
Di malam yang udaranya semakin dingin, Sakura masih tetap bertahan menunggu diluar di depan pintu berwarna hitam.
Matanya berbinar penuh harap, Sakura tidak berhenti menatap pintu itu. Sakura yakin Kenzi akan datang menemuinya lagi.
Sakura memandang ke langit. Setitik demi setitik air hujan mulai turun membasahi wajahnya.
Hujan deras pun turun, Sakura tak bergerak dari sana, dia bersikeras menunggu.
Sakura menggigil ke dinginan.
Jauh diatas Sakura berdiri terdapat jembatan kecil yang menghubungkan antara bangunan tempat ruangan Kenzi berada dengan bangunan cafe Obasan.
Fumiko dan Fumida yang berjalan di bawah payung hitamnya melihat Sakura yang kehujanan dari atas jembatan.
" あの女の子はとても頑固だ !
Ano on'nanoko wa totemo gankoda!" (keras kepala sekali gadis itu) Ucap Fumida.
Fumiko pun merasa kasihan pada Sakura, tapi akan lebih sulit lagi bagi Sakura jika dekat dengan Kenzi. Fumiko dan Fumida pun melanjutkan langkah nya menuju cafe.
Di balik pintu warna hitam jauh masuk menuruni tangga terdapat ruangan yang hanya ada satu kamar tidur.
Di situlah Kenzi kini sedang merebahkan badannya, sambil menatap langit-langit kamar, Kenzi terkenang saat dulu menaiki bukit bersama Sakura.
Kenzi tersenyum simpul mengenang senyum manis Sakura.
Begitu banyak kenangan indah dibukit itu, namun bukan hanya kenangan manis, bukit juga mengingatkan Kenzi akan kenangan buruk.
Kemudian Kenzi bersedih dan menutupi wajahnya dengan bantal. Menahan rasa kehilangan.
Kenzi teringat kematian Ayahnya yang tragis di jalanan yang berbukit.
Hiroyuki berhasil mengeluarkan Kenzi dari sekapan para pemburu Green eyes.
Di luar gedung Hiroyuki bersama Kenzi menemukan sebuah mobil bak yang terparkir tidak terkunci.
Mereka mengendap-endap berusaha mengendarai mobil itu tanpa diketahui para pemburu.
Akhirnya Hiroyuki dan Kenzi berhasil menyalakan mobil, namun suara mobil menyadarkan para pemburu.
"緑の瞳が逃げる!
Midori no hitomi ga nigeru!" (mata hijau melarikan diri) teriak para pemburu green eyes.
Para pemburu yang bersenjata itu pun berhamburan keluar gedung, dan melihat Kenzu berada dalam mobil bak.
" 彼らを追いかけて、急いで!
Karera o oikakete, isoide!" ( Kejar mereka, cepat) Teriak pemburu green eyes yang segera menaiki mobil hitamnya dan mengejar mobil bak itu.
Dua mobil hitam itu terus mengejar Hiroyuki. Ayah Kenzi berusaha mempercepat laju mobilnya, namun tetap saja mobil mereka mampu menyusul.
Mobil hitam itu semakin mendekat, Hiroyuki dan Kenzi semakin panik. Hiroyuki terus menekan pedal gas nya dengan sekuat tenaga.
" Berpegangan Kenzi..!" teriak Hiroyuki sambil membanting setir ke kanan dan ke kiri, bermaksud ingin mengecoh mobil si pemburu.
Setelah berhasil menghindar dari kejaran mereka, Hiroyuki berhenti di sebuah jalan pinggir bukit, dan sambil menatap Kenzi, Hiroyuki meminta Kenzi untuk segera turun dari mobil.
"Turun dari mobil, dan naiklah ke bukit, sembunyi di sana, cepat!"
__ADS_1
Kenzi turun dari mobil bak itu dan menatap Ayahnya sedih karena harus berpisah. Mobil Hiroyuki pun meninggalkan Kenzi di pinggir jalan, diantara pepohonan rimbun Kenzi berdiri sambil melihat mobil itu pergi menjauh.
