Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
Orang yang terpilih


__ADS_3

"Aku hanya ingin anak ku kembali!" Bisik hati Fumiko meneteskan airmata merindukan Kenzi.


Sakura yang mendengar suara tangisan Fumiko segera menghampiri. "Ada apa? Kenapa tante menangis?" Tanya Sakura yang langsung mendekap erat tubuh Fumiko.


"Tante, tante miko jangan bersedih aku yakin Kenzi baik-baik saja!" Ucap Sakura menghibur Fumiko.


Hiroyuki lalu mengambil kembali buku sampul hitam yang ada di tangan Fumiko. "Kalau kamu tak mau membacanya, ya sudah tidak apa". Ucap Hiroyuki.


"Memangnya apa isi buku itu, apakah di situ di sebutkan nama anak kita ?" Tanya Fumiko sembari mengusap air matanya.


Sakura melihat ke arah Hiroyuki, tak faham dengan pembicaraan mereka berdua.


Hiroyuki mulai membacakan isi buku itu. Di sana di ceritakan legenda asal muasal mata hijau dan masalah itu Fumiko sudah tahu. Namun Sakura baru ini mengetahuinya.


"Jadi mata hijau itu berasal dari radiasi Nuklir !" Sakura lanjut mendengarkan Hiroyuki.


Dalam buku itu di katakan, mata hijau bisa kembali normal dan tidak akan pernah ada yang terlahir memilik mata hijau lagi, asalkan salah satu keturunan mata hijau ada yang mampu menjadikan dirinya tumbal.


Fumiko kaget mendengar kata 'Tumbal' , "maksudnya, kita harus mengorbankan seseorang, begitu?" Tanya Fumiko.


"Tenang dulu, biar aku bacakan lagi kelanjutannya!" Jawab Hiroyuki meminta Fumiko bersabar.


Hiroyuki melanjutkan membaca, di situ di jelaskan seseorang harus mau menjadi tumbal, yaitu menyerap semua energi mata hijau yang di miliki semua orang bermata hijau. Energi itu semua akan berpindah pada satu orang.


Dan satu orang itu hanyalah dia yang mempunyai kemampuan bisa menghipnotis dirinya sendiri.


Fumiko kini mulai faham maksud dari Hiroyuki bahwa Kenzi adalah yang terpilih.


Fumiko lemas tak bisa berkata apa-apa lagi, Sakura segera memegang tubuh Fumiko yang lemas setelah mendengar isi buku itu.


"Lalu jika Kenzi menyerap semua energi orang yang bermata hijau, apa yang terjadi padanya, apa?" Tanya Fumiko pada Hiroyuki.


"Tunggu, kok jadi Kenzi, maksud tante apa? Kenapa harus Kenzi yang melakukan itu, kenapa!?" Tanya Sakura bingung dengan perkataan Fumiko.


"Karena hanya Kenzi yang mampu menghipnotis dirinya sendiri!" Jawab Hiroyuki yang terduduk menundukkan kepala karena sedih.


Sakura tak mengerti, "Kenzi mampu melakukan itu, bagaimana caranya?"


"Om dan Tante pasti salah, gak mungkin Kenzi bisa melakukan itu!" Sakura tetap tak bisa percaya.

__ADS_1


Fumiko lalu kembali mendekati Hiroyuki, "katakan, apa yang akan terjadi pada Kenzi jika dia melakukan semua itu?" Tanya Fumiko sambil menatap suaminya.


"Tergantung kekuatan Kenzi, apakah dia sanggup menahan beban seluruh kekuatan mata hijau atau tidak". Jawab Hiroyuki.


Fumiko menatap curiga, kenapa Yuki bisa tahu itu semua. "Bagaimana kamu bisa tahu?" Tanya Fumiko.


"Dari Rezukinawa dia yang memberitahu aku!" Jawab Hiroyuki.


Fumiko jadi teringat dengan semua pertanyaan yang belum sempat dia tanyakan pada suaminya.


"Aku baru ingat, ada yang ingin aku tanyakan padamu!" Ucap Fumiko. "tentang apa?" Jawab Hiroyuki.


" Bagaimana kamu bisa selamat dari kecelakaan mobil itu, sedangkan mobil itu jatuh ke jurang dan meledak, Kenzi sendiri saksi matanya!?"Tanya Fumiko dengan tatapan sinis.


Sakura pun baru teringat kalau dirinya ingin menanyakan hal yang sama dengan pertanyaan Fumiko sejak lama, tapi Sakura selalu lupa ingin menanyakannya pada Hiroyuki.


Hiroyuki menjawab dengan tenang. "Aku pura-pura mati, untuk melindungi Kenzi!" Jawab Hiroyuki.


"Karena aku fikir jika aku bersembunyi maka pemburu green eyes mengira Kenzi dan aku pasti sudah mati di mobil yang meledak itu!" Jelas Hiroyuki.


Sakura berkomentar, "Ooo, begitu, Om cerdik juga!"


