Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
Hati yang galau


__ADS_3

Ihsan dan Fumida untuk saat ini berhasil mengecoh para pemburu green eyes. Kini mereka sedang bersiap untuk menyusul Kenzi dan Sakura.


Ihsan melihat Fumida yang sudah berganti kostum, menjadi lebih simpel, kaos coklat dan celana pendek hitam. Ihsan sampai menelan ludah karena terpana oleh Fumida yang tampil seksi bagaikan bintang film Tomb Raider, Angelina jolie.


" Lihat apa kamu, rapatkan mulut mu! nanti serangga masuk!" Ucap Fumida yang melihat Ihsan menatapnya sampai terbuka mulutnya.


Ihsan segera tersadar dan menunduk malu.


"Hmmm...kenapa Kamu bawa senjata segala, memangnya kita mau perang lawan siapa?" Tanya Ihsan yang mulai mengemasi pakaiannya.


Fumida memang tidak cerita tentang para pemburu green eyes yang akan selalu mengintai dirinya, adik dan keponakannya.


Fumida mengabaikan pertanyaan Ihsan, ia tetap fokus mempersiapkan diri dengan membawa berbagai macam senjata untuk melindungi diri.


Fumida selesai mengemasi baramg-barang bawaannya, lalu dia melangkah melihat keadaan dari balik jendela penginapan.


" Sudah cepat, kita harus berangkat sekarang, mumpung masih pagi !" Ucap Fumida pada Ihsan.


"Iya, aku juga sudah selesai berkemas, ngomong-ngomong kita mau kemana ?" Tanya Ihsan sembari memakai mantelnya.


Fumida kembali mengabaikan pertanyaan Ihsan, Fumida sangat menjaga jarak dengan Ihsan, maklum memang baru kali ini Fumida bisa berdekatan dengan laki-laki.


Dan Fumida masih marah dan malu pada Ihsan karena masalah yang kemarin sempat berpura-pura menjadi pacar Ihsan.


Ihsan menghela nafas, dia berusaha sabar meski sering di abaikan Fumida. Yang terpenting baginya sekarang adalah menemukan Sakura, putri kesayangannya.


Fumida Lalu mengintip dari balik pintu kamar nya, memantau keadaan di luar.


"Aman ayo kita keluar sekarang!" Ucap Fumida memberikan komando pada Ihsan.


Fumida keluar perlahan tanpa suara, dia sangat berhati-hati, bisa saja pemburu green eyes itu mengikutinya sama sini.


Ihsan hanya diam menurut saja dengan Fumida, padahal dalam hatinya berkata, "ngapain mengendap-endap segala, kaya lagi main kucing-kucingan aja!"


Ihsan pun berjalan santai di belakang Fumida. Sambil menahan tawa melihat gaya Fumida yang sedang berjalan mengendap-endap.


Sedangkan di rumah tua di balik pepohonan rindang, Kenzi dan Sakura sedang mencari kayu bakar untuk perapian.


Fumiko yang di dapur menyiapkan sarapan pagi hari ini, merasa sangat bahagia, karena bisa berkumpul lagi dengan suaminya.


Namun terlintas tanda tanya besar di hatinya, mengapa Hiroyuki bisa ada di rumah ini, dan dengan siapa dia bicara di telp tadi malam, pertanyaan yang belum sempat ditanyakan Fumiko pada suaminya.


"Sayang, selamat pagi...!" Ucap Hiroyuki sambil memeluk Fumiko dari belakang lalu mencium pipi Fumiko.


"Pagi...!" Ucap Fumiko membalas Hiroyuki dengan senyuman manis.


Hiroyuki lalu berdiri memandang keluar jendela.

__ADS_1


"Anak-anak pada kemana?" Tanya Hiroyuki.


" Oh, mereka aku suruh mencari kayu untuk perapian!" Jawab Fumiko sambil menyediakan makanan di meja makan.


" Aku hanya punya mie instan , jadi sarapannya cuma dengan mie goreng aja ya, gak apa -apa kan sayang?" Ungkap Fumiko sembari menata piring dan garpu untuk sarapan bersama.


Hiroyuki membalikkan badan dan duduk di meja makan.


"wah..wah..ini sih sudah istimewa sekali, sudah lama aku tidak makan masakan istri ku yang cantik?" Dengan tatapan mata berbinar-binar Hiroyuki mengomentari masakan Fumiko.


Fumiko tersenyum sambil berfikir nanti setelah makan Fumiko ingin bicara dengan Hiroyuki, yaitu mengenai pertanyaan yang belum dia tanyakan.


Sakura yang sedang mencari kayu, matanya melirik melihat dedaunan kering di depannya. Mulailah muncul ide jailnya, Sakura ambil tumpukan daun kering itu lalu dia sebarkan di kepala Kenzi yang sedang duduk mengikat kayu bakar yang selesai dikumpulkan.


"hahaha...!" Sakura menaburi kepala Kenzi dengan daun kering sambil tertawa.


Kenzi lalu mulai sadar.


"hey...apa-apaan ini!" teriak Kenzi kaget melihat dedaunan yang menghujani kepalanya.