Tak berapa lama, mobil hitam para pemburu muncul dan mengejar mobil yang dikendarai Hiroyuki.
Kenzi terkejut dan segera bersembunyi di balik pepohonan.
Kenzi melihat mobil ayahnya dikejar mereka, dia menjadi sangat khawatir. Kenzi berlari menaiki bukit, dan mengikuti arah mobil Hiroyuki melaju.
Kenzi terus menapaki bukit itu dan akhirnya sampai di dataran tinggi yang datar. Kenzi melihat ke bawah terlihat jelas jalanan yang akan di lalui mobil ayahnya.
Kenzi menunggu beberapa menit, dan akhirnya benar saja, mobil yang dikendarai Hiroyuki lewat jalan itu. Kenzi berlari lagi mengikuti laju mobil itu dari atas bukit.
Kenzi juga melihat tidak jauh dari mobil Ayah nya terlihat mobil hitam para pemburu yang terus mengejar.
Dan ketika jalanan berbelak belok dan menurun, mobil Ayah Kenzi kehilangan kendali, sedangkan mobil hitam melaju semakin cepat, berada persis di belakang lalu menyenggol mobil Hiroyuki.
Terdoronglah mobil yang dikendarai Hiroyuki sampai masuk ke jurang.
Kenzi yang menyaksikan itu kaget bukan main, sampai dia jatuh tersungkur, lalu berjalan merayap ke tepian mengintip di antara rerumputan, mobil yang di kendarai Ayahnya terjun ke jurang.
Sedangkan para pemburu menghentikan mobilnya dan memastikan lagi keadaan mobil yang dikendarai Hiroyuki.
Tak berapa lama timbul ledakan.
"BuuuMM...!" mobil yang jatuh ke jurang itu meledak seketika.
Para pemburu pun mengira mata hijau ikut mati, di dalam mobil yang meledak itu.
Kenzi yang terkenang menangis di bawah bantal, menyesali kematian Ayahnya.
Kenzi kesal, kenapa dirinya tak berguna, tidak bisa menyelamatkan Ayah nya sendiri.
"ya, ada apa?" Tanya Kenzi.
" Kenzi, Sakura masih ada di luar, dia menunggu mu, temui dan batalkan hipnotis mu!" Ucap Fumiko.
Namun Kenzi seperti nya enggan menemui Sakura, terasa berat, dia takut tak mampu untuk berpisah lagi dengan Sakura.
Fumiko yang memahami sifat anaknya yang lembut dan menyayangi Sakura, mencoba untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab sebagai seorang pria di diri putranya, meski pun sekarang Kenzi masih remaja.
" Kenzi, cepatlah keluar, dan selesaikan semuanya!" "di luar hujan, kasihan Sakura!"
" Kamu harus berani mengambil keputusan nak, ini yang terbaik untuk Sakura!"
Kenzi walaupun berat, memaksakan diri bangkit dari tempat tidurnya dan keluar kamar menaiki tangga.
Sesampainya di depan pintu, tangannya gemetar ketika ingin membukanya. Kenzi menarik nafas panjang dan berusaha tenang, dia buka pintu itu perlahan.
Sakura yang berdiri basah kuyup serta menundukkan kepala, tak menyadari kalau Kenzi keluar dari pintu itu dan berlahan mendekatinya.
Sakura yang menggigil, sedang memperhatikan setiap rintikan hujan yang jatuh di antara sepatunya. Hujan deras yang sedari tadi turun entah mengapa tiba-tiba berhenti menetes.
Sakura mengangkat wajah nya bermaksud ingin melihat langit, apakah benar hujan sudah berhenti.
Ternyata hujan berhenti di tempatnya berdiri karena ada seseorang yang memayunginya, Sakura kembali mengangkat wajahnya lebih jauh, ingin tahu siapakah orang yang baik hati itu.
"Kenzi!" Sakura terkejut.
Senyum bahagia Sakura kembali menghiasi wajahnya yang pucat karena dingin.
