
Udara pegunungan Totoro terasa sangat sejuk. Sakura pun ikut turun dari taksi ketika melihat Kenzi berjalan ke tepi jalanan yang di bawahnya lembah menghijau dan di depannya terpampang luas indahnya pegunungan Totoro.
Fumiko lalu berfikir mungkin di daerah sini ada penginapan murah. Di ambil nya dompet dari dalam tas Fumiko, dia mengira pasti ongkos taksi ini mahal, karena jarak tempuh sudah melebihi 100 kilometer.
"Semoga saja uangku cukup untuk bayar ongkos taksi dan menyewa kamar untuk istirahat malam ini!" Ucap Fumiko sambil menghitung uang di dompetnya.
Hari semakin sore, Fumiko cemas karena sejauh mata memandang tak terlihat ada nya penginapan.
"ここに旅館はありますか?
Koko ni ryokan wa arimasu ka?"
(apakah di daerah sini ada penginapan pak) Tanya Fumiko pada supir taksi.
"私の記憶では、細い道を入るとすぐに旅館があったと記憶しています"。
"Watashi no kiokude wa, hosoi michi o hairu to sugu ni ryokan ga atta to kioku shite imasu".
( seingat saya ada, anda masuk saja ke jalan kecil itu, anda bisa melihat sebuah penginapan) Jawab Pak supir sambil menunjukan arah.
"ありがとう、先生、これがタクシー料金です!"
"Arigatō, sensei, kore ga takushī ryōkindesu!"
(terimakasih ya pak, ini ongkos taksinya) Ucap Fumiko sembari memberikan uang ke supir taksi.
Sakura dan Kenzi terlihat senang bisa melihat pemandangan alam yang menakjubkan.
Sakura berfikir kenapa supir taksi tidak mau mengantarkan ke pegunungan Totoro, padahal kalau di lihat dari kejauhan tempatnya sangat indah.
"Kenapa ya supir taksi tadi sepertinya takut, ketika kamu minta di antarkan ke pegunungan Totoro?" Tanya Sakura pada Kenzi.
Kenzi yang sudah tahu rahasia pegunungan Totoro dari cerita Tantenya itu, hanya tersenyum pada Sakura sambil menikmati pemandangan alam.
"Kenzi, di tanya kok malah senyum-senyum doang, iihh, nyebelin!" Ucap Sakura mengomentari sikap Kenzi yang tersenyum terus dari tadi.
" Itu karena dia lagi senang Sakura!" Ungkap Fumiko yang mendekati Sakura lalu tersenyum.
Fumiko berdiri sambil merangkul Sakura dan Kenzi sambil memandang luas ke depan ikut menikmati keindahan alam.
"Tante, kenapa supir taksinya disuruh pergi, padahal dia bisa mengantar kita sampai ke sana!" Ucap Sakura sambil menunjuk ke arah pegunungan Totoro.
" Lagian apa sih yang di takuti supir itu, isinya paling cuma pepohonan, memangnya di dalamnya ada apaan sih!" Ucap Sakura kesal karena membayangkan kalau harus berjalan kaki ke pegunungan Totoro itu.
" mungkin disana ada dinosaurusnya, hahaha...!" Jawab Kenzi menanggapi ocehan Sakura.
"dih...kaya jurasic park aja, eh tapi seru tahu kalau di pegunungan itu beneran ada dinosaurusnya, hehehe..!" Ucap Sakura menghayal.
"hahaha..ada-ada aja kalian ini!" Ucap Fumiko.
Fumiko lalu melanjutkan perjalanan untuk bisa segera menemukan penginapan yang tadi di tunjukan supir taksi.
"ayo, kita lanjut jalan, nanti keburu gelap!" Ucap Fumiko mengajak Sakura dan Kenzi untuk melanjutkan perjalanan.
Sakura melihat Kenzi lalu mulai iseng mecolek pipinya Kenzi.
__ADS_1
"tuh di pipi mu ada apaan, tuh!" Ucap Sakura iseng bercanda dengan Kenzi sambil berjalan mendekati Fumiko.
Kenzi yang kaget dan menganggap serius, langsung mencoba mencari tahu sebenarnya ada apa di pipinya itu.
" emang nya ada apa di pipiku, binatang ya, apa sih?" Tanya Kenzi yang tidak juga sadar kalau sedang dikerjai Sakura.
Kenzi segera menyusul Sakura dan berjalan di sampingnya.
"eh, coba lihat, emang ada apa di pipiku, Sakura?" Tanya Kenzi lagi yang penasaran.
Sakura tertawa melihat Kenzi yang masih aja mengusap-usap pipinya dengan tangannya.
Fumiko yang mendengar mereka, hanya tersenyum saja sambil berjalan masuk jalan kecil ke arah pepohonan.
Sakura yang jail mulai lagi mencoba mengerjai Kenzi.
"Sini aku kasih tahu, sini cepet!" Ucap Sakura meminta Kenzi mendekatkan pipinya.
Kenzi yang polos tanpa curiga mendekat ke Sakura.
" mana pipi mu, sini aku kasih tahu!" Ucap Sakura.
Kenzi pun mendekat dan menunjukan pipi sebelah kirinya pada Sakura.
" Emang kamu lihat, ada apa di pipiku?" Tanya Kenzi sambil mendekatkan pipinya.
Lalu Sakura malah mencubit pipi Kenzi dengan keras.
