Reiz And Rin

Reiz And Rin
Kenapa Mommy dan Daddy bertengkar?


__ADS_3

"Daddy?" Gumam Marissa pelan, ia sudah berdiri di belakang Drake.


Wanita yang bersama Drake mengangkat wajahnya menyadari seseorang yang berdiri di sana, seketika ia membeku.


"Eliza, kau kenapa?" Tanya Drake yang melihat Eliza terdiam, ia mengikuti arah pandangannya.


"Marissa?" Drake tak kalah terkejutnya, lelaki itu bangkit dari duduknya.


"Kau di sini?" Lanjutnya.


"Kenapa? Kenapa kau terkejut melihatku?" Tanya Marissa dengan suara yang sudah bergetar.


"Aku tadi datang ke kantor, tapi kau tidak ada. Siapa yang mengira kalau kita akan bertemu di sini? Apa kau sedang makan siang dengan mantan kekasihmu?" Tanyanya lagi.


"Marissa, aku..." Ucap Drake terputus.


"Eliza, apa dia putramu?" Marissa mengalihkan pandangannya pada Eliza.


"Dia...." Lidah Eliza kelu, seakan tak sanggup menjawab pertanyaan Marissa.


"Sepertinya aku sudah mengganggu acara makan siang kalian, aku permisi." Marissa melangkahkan kakinya, tanpa menunggu jawaban dari mereka berdua. Hatinya sangat hancur melihat suaminya ternyata masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Terlebih lagi ternyata mereka sudah memiliki seorang anak, anak itu bahkan usianya diatas Rexy, putranya dengan Drake.


**********


Pagi harinya.


"Marissa, maafkan aku..." Ucap Drake yang baru kembali, setelah berdebat panjang lebar dengan Eliza ia memutuskan untuk tidak pulang semalam. Drake lebih memilih tidur di tempat Eliza, tak peduli wanita itu marah padanya. Kalaupun ia kembali ke rumahnya, Marissa juga pasti akan mengamuk padanya. Seperti pagi ini.


"Aku sangat mencintaimu Drake, tapi kenapa kau malah mengkhianatiku?!" Teriak Marissa. Wanita itu melemparkan benda apapun yang ada di kamar.


"Maafkan aku, Marissa... Tapi aku mencintai Eliza, dan tak akan pernah bisa melepasnya, apalagi ia sudah hamil anakku sebelum aku menikah denganmu..."


Pernyataan Drake barusan membuat Marissa tercengang.


Marissa dan Drake menikah karena perjodohan. Orang tua Drake tak setuju hubungan Drake dengan Eliza karena Eliza berasal dari keluarga yang sederhana. Maka dari itu orang tua Drake menjodohkannya dengan Marissa, anak dari rekan bisnis mereka.


Marissa tentu saja tidak menolaknya karena ia memang sudah mencintai Drake sejak lama, dan Drake tidak bisa menolak perjodohan ini karena tidak mau di cap sebagai anak durhaka oleh kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Kau jahat Drake, kau jahat....!!!" Teriak Marissa, wanita itu histeris.


"Mom, Dad..." Keduanya terkejut mendengar suara kecil itu. Refleks mereka melihat ke arah pintu yang terbuka sebagian. Di sana nampak Rexy, putra mereka sedang berdiri di depan pintu sudah lengkap dengan pakaian sekolahnya. Drake segera menghampirinya. Sedangkan Marissa tetap berdiri di tempatnya, sambil mengusap air matanya yang mengalir deras.


"Rexy, kau mau berangkat sekolah?" Tanya Drake yang berjongkok di depan Rexy.


"Kenapa Mommy dan Daddy bertengkar?" Rexy malah balik bertanya.


"Tidak sayang, kami tidak bertengkar. Ini sudah siang, sebaiknya kau segera berangkat sekolah. Daddy akan mengantarmu." Drake membawa Rexy pergi dari kamar itu.


"Kau jahat Drake, kau jahat..." Lirih Marissa yang masih bisa di dengar Rexy.


**********


Mobil yang di kendarai Drake pergi meninggalkan halaman rumah mewahnya.


"Rexy? Kenapa diam saja?" Tanya Drake, biasanya putranya itu selalu bicara saat keduanya dalam perjalan ke sekolah.


"Tidak apa-apa, Dad..." Rexy menggeleng. Drake menghela nafas berat, Rexy pasti mendengar pertengkarannya dengan Marissa.


Rexy terdiam, keningnya berkerut mencoba mengingat sesuatu yang sepertinya tertinggal.


