
Sesampainya di cafe Kia memarkirkan motornya ia lalu melanjutkan langkahnya memasuki cafe menuju loker untuk menyimpan tas dan juga baju Andin agar tidak mendapat masalah yang berkepanjangan.
Setelah selesai Kia mulai melakukan rutinitas seperti biasa menyiapkan barang yang akan di pakai membuat menu tak lupa juga ia membantu ke dua temannya Bobi dan Rini yang memang shift mereka slalu sama, hanya Lisa lah berbeda shift dengan mereka, karena Lisa terbilang orang yang cukup lama bekerja di cafe tersebut Dion yang tau bagaimana kemampuan Lisa dalam mengajari dan membimbing karyawan baru makanya Dion slalu menunjuk Lisa dalam hal training kerja dan Lisa pun menanggapi dengan sangat baik permintaan sang bos tersebut.
Seperti biasa pagi ini mereka mulai melakukan rutinitas yang setiap hari di lakukan sebelum cafe itu di benar-benar di buka untuk umum, tidak begitu berantakan hanya perlu merapikan sedikit saja karena sebelum cafe di tutup pada malam hari yang shift di jam itu sudah membersikan seluruh cafe sebelum mereka menutup cafe dan pulang untuk beristirahat.
Dan saat ini mereka di sibukkan dengan kerjaan masing-masing Kia yang melayani pengunjung meski belum begitu ramai karena memang belum waktu jam istirahat, Kia di sibukkan dengan mengantar pesanan ke salah satu meja pengunjung tersebut dengan cekatan ia menyelesaikan pekerjaannya, Rini menyelesaikan tugasnya membersikan sisah makanan di salah satu meja pengunjung yang telah pergi meninggalkan cafe, dan Bobi dia adalah barista profesional ( nanti cerita soal Bobi ) cafe tersebut tidak hanya menyajikan kopi atau makanan ringan saja, tapi menyajikan menu makanan lain juga ( gaya cafe menu restoran ya guys ) ya ide Dion megang sedikit aneh karena dia ingin terlihat berbeda dengan cafe yang lain pada umumnya hanya menyajikan Kopi dan menu ringan saja, dan ide nya itu mampu menarik pengunjung yang semakin hari kian bertambah.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12:00 siang cafe itu mulai ramai dan sedari tadi Kia slalu melirik jam yang iya kenakan dan pergerakan nya itu tak luput dari pantauan dua sahabatnya, " Rin Lo sadar gak sih Kia dari tadi nengokin jam mulu sampai gak fokus gitu" Bobi melirik sekilas ke arah Kia yang lumayan agak jauh dari mereka berdua.
" Gw juga perhatiin dari tadi entah apa yang buat dia gelisah" Rini membenarkan omongan Bobi yang sedari tadi ikut terbebani dengan kelakuan Kia hari ini.
Siang ini cafe terlihat sangat ramai, Rini yang tadi sempat di pesan oleh Dion untuk membersikan ruang kerjanya serta menyajikan menu yang sudah di pesan Dion kepadanya itu masih terlihat sangat sibuk mau tidak mau dia meminta bantuan Kia untuk menggantikannya melakukan apa yang di perintahkan Dion, Kia pun tidak keberatan karena sudah menjadi tugas bagi setiap karyawan untuk salin membantu dan kerja sama dalam menyelesaikan pekerjaan itu yang di terapkan Dion kepada para karyawan dan tidak pernah membedakan satu dengan yang lain.
Kia bergegas menuju ruang kerja Dion, sesampainya di sana ia langsung membersikan dan menyiapkan sesuai keinginan sang bos tersebut, setelah Kia selesai merapikan ruangan itu yang memang tidak begitu berantakan Kia pun lanjut menghidangkan makanan yang sudah di pesan Dion melalui Rini tadi, Kia kembali melihat makanan yang sudah iya sajikan barusan untuk memastikan tidak ada yang terlupakan, ia memutuskan untuk kembali dan menyelesaikan kerjaan yang lain, Kia yang membuka pintu tiba-tiba ia terpaku sesaat melihat siapa orang yang tepat berada di sebelah bosnya ternyata pria itu adalah Andara Pramana, pria yang pagi tadi mobilnya di tabrak oleh Kia, sempat Kia merasa gugup tetapi melihat Andara menatapnya dengan ekspresi dingin membuat Kia berpamitan kepada bosnya untuk segera pergi dari hadapan mereka tak lupa juga ia menyampaikan bahwa semua yang di inginkan bosnya itu sudah ia laksanakan, Dion pun hanya menanggapinya dengan anggukan.
