
Udara sejuk menembus selah-selah jendela Taksi yang di naiki Kenzi, Sakura dan Fumiko.
Kenzi yang duduk di depan, baru menyadari ternyata taksi sedang melaju di jembatan yang terbentang luas dan dibawahnya laut kebiru-biruan.
Senyum Kenzi menyeruak, ia buka kaca jendela di sampingnya dan mengeluarkan kepalanya.
Wajahnya berseri menghadang angin yang menerpa di kala taksi terus melaju.
Baru kali ini Kenzi pergi jauh lagi setelah delapan bulan berduka kehilangan Ayahnya. Fumiko ikut bahagia melihat Kenzi bisa sejenak melupakan hidupnya yang selalu dalam kecemasan.
Sakura yang melihat Kenzi, ikut senang, kemudian Sakura juga membuka jendela dan mengeluarkan kepala dan tangannya sambil melambai.
"aaaaa...Sakura teriak bebas, rambutnya melayang-layang di terpa angin saat taksi terus melaju cepat.
Kenzi tertawa mendengar teriakan Sakura. Kenzi pun ikut berteriak.
Fumiko mendengar Kenzi berteriak keras, membuat dirinya yakin kalau Kenzi sudah benar-benar sembuh.
Perjalanan mereka kini sudah sampai keluar dari daerah perkotaan.
Kenzi teringat pesan Obasan untuk mencari Huran Totoro.
"先生、トトロの山がどこにあるか知っていますか?"
"Sensei, Totoro no yama ga doko ni aru ka shitte imasu ka?"
(Pak, apa bapak tahu Pegunungan Totoro) Tanya Kenzi pada Bapak supir taksi.
Pak supir nampak kaget ketika Kenzi menanyakan pegunungan Totoro.
"そこで何をしているのですか、息子?
Sokode nani o shite iru nodesu ka, musuko? (Mau apa kesana nak) Tanya supir taksi curiga.
山には幽霊がいて危険です!
Yama ni wa yūrei ga ite kikendesu! (pegunungan Totoro itu angker dan berbahaya) jelas supir taksi.
そこには行かないほうがいいよ!
Soko ni wa ikanai hō ga ī yo!"
(Sebaiknya jangan kesana) Pesan supir taksi menolak mengantar Kenzi kesana.
Fumiko lalu berfikir untuk mencari penginapan yang dekat dengan pegunungan Totoro.
"そこで宿を見つけたいのですが、先生
Sokode yado o mitsuketai nodesuga, sensei ". ( kami mau mencari penginapan dekat sana pak) Jawab Fumiko.
Kemudian supir taksi mengangguk faham, dan akan segera mengantarkan mereka ke penginapan.
Sakura mencoba mencari penginapan lewat internet tapi Fumiko melarangnya.
"Matikan ponselnya, mereka bisa melacak kita lewat sinyal hp!" Ucap Fumiko berbisik pada Sakura.
Pantas saja pikir Sakura, tidak satupun dari mereka Kenzi dan Fumiko yang menggunakan smartphone untuk mencari pegunungan Totoro lewat internet.
Sakura segera mematikan ponselnya. Lalu Sakura teringat bahwa di dalam tasnya ada peta.
"Kenzi, Tante, aku punya peta, asalkan kita tahu sekarang sudah ada dimana, kita bisa melihat seberapa jauh pegunungan Totoro itu!" Ucap Sakura sembari mengeluarkan peta dari tasnya.
__ADS_1
Kenzi tersenyum dan Fumiko segera mendekat membaca peta bersama Sakura.
Kemudian Fumiko kembali bertanya pada supir taksi.
"私たちは今どこにいるのですか?
Watashitachi wa ima doko ni iru nodesu ka?" (sekarang kita sudah sampai mana pak).
"クロシティの境界から出てきたところです!
Kuro shiti no kyōkai kara dete kita tokorodesu!"
(kita baru saja keluar dari perbatasan kota kuro) Jawab supir taksi.
Sakura dan Fumiko langsung memeriksa peta, dan ternyata lokasi mereka masih jauh dari pegunungan Totoro.
" 100 kilometer lagi !" Ucap Sakura sambil melotot. Fumiko pun kaget ternyata masih sangat lama perjalanan yang harus ditempuh.
Namun Kenzi terlihat sangat menikmati perjalanannya, dia malah tersenyum mendengar Sakura dan Fumiko yang mengeluh.
Lalu Kenzi menyalakan radio ditaksi dan mendengarkan lagu barat sambil bernyanyi keras.
Sakura yang melihat Kenzi sedang bergoyang, jadi ikut senang dan ikut bernyanyi.
"Under my umbrella, ella, ella, eh, eh, eh...
Under my umbrella, ella, ella, eh, eh, eh...
Under my umbrella, ella, ella, eh, eh, eh, eh, eh-eh!"
Fumiko tertawa melihat dan mendengar mereka bernyanyi riang.
Saat ini Fumida yang di tangkap polisi karena mengganggu ketertiban dengan membuat keributan ditengah kota, malah menikmati waktu siangnya di dalam sel di kantor polisi. Dengan santai Fumida memejamkan mata sambil berdendang sampai tertidur.
Namun di luar tidak begitu jauh dari kantor polisi, pemburu green eyes terus mengawasi dan menunggu Fumida keluar.