Rasa curiga Fumiko mulai mereda, lalu dia kembali bertanya, "Lalu kenapa kamu tidak segera kembali atau mengabari kami kalau kamu masih hidup!?" Tanya Fumiko kembali merasa kesal pada Hiroyuki.


"Apa kamu pikir selama ini aku tidak ingin mengabari kalian! aku ingin sekali miko! tapi aku takut kalau pemburu green eyes itu tahu!"


"Aku tidak mau ambil resiko, aku ingin kalian hidup aman jauh dari intaian para pemburu green eyes!" Jawab Hiroyuki dengan raut wajah sedih, merasa kecewa, kenapa Fumiko tidak memahami apa yang Hiroyuki rasakan selama jauh darinya.


Fumiko menyesal karena terlalu mencurigainya, Fumiko lalu memegang tangan Yuki dan menatap penuh rasa penyesalan.


Sakura merasa ikut tidak enak, karena juga sempat menaruh curiga pada Hiroyuki. Sakura kemudian mundur dan menjauh dari mereka, Sakura mencoba memberikan ruang agar Fumiko dan Hiroyuki bisa leluasa berbicara dari hati ke hati.


"Maafkan aku, maafkan aku sayang, aku terlalu mencurigai mu, padahal kamu sudah berusaha melindungi kami semua dengan nyawamu !" Ucap Fumiko sembari berjongkok dan mengecup kedua tangan Hiroyuki yang sedang duduk menunduk sedih.


Fumiko pun menyadari betapa dirinya sangat mencintai Hiroyuki.


Yuki segera meraih tangan Miko, dan mengangkat wajah cantik miko dan mencium kening nya dengan lembut.


"Aku mencintai mu Miko, jangan pernah kamu ragukan itu!" Ucap Hiroyuki menatap kedua mata Miko lalu mengecup bibir Miko.

__ADS_1


Fumiko dan Hiroyuki yang sudah lama tidak pernah memadu kasih, akhirnya mereka melepaskan rindu mereka dengan saling berciuman mesra.


Sakura pun yang berdiri menjauh sejak tadi langsung menutup mata sambil tersenyum sendiri.


Fumiko dan Hiroyuki lalu tersadar dan berhenti saling berciuman. Mereka berdua tersenyum berdua. Dua-duanya wajahnya memerah karena malu.


"IIih..malu..kan ada Sakura!" Ucap Fumiko pelan sambil menepuk pundak Hiroyuki.


"hehehe..gak apa-apa, dia gak lihat kok!" Jawab Hiroyuki sambil tertawa kecil.


Sakura kembali melanjutkan melihat ke arah dinding yang terdapat gambar Mata besar, dan kalau di amati di pinggirnya terdapat tulisan.


Sakura mendekat mencoba membaca tulisan itu.


"すべての人のための一つの目は、不死であろうと破壊されても、永遠に消えてしまいます"。


"Subete no hitonotame no hitotsu no me wa, fushidearou to hakai sa rete mo, eien ni kiete shimaimasu". ( Satu mata untuk semua, abadi atau hancur, akan lenyap selamanya) Sakura membaca tulisan di dinding itu dan Terbuka dinding yang ada gambar mata besar itu.


Sakura terkejut dan melangkah mundur sampai terjatuh ke belakang. "bruk!"


Fumiko dan Hiroyuki yang mendengar suara langsung menghampiri Sakura.


"Sakura kamu tidak apa-apa?" Tanya Fumiko yang langsung membantu Sakura untuk berdiri.


Hiroyuki melihat ke dinding dan terkejut. "Apa kamu yang membuka dinding ini?" Tanya Hiroyuki merasa takjub, karena selama dia tinggal di rumah ini tidak pernah tahu kalau dinding bergambar mata besar itu ada sesuatu di baliknya.


"Iya, aku yang membukanya!" Jawab Sakura sambil berdiri.


Fumiko memeriksa dan membantu membersihkan baju Sakura yang kotor karena terjatuh. Sakura tersenyum dan berkata, "aku baik-baik aja, Terima kasih Tante!"


Hiroyuki lalu mengambil gulungan kertas dari dinding itu, dan membukanya.


"Ini mantra menghipnotis untuk semua orang bermata hijau agar semua kekuatan berpindah pada satu orang!" Ucap Hiroyuki.


Fumiko yang mendengarnya langsung mengambil paksa gulungan kertas itu dari tangan Hiroyuki.


"Hey..Tunggu!" teriak Hiroyuki kaget.


" Biar aku sobek kertas ini!" Ucap Fumiko yang merasa jiwa anaknya akan terancam kalau isi kertas ini di ketahui oleh orang lain.

__ADS_1


"Jangan...jangan!" teriak Hiroyuki mencegah Fumiko menyobek gulungan kertas itu.


"syreeeeekkk...!" Kertas terlanjur di sobek Fumiko menjadi dua, dan Hiroyuki berhasil merebut sobekan sebelahnya. Sedang kan Fumiko memegang sobekan yang satunya lagi.


__ADS_2