
Kini Kia dan juga Andin sudah berada di kediaman masing-masing, Kia yang hanya menghabiskan waktunya dengan pekerjaan tidak pernah terlintas di benaknya untuk menghabiskan waktu seperti seharian tadi, di pikiran Kia awalnya permainan yang mereka mainkan hanya bisa di mainkan oleh anak di bawah usianya tua seusia mereka tidak di izinkan untuk menikmati wahana permainan.
Maklum Kia jarang menginjakkan kaki di mall, apa bila ia menginginkan sesuatu ia hanya akan mencarinya di minimarket atau pasar yang menurut Kia harganya terbilang sangat murah.
Sebelum ia masuk ke kamar mandi dan ingin membersikan diri Kia terlebih dahulu menyiapkan makanan yang di belikan andin sewaktu di perjalanan mengantarkannya pulang, setelah menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri Kia bergegas masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Di kediaman Pramana Andin baru saja memasuki rumah tersebut mendapati sang ibu yang menyiapkan hidangan di atas meja di bantu para maid, sebelum ke kamar Andin ingin menghampiri ibundanya terlebih dahulu karena seharian ini ia tidak bertemu dengan ibundanya.
"Hy Bun, Andin kangen sama bunda." sambil menarik kursi yang ada di meja makan tersebut untuk di duduknya.
"Hy sayang anak bunda baru kelihatan, owh iya gimana kabarnya Dion kapan baliknya dia ?
"Dion baik Bun, Andin juga gak tau soal itu kata Dion masih banyak urusan."
"Maafin Andin Bun udah bohongi Bunda." Andin tidak berani mengatakan yang sejujurnya gumamnya.
"Ya udah ganti baju kamu skarang trus kita makan malam bersama, bunda panggil ayah kamu dulu".
"Abang kemana Bun gak pernah kelihatan?" Tanya Andin yang emang tidak melihat kehadiran abangnya sudah beberapa hari ini.
"Abang kamu sibuk dengan urusan kantornya pulang pasti larut malam."
"Oh"Andin hanya ber oh ria
"Bun barusa Andin udah makan sama Kia." bohongnya mengikuti langkah kaki sang Bunda menuju ke kamarnya.
Setiap Andin berada di rumah yang ada di pikirannya slalu Tetang Dion entah apa yang membuat Dion berubah, ia ingin sekali mengikuti Dion ke luar kota tetapi ia tidak mempunyai alasan yang tepat untuk mengatakan kepada kedua orang tuanya.
Andin yang sudah berada di kamar langsung melangkah menuju kamar mandi untuk membersikan diri.
Pagi pun menyapa hangatnya mentari pagi menembus celah-celah jendela sang pemilik kamar yang masih enggan untuk membuka mata, tak ada pergerakan dari Kia seperti sebelumnya hari ini ia ingin bangun sedikit telat, di kediaman Pramana tepat di kamar putri mereka Andin pun terlihat sama masih menikmati tidur paginya.
Kia mau pun Andin enggan bangun lebih awal, Kia tidak melupakan kedatangan orang tuanya hanya saja kedatangan mereka mungkin sampai malam nanti, untuk keperluan mereka sudah di siapkan oleh Andin yang akan datang selepas isya nanti, pekerjaan di rumah Andara pun sudah kita selesaikan sejak kemaren.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 11:00 Kia terbangun dari tidurnya akibat rasa lapar yang tidak bisa ia tahan lagi, ia pun bangun bergegas ke kamar mandi membasuh wajahnya, setelah itu ia mengambil roti tawar dan mengolesnya dengan selai kacang ia melahapnya tanpa Jedah, ia selalu menyetok roti di kamar kost jika sewaktu-waktu ia merasa lapar seperti siang ini.
Kia mengaktifkan ponselnya yang sengaja ia non-aktifkan sejak semalam, terlihat ada beberapa notifikasi panggilan dan pesan masuk dari sang ibu, salah satunya mengatakan bahwa mereka sudah berada di perjalanan menaiki mobil milik tetangga yang di sewa oleh ayah Kia untuk mengantarkan mereka sampai ke tujuan nanti.
__ADS_1
Kia yang asik dengan memainkan ponsel miliknya di kejutkan dengan ketokan pintu yang tak ada hentinya dan juga sangat nyaring jika terus di biarkan akan membuat sang pemilik kost mendatanginya.
Tok tok tok
Siapa sih yang datang perasaan aku gak pesan apapun, kos juga udah bayar gak mungkin kan mama sama papa udah di depan, Kia masih asik menerka siapa yang mengetok pintu kost miliknya dengan begitu nyaring.
Kia bangkit berniat ingin memberi sedikit wejangan ketika membuka pintu nanti tapi hal itu ia urungkan teryata yang membuat keributan mengetok pintu sudah seperti penagih hutang tak lain tak bukan ia adalah Andin.
Kia memutar bola mata jengah melihat tingkah Andin siang ini sangat menyebalkan.