Sedangkan Ihsan menunduk sedih karena anaknya Sakura yang tidak mau pulang bersamanya. Ihsan duduk sambil memandangi foto Sakura di hpnya.
Dengan perasaan tak karuan Ihsan memandang keluar jendela pesawat, apakah mungkin dia tinggalkan Sakura begitu saja di sini. Ihsan mulai cemas.
" Ada dimana kamu sekarang Sakura, kenapa ponselmu di matikan !" Ucap Ihsan resah karena sebentar lagi pesawat akan segera take off.
Ihsan tersadar karena pilot pesawat sudah bicara pada penumpang untuk segera memakai sabuk pengaman
"Aku tidak mungkin meninggalkan anakku sendirian di negeri orang!" Ihsan langsung bangkit dari tempat duduknya dan hendak keluar dari pesawat.
" bapak mau kemana, sebentar lagi pesawat take off !" Ucap pramugari melarang ihsan untuk keluar dari pesawat.
" Maaf, saya tidak jadi naik pesawat ini, anak saya membutuhkan saya!" Jawab Ihsan tegas sembari menyingkirkan tangan pramugari yang menghalanginya turun dari pesawat.
Akhirnya Ihsan tidak jadi pulang ke Indonesia hari ini. Dia bersikeras akan mencari Sakura.
Ihsan lalu pergi ke kantor polisi untuk melaporkan Sakura sebagai anak hilang.
Di dalam kantor polisi.
Ihsan terus berbicara sambil menunjukan foto anaknya pada pak polisi.
" Anak saya baru berusia 13 tahun pak, dan dia bernama Sakura, dia hilang, mungkin di culik, jadi saya harap bapak bisa membantu saya mencari anak saya ini !" Ucap Ihsan yang terus saja bicara menggunakan bahasa indonesia sedangkan pak polisi tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan Ihsan.
Pak polisi dengan wajah bingung mencoba menjelaskan pada Ihsan. "私はあなたの言語を理解していません!
__ADS_1
Watashi wa anata no gengo o rikai shite imasen!" ( saya tidak mengerti bahasa mu) Ucap Pak Polisi.
Fumida yang sedang tertidur sampai terbangun karena suara Ihsan sangat keras dan menambah ramai kantor polisi.
Fumida tak sengaja mendengar Ihsan menyebut nama Sakura, Fumida yang saat ini sedang berbaring di lantai langsung bangun dan ikut bicara.
" Hey...kamu..siapa nama anakmu?" Tanya Fumida dari dalam sel pada Ihsan sambil berteriak.
Ihsan terkejut mendengar tahanan orang jepang yang bisa berbahasa indonesia.
Pak polisi yang mendengar Fumida bisa bicara Indonesia akhirnya meminta tolong pada Fumida untuk menjadi penterjemah mereka.
"手伝ってくれる?
Tetsudatte kureru?" (apa kamu bisa menolong kami) Tanya pak polisi.
"インドネシア語を翻訳する
Indoneshia-go o hon'yaku suru!"
( terjemahkan bahasanya) Perintah pak polisi pada Fumida sambil menunjuk ke Ihsan.
Fumida sambil menahan tawanya lalu berkata:
"かしこまりました!
Kashikomarimashita!" (siap pak, saya akan bantu) Ucap Fumida pada pak polisi.
Ihsan menatap bingung.
"Hey, aku tanya, siapa nama anak mu?" Tanya Fumida pada Ihsan.
"Ayo cepat jawab! mau di bantu gak !?" Tanya Fumida emosi yang melihat Ihsan seperti meremehkanya karena Fumida berada dalam sel saat ini.
"oh iya, baiklah, namanya Sakura dia berusia 13 tahun!" Ucap Ihsan.
Fumida berfikir apa mungkin yang dia maksud adalah Sakura yang selama ini menginap di cafe nya, tapi bukankah Kenzi sudah mengantarkannya kembali ke Ayahnya.
"Apakah dia berambut panjang dan sifatnya sangat keras kepala?" Tanya Fumida pada Ihsan.
Ihsan langsung tersenyum senang karena usahanya tidak sia-sia, sebab ada orang yang mengenali anaknya.
"Betul sekali, iya dia memang gadis yang sangat keras kepala, ini lihat lah, seperti ini wajah anak saya!" Ihsan mulai menghampiri sel tempat Fumida di kurung sembari mengulurkan tangannya yang memegang hp.
Ihsan ragu-ragu mendekati sel, dia sedikit khawatir dan takut.
Fumida yang tahu kalau Ihsan takut, langsung menarik tangan Ihsan yang sedang menunjukan Foto di ponselnya.
" Ah...sini ponsel mu!" Ucap Fumida karena tak sabar ingin melihat foto anak itu.
Ihsan kaget sehingga genggaman hp nya terlepas dengan cepat hpnya di rebut Fumida.
"Eh . tunggu! ponselku!" teriak Ihsan.
Polisi yang sedang berjaga, hanya tertawa santai melihat mereka berdua.
"Naah..iya, benar sekali, ini Sakura yang aku kenal!" Ucap Fumida setelah melihat foto di ponsel Ihsan.
Ihsan kembali tersenyum bahagia setelah mendengar kata-kata Fumida, akhirnya ada harapan tentang Sakura anaknya.
" Tunggu Ayah Sakura, Ayah pasti akan menemukanmu!"
__ADS_1