"Ah dasar jail...Sakura awas kamu ya...!" Kenzi segera berdiri dan menangkap Sakura yang sedang berdiri di belakangnya.


" aaaaa...ampun Kenzi...ampun, hahaha!" teriak Sakura yang tertangkap Kenzi. Dipeluk erat pinggang Sakura yang ramping.


Kenzi mengangkat tubuh Sakura lalu di ajak berputar-putar.


Kenzi dan Sakura Akhir nya jatuh bersama di atas rerumputan dan daun-daun kering. Mereka tertawa bersama. Kenzi berbaring di samping Sakura dengan nafas yang tersengal-sengal karena lelah mengangkat Sakura tadi.


Begitu pula Sakura, dadanya berdegup cepat karena habis berputar.


"Kenzi...apa Kamu pernah ngerasa kangen dengan seseorang?" Tanya Sakura tiba-tiba.


Kenzi terdiam, dia malu bila harus berkata jujur, kalau dirinya sangat merindukan Sakura saat sempat berpisah setahun lamanya.


" Memang rasa kangen itu seperti apa?" Kenzi malah berpura-pura balik bertanya pada Sakura.


Sakura kemudian berbalik badan, tengkurap sambil menatap Kenzi. Diri nya sedikit kecewa karena Kenzi mengalihkan pertanyaannya.


" Kangen itu, saat hati resah ingin bertemu seseorang tapi tidak bisa!" Jawab Sakura.


" Ooo begitu...!" Ucap Kenzi sambil bangun dan duduk lalu Kenzi membersihkan rambutnya dari daun-daun kering yang masih menempel.


Sakura kesal, masa cuma begitu reaksinya, fikir Sakura yang melihat Kenzi tidak ada ekspresi apapun.


" Masa harus aku yang menyatakan duluan, kalau aku kangen dia, kalau aku suka...hmmm..gak ah, enak aja!" Bisik Sakura dalam hati.


Sakura lalu berdiri dengan raut wajah kesal dia melangkahkan kaki untuk mengambil kayu bakar yang sudah terikat.

__ADS_1


Kenzi tahu kalau Sakura terlihat sangat kesal dengan sikapnya yang seakan tak perduli.


" Mau kemana ?" Tanya Kenzi yang menghentikan langkah Sakura sembari memegang tangan Sakura.


Sakura berhenti dan terdiam.


" Aku pernah kangen sama seseorang, seseorang yang sangat berarti buatku". Ucap Kenzi sambil berdiri.


Sakura berbalik dan menatap Kenzi, dia berharap dirinyalah orang yang di maksud Kenzi.


"Siapa orang itu?" Tanya Sakura, hatinya berdebar-debar menanti jawaban Kenzi.


Kenzi menatap mata Sakura, dalam hatinya berkata, "tentu saja kamu orangnya Sakura". Namun Kenzi tak punya keberanian untuk mengatakannya.


"Ayah ku!" itulah jawaban yang Akhir nya keluar dari bibir Kenzi.


Kenzi lalu mengambil kayu bakar yang sudah dia ikat itu dan melangkah menjauh dari Sakura.


Sakura berdiri lemas,


" bagaimana mungkin itu jawabannya !", padahal sejak kemarin dirinya sudah yakin kalau Kenzi menyukainya.


Berbagai peristiwa telah terjadi membuat Sakura menganggap itu sebagai tanda kalau Kenzi pasti menyukainya. Tapi ternyata, semua itu tidak berarti apa-apa.


"Semua itu tidak ada artinya!" Bisik hati Sakura yang merasa sesak.


Sakura sangat kecewa, dirinya seperti sedang di permainkan perasaannya oleh Kenzi.


Sakura melangkah lebih cepat sampai menabrak bahu Kenzi, Sakura pergi mendahului Kenzi sambil menetes kan airmata.


Kenzi kaget karena bahunya di senggol keras oleh Sakura. Kenzi melihat Sakura yang tampak dari belakang berjalan tergesa-gesa.


Kenzi tak mengerti ada apa dengan Sakura.


"Sakura, hey..ada apa?" Teriak Kenzi memanggil-manggil Sakura.


Namun Sakura tetap tak mau berhenti, dia terus berjalan masuk ke dalam rumah sambil berderaian airmata.


Sakura langsung naik ke atas, Fumiko yang baru mau memanggil anak-anak untuk sarapan, kaget melihat Sakura yang masuk dengan matanya yang sembab.


Kenzi yang baru sampai pintu depan segera ditahan oleh Fumiko.


"Ada apa dengan Sakura, apa kalian bertengkar?" Tanya Fumiko pada Kenzi, curiga karena tadi melihat Sakura segera naik ke atas dengan raut wajah muram.


Kenzi tertunduk merasa bersalah, dia segera menyusul Sakura ke atas tanpa menjawab pertanyaan mamanya.


"Loh di tanya kok malah kabur sih! hmmm.. ". Ungkap Fumiko yang menatap Kenzi berlari menaiki tangga.

__ADS_1


__ADS_2