Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
Lupakan aku


__ADS_3

Kenzi berdiri melihat pemandangan Taman Sakura dari atas gedung. Sungai yang mengelilingi Istana sebenarnya hanyalah sungai biasa, namun bila di lihat dari kejauhan seperti ini, tidak nampak seperti sungai atau danau, tapi seperti awan yang berwarna pink.


Istana itu bagaikan melayang di atas awan.


"Indah sekali ya!" Ucap Sakura yang tiba-tiba muncul di samping Kenzi.


Kenzi menatap Sakura.


"Iya, indah sekali!" Jawab Kenzi.


" maksudku Istana itu, Kenzi!" Ucap Sakura sambil tersenyum.


" iya, aku tahu, maksud aku juga begitu!" Jawab Kenzi lalu mengalihkan pandangannya kembali ke depan.


Sakura sebenarnya naik ke atas gedung ingin sekali bisa bicara masalah matanya. Iya, Sakura sangat penasaran tentang kisah atau legenda tentang kehebatan mata hijau Kenzi. Tapi Sakura ragu untuk menanyakannya pada Kenzi.


" mmm...Kenzi, dari kemarin aku tidak melihat Ayah mu, apa dia tidak tinggal di sini?" Tanya Sakura yang sudah dua hari bermalam di rumah Cafe Fumida.


Kenzi terdiam, menatap sedih melihat ke arah Sakura.


"Ayahku sudah meninggal". Jawab Kenzi singkat lalu melangkah pergi.


"Maafkan aku tidak tahu Kenzi, maafkan, aku turut berduka". Ucap Sakura sangat menyesal sambil melihat punggung Kenzi yang menjauh perlahan.


Kenzi lalu menghentikan langkahnya, dia kembali teringat nasib Ayahnya yang mati jatuh ke jurang untuk menyelamatkannya.


Muncul kecemasan di hati Kenzi, tidak aman untuk Sakura berada di dekatnya terlalu lama.


Kenzi lalu membalikkan badannya dan berkata:


"Sakura sebaiknya kamu pulang, kembalilah ke Ayah mu, sekarang!"


Kenzi pun melanjutkan langkah menuruni tangga.


Sakura merasa tidak enak pada Kenzi, dia pikir Kenzi pasti marah atau tersinggung karena ucapannya barusan.


Sakura segera menyusul Kenzi bermaksud ingin minta maaf lagi.


Mereka menuruni tangga yang di bawahnya adalah ruangan tempat tinggal Kenzi.


Kenzi segera menuju kamarnya dan duduk terdiam di sana. Kenzi terlihat sedih.


"apa aku salah bicara?" Tanya Sakura yang berdiri di depan kamar Kenzi. " maafkan, jika aku salah dan membuat mu sedih Kenzi". Ucap Sakura sembari masuk dan duduk di samping Kenzi.


"Kamu tidak salah Sakura, aku yang salah, tidak seharusnya kamu berada di dekatku!" Jawab Kenzi.


" Maksud kamu apa?" Tanya Sakura sembari berfikir.


Kenzi lalu memegang bahu Sakura dan memohon pengertiannya.


"pulang lah ke Ayah mu, kembalilah, dan jangan pernah kembali ke sini lagi!" Ungkap Kenzi.


"Apakah ini ada hubungannya dengan mata hijau mu?" Tanya Sakura yang sedari tadi ingin menanyakan hal ini.


Kenzi berpaling ketika Sakura mulai mempertanyakan masalah mata hijaunya.


Sakura mengerti seperti nya Kenzi terlihat tidak suka bila dia mengungkit masalah ini.


Kenzi terus berfikir, ia tidak mau Sakura terlibat terlalu jauh, karena ini bisa membahayakannya.


"Baiklah, mungkin ini satu-satunya cara, agar dia pulang dan melupakan aku!" Bisik Kenzi dalam hati.

__ADS_1


Sakura mencoba membujuk Kenzi agar mau bercerita padanya.


