Rindu Dalam Diam

Rindu Dalam Diam
Harus memilih


__ADS_3

Bukan berteriak kesakitan, Sakura malah menjerit menyatakan perasaannya pada Kenzi, padahal telapak tangannya terbakar api karena memegang lengan Kenzi.


Rezukinawa terus berusaha menyalurkan hawa dingin ke tubuhnya. Agar mampu bertahan dengan rasa panas di lehernya.


“Aku Mencintai mu ....!” teriak Sakura. Kenzi menoleh menatap Sakura, konsentrasinya mulai memudar. Terkadang matanya menjadi hijau lalu memerah lagi. Pada saat itu Rezukinawa mengambil kesempatan dengan menambah kekuatannya menyalurkan hawa dingin ke tangan Kenzi dan terus merambat sampai keseluruh tubuh Kenzi.


Api yang semula berkorban dari dalam tubuh Kenzi berangsur mereda. Sakura yang tak sanggup lagi menahan panas terbakar di telapak tangannya langsung jatuh pingsan.


Melihat itu Kenzi tersadar. “Sakuraaa!” teriak Kenzi yang matanya kembali hijau . Rezukinawa ikut jatuh lemas terkuras semua kekuatannya.


Kenzi memangku tubuh Sakura yang gemetaran menahan sakit.


“Kenzi, kamu sudah ingat aku!” Ucap Sakura tersenyum. “Maafkan aku Sakura! Ini semua salahku!” Ucap Kenzi menyesali mengapa dirinya tak mampu mengontrol kekuatannya sampai tak ingat apa-apa .


“Rezuki!” panggil Kenzi melihat Rezukinawa duduk lemas tak berdaya dengan wajah yang sangat pucat.


“Tenang saja! Aku belum mati Kenzi, hehehe!” Jawab Rezukinawa sempat tertawa padahal dia tak mampu berdiri.


“Sekali lagi maafkan aku, aku benar-benar tak mengerti kenapa aku bisa lepas kendali!” Kenzi menunduk sedih melihat keadaan Sakura dan Rezukinawa.


“Sudahlah! Yang penting sekarang kamu sudah sadar !” Jawab Rezukinawa. “Bawalah dia ke pondok, semua orang sudah berkumpul di sana!” Ucap Rezukinawa menjelaskan.


“BRAKK!” kepala Kenzi di pukul dari belakang oleh anak buah pemburu green eyes.


Kenzi jatuh pingsan, sedangkan Rezukinawa sedang melemah kekuatannya tak mampu menolong. Sakura terkulai lemas tak berdaya menyaksikan Kenzi di seret pemburu green eyes ke dalam mobil hitam.


“Kenzi!” Sakura menangis melihat Kenzi menjauh pergi.


Rezukinawa berteriak, “Hey! Lepaskan dia! Lepaskan !”


Mobil itu melaju dengan cepat. Di dalam mobil Kenzi segera di suntikan obati tidur. “Sekarang jangan khawatir lagi, selama tiga jam dia tidak akan bangun!” Ucap salah satu pemburu green eyes. Kenzi lalu di ikat tangan dan kakinya. Matanya di tutup kain hitam.


“Kita akan apakan dia?” Tanya pemburu green eyes yang lainnya sambil menyetir. “Raida sudah mati, tapi kita masih ada di sini! Kita bisa jual dia kepada Agen rahasia mata hijau lainnya!” Jawab Pemburu Green eyes yang sudah menyuntik Kenzi.


Rezukinawa sambil tergopoh-gopoh mencoba berjalan ke arah Sakura. “Aku harus bisa membawa Sakura pergi dari tempat ini!” Ucap Rezukinawa berusaha mengumpulkan tenaga yang tersisa. “Aaaahhh...!” Rezukinawa jatuh ambruk ke tanah.  “Sakura maafkan aku, aku..Aku tak bisa ....!” Rezukinawa pingsan kelelahan.

__ADS_1


Dua orang terkapar di pekarangan halaman belakang istana Hanzai Teki.


----


Tiga orang pemburu green eyes, Han, Joy, Bel, mengangkat tubuh Kenzi membawanya masuk ke dalam sebuah gudang.


"Aaah sampai juga! langsung rantai tangan dan kakinya. Biar dia sudah di bius, tetap kita harus waspada!" Ucap Bel. Joy dan Han segera memasangkan rantai di tangan dan kaki Kenzi.


"Hahaha..siap Bos! barang sudah ada di sini Bos tinggal ambil saja!" Ucap Bel menerima telp dari Agen rahasia mata hijau lain yang ingin memiliki kekuatan Kenzi.


"Ini sudah berapa jam? cepat suntikan lagi obat tidur padanya!" perintah Bel. Han mengambil alat suntik dan sebotol kecil obat tidur. Joy menguap duduk bersandar memejamkan mata.


Han melangkah ke atas berusaha meraih Kenzi. "Woyy! turun kan dia sedikit! aku tak bisa meraih kakinya!" teriak Han meminta Joy untuk menurunkan Kenzi.