" Ada bekas cubitan aku, nih!" Jawab Sakura lalu tertawa setelah mencubit pipi Kenzi dengan keras. "hahaha..!" Sakura berlari menyusul Fumiko.
Kenzi kaget, dan kesakitan karena pipinya di cubit sampai memerah.
" jail banget ya jadi cewek!" Ucap Kenzi sambil berlari mengejar Sakura.
Sakura yang melihat Kenzi langsung bersembunyi di balik tubuh Fumiko.
" eeehhh Sakura.. lagi apa sih..aduh, Kenzi !" Ucap Fumida yang sedang di kelilingi Sakura dan Kenzi yang saling bercanda.
Fumiko ikut tertawa lepas, Sakura dan Kenzi juga tertawa bercanda ria.
" eh..sudah..ya ampun, hahaha..!" Ucap Fumiko.
Mereka menyusuri jalan setapak, masuk kedalam pepohonan yang rindang.
Kemudian Fumiko berhenti melangkah, sampailah dia di ujung jalan setapak ini.
Sakura dan Kenzi pun menghentikan langkahnya.
Terlihat sebuah rumah besar. Bangunan rumah itu terlihat sudah sangat tua namun kokoh. Seperti sudah bertahun-tahun tidak di huni manusia.
Banyak semak belukar yang merambat di dinding -dinding bangunan rumah. Sakura merasa ngeri dan berfikir kalau rumah ini rumah hantu.
Kenzi juga merinding ketika mencoba masuk dan mulai membuka pintu yang berukuran besar di depannya.
Fumiko berdiri di samping Kenzi dan Sakura bersembunyi di belakang Kenzi.
__ADS_1
Mereka masuk perlahan, dengan sangat hati-hati.
Jantung Mereka berdebar-debar seperti sedang memasuki goa yang angker.
" hallloo...apa ada orang di sini!" teriak Fumiko. Kenzi dan Sakura berputar melihat sekeliling rumah.
Suara Fumiko sampai bergema di dalam ruang tamu yang langit-langit nya sangat tinggi dan terdapat lampu gantung antik yang berdebu.
"Rumah siapa ya, besar banget, seperti istana!" Ucap Sakura sembari melihat ada beberapa lukisan yang terpajang di dinding.
Kenzi lalu mulai menyadari dari beberapa lukisan yang dia lihat, seperti pernah melihatnya.
" Aku seperti pernah lihat, wajah dilukisan ini, tapi dimana ya ?" pikir Kenzi.
Fumiko yakin kalau rumah ini kosong, dia mencari ruang yang mungkin bisa di pakai untuk istirahat malam ini.
Sakura berjalan masuk jauh kedalam. Ketika Sakura membuka sebuah pintu besar, dan terlihat didalamnya ada ribuan buku yang berjejer rapi di rak-rak yang berbaris sampai menjulang tinggi.
"Waaawww....Banyak sekali bukunya!"teriak Sakura merasa takjub dengan apa yang ia saksikan.
Kenzi yang mendengar teriakan Sakura segera berlari, mengkhawatirkan Sakura.
"Kamu di mana Sakura...Sakura?" Tanya Kenzi sambil berteriak memanggil dan mencari Sakura.
" Aku di sini Kenzi!" Jawab Sakura sembari melihat-lihat buku dari rak di depannya.
Sakura lalu mencoba meraih buku yang bersampul warna merah, buku itu di simpan terlau tinggi, Sakura penasaran, akhirnya dia berjinjit sambil mengulurkan tangannya lebih jauh lagi ke atas.
"Ah.. Aku dapat!" Ucap Sakura yang berhasil menarik buku bersampul merah itu, Namun ternyata buku-buku di sebelah nya juga ikut tertarik dan tiba-tiba saja buku-buku itu berjatuhan.
"aaaaa....!" teriak Sakura
Kenzi yang baru masuk ruangan itu melihat buku-buku yang di raih Sakura mulai bergerak dan mau jatuh menimpa Sakura.
Dengan cepat Kenzi berlari ke arah Sakura. Secara reflek Kenzi memeluk tubuh mungil Sakura melindunginya.
"brakk...kebrakk!" buku-buku jatuh pas di atas punggung Kenzi.
Kenzi menggigit bibirnya menahan sakit punggungnya yang tertimpa buku.
Sakura yang terpejam karena takut tertimpa buku tak tahu kalau ternyata Kenzi berlari ke arahnya dan melindunginya.
Rasa hangat tubuh Kenzi yang memeluknya, menyadarkan Sakura.
Sakura mulai membuka mata, dia terkejut ternyata Kenzi sudah ada di sisinya.
Kenzi yang meringis kesakitan lalu berkata:
"Kamu gak apa-apa Sakura?" Tanya Kenzi.
" Kenzi....Aku gak apa-apa, tapi kamu Kenzi..kamu pasti kesakitan!" Jawab Sakura yang langsung mengusap lembut punggung Kenzi.
Kenzi merasakan nyaman di punggungnya. Lalu memandang Sakura dengan lembut.
Kenzi menyematkan rambut Sakura yang sedikit menutupi wajahnya.
__ADS_1
"lain kali hati-hati ya ". Ucap Kenzi menatap Sakura penuh kasih sayang.
Degub jantung Sakura berdebar cepat, saat tangan Kenzi dengan lembut menyentuh rambutnya.