Kepergian Kia tak luput dari pengamatan Andara yang membuat Dion penasaran ingin menanyakan kepada sahabatnya itu apa mereka saling kenal
"Bro klau lihat karyawan gw biasa aja dong dia emang cantik tapi gak gitu juga kali lihatnya Lo barusan udah buat dia takut, atau kalian berdua udah saling kenal dan gw kali ini ketinggalan berita"
"Apaan sih Lo, gw gak kenal sama dia dan Lo tau sendiri kan gw orangnya seperti apa ?" Dion hanya memberikan tanggapan dengan anggukan karena kurang merasa puas dengan pengakuan sahabatnya itu terbesit di pikirannya untuk memancing Andara tetapi ia urungkan niatnya itu ia takut nanti mood pria itu akan berubah dan milih pergi meninggalkan ia dan makanan yang sudah di sajikan oleh Kia barusan.
Dion mengajak sahabatnya untuk makan siang di cafe miliknya dan ingin membahas soal kerja sama yang pernah mereka bahas di pertemuan sebelumnya, Andara ingin mengunakan jasa dari sang sahabat di acara ulang tahun perusahaan nya dan sekaligus mempromosikan cafe sahabatnya, hal itu di terima baik oleh Dion.
Kini Andara dan juga Dion telah selesai dengan makan siang mereka, Andara bangkit dari tempat duduknya dan berpamitan ingin segera balik ke kantor karena masih ada hal ,lain yang harus ia selesaikan siang itu juga,
"Ok bro gw gak bisa berlama-lama di sini nanti klau ada waktu luang kita ngumpul lagi"
"Ya ya gw maklum ko orang sibuk seperti Lo mana bisa berleha-leha" melirik Andara yang kini sudah berada di ambang pintu dan melanjutkan membalas pesan dari sang kekasih, yang mana sang kekasih mengatakan akan ketempat nya untuk bertemu dengannya dan itu hanya alasan semata karna mengingat kemaren Andin menyuruh Kia untuk mencuci baju yang terkena tumpahan jus.
Andara yang merasa tingkah sahabatnya itu terlalu lebay hanya memutar bola mata jengah dan melangkah pergi ia pun menghilang bersamaan pintu yang kini sudah tertutup rapi.
__ADS_1
Andara yang baru keluar dari cafe itu langsung menuju ke arah mobil dan berpapasan dengan Kia yang entah dari mana, Kia yang sedang buru-buru itu tidak memperhatikan sosok Andara yang kini sedang menghalangi jalannya, tiba-tiba langkah Kia terhenti akibat dari perbuatan Andara yang berdiri tepat di hadapannya.
" Maaf om saya harus segera masuk"
" Oh jadi kamu kerja di sini bagus lah, biar nanti saya tidak repot-repot untuk mencari kamu klau nanti kamu berubah pikiran dan memilih menghilang. Andara berkata dengan nada datar seolah memperingati Kia agar ingat dengan tanggung jawabnya sebagai orang yang sudah merusak mobilnya, padahal klau Adara sendiri yang memperbaiki mobil itu gak akan menguras kantongnya, bukan masalah rugi atau tidaknya Andara tidak ingin siapa pun yang sudah berbuat kesalahan lolos begitu saja dari tanggung jawab, setelah berkata demikian,, Andara memberikan jalan untuk Kia dan memilih melanjutkan langkahnya menuju mobil hitam tersebut.