" Kenzi, bukankah kita sahabat?" "kamu percaya sama aku kan?" "Tolong percayalah padaku, aku pasti akan menjadi pendengar yang baik, dan bisa menjaga rahasiamu!" Ucap Sakura.


Kemudian Kenzi berbalik, dan dia sedang berusaha menggunakan kekuatan mata hijau nya untuk menghipnotis Sakura.


Mata Kenzi menyala terang sekali, Hijau terang benderang. Kenzi mulai menyentuh wajah Sakura dan menghipnotis nya.


Sakura yang tak mengerti dengan apa yang dilakukan Kenzi, menjadi ketakutan.


Sinar mata Kenzi sangat menyilaukan Sakura, "Kenzi, ada apa dengan matamu!?"


"Kenzi kamu mau apa!?" Sakura merasa ada yang tidak beres dengan Kenzi.


" Tatap mataku, dan ikuti, pulang lah, dan Sakura tidak pernah mengenal Kenzi!" Ucap Kenzi berkali-kali sambil menatap mata Sakura.


Sakura lalu terhipnotis dan menuruti kata-kata Kenzi.


"Pulang...Sakura tidak mengenal Kenzi...pulang ...Sakura tidak mengenal Kenzi!" Ucap Sakura berkali-kali tanpa sadar. Sakura pun mulai berjalan perlahan menuju pintu.


Fumiko dan Fumida yang sedang berada di cafe, merasakan, ada yang sedang menggunakan kekuatan mata hijau.


"Kenzi !" Ucap mereka berdua bersamaan. Mereka lalu bergegas menghampiri ruang tempat persembunyian Kenzi.


Mereka segera naik tangga cafe menuju jembatan masuk lewat atas gedung.


Benar saja ketika mereka membuka pintu atap gedung, Cahaya hijau itu langsung memancar menyilaukan mata Fumiko dan Fumida.


" Apa yang sedang dia lakukan!" Ucap Fumida kesal karena Kenzi menggunakan kekuatan matanya pada orang lain tanpa bilang terlebih dahulu.


Kenzi tak menyadari karena perbuatannya itu bisa memancing para pemburu green eyes untuk bisa melacak tempat persembunyiannya.


" Apa yang kamu lakukan!" Ucap Fumiko marah pada anaknya karena sudah nekad menggunakan kekuatan mata hijaunya.


Kenzi pun kaget mendengar suara Mamanya yang terlihat panik.


Fumida pun berlari segera menggandeng dan membawa kembali Sakura yang sedang dalam pengaruh hipnotis untuk masuk.


" Sekarang kita harus benar-benar pergi dari sini!" Ucap Fumida sambil mengambil tali lalu mengikat sakura di kursi.


Kenzi tidak mengerti apa yang salah, kenapa Mama dan tantenya sepanik ini bila Kenzi menggunakan kekuatannya.


" Kenzi, kamu gak ngeri sayang, ini kekuatan besar, bahkan Mama dan Obasan yang sedang di cafe saja merasakan kekuatanmu!" Ucap Fumiko menceritakan.


Fumida lalu menarik kerah baju Kenzi dan menyuruhnya untuk merapalkan mantra pembatal hipnotis.


Kenzi diseret ke hadapan Sakura yang terikat tak berdaya di kursi. Sakura dalam keadaan lemas.


" Cepat, batalkan..batalkan kataku!" Ucap Fumida emosi.


Fumiko lalu memegang tangan kakaknya berusaha menenangkannya.


" Tolong kak ". Ucap Fumiko memohon.


Fumida menyingkirkan tangan adiknya, dan menatap tajam ke arah Kenzi.


" Aku lupa, aku lupa mantranya Obasan!" Jawab Kenzi gemetaran.


" Aaaakh..brak!" Teriak Fumida sembari menggebrak meja.


Fumiko lalu memeluk Kenzi yang ketakutan.

__ADS_1


" Coba jelaskan, kata mu Sakura dulu sebelum ini pernah kamu hipnotis hingga dia mencium mu, apa benar begitu?" Tanya Fumida minta penjelasan.


