ia heran bagaimana Alendra bisa memiliki koneksi sekaya itu. Ia teringat dnegan bosnya di dunia model yang juga mengenal Alendra, mungkin latar belakang Alendra tidaklah mudah. Bisa jadi ia adalah pewaris kaya seperti yang ada di novel novel.
Yaya jadi semakin tidak rela untuk melepas Alendra, baginya Alendra bisa jadi boneka yang bisa ia gunakan sebagai pelabuhan terakhir dirinya saat ia tidak memiliki laki laki untuk di ajak have fun.
__ADS_1
Yaya bergegas menemui Alendra yang sudah bersiap masuk ke dalam.
“Mas Alend!! Kamu pergi pesta kok pergi sendiri sih?” sapa Yaya yang membuat mata ALendra jadi membulat tak percaya.
“Ngapain kamu kesini? Kamu mengikuti aku ya?”
“Lha habisnya aku tadi mau ke apartemen kamu, eh kamunya m alah pergi, saat kuikuti ternyata kamu pergi pesta sendiri.” Kata Yaya dengan nada merajuk. Biasanya saat seperti ini Alend akan mememluknya dan menuruti semua kehendaknya, tapi kali ini ia tidak mendapati Alend ,melakukan hal itu, malah menatapnya dnegna tatapan dingin.
“Kamu pulang saja, aku disini akan melakukan sesuatu. Kalau ada kamu akan membuat ribet suasana.” Kata Alendra dengan nada dingin. “
“Mas kamu kok sekarang gitu? Bukannya kamu pernah bilang kalau kamu menyukaiku? Dan ingin menikahiku?” tanya Yaya dengan heran. Memang menurutnya Alend sedikit aneh. Ia sekarang terlihat tampan dan menarik, padahal dulunya Alend ini sedikit cupu dan pakaiannya butut.
“Aku memang pernah bilang begitu, tapi sekarang aku tidak menyukai kamu lagi. Maaf kalau aku harus bilang sejujurnya sama kamu, toh aku sama kamu juga belum jadian kan?” kata Alend dengan kejam. Ia teringat saat ia dihina oleh Yaya yang mengatakan dirinya cupu dan tidak menarik. Padahal wajahnya sekarang tampak luar biasa. Ada aksen kebule bulean di wajahnya yang tampan itu. Ini yang membuat Yaya sedikit tidak rela kalau sampai berpisah dengan Ray.
“ Tapi .. tapi aku mulai menyukai kamu sungguhan. Kamu tega setelah bikin aku suka sama kamu, terus aku kamu tinggalkan.” Katanya sambil mengeluarkan air mata yang sesungguhnya. Ia gak rela dong, karena saat ini Alendra tampak menawan loh!
“Maaf, aku tidak bisa sama kamu lagi. Aku lebih baik jujur daripada memberikan kamu pengharapan palsu.” Katanya dengan nada dingin dan datar.
“ Kamu jahaattt!!” katanya sambil lari keluar dari pekarangan rumah besar milik Abbiyu Putra. Tapi yah mungkin takdir kedua orang itu mesti bersatu jadi tanpa ada campur tangan Alendra ya pasti akan bertemu. Karena ternyata Yaya keluar sambil menangis dan tanpa melihat ke kanan kiri tiba tiba ia menabrak tubuh Novandra hingga hampir jatuh. Alendra masih sempat melihat kejadian itu.
Alendra hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya dengan tatapan sinis. Karena ternyata tanpa campur tangannya kalau itu sudah takdir ya pasti akan tetap bersatu. Alendra hanya bisa mengangkat bahunya dengan cuek. Biar sajalah!!
.
.
.
TBC
__ADS_1