Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
Awal mula usaha Andara


__ADS_3

prof Andara


**Siang ini aku merasa bosan berhadapan dengan tumpukan berkas yang dari kemaren belum selesai aku tandatangani ingin rasanya aku melepas rasa bosan ini tetapi ada tanggung jawab yang harus aku selesaikan,, tidak mudah menjadi seorang CEO membangun usaha sampai sebesar ini aku mengorbankan masa muda ku dan menghabiskan waktu dengan pekerjaan yang entah sampai kapan akan berakhir,, ya menjadikan perusahaan sampai sebesar ini sudah banyak hal yang aku lalui dan itu tanpa sepengetahuan kedua orang tuaku,, yang mereka ketahui jika aku berada di luar rumah hanya untuk menyelesaikan kuliahku tidak lebih dari itu,, aku menutupi semua dari mereka uang saku yang mereka berikan kepadaku untuk memenuhi kebutuhan kuliah aku selalu sisihkan sebagian karena ayah slalu memberikan lebih melebihi dari yang di butuhkan,, ibuku wanita yang sangat Rama dan baik hati itu selalu menambah uang tersebut ia takut jika aku akan kekurangan padahal ia tau klau ayah tidak pernah kurang jika mengenai soal biaya kuliah.


Aku memang bukan lulusan universitas luar negri yang selalu di banggakan banyak orang, bagiku menuntut ilmu di dalam negeri sama saja asal kita serius dalam menekuni pendidikan tersebut kita pasti bisa setara dengan mereka yang lulusan universitas luar negeri, aku menyelesaikan S 1 ku hanya dalam kurun waktu 3 tahun lebih ya aku salah satu mahasiswa paling cerdas di kampus itu, hal itu tidak pernah membuatku membanggakan diri sendiri karena di atas langit masih ada langit, dan di belakang aku pasti masih ada orang yang lebih hebat lagi.


Aku di ajarkan oleh ayahku laki-laki hebat itu untuk menabung dan tidak menghamburkan uang untuk hal yang tidak penting, aku belajar menabung saat aku berada di bangku sekolah menengah pertama, hal itu aku tekuni sampai aku berada di bangku kuliah.


Hasil dari tabungan itu aku gunakan untuk memulai usah, aku memberanikan diri membeli saham yang informasi nya aku peroleh dari salah satu dosen di kampus tempat aku kuliah.


Ketika aku hendak ingin menemui dosen tersebut untuk membahas materi yang akan aku jadikan proposal nanti, aku yang ingin masuk keruang pak Hendrik langkah ku di hentikan dengan obrolan ia dan temannya mereka membahas soal saham yang akan di jual oleh temanya tersebut karena terlilit hutang piutang.


Kala itu pak Hendrik tidak memiliki uang yang cukup untuk membantu temanya tersebut, aku yang hendak masuk tadi memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka berdua, walau hal itu sangat tidak di perbolehkan, tetapi aku tetap melakukannya.


Mereka membahas hal tersebut tanpa menyadari aku yang sedari tadi berdiri di balik pintu yang mang tidak tertutup rapat, sampai pada pembahasan nominal yang di butuhkan oleh teman pak Hendrik, sambil menguping aku memutuskan membuka aplikasi di handphone ku lalu aku mengecek hasil dari tabungan ku selama ini, dan ya Alhamdulillah nominalnya lebih dari cukup aku memang tidak pernah memakai tabungan itu.


Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, obrolan mereka kini telah berakhir dan yang terakhir aku dengar teman pak Hendrik berpamitan ingin segera pulang, aku memutuskan pergi dari tempat itu menuju parkiran karna yang aku tau pria itu akan melewati parkiran tersebut mungkin, aku hanya menggunakan naluri saja.

__ADS_1


Dan dugaan ku benar pria itu menuju ke arah parkiran ingin bergegas masuk ke dalam mobilnya, dengan cepat aku berjalan setengah berlari dan mendekatinya aku menyapa pria itu dengan sopan, ia merespon dengan ramah.


"Emm pak maaf saya mengganggu waktu anda, tapi hal ini tidak bagus klau kita membahasnya dengan berdiri seperti ini."