"Siang nona boleh saya masuk saya bawakan anda makan siang, saya tau anda pasti belum makan, dan juga belum mandi dasar pemalas." Andin melirik Kia dari ujung kepala sampai ujung kaki dan langsung menerobos masuk, Kia mengikuti arah pandang andin sampai ke arah kakinya, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dan menutup pintu kamar tersebut.
"Sana mandi dulu biar wangi trus kita makan bareng aku udah lapar banget." perintah Andin yang langsung di laksanakan oleh Kia tanpa bantahan, ketika bersama Andin ia akan menuruti perkataan Andin sudah seperti seorang adik terhadap kakaknya.
Tak butuh waktu lama kini Kia telah menyelesaikan mandinya ia keluar dari kamar mandi yang sudah menggunakan kaos lengan pendek dan juga celana jins dengan rambut yang masih terlilit handuk, Kia sengaja memakai pakaian sebelum keluar kamar mandi tersebut maklum kamar Kia tidak memiliki ruang ganti atau semacamnya jiga iya mengajak teman ke kamar kostnya aktifitas semacam itu dia lakukan di kamar mandi miliknya.
"Kak ayok kita makan katanya udah lapar" Kia mengajak Andin yang sedari tadi menunggunya sambil membaringkan tubuhnya di kasur milik Kia.
"Setelah ini kita mau ke mana kak ?"
"Kak Andin gak ngomong tau gitu aku pakai baju rumahan ajha" Kia bangkit ingin mengganti pakaiannya.
"Makan ajha dulu Ki aku udah lapar nungguin kamu dari tadi loh, ini udah jam 1:30 juga ada 2 jam an lagi trus kita jalan gak perlu lah ganti baju lagi."
Kia tidak ingin membantah dan apa yang di katakan Andin ada benarnya juga, mereka menyantap makanan yang mulai dingin, karena udah lomayan lama di anggurin.
Selesai dengan makan siang mereka Kia membersikan bekas makan tersebut, setelahnya mereka bersantai dengan ponsel masing-masing, Andin yang mencoba mengirim pesan ke Dion tetapi belum juga dapat balasan, dan juga Kia membuka aplikasi tik*** menayangkan berbagai macam informasi yang lagi viral salah satunya tentang artis yang melakukan KDRT terhadap istrinya.
"Laki-laki klau udah mukul mending di tinggal mbak wong cantik kaya ngapain sama laki-laki model gitu" Kia ngomel-ngomel tidak jelas
"Kamu ngomongin siapa sih dek ?"
"Ini loh kak ada artis KDRT sama istrinya udah baik cantik kaya pula yang laki gak ada rasa bersyukur aku gregetan banget lihatnya".
"Oalah aku pikir apa Ki, gak usah di urusin masalah rumah tangga orang beda-beda, biar mereka yang menyelesaikan masalah mereka sendiri."
Kia hanya mengangguk kan kepala tanda setuju dengan omongan Andin, waktu berlalu dengan cepat, Andin menyuruh Kia untuk segera bersiap-siap karena ia ingin ke taman yang di katakan Kia waktu itu, Andin bangkit menuju kamar mandi ia ingin menuntaskan buang air kecil yang ia tahan sedari tadi karena melakukan pencarian aktifitas Dion di medsos yang tak mendapatkan hasil, Kia memoleskan sedikit bedak dan juga lipstik agar terlihat sedikit fresh tak lupa iya merapikan rambutnya.
__ADS_1
Andin telah selesai dengan kamar kecilnya begitu pula Kia Andin keluar dari kamar kost tersebut di ikuti Kia yang juga menutup pintu tak lupa ia menguncinya, sesampai di dalam mobil mereka menggunakan sabuk pengaman.
Kini mobil yang di kemudikan Andin dan Kia di dalamnya mulai memasuki jalan yang padat dengan pengendara, perjalanan menuju tempat tujuan mereka sekarang hanya membutuhkan waktu 1 jam, di dalam mobil tersebut Andin mau pun Kia tidak ada yang memulai obrolan terlihat Kia melirik ke arah samping dan Andin fokus dengan mengemudi mobilnya sesekali ia akan menengok ke arah spion.
Sejam telah berlalu mereka memasuki area parkir taman tersebut, Andin mengemudi dengan perlahan mencari tepat yang pas untuk memarkirkan mobilnya, setelah memarkirkan dengan sempurna dan mematikan mesin mobil tersebut ia dan juga Kia bergegas keluar mobil tersebut Kia mengelilingi mobil lalu mengandeng tangan Andin seolah takut kehilangan ketika berada di keramaian, Andin pun tidak menolak perlakuan Kia terhadapnya ia dengan senang hati menyambut genggaman tangan Kia.