Sebelum kia masuk ke dalam cafe itu ia sempat membalikkan badan untuk melihat apakah pria itu benar-benar telah pergi "Dasar pria dingin ada ya laki-laki seperti dia" Kia yang ngedumel itu di dengar oleh Rini yang
sedari tadi berada di belakang Kia."kamu lagi ngomongin siapa Ki ? marah-marah gak jelas gitu nanti cepat tua loh"
"Tuh pria gunung es yg pergi barusan" Sambil menunjuk ke arah mobil Andara yang ternyata tidak berada di tempat itu lagi, kini di gantikan dengan mobil Andin yang terparkir indah tepat berada di tempat roda empat milik pria itu memarkir mobilnya tadi, Rini yang ikut melihat kemana arah tujuan telunjuk Kia seketika membuat Rini menyenggol kasar bahu sahabatnya agar menyadari siapa yang sedari tadi di tunjuk oleh sahabatnya tersebut.
"Kamu tau kan siapa yang kamu maksud itu ? Kamu bisa kena amuk lagi loh." Rini menanyakan lagi untuk memastikan apakah benar yang di maksud Kia itu seorang pria atau malah Andin yang baru keluar dari roda empat miliknya dan lagi menuju cafe, dan ternyata Kia masih tetap kekeuh dengan omongannya membuat Rini gemes dan langsung memalingkan wajah Kia ke samping agar bisa melihat siapa yang di maksud Kia saat ini.
Kia yang tiba-tiba wajahnya dipalingkan ke samping membuat ia melihat siapa yang sedari tadi sedang ia tunjuk dan saat ini sedang berjalan ke arah mereka karena mereka berdiri tepat di depan pintu masuk cafe tetapi tidak menghalangi jalannya para pengunjung, membuat Kia reflek menurunkan tangan nya dari arah wanita itu agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi.
Hal itu tidak di sadari oleh Andin yang membuat Kia kali ini selamat dari amukan seorang Andin, Kia yang ingin pergi dari tempat mereka berdiri sekarang bukan karena takut akan bertemu dengan Andin, tetapi ia tidak ingin ada keributan lagi di mana hal itu akan mengganggu kenyamanan pengunjung dan membuat mereka terganggu
Kia yang mendapat perintah dari Andin kemana harus membawa baju itu ia bergegas keruang loker untuk mengambilnya dan menyerahkan kepada sang pemilik, tak butuh waktu lama kini Kia sudah berada di ruang kerja Dion yang di sana terlihat ada Andin yang lagi asyik memainkan ponsel miliknya, dan untuk Dion tidak berada di ruangannya saat ini Dion masih berada di luar karena ada keperluan mendadak.
"Permisi" Kia berdiri tepat di hadapan Andin
"Letakkan saja di atas meja itu dan terimakasih oh iya siapa nama kamu?" Andin yang berbicara tapi masih menatap lekat handphone nya yang menampilkan berbagai macam bentuk dan juga model dari pakaian yang menyita pandangannya tersebut.
"Sama-sama mbak nama saya Adzkia Naila taleetha bisa di panggil dengan sebutan Kia"Kia yang mendengar Andin yang mengucapkan terimakasih itu pun langsung membalas nya tak lupa pula ia menyebutkan namanya di di disertai dengan senyuman.
"Ok, kamu boleh pergi sekarang lain kali jangan ulangi kecerobohan kamu.
Kia pun menganggukkan kepala dan langsung meninggalkan ruang tersebut.
Kini Kia telah berada tepat di meja bar tempat Bobi sering melakukan kesibukannya sebagai seorang barista, di sana tidak hanya Kia sendiri melainkan ada Rini juga, Rini yang baru saja selesai melaksanakan tugasnya sambil menunggu pesanan pengunjung yang sekarang masih di siapkan oleh Bobi dan Bobi yang kelihatanya sibuk meracik minuman yang di pesan oleng pengunjung yang baru memesan minumanya ke pada Rini, Rini yang ingin menanyakan apa yang terjadi kepada Kia dan juga Andin di ruangan bos mereka barusan hal itu ia urungkan karena saat ini pesanan itu siap di antar ke meja pengunjung tersebut, membuat Bobi yang baru selesai dari kesibukannya pun bertanya kepada Kia. " Lo gak berantem lagi kan sama tu Andin ?"