__ADS_1
Kenzi setelah melihat Sakura tak sanggup berkata-kata, Sakura segera memeluk Kenzi.
Kenzi yang akhirnya membalas pelukan Sakura, Lalu menatap wajah itu, wajah yang selalu dia rindukan.
Tangan Kenzi menyentuh pipi Sakura yang sangat dingin, Kenzi pun sadar kalau Sakura bisa demam jika dibiarkan diluar kehujanan seperti ini terus.
Kenzi lalu membawa Sakura masuk ke dalam. Kenzi dan Sakura perlahan menuruni tangga bersama-sama.
Kenzi lalu meletakkan payung hitamnya di pojok ruang. Sakura pun terdiam sambil menggigil kedinginan.
" Duduklah Sakura !" Ucap Kenzi sambil masuk ke kamar.
Kenzi segera membereskan kamarnya dan membuka lemari mengambil handuk dan baju ganti untuk Sakura.
Sakura melihat-lihat sekeliling, dan melihat ke kamar Kenzi, dia tersenyum melihat Kenzi yang terlihat sibuk memilihkan pakaian untuknya.
Kenzi kemudian masuk ke kamar mandi yang berada dalam kamarnya. Sambil menyiapkan air panas untuk Sakura berendam.
Kenzi akhirnya keluar kamar.
" Mau teh hangat?" Tanya Kenzi yang segera memasak air.
Sakura tak menyangka sekarang Kenzi sudah bisa mandiri.
"kamu sudah bisa buat teh sendiri?" Tanya Sakura.
Kenzi menoleh ke arah Sakura.
" Ya, begitulah ".
"Aku banyak berlatih di sini ". jawab Kenzi.
Teh hangat pun sudah siap di meja. "minumlah, setelah itu kamu bisa mandi di dalam, aku sudah siapkan air hangatnya!" Ucap Kenzi lalu pergi.
" Kamu mau kemana?"Tanya Sakura. Kenzi pun tersenyum.
"Aku tidak kemana-mana, aku akan menunggu di tangga, kalau kamu sudah selesai mandi dan berpakaian, kamu tinggal panggil aku!" Jawab Kenzi yang kemudian menaiki tangga.
Sakura kemudian meminum teh hangat buatan Kenzi, rasa dingin yang menyelimutinya tadi berangsur menghilang.
Perlahan Sakura berdiri berjalan masuk ke dalam kamar. Sambil melihat-lihat isi kamar, Sakura mulai membuka sweternya yang basah.
Kemudian Sakura berniat ingin menutup pintu, " loh, mana pintunya?" ternyata kamar ini tidak ada pintunya. Pantas saja Kenzi tadi langsung pergi dan menanti di tangga.
Dengan hati-hati Sakura mulai membuka seluruh pakaiannya lalu melangkah masuk ke kamar mandi.
Sakura sekali lagi terkejut, ternyata kamar mandinya pun tidak ada pintunya. Sakura benar-benar merasa lucu dengan tempat ini.
Namun karena di depan nya sudah ada air hangat yang siap di gunakan untuk nya mandi, Sakura langsung berendam dan tak menghiraukan lagi masalah pintu.
Sakura menikmati sekali saat-saat berendam di air hangat. "aaaaaahhh...!" Ucap Sakura ketika seluruh tubuhnya yang dingin menjadi hangat.
Kenzi yang duduk di tangga sembari bersandar di dinding, mendengar suara Sakura, dia senyum-senyum sendiri sampai ingin tertawa, namun di tahan.
Kenzi merasa sangat lega bisa berdekatan dengan Sakura seperti tadi, yaitu saat Kenzi memeluk Sakura. Perasaaan bahagia Kenzi terlihat jelas di wajahnya bahkan dia sampai lupa dengan perintah Mamanya untuk segera membatalkan hipnotisnya.
"aaaaaaaa....!" teriak Sakura dari dalam kamar mandi.
Kenzi yang mendengar teriakan itu, sontak langsung berlari mendekati kamarnya.
__ADS_1