" Aku juga tak tahu apa benar aku menghipnotisnya atau tidak, Obasan". Jawab Kenzi takut dan ragu-ragu.


Fumiko menoleh ke Kenzi, merasa tak percaya kalau yang dulu pernah Kenzi ceritakan itu semua, hanya kebohongan.


" maksud mu apa Kenzi, kamu bohong sama Mama!?" Tanya Fumiko dengan raut wajah kecewa.


" Tidak...aku juga tidak mengerti mama, sungguh!" Jawab Kenzi ketakutan, khawatir mamanya salah faham padanya.


Fumida mencoba tenang. Dan mengajak Kenzi duduk di dekatnya.


" Mari ...duduk, dan ceritakan semuanya, jangan ada yang kamu rahasiakan dari Obasan!"


Kenzi duduk dan mengatur nafasnya kembali, Mamanya pun ikut duduk dan mencoba tenang.


Kenzi berlahan menceritakan tentang apa yang pernah ia lakukan pada Sakura, ketika dia, yang menurutnya, pernah menghipnotis Sakura, waktu di bukit, agar tidak berkelahi dengan Jodi dan kawan-kawannya.


Fumida dan Fumiko mendengarkan dengan seksama. Fumida mulai faham Sekarang.


Ternyata menurut Fumida, Kenzi belum pernah berhasil menghipnotis Sakura, karena bila berhasil pasti akan mengeluarkan cahaya hijau terang seperti tadi.


"Sekarang kalian tunggu di sini, aku akan ambilkan sebuah buku petunjuk tentang kekuatan mata hijau!" Ucap Fumida segera pergi menuju cafe nya.


Sedangkan Fumiko dan Kenzi saling menatap, tak pernah menyangka kalau ada buku petunjuk tentang kekuatan mata hijau.


Yang selama ini Fumiko tahu tentang kisah mata hijau hanyalah dari cerita Kakaknya.


Fumiko sendiri belum pernah dan tidak punya keberanian untuk menggunakan kekuatan matanya.


Makanya Fumiko tak menyangka kalau segitu kuat efek dari mata hijau Kenzi.


Fumiko sembari memperhatikan Sakura yang terikat, tatapan mata Sakura sekarang terlihat sangat kosong dan lemas.


"Kenapa kamu menghipnotis nya Kenzi, bukankah mama memintamu untuk membatalkannya?" Tanya Fumiko.


Kenzi tertunduk menyesal, dan tidak bermaksud untuk menyakiti Sakura. Dia hanya ingin Sakura bisa melupakannya dan pulang ke Ayahnya.


" Aku...menyayanginya, aku tidak mau kehilangan nya, aku takut Sakura akan pergi seperti Ayah!" Jawab Kenzi sembari menangis.


"Ssstt..tenanglah, iya, aku tahu kamu sangat menyayangi Ayah mu, dan juga menyayangi Sakura". Ucap Fumiko menenangkan Kenzi.


Kemudian. Fumida datang sembari membawa sebuah buku yang sudah usang, dan juga senapan laras panjang.


Melihat ada senjata di atas meja, Fumiko terkejut dan takut.


" Kenapa kakak bawa ini ke sini?"


" untuk apa kak, benda ini berbahaya!" Ucap Fumiko yang tidak suka kakaknya membawa senjata api di dekatnya.


" Apa kalian tidak mengerti juga!" Fumida kesal lalu memperlihatkan isi buku usang yang ternyata buku petunjuk mata hijau.


Fumiko dan Kenzi memandang ke arah buku usang itu.


Fumida mulai membacakan isi buku itu:


"lihat baca ini, kekuatan mata hijau memancarkan sinar radiasi yang sangat tinggi ".


" jadi sinar hijau tadi bisa dilacak dengan mesin pendeteksi radiasi dan para pemburu green eyes dalam beberapa jam atau hari, mereka akan sampai di sini!" Ungkap Fumida.


Mereka pun saling berpandangan, dengan perasaan takut dan cemas.

__ADS_1


__ADS_2