Bel yang mendengar teriakan Han, langsung berjalan menuju mesin dan menarik tuasnya. "Tidur mulu lo kerjaannya!" Ucap Bel pada Joy yang mengabaikan permintaan Han.


Tubuh Kenzi perlahan mulai turun. "Sudah! sudah cukup!" teriak Han. Bel segera menghentikan laju mesin.


"Sekarang kau tidurlah lagi ya, hehehe!" Ucap Han sambil menyuntikkan obat tidur di paha kiri Kenzi.


"Laku berapa dia, Bel?" Tanya Han. "Lumayan, buat kita bertiga , cukup untuk membeli satu pulau! hahaha!" Jawab Bel.


Kenzi yang sedang di suntik oleh Han, tiba-tiba terbangun dan matanya yang merah kembali menyala. Jarum suntik yang menusuk di pahanya mendadak lumer kepanasan. Han terkejut melihat alat suntiknya meleleh.


Dia angkat wajah memandang Kenzi, "Aaaaaaa...!" Han langsung terbakar api. Joy kaget, terbangun dari tidurnya. Bel melotot melihat temannya hangus terbakar.


Kenzi melelehkan rantai besi yang mengikat tangan dan kakinya.


Kemudian tubuhnya melayang terbang hendak keluar dari gudang. "Cepat tembak dia dengan bius!" teriak Bel menyuruh Joy, menembakan peluru bius.


Joy mengambil senjatanya yang sudah terisi obat bius, yang biasa di pakai untuk membius seekor gajah.


"Jlebb..!" obat bius di tembakan tepat di tubuh bagian belakang Kenzi. Dalam beberapa detik jarum bius yang menancap itu meleleh tak berbekas.


Kenzi marah lalu berbalik ke arah Joy. Kenzi mengangkat rantai besi lalu melilitkannya ke tubuh Joy sampai tak bisa bernafas dan tubuhnya hancur terhimpit rantai besi yang melilit di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


"Jrooottt!" darah berceceran dimana-mana. Bel menggigil  ketakutan mencoba kabur.


Kakinya tak mampu bergerak, Bel terserang panik, berdiri mematung di depan gerbang gudang. Kenzi menatap Bel, lalu berbalik melayang keluar gudang. Kenzi langsung terbang menghilang di angkasa.


Beberapa saat kemudian rombongan Bos datang ingin mengambil Kenzi.


"Hahaha...rupanya Kamu menunggu kedatangan ku ya? tak sabar rupanya melihat uang mu!" Ucap Bos sambil membuka tas koper berisikan uang menunjukkannya pada Bel.


"Hey! Bel, kenapa kau diam saja, mana barang ku, aku tak sabar ingin memilikinya!" Ucap Bos sembari memasuki gudang.


Tak berapa lama Bos keluar sambil muntah-muntah, merasa mual setelah melihat kepingan tubuh yang berserakan di lantai gudang.


"Tubuh siapa itu? dan siapa yang melakukannya!?" Tanya Bos sambil mengelap mulutnya dengan saputangan.


"Kenzi! Kenzi yang melakukannya !" Jawab Bel yang masih syok.


Bos langsung keluar gudang. "Bawa lagi masuk uang ku! kita tinggal kan tempat ini, Cepat!" perintah Bos. Anak buahnya segera menutup rapat tas koper berisikan uang itu. Mereka pun pergi meninggalkan Bel.


"Tunggu! jangan tinggal! tolong!" teriak Bel.


----


Hari semakin gelap, hujan turun sangat deras. Kenzi yang sudah kembali seperti biasa sedang bersembunyi di dalam rumah besar di dekat pegunungan Totoro.


Ternyata Kenzi setelah sadar sudah membawa Rezukinawa dan Sakura beristirahat di rumah besar milik leluhurnya itu.


Di ruang buku, Kenzi mencoba mencari tahu tentang kekuatan mata merahnya yang tak bisa ia kendalikan.


Sedangkan Sakura masih terbaring di ranjang dengan luka di telapak tangan dan sudah di perban. Rezukinawa juga sedang beristirahat, begitu pula lehernya sudah di obati.


Untuk sementara waktu Kenzi tak mau menggunakan kekuatannya. Dia takut nanti bisa menyelakai orang lain lagi.


Dengan Serius Kenzi membaca buku bersampul warna merah, yang dulu pernah di baca oleh Sakura. Ketika mengenang kejadian itu, Kenzi jadi tersipu malu.


Di sini tertulis keterangan lebih jauh tentang kekuatan mata hijau yang melewati batas kewajaran. Yaitu mata menjadi merah, pemicunya adalah kemarahan yang terpendam.

__ADS_1


"Cara menghilangkannya." Baca Kenzi.


Tak ada cara lain selain menghilangkan seluruh kekuatan yang di milikinya. "Ini berarti aku harus menghilangkan kekuatan mata hijau ku juga, seluruh nya?" Kenzi terus berpikir, bila dia menghilangkan semua kekuatannya, berarti Kenzi akan kembali dalam keadaan cacat seperti dulu.


__ADS_2