"Kau lupa membawa pensil warna?"


"Iya, Dad." Rexy mengangguk, ia memang benar-benar lupa. Selama ini Ibunya yang selalu menyiapkan perlengakapan sekolahnya. Rexy kecil memang manja, karena Ayah dan Ibunya sangat menyayanginya.


"Ya sudah, kita kembali." Drake memutar arah mobilnya, untungnya mereka belum terlalu jauh.


Begitu sampai di depan gerbang rumahnya, Rexy segera berlari tapi pandangannya tertuju pada Marissa yang sedang berdiri di atas balkon kamarnya.


"Mommy?" Dilihatnya Marissa yang menaiki pagar pembatas sambil terus mengusap air matanya.


"Aku sangat mencintaimu Drake...." Lirih Marissa.


"Aku akan membawa cinta ini sampai mati, aku tak akan sanggup melihatmu bersama wanita lain apalagi berbagi dirimu..." Marissa memejamkan matanya.


Detak jantung Rexy seakan terhenti saat itu juga, matanya membulat melihat sang ibu yang terjun begitu saja dari lantai dua.

__ADS_1


"Mom....!!!" Rexy berlari ke arah ibunya.


"Mom..." Tubuh kecil itu bergetar meraih sang ibu yang sudah bersimbah darah.


"Mommy... Mommy...." Tangis Rexy pecah memeluk tubuh Marissa yang sudah tak bernyawa.


Sementara Drake hanya mematung, tadinya ia menunggu Rexy di dalam mobil tapi teriakan Rexy membuatnya keluar untuk menghampiri putranya.


Betapa terkejut ia ketika melihatĀ  Rexy sedang memeluk Marissa yang sudah tergeletak penuh darah.


**********


Tiga hari setelah kematian Marissa, Drake mengajak Eliza dan juga Edra untuk tinggal di rumahnya, awalnya Eliza menolak. Tapi Drake terus memaksanya, alasannya adalah Rexy. Putranya itu jadi sering mengurung diri di kamarnya, mungkin saja sikap lembut Eliza bisa mengurangi kesedihan Rexy dan Edra bisa menjadi temannya. Begitu pikir Drake.


Jika di tanya bagaimana perasaan Drake ketika kehilangan Marissa, jawabannya tentu saja pria itu sedih. Dia merasa sangat menyesal, Marissa mengakhiri hidupnya karena dirinya. Bahkan Drake tak menyangka kalau Marissa akan berbuat senekat itu. Tapi ia tak boleh terlalu lama tenggelam dalam kesedihan dan juga penyesalan, masih ada Rexy yang masih membutuhkan perhatian dan juga kasih sayangnya.


"Rexy, kenalkan ini Aunty Eliza, dan ini putranya Edra, kau bisa memanggilnya Kak Edra."


"Hai Rexy, bagaimana kabarmu?" Eliza tersenyum lembut, ia berjongkok mensejajari tinggi anak berusia tujuh tahun itu, sambil mengusap pelan rambutnya. Bukannya menjawab, Rexy hanya menatapnya dengan datar. Ia mundur satu langkah dari tempatnya berdiri.


"Rexy, bersikaplah sopan. Aunty Eliza sedang bertanya padamu." Ujar Drake.


"Siapa wanita ini, Dad? Dan kenapa juga aku harus memanggil dia dengan sebutan kakak?" Rexy menunjuk ke arah Edra.


"Dia bukan Kakakku." Sambung Rexy menatap datar pada Edra.


"Rexy, Aunty Eliza akan menjadi Mommy baru mu, Nak. Dan Edra akan menjadi Kakakmu." Drake mencoba menjelaskan dengan suara lembut.


"Apa? Mommy baru?" Tanya Rexy, pria kecil menggeleng.


"Tidak! Mommmy ku cuma satu, dan itu adalah Mommy Marissa. Aku tak mau wanita asing ini menjadi Mommy ku!" Teriak Rexy, matanya tampak memerah menahan tangis.


"Rexy, jaga sikapmu Nak. Mommy Eliza adalah wanita yang baik."


"Dia bukan Mommy ku!"


"Daddy jahat, karena Daddy Mommy meninggal. Dan sekarang Daddy malah membawa wanita lain ke rumah ini! Aku benci Daddy!"

__ADS_1


Reiz mencoba mengatur nafasnya yang memburu, kenangan pahit itu selalu menghantuinya. Kenangan itu juga yang merubah seorang Rexy William yang manja menjadi Reiz Anderson yang dingin.


__ADS_2