Mereka berjalan sambil Kia melingkar kan tangannya di lengan Andin mengelilingi taman tersebut yang terlihat sedikit padat karena taman itu yang akhir-akhir ini sangat viral, sesekali mereka berbincang entah apa yang mereka bahas, sampai di sebuah danau buatan yang berada di taman tersebut kita mengajak Andin untuk duduk di kursi taman dekat danau sambil menikmati pemandangan danau tersebut.
Di dekat danau itu terdapat beberapa pohon yang tidak begitu besar tetapi mampu menyejukkan siapa saja yang hendak berteduh di bawahnya, ada beberapa kursi terdapat di taman itu dan terisi oleh pengunjung taman tersebut, Andin mengalihkan pandangannya ke setiap tempat yang masih dapat di jangkau oleh matanya.
Sampai pada sepasang pengunjung yang juga duduk di salah satu kursi taman tak jauh dari tempat mereka berada saat ini, walau pun hanya melihat bagian punggungnya saja Andin sangat hafal siapa pria itu, Andin terpaku sesaat ia tidak yakin bahwa pria yang sudah beberapa hari ini sulit ia hubungi juga berada di taman ini dengan seorang karena yang ia ketahui bahwa Dion berada di luar kota.
Andin tidak ingin berprasangka buruk dan mungkin saja itu bukan pria yang ia maksud dan mungkin juga hanya kebetulan saja ada yang mirip dengan prianya.
Andin bangkit melangkah ke arah dua sejoli yang lagi menikmati pemandangan danau tersebut, langkah kaki Andin semakin pelan tetapi tetap melangkah maju sayup-sayup iya mendengar suara pria tersebut sedang bercanda dengan wanita yang berada di sampingnya suara itu terdengar sama persis dengan suara Dion Andin semakin penasaran dan mempercepat langkahnya, ketika andin sampai di tempat tepat di mana pria itu berada, Andin berdiri tepat berada di belakang dua sejoli itu yang sedang duduk santai.
Dari tempat Andin berdiri saat ini iya dengan sangat jelas mendengar pembicaraan Dion mengenai calon bayi yang sebentar lagi akan lahir ke dunia, terlihat Dion mengusap perut wanita itu, Andin melihat dengan jelas pemandangan di depannya yang memilukan hati, lelaki yang sangat ia cintai ternyata sudah beristri dan sebentar lagi anak mempunyai seorang bayi.
"Dion ?" Andin memangil pria tersebut tanpa embel sayang lagi
Dion yang merasa namanya di sebut dari arah belakangan seketika membalikan badan, dan betapa terkejutnya Dion dengan kehadiran Andin tepat di hadapannya saat ini ia membulatkan matanya tetapi sesaat kemudian ia menetralkan agar tidak terlihat gugup.
"Andin sejak pakan kamu ada disini"tidak ada lagi panggilan sayang di antara mereka seperti biasa.
"Sayang dia siapa kok kenal sama kamu" wanita yang berada di samping Dion merangkul lengan Dion dengan mesra.
"Kami hanya teman dan kebetulan bertemu disini" Andin langsung menjawab pertanyaan tanpa menunggu jawaban dari Dion.
"Semoga kita bertemu lagi kelak dan untuk kamu juga Dion ada masalah yang harus di bahas tuntas" tidak ingin berlama-lama Andin membalikkan badan melangkah meninggalkan Dion dan juga wanita yang tengah hamil tersebut dengan mata yang berkaca-kaca, ia menghampiri Kia dan menarik paksa tangan Kia tanpa memberi alasan dengan jelas, Kia hanya mengikuti langkah Andin yang begitu cepat sambil sesekali iya berlari santai untuk mengimbangi langkah Andin.
Sampai di parkiran Andin masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin, di susul oleh Kia ia yang tidak mengetahui kejadian sebenarnya. karena sepeninggalan Andin Kia pergi membeli cemilan dan juga beberapa botol minuman, di perjalan pulang Andin mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi air mata juga ikut membasahi pipinya tanpa mengeluarkan sepatah katapun sampai tepat di lampu merah yang seharusnya mereka berhenti tapi Andin malah menerobos lampu merah tersebut, di saat bersamaan dari arah jalur sebelah kanan melintas sebuah mobil yang berkecepatan tinggi pula mobil tersebut menabrak mobil milik Andin seketika tabrakan pun terjadi mobil yang di kemudikan Andin terseret beberapa meter ke samping.
Mobil Andin rusak parah di bagian samping kanan, Kia yang sempat sadar berusaha keluar dengan kepala mengeluarkan dara sepersekian detik ia berhasil keluar dan ingin menolong Andin yang masih berada di dalam mobil tersebut, belum juga berhasil mengeluarkan Andin yang terlihat sangat parah ia terjatuh ke aspal dan tidak sadarkan diri.
Semua warga yang menyaksikan kejadian itu ada yang membantu ada pula yang berfoto ria tak lama kemudian beberapa mobil ambulance datang mengangkut tubuh Andin Kia dan juga salah satu pengemudi mobil lainnya.
________________Bersambung________________
__ADS_1