Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
Tidak asing


__ADS_3

?********Prof Andara part 2********


******Semenjak hari itu Reno yang tadinya mengatakan ingin menginap untuk satu malam berubah menjadi selama yang ia mau, mendengar alasannya mengapa ia pergi dari rumah membuat ayah ku menyuruhnya untuk tinggal bersama kami****.


****Kehadiran Reno membuat ku sangat terbantu, Di saat aku sibuk dengan perkuliahan Reno lah yang aku tugaskan untuk memantau seperti apa perkembangan laba saham yang aku beli beberapa bulan lalu, aku tidak lepas tangan begitu saja setiap ada rapat para pemegang saham aku menyempatkan diri untuk menghadiri tak pernah sekalipun aku lewatkan, dan saat ini laba saham milik ku sangat memuaskan hasilnya positif, disaat laba saham milik pesaing turun dan menjualnya Reno yang memantau pun bergerak cepat, ya aku akui Reno sangat profesional tidak pernah main-main soal kerjaan****.


****Sekarang di perusahaan ini aku pemegang saham yang paling besar saham yang aku miliki sekitar 78% dan hal itu menjadikan aku salah satu kandidat terkuat menduduki kursi CEO, Minggu depan akan ada pengangkatan CEO baru****.


****Hari yang di tunggu pun tiba, ruang meeting di hadiri para petinggi perusahaan manajer serta kepala definisi perusahaan, sayang nya aku tidak bisa hadir dalam meeting tersebut, hal itu membuat Reno harus menggantikan aku untuk menghadiri berjalannya meeting di karenakan aku ada sidang skripsi yang tidak bisa aku tinggalkan****.


******Hati dan pikiran ku terbagi, aku tidak hanya memikirkan hasil dari sidang skripsi ku tapi aku juga memikirkan hasil meeting yang saat ini sedang berjalan, aku ingin waktu cepat berputar agar aku lebih cepat mendapatkan hasilnya****.


****Alhamdulillah sidang berakhir dengan hasil yang memuaskan, aku melangkah kan kaki untuk keluar dari ruangan yang membuat jantungku tidak karuan aku memilih duduk di kantin kampus dan memesan semangkok bakso untuk memberi makan cacing-cacing Yang sedari tadi**** ****m memberontak minta di kasi makan****.


****Memikirkan hasil meeting hari ini aku sampai tidak berselera makan, aku membayar makanan yang aku pesan tadi dan meninggal kan kampus tanpa menyentuh bakso itu sebab rasa penasaran ku belum berakhir sebelum aku mengetahui hasilnya****.


****Reno yang berada di kantor saat ini belum juga membalas pesan dariku entah apa yang dia buat hingga enggan untuk bertukar pesan dengan ku, aku mengemudikan mobilku melaju perlahan menuju kantor tersebut sambil berdo'a semoga hasilnya akan memuaskan****.


****Aku memasuki loby kantor security yang berjaga di pintu masuk menyapaku hanya ku berikan anggukan lalu aku melanjutkan langkahku menuju lift yang terbuka dengan lebarnya berpapasan dengan beberapa orang yang keluar dari lift tersebut ada yang menatap tak suka kepadaku ada juga memberikan senyum ramah, tapi aku tidak mempedulikan itu yang ada di benakku ingin segera sampai di tempat tujuan ku dan bertemu Reno yang sedari tadi sulit untuk di hubungi****.

__ADS_1


****Ting sampailah aku di lantai di mana ruang meeting dilaksanakan keluarnya aku dari lift tersebut bersamaan dengan datangnya Reno yang juga baru keluar dari ruangan meeting menuju ke arahku dari jarak yang tidak begitu jauh aku melihat jelas senyum yang merekah di wajah sahabatku itu, entah apa arti dari senyum yang tampak begitu jelas****.


****Reno mempercepat langkah kakinya meninggalkan beberapa orang di belakangnya yang juga menuju ke arahku tepatnya ke arah lift yang berada di belakangku ia bergegas menghampiriku memberikan pelukan dan tak lupa ia mengucapkan kata selamat kepadaku****.