__ADS_1
"Ya gak lah, malahan dia ngucapin terimakasih loh. Kia menjelaskan apa adanya yang terjadi
"Dia sebenarnya sih baik cuman ya itu klau ketenangannya terganggu maka dia akan marah besar dan itu baru ke 3 kalinya terjadi di cafe ini. Bobi menjelaskan apa yang memang jarang di lakukan oleh seorang Andin.
Obrolan mereka terhenti ketika Dion tiba-tiba muncul entah dari mana, "Hmm kalian lagi ngomongin siapa ? asik banget !
"Bukan siapa-siapa pak," jawab Kia sekenanya
"oh iya soal kejadian kemaren jangan terlalu di ambil pusing ya Kia Andin itu orangnya baik ko, saya masuk dulu kerja yang benar jangan hanya ngobrol aja ya Bob nanti kerjaan kamu gak akan beres-beres. Dion berkata sambil berlalu dari hadapan karyawan tersebut, begitulah Dion klau dengan karyawan nya tak pernah membedakan dan membuat jarak di antara ia dan para karyawan karna baginya semua orang sama klau kita menanggapi dengan positif.
Dan omongan Dion itu hanya di tanggapi dengan senyuman oleh Kia dan juga Bobi,
Jam sudah menunjukkan pukul 5:00 di mana karyawan yang shift pagi akan segera pulang dan kini telah berkumpul di ruang loker ada lima karyawan di sana termaksud Kia Bobi dan juga Rini, tiba-tiba aktifitas mereka terhenti di mana Lisa yang masuk mengagetkan mereka semua. "Udah pada mau pulang lupa sama aku."berkata sambil memanyunkan bibirnya, membuat Rini sontak mencubit pipi tembem Lisa yang terlihat imut itu ya Lisa memang imut dan sedikit bulat ketimbang ketiga temanya itu, dan menjadi bulan-bulanan mereka bertiga kala melihat Lisa klau sedang merajuk seperti sekarang ini .
"Kamu ko gemesin sih" Rini tak melepas tangannya dari pipi Lisa
"Sa bagi dong lemaknya aku mau" ucap Kia sambil mencubit gemes tangan Lisa
"Kalian ini menghina aku ya Bob lihat tuh mereka jahil banget ke aku ?" Lisa pura-pura kesal karena perbuatan kedua sahabatnya tersebut dan mengadu kepada Bobi yang terlihat dingin kepada Lisa itu tak menanggapi aduan Lisa terhadapnya yang membuat Lisa diam seketika menyadari perubahan Bobi terhadapnya saat ini.
Lisa pun memilih pergi dan hanya berpamitan kepada Kia dan juga Rini." Aku ke depan dulu ya kalian hati-hati di jalan babye."
Setelah kepergian Lisa Kia menatap Bobi penuh arti tetapi pria yang di tatap Kia itu hanya diam dan berpamitan klau iya ingin segera pulang pergi tanpa mendengar jawaban dari kedua sahabatnya tersebut Bobi bergegas keluar dan menuju roda dua miliknya yang sedari pagi tadi di parkir Bobi di samping cafe tersebut.
Kia dan Rini yang penasaran mengapa sifat Bobi berubah saat bertemu dengan Lisa barusan ingin bertanya tetapi orang yang mereka ingin mintai keterangan malah meninggalkan mereka berdua yang sekarang terlihat telah meninggalkan area parkiran dan menghilang di balik kendaraan yang lalu lalang.
"Ki kita telat lagi deh."
"Gak papa kan besok masih ada waktu buat nanya ke dia."
"Ya udah aku duluan ya Ki sampai jumpa besok"Rini melambaikan tangan ke arah Kia yang tersisa seorang diri di perairan itu. Tiba-tiba ia menyadari klau harus ke rumah Andara untuk melakukan tugasnya agar cepat terbebas dari hutang yang entah berapa jumblah nya.
__ADS_1
"Astaga aku harus ke rumah om- om itu deh klau gak aku bisa kena masalah lagi nih"