"Kita bicarakan di dalam mobil saya saja, karena waktu saya tidak banyak untuk mencari tempat yang pas untuk kita berbincang." Pria itu membuka kontak mobil lalu mempersilahkan untukku masuk kedalam mobil tersebut.


Sebelum aku mengutarakan niatku aku meminta maaf terlebih dahulu karena telah menguping pembicaraan mereka barusan, pria itu hanya menampakkan senyum ramah, Aku melanjutkan pembicaraan dan mengutarakan niat baik ku, saat aku menjelaskan dan menawarkan bantuan aku melihat pria yang di hadapanku saat ini berkali-kali mengerutkan alis entah apa yang ia pikirkan, aku khawatir jika niat ku ingin membantu akan di tolak mentah-mentah.


Ternyata dugaan ku salah pria dihadapan ku ini menerima tawaranku dan ia memberikan kartu nama agar aku bisa menghubunginya dan melakukan pertemuan di kantor miliknya, aku mengulurkan tangan untuk menerima kartu nama tersebut dan mengulas senyum samar.


Aku menatap kepergian mobil pria itu dan melirik sekilas ke kartu nama yang aku terima darinya. "Bismillah semoga ini awal yang baik" Sambil menyelipkan di kantong celanaku aku berjalan menuju ruangan pak Hendrik aku berniat untuk menemui pak Hendrik lagi karena proposal yang aku ingin ajukan sangat penting.


Aktifitas ku berakhir di sore hari, aku memutuskan untuk pulang ke rumah, aku memasuki mobil milikku dan menghidupkan mesinnya tiba-tiba ponsel aku berdering aku melihat siapa yang berada di panggilan tersebut, ternyata itu Reno, entah ulah apa lagi yang ia buat sampai menelpon ku.


Aku mengaktifkan tombol hijau, dan mendengar suara di sebrang sana.


"Hmm "

__ADS_1


"Lo dimana An ?? Gw nginap di rumah Lo malam ini jemput gw di jalan xxx,"


Tut Tut Tut


Tanpa mendengar persetujuan dari ku teman tak tau diri itu langsung mematikan sambungan.


Aku memang kesal terhadap sikapnya tetapi tidak membuatku untuk melupakan sahabatku itu semenjak kepergian Dion hanya dia yang selalu ada buat aku, karena saat ini Dion berada di luar negeri untuk menyelesaikan studinya.


Aku meninggalkan pelataran kampus dan menuju ke alamat yang di berikan oleh Reno, sudah 15 menit aku menunggunya tapi tak kunjung tiba, di hubungi juga susah padahal baru saja ia menelpon dan menyuruhku untuk menjemput, sambil menunggu Reno aku memainkan ponsel milikku tiba-tiba jendela di sebelah kiri ku di gedor dari arah luar dan pelakunya siapa lagi klau bukan Reno, aku membukakan kontak agar pintu itu dapat di buka oleh Reno, setelah ia membuka pintu mobilku aku melihatnya memasukan koper dan meletakkan di kursi belakang, "Reno dia kenapa bawa koper segala apa mau pergi juga" Aku ngebatin melihat koper besar miliknya.


Setelah selesai dengan urusan nya ia men dudukan diri di kursi depan tepat di sampingku, aku pun melanjutkan mengemudi mobil itu dan arah tujuan kali ini adalah kediaman orang tuaku.


Sesampai di rumah aku memarkirkan mobilku lalu berjalan memasuki rumah itu, Reno yang baru saja keluar dari mobil menyeret koper miliknya mengikuti ku sudah sepeti ayam yang mengikuti induknya kemana pun induknya pergi.


Reno mensejajarkan langkah kakinya dan kini tepat berada di sampingku, aku memasuki rumah yang terlihat sepi entah kemana perginya kedua orang tua ku, aku menaiki anak tangga di susul Reno tepat berada di belakangku setelah memasuki kamar Reno meletakkan koper miliknya di dekat sofa yang berada di kamar tersebut, aku memilih melanjutkan langkah menuju kamar mandi untuk membersikan diri tak lupa aku menyimpan barang yang aku bawa dari kampus tadi.


Maaf ya guys di sini saya masih menceritakan tentan Andra belum masuk di babak menegangkan .. semoga tertarik dengan cerita ini** ...

__ADS_1


__ADS_2