"****Selamat bro**** "


****Aku melepas pelukan itu menatap lekat wajahnya seolah ia mengetahui apa arti dari tatapanku ia menganggukkan kepala , dan ya kini aku terpilih menjadi CEO baru di perusahaan itu****.


****Setahun berlalu**** ****Kini aku telah selesai dengan studi S1 ku****, **sempat juga perusahaan itu mengalami kerugian besar para investor asing satu persatu mulai menarik kerja sama mereka, tapi itu tidak membuatku untuk menyerah, sampai pada akhirnya aku menemukan akar permasalahan yang menyebabkan kerugian sangat besar, dan dengan cepat aku menaikan kembali laba saham yang pernah anjlok beberapa bulan lalu, tentu itu tanpa sepengetahuan orang tuaku, perusahaan ku sekarang menjadi perusahaan terkemuka dan nomor satu di negara itu, orang tidak banyak mengetahui tentang aku yang notabenenya sebagai CEO, hanya segelintir orang penting saja yang mengetahui klau aku CEO di perusahaan itu.


**Waktu sudah menunjukan jam 12:50 siang itu menandakan jam istirahat akan segera berakhir, kali ini aku benar-benar bosan melihat tumpukan berkas yang ada di hadapan ku, aku menghentikan sejenak aktifitas ku dan menyenderkan punggungku di senderan kursi kebesaran itu.


Sampai lah aku di cafe sahabatku setelah memarkirkan mobil dengan sempurna aku berjalan memasuki area cafe, aku tidak sengaja berpapasan dengan salah satu karyawan cafe dan ia menabrak ku, aku mengetahuinya sebagai karyawan cafe karena aku melihat dari seragam yang ia kenakan.


Aku paling tidak suka dengan orang yang ceroboh, setelah menabrakkan dirinnya ia memundurkan langkahnya meminta maaf kepadaku, aku hanya menatap nya tanpa memberikan eskpresi apa pun (datar) dan berjalan memasuki cafe itu**.


Sampai di dalam cafe itu aku mengedarkan pandangan mencari sosok yang aku kirimkan pesan tadi sewaktu masih berada di kantor, dan ya aku menemukan sosok itu tapi tidak sendiri dia bersama seorang wanita dan wanita itu tidak lain adalah andini, adikku sendiri, adik dan juga sahabatku duduk di salah satu meja yang di siapkan oleh pengunjung dari raut wajah adikku terlihat jelas klau ia lagi kesal entah apa yang di buat Dion pada Andini saat ini.


**Aku menghampiri keduanya dan ikut bergabung tak lama setelah itu salah satu karyawan di sana menghampiri kami sambil membawakan makanan yang sudah aku pesan melalui Dion tadi, aku menghabiskan makanan itu tanpa tersisa sedikit pun, setengah jam berlalu aku memesan kopi melanjutkan perbincangan kami, Dion tiba-tiba bertanya soal pasangan dan hanya di abaikan olehku, mempunyai kekasih itu akan membuat ku tambah pusing karna wanita akan slalu merepotkan punya cara untuk merepotkan kami para pria contoh nya saja Dion yang punya kerja tambahan ketika sudah berhadapan dengan adikku yang banyak maunya.

__ADS_1


Tidak terasa sudah hampir 2 jam aku berada di cafe sahabatku, tanpa berniat balik ke kantor lagi, aku menghubungi Reno untuk menyelesaikan semua pekerjaanku. Siang itu sampai menjelang malam aku habis kan waktuku berada di luar kantor untuk menghilangkan rasa penat yang melanda**.


**Keesokan harinya saat aku menuju kantor mobilku di tabrak dari arah belakang, aku yang merasa kesal memilih keluar melihat apa yang sudah di buat oleh pengendara motor itu mood ku yang tadinya baik-baik saja kini berubah lagi, aku menatapnya dan menyuruh pengendara motor itu untuk ganti rugi atas tindakannya, bukan aku tidak punya uang untuk memperbaiki mobil itu tapi yang aku butuh di sini sebuah tanggung jawab entah di sengaja ataupun tidak si pembuat masalah harus menyelesaikan nya dengan tuntas.


