Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
Mood yang buruk


__ADS_3

Di kamar kost milik Kia,, ia terlihat sudah segar dan kini bersiap ingin membaringkan tubuhnya yang kelihatan sangat lelah,, sebelum memejamkan mata Kia memainkan handphone miliknya untuk melihat siapa saja yang menghubunginya karena sejak berada di kediaman Andara Kia tidak pernah terpikir untuk memainkan handphone itu yang ada di pikiran wanita itu hanya ingin cepat selesai dari kerjaannya dan lekas pulang..


Sayangnya benda pipih yang di pegang Kia tidak ada menunjukan klau ada yang menghubunginya bahkan para sahabatnya tidak memberi kabar, entah kemana mereka pergi sampai melupakan Kia. Kia mengaktifkan alarm dan meletakkan kembali handphone miliknya memejamkan mata berharap ia bisa segera tidur dan bangun di esok hari.


Pagi ini kediaman Pramana tepatnya di ruang makan terlihat ayah dan ibu Andara lagi menikmati sarapan mereka yang sudah di hidangkan di atas meja, ayah Andara yang asik menyantap makanya itu menyadari di sana tidak ada sosok Andara yang biasa setiap pagi sebelum berangkat ke kantor akan menghampiri meja makan dan bergabung dengan kedua orang tuanya, dan juga Andini yang pagi itu masih bermalas-malasan di kamarnya merasa ada yang kurang, pria yang berumur tidak mudah lagi tetapi tidak mengurangi wibawa dan aura ke pemimpinan itu, memandangi tangga berharap akan segera melihat sosok yang di carinya sedari awal sarapan hingga akan selesai pun tidak menampakan sosok keduanya, ibu Andara yang duduk di samping suaminya menyadari kemana arah pandang sang suami.


" Yah nyari Andara sama Andin ya ? Semalam Andara kirim pesan klau dia bermalam dan gak bisa pulang, Andin ibu udah mengajaknya untuk sarapan tapi dia menolak masih ngantuk katanya ya udah ibu cuman pesan agar jagan melewatkan sarapannya. **wanita paru baya itu juga ikut menatap ke arah pandang suaminya yang sedari tadi tak henti-henti memandangi tangga menyampaikan alasan yang membuat kedua anak mereka tidak berada di meja makan pagi ini.


pria itu hanya diam dan melanjutkan acara makanya, meninggalkan kedua orang tua Andara yang berada di kediamannya


Pagi ini Kia sedikit terlambat karena ia mengabaikan alarm yang terus berbunyi di jam 5:00 subuh untuk membangunkannya ia sampai lupa menunaikan sholat, pagi itu ia kelihatan sangat terburu-buru, mandi pun Kia hanya berapa menit saja dan langsung mengunakan seragam kerjanya, seperti biasa ia berangkat kerja menaiki motor kesayangannya itu.


Di cafe terlihat kedua sahabatnya dan karyawan lain sudah di sibukkan dengan rutinitas masing-masing seperti biasa, Kia yang baru memasuki cafe merasa bersalah dengan keterlambatannya membuatnya bergegas ke belakang menyimpan tas di loker dan ikut membantu pekerjaan yang tersisa hanya tinggal membersikan kaca saja**.


"Ki tumben telat biasanya paling awal sampai" Rini mendekati Kia yang berkutat dengan lap yang masih ia pegang


"Aku telat bangun RI **semalam aku tidur larut" Kia menengok sahabatnya sebentar dan melanjutkan membersikan kaca lagi

__ADS_1


Rini hanya manggut-manggut menanggapi perkataan Kia dan memilih pergi.


Pagi di kediaman pribadi Andara ia baru saja menuruni anak tangga bersiap kekantor, pagi ini ia tidak sarapan seperti biasa karena di rumah itu ia tidak memiliki maid karena ia jarang berada di rumah itu, untuk membersikan rumah ia hanya memakai jasa maid harian yang di sewanya seminggu 2 kali membersikan rumah tersebut dan yang mengurus semua itu ia percayakan kepada sang security kepercayaannya, itu sewaktu ia belum bertemu Kia tapi kini sudah ada Kia yang menggantikan para maid sewaannya itu.