Wanita itu memanggilku dengan sebutan bapak" what apa aku setua itu? " aku hanya diam sampai panggilan itu terdengar kembali di telingaku aku yang tadinya hanya diam lalu tiba-tiba bersuara memintanya untuk tidak memanggilku dengan sebutan bapak.


Ya yang mengendarai motor itu seorang wanita, aku tidak begitu memperhatikan wajahnya karena tidak penting juga, setelah aku mengatakan keberatan dengan panggilan bapak ia mengganti kan panggilan itu dengan sebutan om, astaga wanita ini benar-benar membuatku kesal.


Singkat cerita aku menawarkan wanita itu untuk bekerja di rumah pribadi milikku tanpa melayangkan protes ia setuju dengan tawaran yang aku berikan, aku mengambil dompet dan mengeluarkan kartu nama milikku, aku menyerahkan kepada wanita yang berada di hadapanku saat ini, setelah memberikan kartu nama itu aku meliriknya kembali mengingat kan agar ia tidak lupa dengan tanggung jawabnya, setelah itu aku pergi meninggalkan wanita itu yang masih setia berdiri sambil menatap kartu nama yang aku berikan tadi.


Siang ini aku memilih datang ke cafe milik sahabatku lagi, untuk membahas kerja samaku dengannya sekaligus makan siang ya kebetulan aku lapar, aku ingin memakai jasa cafe sahabatku untuk di acara perusahaan nanti tentu itu di sambut baik oleh Dion.


Setelah memasuki cafe tersebut kedatanganku di sambut oleh Dion sendri dan ia membawaku menuju ruangannya, sesampai di ambang pintu aku melihat ada seorang karyawan wanita membuka pintu itu seolah mengetahui kedatangan kami, karyawan itu menatapku dengan salah tingkah seolah dia telah kepergok melakukan sesuatu, aku tidak ambil pusing dengan tingkah nya dan juga aku tidak mengenalnya


Aku di persilahkan masuk oleh Dion dan duduk di salah satu sofa di ruangan tersebut yang mana meja di hadapanku sudah tersaji penuh deng makanan, dan karyawan wanita itu berpamitan ke Dion, aku yang berada di ruangan itu mendengar suaranya ketika berpamitan seketika menoleh ke asal suara itu, dan memperhatikan dengan seksama wanita yang tadi berpamitan dengan Dion,"sepertinya aku tidak asing dengan suara ini atau perasaanku saja, entahlah." gumamku


Tindakan ku barusan teryata tidak luput dari penglihatan sahabatku setelah wanita itu pergi Dion menanyakan apa aku mengenal wanita itu, aku yang memang tidak mengenalnya hanya menjawab singkat lalu memulai makan siang kami dan akan di lanjutkan dengan membahas kerja sama yang aku tawarkan tempo hari.


Setelah selesai pertemuan dengan Dion aku memilih pergi dan ingin kembali ke kantor, sampai di pelataran cafe lagi dan lagi aku di kejutkan dengan seorang wanita yang memakai baju karyawan cafe menabrak ku, aku meliriknya dengan datar dan juga dingin, wanita itu memundurkan langkahnya lalu meminta maaf dan memanggil ku dengan sebutan om lagi, awalnya aku tidak mengenal wanita ini siapa dia tetapi dengan sebutan om dan suara ini seketika aku sadar dia yang pagi tadi sudah membuat mobilku lecet.

__ADS_1


Sebenarnya bukan niat aku untuk menakut-nakutinya aku hanya ingin apa yang sudah di sepakati harus di laksanakan. setelah memperingatinya lagi aku bergeser ke samping untuk memberikannya jalan lalu aku melanjutkan langkahku menuju mobil yang terparkir di sudut halaman cafe tersebut tanpa berpamitan dengan wanita tersebut**.


__ADS_2