Andara menuju mobil yang berada di garasi rumahnya menghidupkan mesin dan meninggalkan pelataran rumah mewah itu, Sudah seminggu Andara tidak memakai sopir, sang sopir yang di pekerjakan Andara meminta cuti seminggu karena istrinya lagi melahirkan, dan Andara memberikan cuti sebulan sebagai tanda terimakasih karna selama ini berkat kesiap Siagaan Joko Andara tidak pernah merasa kesulitan sedikit pun, terkadang juga asistennya yang akan ia perintahkan untuk mengantar jemput kemana pun iya pergi toh asistennya bisa merangkap semuanya bila perlu ia ingin asistennya itu memperbaiki genteng yang rusak atau ngecat tembok klau sudah kelihatan memudar, tapi hal itu hanya angan Andara tentu tidak akan di lakukan oleh sahabatnya sekaligus asisten nya tersebut, Reno menyewa orang profesional untuk menyelesaikan masalah seperti itu, Reno kadang di buat kesal dengan permintaan Andara yang menurutnya sangat keterlaluan tetapi untuk menolak ia tidak akan mampu dan untuk mengatasi masalah ia slalu menggunakan uang dan hal itu selalu ampuh untuk menyelesaikan semua masalah.


Andara sudah memasuki loby kantor dengan gaya Coll iaa melewati security dan juga resepsionis yang membungkuk tanda memberikan hormat kepadanya, tanpa berniat untuk menyapa ia menuju lift yang di khususkan untuk para petinggi di perusahaan itu dengan sekali tekan pintu life terbuka ia pun masuk kedalam, life membawanya menuju lantai paling atas. Sampai di lantai yang ia tuju ia keluar dari lift itu menuju ruang kerjanya tanpa menghiraukan tatapan asistennya yang menatapnya keluar dari lift barusa. Asisten yang merasa di abaikan mengikuti arah langkah tujuan si bos yang pagi ini terlihat sangat angkuh padahal setiap hari juga begitu tapi hari ini sangat berlebihan menurutnya.


Ketika sampai di dalam ruangannya Andara menghentikan langkahnya menyadari ada yang mengikutinya dari belakang membuatnya membalikan badan, Reno yang mengikuti sejak tadi dan tidak memperhatikan langkah bosnya hampir menabrak dirinya ke Andara yang berdiri tegap di hadapannya, membuatnya memundurkan diri selangkah kebelakang.


"Klau mau berhenti kasih tanda dong, lah ini dadakan untung rem masih berfungsi klau gak udah tabrakan." Reno mengusap dada yang memang kaget dengan perbuatan bosnya tersebut


Dengan polosnya Reno menjawab pertanyaan bosnya itu "Kaki anda lah bos"


"Nah itu tau, trus mengapa saya harus memberi tanda klau saya mau berhenti ? kaki saya ya suka-suka saya lah. Dengan pongahnya Andara berkata dan berbalik mengelilingi meja kerja miliknya dan mendaratkan bok*ng di kursi kebesarannya.


Reno memutar bola mata jengah, "iya kaki anda tapi tindakan anda hampir membuat saya di turunkan dari jabatan" hanya bisa berkata dalam hati.

__ADS_1


"Klau mengatai saya gak usah di dalam hati langsung saja." Andara menyunggingkan senyum miring dan menatap sahabatnya tersebut.


Reno yang mendengar perkataan tersebut menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Keruangan kamu sekarang selesaikan semua pekerjaan kamu oh ya satu lagi jangan lupa cek jadwal saya untuk hari ini dan usahakan jam 5 sore kosongkan semua klau ada pertemuan dengan klien kamu yang harus hendel.


Reno hanya menatap Andara yang sedang berkata panjang lebar tanpa menimpali perkataan sang bos yang hari ini terlihat sangat menyebalkan baginya.


Andara yang merasa di tatap oleh asistennya itu membalas tatapan itu dengan datar.


Kenapa hanya menatap saya seperti itu apa kamu keberatan dengan perkataan saya barusan at... ?


"Saya tidak keberatan pak bos" Reno langsung memotong ucapan Andara tanpa membiarkan andara menyelesaikannya terlebih dahulu " Ya hari ini Lo rese banget entah habis makan apa Lo pagi tadi." hanya bisa melanjutkan perkataan nya di hati.


Andara kembali menatapnya dengan nyalang membuat Reno bergegas pergi sebelum benda yang berada di meja Andara melayang ke arahnya bisa-bisa hilang ketampanannya nanti.


Reno sudah berada di luar ruang kerja Andara berdiri tepat di depan pintu dan menatap lekat pintu yang tertutup rapat sambil mengeluarkan kata-kata yang sempat tertahan karena melihat tingkah sahabatnya yang kurang bersahabat pagi ini,, " syukur lu sahabat gw klau gak udah gw hajar dan gw tinggalin Lo dengan tumpukan kerjaan." hanya berani berkata setelah jauh dari hadapan si bos.

__ADS_1


Saya tau kamu masih di situ dan mengatai saya,, suara Andara dari dalam ruangan itu terdengar dengan jelas walau terhalang pintu yang sudah tertutup rapat. Membuat Reno yang sedari tadi memperhatikan pintu itu memilih pergi ketimbang harus berhadapan dengan bosnya entah apa yang merusak mood pria itu di pagi yang sangat cerah ini menurut Reno**..


__ADS_2